Sabtu, 31 Juli 2010

Marmot Lebih Besar Dan Kuat Tercipta Karena Perubahan Iklim


Perubahan iklim yang terjadi di bumi ternyata menyebabkan berbagai hal yang tidak terduga. Perubahan iklim telah menciptakan marmot yang lebih besar dan lebih kuat. Marmot itu juga tak perlu waktu lama untuk hibernasi, sebuah studi baru menunjukkan.

Para ilmuwan mengklaim musim panas yang lebih panjang menyebabkan marmot atau bajing yang tinggal di tanah mampu bangun lebih awal dari hibernasi.

Hal itu memberi lebih banyak waktu untuk reproduksi dan menaikkan berat badan sebelum masa hibernasi berikutnya.

Jumlah populasi juga meningkat karena Marmot bereproduksi lebih awal sehingga anak mereka lebih bertahan selama musim dingin.

Ilmuwan pertama kali mulai mempelajari binatang yang hidup di sekitar 10.000 kaki di Pegunungan Rocky Colorado itu pada 1962.

Untuk menghasilkan temuan, tim menganalisis massa tubuh, kelangsungan hidup dan reproduksi Marmot garis kuning betina dengan menjebaknya beberapa kali selama musim panas dan ditandai telinganya dengan menggunakan nomor.

Hasil penelitian menunjukkan, massa rata-rata Marmot dewasa meningkat 11 persen atau 400 gram. Populasi juga tumbuh seperempat selama periode 33 tahun.

Peneliti utama dalam penelitian itu Arpat Ozgul dari Imperial College London mengatakan peningkatan populasi itu sebagai jangka pendek pada musim panas yang lebih panjang.

Tapi studi lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan bagaimana hewan itu akan terpengaruh oleh perubahan iklim di masa mendatang.

"Marmot biasanya terjaga empat sampai lima bulan setahun," katanya.

"Ini waktu yang sibuk bagi mereka karena harus makan dan menaikkan berat badan, bunting dan menghasilkan keturunan dan bersiap-siap untuk hibernasi lagi.

Selanjutnya dampak apalgi ya yang akan muncul dengan adanya perubahan iklim tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar