Selasa, 03 Agustus 2010

Sapi Mini Kurangi Efek Rumah Kaca Di Banding Sapi Biasa

Jumlah konsumsi daging sapi yang tinggi sangat ikut mempengaruhi semakin buruknya global warming yang terjadi. Karena itu berbagai cara dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Warga Amerika Serikat saja setidaknya mengkonsumsi 30 kilogram sapi setiap tahun, dan memaksa berbagai peternakan untuk menemukan solusi akan kebutuhan itu.

Seperti dikutip dari Guardian, Professor Richard Gradwohl berhasil mengembangbiakkan 18 hewan ternak sapi miniatur baru di peternakan sapi Seattle, termasuk sapi setinggi 107cm yang diberi nama Miniature Panda.

Gradwohl juga mengembangkan sapi supermini setinggi kurang dari 96,5cm.

“Saat saya mencoba untuk mengembangbiakkan ternak mini, semua orang berpikir Saya gila,” ujar Gradwohl.

Sejak 1940, peternak AS telah mengembangbiakan sapi yang berukuran lebih besar dari sapi Inggris. Namun, tingginya pajak menyebabkan beberapa peternak menutup lahan mereka.

Gradwohl berpikir bahwa lahan lima hektar dapat mengembangbiakkan 10 ekor sapi mini, bukan hanya dua ekor sapi berukuran biasa. Oleh karena itu, dengan kuantitas tanah yang sama dapat menghasilkan daging sapi hingga tiga kali lebih banyak dengan sepertiga jumlah pakan.

“Sapi kecil cukup pas dengan kebutuhan saya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, sapi mini ini dapat meminimalisir kontribusinya pada efek rumah kaca, karena 10 sapi mini menghasilkan jumlah metana yang sama dengan 1 sapi berukuran rata-rata.

Gradwohl saat ini telah mendistribusikan embrio termasuk sapi mini ke seluruh dunia, kecuali Inggris. Negara ini telah mengembangkan sapi ‘dexter’ yang memiliki tinggi 96-111cm.

Tidak hanya itu, daging sapi mini memiliki rasa yang menakjubkan. Semakin besar sapi maka semakin besar sel otot. Sel yang lebih pendek pada sapi mini menyebabkan daging lebih empuk dan rasa alami yang lebih baik.

Dengan adanya penemuan ini semoga efek rumah kaca dapat sedikit berkurang dan umur bumi kita bisa lebih panjang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar