Senin, 16 Agustus 2010

Ternyata Uji DNA Sangat Tidak Akurat

Kita mungkin sering mendengar yang namanya uji DNA. Kita selama ini yakin bahwa uji DNA merupakan sesuatu yang memiliki tingkat keakuratan yang tinggi. Mulai sekarang kelihatanya kita harus mulai berpikir ulang dan sedikit ebih berhati-hati tentang keakuratan uji DNA ini. Para peniliti menemukan bahwa jumlah DNA yang sangat kecil dalam sampel dan tekanan untuk mendapatkan keyakinan bisa menyebabkan bias, menurut sebuah penyelidikan New Scientist seperti dikutip dari Daily Mail.

Majalah ini mengirimkan sampel DNA dari TKP nyata kepada 17 analis berpengalaman dalam sebuah laboratorium AS. Hasil para ahli ini berbeda-beda dan menimbulkan keragu-raguan atas kehandalan teknik ini.

Sampel dari geng pemerkosaan sudah digunakan untuk menghukum seorang laki-laki, namun hanya satu dari 17 ilmuwan menyimpulkan hal yang sama.

Empat di antaranya mengatakan bukti itu tidak meyakinkan dan 12 sisanya mengatakan bahwa mereka bisa dikecualikan. Itiel Dror, ilmuwan University College London yang membantu penyelidikan ini mengatakan,”Sudah waktunya analis DNA menerima hal ini dalam kondisi tertentu, subyektivitas dapat mempengaruhi pekerjaan mereka.”

Christine Funk, pengacara pertahanan AS mengatakan,”Perbedaan antara penjara dan kebebasan terletak di tangan ilmuwan yang ditugaskan dalam kasus itu.”

Kemungkinan dua orang memiliki sidik jari DNA yang sama, antara 800 ribu hingga satu miliar banding satu.

Namun ada kekhawatiran bahwa peningkatan ketergantungan pada sampel kecil darah dan air liur sering kali lebih dari satu orang, meninggalkan interpretasi salah dari penilaian ilmuwan. Jadi kita harus berhati-hati terhadap kesimpulan dari hasil uji DNA karena bagaimanapun juga uji DNA tersebut tidak memiliki keakuratan seratus persen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar