Minggu, 22 Agustus 2010

Ilmuwan Inggris Berhasil Ciptakan Darah Sintetis


Inilah salah satu hasil temuan pada bidang medis yang sudah lama dikembangkan. Ilmuwan Inggris berhasil menciptakan sel darah merah dari sel embrio IVF. Pencapain itu merupakan bagian dari proyek miliaran rupiah untuk menciptakan darah sintetis.

Seperti dikutip dari Telegraph, ilmuwan menggunakan lebih dari 100 embrio yang tersisa dari pengobatan di klinik kesuburan untuk menciptakan beberapa garis sel induk embrionik. Salah satu sel induk bernama RC-7 telah ditransformasikan menjadi sel induk darah sebelum ilmuwan mengkonversi menjadi sel merah yang berisikan hemoglobin atau pigmen yang membawa oksigen.

Tujuan penelitian yang bernilai 3 juta poundsterling (Rp 42,1 miliar) ini adalah menemukan sel genetik yang terprogram untuk mengembangkan darah negatif O. Ini merupakan kelompok donor universal yang memungkinkan darah dapat ditransfusikan ke semua orang, tanpa perlu khawatir adanya penolakan.

Tidak hanya itu, proyek yang didanai badan amal Wellcome Trust ini dilakukan untuk memproduksi lebih dari dua juta liter darah setahun. Ahli mengatakan temuan ini bisa menjadi revolusi dunia pengobatan dengan mengakhiri ketergantungan pendonor sukarela yang menyediakan sumber transfusi darah secara konstan.

Sel darah sintetis ini dijamin bebas dari infeksi seperti penyakit ‘sapi gila’. Penemuan tersebut juga meningkatkan kemungkinan untuk memproduksi seluruh kebutuhan darah di Inggris dari satu ‘pendonor darah universal’ yang hanya muncul pada embrio IVF berusia empat hari.

Persyaratan penting bagi darah sintetis adalah ketersediaan yang lebih murah dibandingkan donor darah. Persedian darah mengadapi ancaman kekurangan pasokan karena lebih dari 2,4 juta pendonor darah dibutuhkan setiap tahun untuk transfusi dan produksi darah.

Prof Marc Turner dari Edinburgh University yang juga direktur klinis dari Scottish National Blood Transfusion Service (SNBTS) mengatakan bahwa darah sintetis dapat mengubah kondisi pengobatan dalam skala industri.

Semoga saja penemuan ini dapat segera diproduksi massal sehingga dapat membantu banyak para pasien diberbagai rumah sakit yang sedang membutuhkan donor darah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar