Tampilkan postingan dengan label ilmuwan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmuwan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Oktober 2014

Alasan Penggunaan Tikus Sebagai Penelitian Dalam Dunia Medis

http://bintangkarang.blogspot.com/

Tikus adalah hewan kecil yang sudah tidak asing lagi dalam kehidupan kita. Kita sering kali menjumpai hewan ini disekitar lingkungan kita. Tapi tahukah kita bahwa sebenarnya tikus memiliki peranan yang penting dalam dunia medis. Tikus sering kali dijadikan sebagai bahan percobaan dalam dunia medis. Para ilmuwan menggunakan hewan kecil ini untuk mengujicoba hasil penelitian mereka.

Dalam dunia medis hampir 95% percobaan yang dilakukan pada hewan menggunakan tikus sebagai eksperimenya. Mengapa para peneliti atau ilmuwan memilih tikus sebagai hewan percobaan? Pemilihan tersebut bukan tanpa alasan, pemilihan tikus sebagai bahan percobaan salah satunya adalah karena hewan ini relative mudah disimpan dan mudah sekali beradaptasi dengan adanya suasana dan lingkungan yang baru.

Tikus juga adapat berkembang biak dalam waktu singkat dan memiliki umur yang relatif pendek yaitu sekitar dua hingga tiga tahun, karena itu hewan ini bisa diamati dalam waktu yang singkat. Tikus juga termasuk hewan yang patuh dan mudah ditangani, meskipun ada sebagian jenis tikus yang susah untuk ditangani.

Tikus juga memiliki kesamaan genetis kecuali dalam jenis kelamin, hal tersebut sangat membantu para peneliti menyeragamkan hasil dari penelitian medis. Perilaku tikus dan karakter biologi yang memiliki kemiripan dengan manusia serta beberapa hal lain yang merupakan replikasi pada manusia sangat membantu dalam bidang medis jika tikus digunakan sebagi hewan percobaan.

Para ilmuwan saat ini juga sedang mengembangkan tikus transgenik yang membawa gen penyebab timbulnya penyakit pada manusia. Beberapa tikus SCID (severe combined immune deficiency) terlahir secara alami tanpa memiliki sistem kekebalan tubuh sehingga cocok jika digunakan sebagai sampel penelitian medis untuk berbagai penyakit yang dialami manusia.

Sabtu, 01 September 2012

Triasacarus Fedelei dan Ampezzoa Triassica, Serangga Tertua Yang di Temukan Terbungkus Getah Karet

Serangga yang diperkirakan sebagai serangga paling tua telah berhasil ditemukan oleh ilmuwan didaerah pegunungan Alpen Dolomite, bagian timur laut Italia. Serangga arthopoda yang ditemukan tersebut terbungkus dalam getah karet dan diperkirakan memiliki usia sekitar 100 tahun lebih tua dari serangga yang pernah berhasil ditemukan sebelumnya.

Serangga tersebut ditemukan oleh ilmuwan bernama Guido Roghi dan Eugenio Ragazzi Guido Roghi dari Univeritas Pandova, Italia. Jenis serangga yang ditemukan tersebut yaitu jenis Ampezzoa Triassica dan Triasacarus Fedelei. Kedua serangga tersebut terlihat seperti kutu dengan tubuh yang beruas, memiliki cakar dan ditumbuhi bulu-bulu halus. Kedua jenis serangga tersebut merupakan hewan yang habitat hidupnya ada pada tanaman. Triascarus dan Ampezzoa diperkirakan hidup pada masa Triassic yaitu sekitar 251 sampai 199 juta tahun silam.

Hasil temuan tersebut telah diterbitkan dalam sebuah jurnal ilmiah Amerika yang telah ada mulai tahun 1914 yaitu Proceeding National Academy of Sciences. Getah dari karet merupakan sebuah alat alamiah yangmemiliki peranan penting dalam bidang paleontologi. Getah karet mampu mengawetkan berbagai jenis organisme yang berupa hewan maupun tumbuhan selama ribuan bahkan jutaan tahun lamanya. 

Kamis, 20 Januari 2011

Organisme Tertua di Dunia Yang Ditemukan Oleh Ilmuwan Dalam Keadaan Hidup

organisme-tertua-didunia
Penemuan organisme yang di klaim sebagai organisme tertua yang masih hidup sampai sekarang sebenarnya ditemukan tanpa adanya kesengajaan oleh para ilmuwan. Pada awalnya para ilmuwan hanya ingin menggali kristal garam kuno yang ada di Death Valley. Namun secara tidak sengaja para ilmuwan menemukan organisme yang berusia 34 ribu tahun dalam keadaan hidup.

Garam kristal berkembang sangat cepat dan mampu memenjarakan apapun yang hidup di dekat mereka termasuk organisme yang ditemukan para ilmuwan tersebut. Batuan kristal garam ini mirip miniatur bola salju dengan organisme tersebut di dalamnya.

"Ini merupakan kejutan yang sangat besar bagi saya," ujar Brian Schubert yang menemukan bateri kuno itu. Schubert yang saat ini menjadi asisten peneliti di University of Hawaii mengatakan bahwa bakteri itu telah menyusut, mengecil dan melakukan hibernasi sepanjang hidupnya untuk bertahan di bumi.

“Mereka masih hidup tapi tidak menggunakan energi apapun untuk berenang. Mereka juga tidak berkembang biak,” kata Schubert. Bakteri ini tidak melakukan apapun kecuali mempertahankan diri.

“Organisme itu tersegel di dalam garam seperti kapsul waktu,” ujar Tim Lowenstein, profesor Departemen Geologi di Binghamton University yang juga turut menemukan makhluk hidup tersebut.

Ilmuwan Ciptakan Pembungkus Makanan Dari Bakteri

pembungkus-makanan-dari-bakteri
Inilah salah satu temuan para ilmuwan yang berguna dalam bidang industri pengolahan makanan. Ilmuwan berhasil menciptakan teknik pelapis kertas yang menggunakan nano partikel berbahan perak. Hasil temuan ini merupakan kombinasi yang berasal dari berbagai bakteri kertas yang cocok digunakan sebagai bahan pembungkus pada makanan agar makanan tidak cepat rusak.

Bahan perak sebelumnya banyak digunakan untuk melawan bakteri dan nanopartikel. Perak sudah sering digunakan dalam industri tekstil, serat, plastik dan logam nuntuk aplikasi biomedis. Teknologi ini digunakan untuk melapisi luka dan kateter tahan mikroba. Materi ini juga dapat dipakai sebagai bahan penghilang bau pada kaos kaki.

Awalnya, ilmuwan belum mampu mengumpulkan partikel perak yang setara satu per 50 ribu ketipisan rambut manusia, dalam sebuah lapisan kertas biasa. Namun, materi terbaru yang menggunakan ultrasound atau gelombang suara berfrekuensi tinggi, mampu menahan partikel itu di dalam kertas. Teknik yang diperkenalkan tim ilmuwan yang dipimpin Aharon Gedanken dari Bar-Ilan University, Israel, ini dipublikasikan di jurnal Langmur yang diterbitkan American Chemical Society.

Dalam uji coba laboratorium, lapisan yang disebut sebagai kertas pembunuh ini berhasil mengumpulkan aktivitas bakteri yang mampu melawan E. Coli dan S. Aureus, dua unsur penyebab keberadaan bakteri makanan. "Aplikasi menakjubkan ini menunjukkan kemampuan untuk kemasan bahan makanan yang berlangsung lama di rak," tulis ilmuwan.

Jika ini benar dimanfaatkan, produk makanan akan dilapisi kertas berisi nanopartikel perak yang terdiri dari berbagai bakteri yang mampu menahan bakteri perusak kualitas makanan. Selain kemasan makanan, metode pelapis itu dapat digunakan untuk membuat properti tahan air.

Ternayata teknologi saat ii sudah sedemikian maju, sehingga pembugkus makanan juga harus dilapisi berbagai bakteri untuk melawan bakteri yang akan membusukan makanan tersebut.

Selasa, 18 Januari 2011

Rahasia Unik Cacing Planaria Telah Di Bongkar Oleh Ilmuwan

cacing-planaria
Setiap hewan biasanya memiliki sebuah kemampuan unik yang jarang atau bahkan tidak dimiliki oleh hewan yang lainya. Salah satunya seperti kemampuan yang dimiliki oleh cacing planaria ini. Cacing planaria tersebut dapat menumbuhkan bagian tubuhnya yang telah terpotong. Kemampuan cacing Planaria disebabkan oleh sebuah gen. Hal ini ditemukan oleh ilmuwan dari University of Nottingham.

Riset ini mengilhami para ilmuwan, untuk bisa mewujudkan hal ini pada manusia. Dengan demikian, bukan tidak mungkin jika suatu hari nanti manusia bisa menumbuhkan lagi organ tubuhnya yang rusak atau menua seperti yang dilakuakn cacing planaria tersebut.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Aziz Aboobaker ini, memperlihatkan sebuah gen bernama 'Smed-prep'. Gen inilah yang berperan memperbaiki dan menumbuhkan lagi anggota badan seperti kepala dan otak pada cacing Planaria.

Dilansir Daily Mail, cacing Planaria berisi sel induk dewasa yang secara konstan membagi diri dan bisa berubah menggantikan semua jenis sel tubuh yang hilang. Cacing ini juga memiliki sekumpulan gen yang bekerja menumbuhkan bagian tubuh yang terpotong dengan ukuran yang pas serta di tempat yang tepat.

"Cacing mengagumkan ini membuka mata kita untuk melakukan observasi lebih lengkap tentang regenerasi jaringan tubuh pada cacing. Hewan sederhana ini bisa meregenerasi dirinya dengan cara yang ajaib," kata Aboobaker.

Dalam penelitian ini mereka menemukan bahwa kehadiran Smed-prep sangat penting sehingga kepala dan otak yang teramputasi bisa tumbuh kembali di tempat yang tepat.

Selain itu, sel induk cacing masih bisa 'dibujuk' untuk membentuk sel otak akibat dari aktivitas gen lain yang tidak berhubungan. Tanpa Smed-prep, sel-sel ini tidak mengatur diri mereka untuk membentuk otak secara normal.

Ternyata sebuah hewan kecil terkadang memiliki kemampuan yang sangat luar biasa jika dibandingkan dengan manusia, salah satu contohnya adalah cacing planaria tersebut.

Kamis, 14 Oktober 2010

Ilmuwan Australia Temukan Terumbu Karang Terlanka Di Dunia


Lautan ternyata banyak menyimpan berbagai hal yang selama ini masih sering menjadi misteri yang selalu terkubur dan menunggu untuk ditemukan. Berikut ini adalah salah satu penemuan yang sangat besar bagi para peneliti dalam dunia bahari.

Ilmuwan Australia telah menemukan terumbu karang terlangka di dunia. Terumbu karang tersebut ditemukan di Samudra Pasifik bagian utara.

Karang Elkhorn Pasifik ditemukan saat para ilmuwan melakukan survei di dasar laut Arno Atoll di Kepulauan Marshall.


Peneliti karang Dr Zoe Richards dari ARC Center of Excellence untuk Studi Terumbu Karang (CoECRS) saat itu tengah meneliti Arno Atoll, karang dengan tipe terumbu cincin (atoll).

Karang ini diduga memiliki kemiripan fisik dengan karang jenis palmata Acropora yang berada di Samudra Atlantik. Namun setelah dilakukan studi genetika, ternyata karang tersebut berasal dari spesies yang berbeda.

“Ketika saya pertama kali melihat karang ini, saya benar-benar terkejut melihat bentuk fisik karang itu,” ujar Richards.

Ia menyebutkan, karang yang ditemukannnya memiliki lebar hampir lima meter dan tinggi dua meter serta cabang-cabangnya bercampur seperti tanduk rusa. “Ini tidak seperti yang saya temukan di Samudra Pasifik sebelumnya.”

Sejauh ini, kata Richards, dirinya hanya menemukan batu karang kecil yang tersebar di sepanjang hamparan Kepulauan Marshall. Karang langka tersebut relatif tumbuh di air dangkal.

“Sejauh ini masih ada 200 karang yang belum ditemukan di daerah-daerah terpencil,” papar Richards seraya menyatakan bahwa karang tersebut terancam punah ekosistemnya jika tidak segera diselamatkan.

jadi mulai sekarang kitapun seharusnya mulai ikut ambil bagian untuk menjaga ekosistem lingkungan agar keberadaan hewan maupun tumbuhan yang ada di darat dan di laut tidak terancam oleh kepunahan.

Selasa, 12 Oktober 2010

Susu Tikus, Susu Termahal Di Dunia


Kita pasti sudah sangat sering mengkonsumsi yang namanya susu. Kita sering mengomsumsi susu karena susu mengandung berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Tapi tahukah anda susu apa yang paling mahal? Mungkin anda berpikir susu kuda atau sejenisnya, tapi ternyata susu termahal adalah susu dari tikus.

Mengapa susu dari tikus bisa sangat mahal? Ternyata tidak gampang memperoleh "Susunya Tikus". Proses selama 30 menit cuma menghasilkan 0,25 kubik sentimeter alias seperseribu liter. Dibutuhkan 4 ribu ekor tikus untuk mendapatkan 1 liter susunya. Nilai 1 liter susu tikus ini seharga 23 ribu euro.

Susu tikus dipakai sebagai sarana riset. Genetika tikus diubah sedemikian rupa sehingga di dalam susunya terbentuk zat yang dapat membasmi bakteri malaria. Kalau gitu kenapa para ilmuwan memakai susu tikus dan bukannya susu sapi, yang jauh lebih murah?

Tikus adalah hewan kesukaan para periset genetika, karena DNA tikus sudah begitu banyak diketahui, jauh melebihi DNA hewan lainnya. Sehingga menjadi mudah menganalisis hasil percobaan. Ribuan hewan dibutuhkan untuk sekali percobaan. Sebab itu jauh lebih praktis memelihara ribuan tikus ketimbang ribuan sapi.

Jadi, soal harga, susu si tikus yang termahal. Kalau dari segi volume susu yang dihasilkan, siapa penghasil susu terbanyak?

Seekor sapi mampu menghasilkan sekitar 10 ribu liter susu dalam tempo setahun. Ini setara dengan 7 kali berat badannya. Kambing sanggup menghasilkan susu 12 kali berat badannya per tahun.

Rekor terbanyak dipegang oleh ikan paus biru. Dalam waktu satu hari dia mampu menghasilkan 600 liter susu. Yang begitu penuh lemak, sehingga bayi sang ikan paus mampu menambah berat badan sampai dengan 100 kg per hari.

Ternyata susu tikus yang telah dilakukan rekayasa genetikanya dapat menyembuhkan penyakit malaria dan sebagai bahan riset para ilmuwan, makanya mahal.

inilah menyebabkan susu dari tikus bisa memiliki haraga yang asangat tinggi, karena selain memperolehnya sangat sulit, susu dari tikus tersebut juga memiliki khasiat yang dapat mengobati penyakit malaria.

Jumat, 03 September 2010

Ilmuwan Prediksi Lapisan Gletser Di Puncak Jaya Wijaya Papua Akan Menghilang

Mungkin inilah salah satu dampak buruk dari adanya global warming yang semakin hari semakin bertambah parah. Ilmuwan mengkhawatirkan hilangnyalapisan gletser di Puncak Jaya, Irian Jaya. Inti es gletser sangat bernilai, karena mirip kapsul waktu iklim yang terkubur ribuan tahun.

Batuan es telah diekstraksi pada bulan Juni lalu. Para glaciologist melakukan pengeboran selama dua minggu untuk melelehkan inti es di atas Puncak Jaya, Indonesia. Seperti dikutip dari Yahoo News, tim ini dipimpin oleh Dwi Santoso dari Columbia University. Ahli gletser yang melakukan pengeboran, Lonnie Thompson dari Ohio State University, mengatakan bahwa lapisan es ini akan benar-benar menghilang beberapa tahun mendatang.

Inti es gletser sangat bernilai karena mirip kapsul waktu iklim yang terkubur ribuan tahun, terlihat dari lapisan es dan salju yang berada di atas gletser. Inti es menyerupai gelembung kecil berisi sampel atmosfer yang terperangkap saat lapisan es pertama terbentuk. Dengan membuka ‘rahasia’ ini, ilmuwan akan mengetahui bagaimana perubahan iklim selama ribuan tahun.

Para peneliti berhasil mendapatkan tiga inti es dari puncak gletser Northwall Firn. Di Puncak Sumantri, ilmuwan memperoleh dua inti es dari kedalaman 30 meter. Di Puncak Soekarno, tim berhasil mengekstraksi inti es dari kedalaman 26 meter.

Para glaciologist berharap bahwa data baru ini akan memberikan catatan jangka panjang dari fenomena El Nino-Southern Oscillation (ENSO) yang mengontrol perubahan iklim di daerah tropis, serta mempengaruhi pola cuaca di tempat lain termasuk Amerika Serikat.

Analisis pertama dari inti es ini diharapkan muncul pada bulan Desember, kata para peneliti. Semoga saja dampak dari adanya global warming tidak semakin bertambah parah sehingga dampak buruk dari kerusakan lingkungan hidup dapat terselamatkan.

Selasa, 24 Agustus 2010

Perancang Busana Dan Ilmuwan Ciptakan Kaos Dari Teh


Ada-ada saja temuan terbaru yang dihasilkan para ilmuwan dan perancang busana yang berasal dari limbah daun teh. Ilmuwan dan perancang busana berhasil mengembangkan kain baru berbahan seduhan teh hijau, gula dan nutrisi lain. Kain jenis baru itu disebut sebagai ‘kaos teh’.

Bahan itu memiliki tekstur kulit yang sangat ringan dan digunakan untuk membuat kaos, jaket bahkan sepatu, seperti dilaporkan Telegraph.

Bakteri yang ditambahkan ke dalam teh hijau dan gula akan menghasilkan filamen selulosa panjang yang menggumpal bersama, dan membentuk tatakan tipis dari kain yang mengambang di atas campuran itu.

Setelah mengering, tatakan tipis itu akan tampak mirip seperti papirus. Bahan ini tidak bisa diwarnai dan dicelup untuk menghasilkan tekstur dan efek berbeda.

Ilmuwan Imperial College London bekerja sama dengan perancang busana Central Saint Martins College of Arts and Design di London, menciptakan kain ini untuk industri fesyen.

Paul Freemont, ahli biologi molekular Imperial College mengatakan,”Bakteri ini secara alami akan menghasilkan kain dari selulosa dan akan meletakkannya pada tatakan yang mengambang di permukaannya.”

“Campuran ini menghasilkan kain yang tidak rata dan kain acak di mana kami berusaha membuatnya konsisten. Saat bahan ini kering akan terasa seperti kulit dan kuat bahkan kalian tidak bisa merobeknya,” kata Freemont.

Selama beberapa minggu, kain-kain ini bersatu menjadi lapisan tipis, dan lembaran basah selulosa ini mengeras saat kering.

Proyek ini dipimpin oleh Suzanne Lee, peneliti senior dan perancang di Central Saint Martins of Art and Design yang telah menggunakan bahan ini untuk membuat kain. Lee mengatakan ide membuat kain ini datang setelah bertemu dengan ahli biologi beberapa tahun lalu.

Lee mengatakan,”Dia menjelaskan bahwa mikroorganisme dapat digunakan untuk memutar selulosa untuk menghasilkan bahan seperti tekstil.”

“Saya sadar hal ini dapat menjawab banyak isu yang berhubungan dengan fesyen kontemporer dengan memanfaatkan limbah,” tambahnya.

Jadi fungsi dari penemuan kain teh terbaru ini adalah untuk pemanfaatan limbah agar dapat menjadi bahan yang produktif dan memiliki nilai guna yang tinggi.

Senin, 23 Agustus 2010

Mud Volcano Indikasikan Kemungkinan Kehidupan Di Planet Mars


Banyak para ahli yang menyelidiki tentang kemungkinan adanya kehidupan di planet Mars yang mungkin bisa menjadi penunjang kehidupan di Bumi pada masa yang akan datang. Para ilmuwan percaya indikasi kehidupan di planet Mars dapat ditemukan di dataran utara Acidalia Planitia yang terdapat mud volcano sejenis aktivitas vulkanik lumpur di Porong, Sidoarjo.

Acidalia Planitia memiliki struktur geologi yang memuntahkan sedimen bawah tanah yang berlumpur. Sedimen ini mungkin mengandung bahan organik yang dapat menjadi penanda adanya kehidupan di masa lampau.

“Jika ada kehidupan di Mars, mungkin mereka akan berkembang di lingkungan yang kaya cairan,” kata pemimpin studi Dorothy Oehler, ilmuwan riset di Direktorat Eksplorasi Ilmiah dan Penelitian Astromaterial di Johnson Space Center, NASA.

“Gunung berapi yang mengandung lumpur ini merupakan indikator dari permukaan yang kaya fluida. Ini membawa ke kedalaman bawah permukaan yang mungkin sulit kita amati.”

Oehler dan asistennya Carlton Allen mempublikasikan penelitian ini di Icarus.

Mereka berhasil memetakan untuk pertama kali, lebih dari 18.000 gundukan melingkar. Keduanya memperkirakan muncul lebih dari 40.000 gundukan lumpur di daerah tersebut.

Oehler dan Allen menganalisis gambar dari Mars Reconnaissance Orbiter yang memungkinkan mereka menganalisis struktur beberapa gundukan serta fitur aliran lumpur. Data tersebut juga mengandung informasi mineral dari gundukan lumpur.

Mud volcano merupakan struktur geologi di mana campuran gas, cairan dan batuan halus yang ada beberapa kilometer bawah tanah terpaksa naik ke permukaan. Di bumi, mud volcano memiliki peran penting bagi industri minyak. Wilayah ini mampu memprediksi keberadaan minyak bumi.

“Jika kehidupan benar-benar ada di bagiah bawah permukaan, keberadaan air dan materi lain yang terkandung di lumpur akan terangkat ke atas tanah. Sehingga setidaknya proses ini dapat diteliti kembali,” kata Kenneth Tanaka, ilmuwan dari Astrogeology Science Center of the US Geological Survey.

“Kami percaya bahwa Acidalia merupakan tempat yang tepat bagi kehidapan karena memiliki sumber air yang berlimpah,” kata Oehler.

“Ini merupakan salah satu tempat terbaik untuk mencari kehidupan yang mungkin berkembang di Mars.”

meskipun sampai sekarang belum ada bukti pasti tentang kehidupan di planet Mars tapi para ilmuwan masih tetap yakin bahwa suatu saat mungkin akan ditemukan kehidupan di planet tersebut.

Minggu, 22 Agustus 2010

Ilmuwan Inggris Berhasil Ciptakan Darah Sintetis


Inilah salah satu hasil temuan pada bidang medis yang sudah lama dikembangkan. Ilmuwan Inggris berhasil menciptakan sel darah merah dari sel embrio IVF. Pencapain itu merupakan bagian dari proyek miliaran rupiah untuk menciptakan darah sintetis.

Seperti dikutip dari Telegraph, ilmuwan menggunakan lebih dari 100 embrio yang tersisa dari pengobatan di klinik kesuburan untuk menciptakan beberapa garis sel induk embrionik. Salah satu sel induk bernama RC-7 telah ditransformasikan menjadi sel induk darah sebelum ilmuwan mengkonversi menjadi sel merah yang berisikan hemoglobin atau pigmen yang membawa oksigen.

Tujuan penelitian yang bernilai 3 juta poundsterling (Rp 42,1 miliar) ini adalah menemukan sel genetik yang terprogram untuk mengembangkan darah negatif O. Ini merupakan kelompok donor universal yang memungkinkan darah dapat ditransfusikan ke semua orang, tanpa perlu khawatir adanya penolakan.

Tidak hanya itu, proyek yang didanai badan amal Wellcome Trust ini dilakukan untuk memproduksi lebih dari dua juta liter darah setahun. Ahli mengatakan temuan ini bisa menjadi revolusi dunia pengobatan dengan mengakhiri ketergantungan pendonor sukarela yang menyediakan sumber transfusi darah secara konstan.

Sel darah sintetis ini dijamin bebas dari infeksi seperti penyakit ‘sapi gila’. Penemuan tersebut juga meningkatkan kemungkinan untuk memproduksi seluruh kebutuhan darah di Inggris dari satu ‘pendonor darah universal’ yang hanya muncul pada embrio IVF berusia empat hari.

Persyaratan penting bagi darah sintetis adalah ketersediaan yang lebih murah dibandingkan donor darah. Persedian darah mengadapi ancaman kekurangan pasokan karena lebih dari 2,4 juta pendonor darah dibutuhkan setiap tahun untuk transfusi dan produksi darah.

Prof Marc Turner dari Edinburgh University yang juga direktur klinis dari Scottish National Blood Transfusion Service (SNBTS) mengatakan bahwa darah sintetis dapat mengubah kondisi pengobatan dalam skala industri.

Semoga saja penemuan ini dapat segera diproduksi massal sehingga dapat membantu banyak para pasien diberbagai rumah sakit yang sedang membutuhkan donor darah.

Senin, 16 Agustus 2010

Ternyata Uji DNA Sangat Tidak Akurat

Kita mungkin sering mendengar yang namanya uji DNA. Kita selama ini yakin bahwa uji DNA merupakan sesuatu yang memiliki tingkat keakuratan yang tinggi. Mulai sekarang kelihatanya kita harus mulai berpikir ulang dan sedikit ebih berhati-hati tentang keakuratan uji DNA ini. Para peniliti menemukan bahwa jumlah DNA yang sangat kecil dalam sampel dan tekanan untuk mendapatkan keyakinan bisa menyebabkan bias, menurut sebuah penyelidikan New Scientist seperti dikutip dari Daily Mail.

Majalah ini mengirimkan sampel DNA dari TKP nyata kepada 17 analis berpengalaman dalam sebuah laboratorium AS. Hasil para ahli ini berbeda-beda dan menimbulkan keragu-raguan atas kehandalan teknik ini.

Sampel dari geng pemerkosaan sudah digunakan untuk menghukum seorang laki-laki, namun hanya satu dari 17 ilmuwan menyimpulkan hal yang sama.

Empat di antaranya mengatakan bukti itu tidak meyakinkan dan 12 sisanya mengatakan bahwa mereka bisa dikecualikan. Itiel Dror, ilmuwan University College London yang membantu penyelidikan ini mengatakan,”Sudah waktunya analis DNA menerima hal ini dalam kondisi tertentu, subyektivitas dapat mempengaruhi pekerjaan mereka.”

Christine Funk, pengacara pertahanan AS mengatakan,”Perbedaan antara penjara dan kebebasan terletak di tangan ilmuwan yang ditugaskan dalam kasus itu.”

Kemungkinan dua orang memiliki sidik jari DNA yang sama, antara 800 ribu hingga satu miliar banding satu.

Namun ada kekhawatiran bahwa peningkatan ketergantungan pada sampel kecil darah dan air liur sering kali lebih dari satu orang, meninggalkan interpretasi salah dari penilaian ilmuwan. Jadi kita harus berhati-hati terhadap kesimpulan dari hasil uji DNA karena bagaimanapun juga uji DNA tersebut tidak memiliki keakuratan seratus persen.

Jumat, 13 Agustus 2010

Monster Paling Ganas Yang Pernah Hidup Dilautan


Menurut para peneliti inilah predator paling tangguh yang pernah hidup di lautan, Platecarpus mosasaur hidup di periode Krutaius 85 juta tahun lalu. Namun laporan baru jurnal PLoS ONE membantah binatang itu berenang seperti belut.

Makalah ditulis empat ilmuwan Johan Lindgren (Lund University, Lund, Swedia), Michael W Caldwell, Takuya Konishi (University of Alberta, Edmonton, Alberta, Kanada), dan Luis M Chiappe, Direktur Dinosaur Institute Natural History Museum (NHM).

Tim peneliti internasional membayangkan morfologi binatang itu berdasarkan spesimen spektakuler di Natural History Museum (NHM) di Los Angeles. Spesimen Mosasaur ditemukan di Kansas 1969 diambil oleh NHM tidak lama kemudian. Fosil berisi empat lempengan penyusun spesimen lengkap 6,1 meter itu.

“Fosil ini adalah salah satu fosil menakjubkan dalam misteri dinosaurus,” kata Chiappe, kurator museum itu. Spesimen itu “fosil mosasaur terbaik yang pernah ada,” kata Dr Johan Lindgren, penulis utama penelitian itu. Menggunakan tanda-tanda warna kulit, sisik eksternal, ekor menurun, tabung bronkial bercabang, dan isi perut, ilmuwan menunjukkan bentuk tubuh langsing dan sirip ekor bulan sabit cocok dengan Platecarpus di mana kunci fitur evolusinya sangat dini dalam evolusi mosasaurus.

merupakan perenang handal dan berenang seperti hiu dan bukannya belut. Temuan ini menggarisbawahi penyesuaian eksistensi akuatik sepenuhnya yang berkembang pesat dan secara konvergen berada dalam beberapa kelompok reptil laut Melihat sirip ekor yang sangat khusus, studi baru ini menyatakan bahwa mosasaurusMesozoikum juga paus.


“Fosil ini proses dan kesempurnaan evolusi dari waktu ke waktu kelompok organisme yang beradaptasi di lingkungan yang sama,” kata Chiappe. “Dari spesimen menawan yang tampak maju ini, hiu seperti berenang bersama mosasaurs jutaan tahun lalu,” kata Dr Kevin Padian, ahli paleontologi di University of California, Berkeley. Namun untuk kebenaranya para ilmuwan masih menyelidikinya lebih lanjut.

Rabu, 11 Agustus 2010

ILmuwan Berhasil Ungkap Rahasia Tidur Nyenyak


Apakah anda termasuk orang yang mengalami gangguan sulit tidur atau yang biasa disebut dengan Imsonia. Kini anda tidak perlu cemas dengan gangguan tersebut, karena ilmuwan telah berhasil temukan rahasia tidur nyenyak lewat gelombang otak.

Seperti dikutip dari Daily Mail, ilmuwan menemukan adanya semburan gelombang otak jarak jauh yang mempengaruhi kualitas tidur. Gelombang ini memproduksi sebagian besar aliran listrik yang dikenal sebagai spindle.

Gelombang otak menjadi penanda bahwa pikiran sedang bekerja. Keadaan ini sama seperti saat kita mendengar raungan sirene, gemuruh lalu lintas, membanting pintu atau suara lain yang dapat mengganggu tidur.

“Kami ingin menyelidiki apakah otak dapat bekerja saat tidur teratur padahal beberapa orang dapat terlelap saat menghadapi kebisingan dan lainnya tidak,” kata Jeffrey Ellenbogen, dari Harvard Medical School, Amerika Serikat.

Aktivitas spindle yang hanya muncul saat tidur dihasilkan oleh bagian otak yang disebut thalamus.

Jauh di dalam otak, suara akan ditransmisikan ke area lain pada otak untuk menerima dan bereaksi atas kondisi ini. semakin banyak spindles maka merupakan tanda bahwa thalamus bekerja sangat keras untuk memblokir suara. Ini berarti bahwa kita dapat tidur lebih nyenyak.

Dengan kata lain, otak akan bekerja aktif bahkan saat kita tidur. Semakin aktif thalamus bekerja maka akan semakin lelap tidur kita.

“Selama tidur, saraf kita akan sibuk dengan proses yang sangat rumit. Otak akan mempekerjakan spindles untuk meproteksi kita dari bunyi bising yang tercipta di lingkungan sekitar,” kata Ellenbogen, ahli pengobatan tidur.

Di sisi lain, masih belum jelas mengapa jumlah spindle masing-masing orang berbeda. Namun, studi ini dapat menjadi bahan yang sangat efektif untuk menciptakan pil tidur.
Sehingga orang yang menderita gangguan imsomnia dapat tertolong dan dapat menikmati tidurnya dengan nyenyak.

Senin, 09 Agustus 2010

Spon Laut Ternyata Memiliki 70% Gen Manusia


Mungkin inilah salah satu bukti yang dapat meruntuhkan teori evolusi yang di doktrikan oleh Darwin. Menurut teori darwin manusia modern disebut berasal dari kera, namun ilmuwan Australia menemukan kaitan manusia dengan makhluk laut. Makhluk spons laut ternyata mengandung 70% gen manusia.

Seperti dikutip dari Yahoo News, spons laut dari Great Barrier Reef menunjukkan bahwa hewan laut kuno itu memiliki kaitan dengan genetika manusia, termasuk kaitannnya dengan penyakit dan kanker.

Pemimpin penelitian ini, Bernard Degnan dari University of Queensland, mengatakan bahwa temuan ini bisa menjadi “penjelasan atas segala sesuatu yang berbeda’, serta menjadi informasi dasar atas keberadaan beberapa penyakit dan kanker.

“Spons laut memiliki sel induk yang sangat berharga,” ujar Degnan kepada AFP.

Menjelajahi fungsi genetik dari sel induk spons laut dapat memberikan “hubungan yang mendalam dan penting bagi pengetahuan genetik yang berkaitan dengan sistem sel induk manusia,” kata Dengan lagi.

“Ini mungkin akan memberikan informasi kepada kita soal stemcell dan kemungkinan memanfaatkan ini di bidang medis masa depan.”

Studi ini dipubliksikan pada jurnal Nature minggu ini melalui penelitian selama lebih dari lima tahun bersama dengan tim ilmuwan internasional. Studi ini membutuhkan ekstraksi DNA yang benar-benar murni dari embrio spons laut.

Jadi sebenarnya manusia itu berasal dari mana ya? Ataukah manusia memang sudah tercipta seperti apa keadaan kita sekarang ini mulai dari awal penciptaanya?

Kamis, 05 Agustus 2010

Enrico Fermi Sang Perancang Reaktor Atom Yang Pertama


Enrico Fermi, perancang reaktor atom pertama yang lahir tahun 1901 di Roma, Itali. Menjelang usia dua puluh enam tahun dia sudah jadi profesor penuh di Universitas Roma. Dan sementara itu dia sudah menerbitkan kertas kerja utamanya, salah satunya berkaitan dengan cabang fisika yang sulit serta mendalam yang disebut “statistik kuantum.” Dalam kertas kerja itu, Fermi mengembangkan teori statistik yang digunakan untuk melukiskan tingkah laku penyatuan partikel dalam jumlah besar yang terpisah-pisah, jenis yang kini dihubungkan sebagai “fermions.” Karena elektron, proton dan neutron –tiga “gugus bangunan” yang terdiri dari benda biasa– kesemuanya “fermion.” Teori Fermi punya makna yang sangat penting buat ilmu pengetahuan. Statemennya ini membuka kemungkinan kita punya pengertian lebih baik tentang bagian pokok inti atom, tentang tingkah laku penurunan mutu suatu benda (seperti terjadi pada bagian dalam sejenis bintang-bintang tertentu), dan tentang unsur-unsur yang terkandung dari sifat-sifat logam. Ini jelas merupakan topik masalah yang punya banyak guna.

Tahun 1933 Fermi merumuskan teori tentang “kemerosotan beta” (sejenis radioaktivitas) yang mengaitkan perbincangan kuantitatif pertama kali tentang “neutrino dan interaksi lemah,” dua topik penting dalam dunia fisika masa kini. Penyelidikan macam itu, kendati tidak gampang dipahami awam, menempatkan Fermi selaku salah seorang ahli fisika terkemuka di dunia. Tetapi, hasil karya Fermi paling penting belumlah muncul.

Tahun 1932, seorang ahli fisika Inggris, James Chadwick, telah berhasil menemukan partikel subatomis yang namanya: neutron. Mulai dari tahun 1934, Fermi meneruskan dengan cara mengirimkan arus partikel berkecepatan tinggi terhadap atom dengan neutron. Percobaan-percobaannya menunjukkan bahwa banyak jenis atom sanggup menyerap neutron, dan dalam banyak hal atom-atom yang dihasilkan dari pengubahan nuklir macam ini mengandung radioaktif.

Orang sudah selayaknya mengharapkan bahwa akan lebih mudahlah buat neutron merembes ke dalam bagian utama atom apabila neutron bergerak dengan kecepatan tinggi sekali. Tetapi, percobaan Fermi menunjukkan kebalikan dari itu. Yaitu, bilamana neutron yang cepat dipelankan dulu dengan cara membuat ia lewat melalui “paraffin” atau air, dia dapat lebih siap diserap oleh atom. Penemuan ini sangat penting dalam penggunaan di bidang pembangunan reaktor nuklir. Bahan yang digunakan dalam reaktor untuk membikin pelan gerak neutron-neutron dikenal dalam sebutan “moderator.”

Tahun 1938, penyelidikan penting Fermi tentang penyerapan neutron membuat ia peroleh Hadiah Nobel dalam bidang fisika. Tetapi, berbarengan dengan itu dia mengalami kesulitan di Itali. Pertama, istri Fermi berdarah Yahudi sedangkan pemerintahan Fasis di Itali mengeluarkan sejumlah undang-undang yang bernada anti Yahudi. Kedua, Fermi seorang berfaham gigih anti fasis, suatu sikap yang amat berbahaya pada saat Itali di bawah diktator Mussolini. Bulan Desember tahun 1938, tatkala dia pergi ke Strockholm untuk terima Hadiah Nobel, dia tidak kembali lagi ke Itali, tetapi pergi ke New York. Karuan saja, Universitas Colombia melompat-lompat kegirangan dapat tenaga ahli salah seorang ilmuwan yang terbesar di dunia. Tak pikir panjang, Fermi segera disediakan kedudukan. Fermi jadi warganegara Amerika Serikat tahun 1944.

Di awal tahun 1939, dilaporkan oleh Lise Meitner, Otto Hahn, dan Fritz Strassmann bahwa penyerapan neutron-neutron kadangkala menyebabkan atom-atom uranium jadi terpisah-pisah. Ketika kabar laporan ini pecah, Fermi (begitu juga beberapa ahli fisika terkemuka) segera menyadari bahwa terpisah-pisahnya atom uranium dapat melepaskan cukup neutron untuk memulai reaksi berantai. Lebih jauh dari itu, Fermi (juga bersama ahli fisika lainnya) segera melihat dan membayangkan potensi kemiliteran yang bisa dihasilkan oleh reaksi berantai ini. Menjelang bulan Maret tahun 1939, Fermi telah menghubungi Angkatan Laut Amerika Serikat dan mencoba menarik perhatian mereka dalam hal pembikinan senjata atom. Tetapi, baru beberapa bulan kemudian, sesudah Albert Einstein menulis sepucuk surat mengenai soal itu kepada Presiden Roosevelt, barulah pemerintah Amerika Serikat menaruh perhatian terhadap tenaga atom.

Begitu pemerintah Amerika Serikat tertarik, tugas para ilmuwan yang paling utama adalah membangun sebuah prototip alat untuk mengawasi pelepasan tenaga atom untuk melihat apakah reaksi berantai yang bisa bertahan sendiri betul-betul bisa dipertanggungjawabkan. Berhubung Enrico Fermi seorang ilmuwan yang berbobot dan berwenang dalam hal ihwal neutron, dan karena dia sudah menggabungkan baik bakat teori maupun praktek percobaan-percobaannya, dia ditunjuk jadi kepala grup untuk mencoba membangun reaktor atom pertama di dunia. Pertama dia bekerja di Universitas Colombia, kemudian di Universitas Chicago. Di Chicago inilah, tanggal 2 Desember 1942, reaktor nuklir itu selesai dirancang dan dibangun dengan berhasil di bawah pengawasan Fermi. Ini betul-betul suatu babak mula dari jaman atom, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia orang berhasil membuat reaksi berantai nuklir. Percobaan yang berhasil ini segera dikirim ke timur dengan kata-kata bertuah tetapi mengandung citra gaib, “Navigator Itali sudah menginjakkan kaki di dunia baru.” Sesudah peristiwa berhasilnya percobaan ini, diputuskan untuk bergegas diteruskan secepat-cepatnya lewat yang disebut “Proyek Manhattan.” Fermi meneruskan memegang peranan menentukan di proyek itu selaku penasehat ahli yang menonjol.

Sesudah perang, Fermi jadi mahaguru di Universitas Chicago. Dia meninggal dunia tahun 1954, Fermi kawin dan beranak dua. Elemen kimia nomor 100, “fermium,” dijuluki atas namanya sebagai tanda penghormatan.

Fermi merupakan orang penting ditilik dari pelbagai sebab dan jurusan. Pertama, tak syak lagi dialah ilmuwan terbesar di abad ke-20 dan satu dari segelintir orang yang termasyhur baik selaku teoritikus maupun pencoba. Hanya sedikit sekali hasil karya ilmiahnya dibeberkan di dalam buku ini, tetapi Fermi sesungguhnya sudah menulis lebih dari 200 artikel ilmiah selama kariernya.

Kedua, Fermi merupakan tokoh amat penting dalam kaitan pembikinan bom atom, kendati beberapa orang lain pegang peranan yang setara pentingnya dalam pekerjaan itu.

Tetapi, arti penting terpokok Fermi berpangkal pada peranan utamanya yang dia pegang dalam hal penemuan reaktor atom. Jelas sekali saham Fermi dalam hubungan ini. Dia beri sumbangan teori yang menentukan, dan dia mengawasi perancangannya dan sekaligus pembangunan reaktor pertamanya.

Sejak tahun 1945, tak ada bom atom yang digunakan dalam peperangan, tetapi sejumlah besar reaktor nuklir dibangun untuk pembangkit energi bagi tujuan-tujuan damai. Reaktor-reaktor tampaknya bahkan akan punya arti lebih penting di masa depan. Lebih dari itu, beberapa reaktor digunakan untuk memprodusir radio isotop yang berguna itu, yang digunakan di bidang kedokteran dan penyelidikan ilmiah. Reaktor juga merupakan sumber “Plutonium,” bahan utama (substansi) yang dapat digunakan untuk bikin senjata-senjata atom.

Selasa, 03 Agustus 2010

Rahasia Kecerdasan Bangsa Yahudi


Pernahkah anda perhatikan dan menyadari sebelumnya siapakah penerima hadiah nobel terbanyak di dunia. Dari sejumlah penerima Nobel yang ada, kelompok masyarakat Yahudi lah yang mendominasi. Wajar jika bangsa Yahudi sering disebut sebagai kelompok masyarakat genius, cedas, atau pintar. Lalu, apa yang menyebabkan masyarakat Yahudi begitu cerdas? Ada anggapan yang mengatakan bahwa kecerdasan Yahudi sudah dilatih sebelum mereka lahir. Para ibu bangsa Yahudi yang sedang hamil memiliki pemahaman bahwa anak yang dikandungnya harus sudah diberi pelajaran meski hanya lewat pendengaran.

Karena pemahaman itu, tidak jarang kaum ibu bangsa Yahudi yang sedang hamil sering mendengarkan musik klasik. Alasannya, musik klasik bisa memengaruhi perkembangan otak si bayi di dalam kandungan. Sang ibu bangsa yang sedang mengandung akan lebih sering bernyanyi dan bermain piano. Selain itu, si ibu dan suaminya juga akan banyak membeli buku matematika dan mereka menyelesaikan soal secara bersama. Si ibu akan terus mengerjakan soal-soal matematika hingga sampai waktu melahirkan tiba.

Selain itu, si ibu juga suka memakan kacang badam dan kurma ditambah segelas susu. Tengah hari makanan utamanya adalah roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan kacang badam dan berbagai jenis kacang-kacangan lain. Dalam pandangan bangsa Yahudi, daging ikan sangat baik untuk perkembangan otak. Sementara kepala ikan mengandung bahan kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan pertumbuhan otak anak di dalam kandungan.

Oleh karena itu, ada semacam ‘ritual’ dalam bangsa Yahudi bahwa ada kewajiban bagi ibu hamil untuk mengonsumsi pil minyak ikan. Namun, sebuah penelitian menunjukkan fakta lain. Kepintaran bangsa Yahudi lebih disebabkan penyakit genetika yang disebut ashkenazi. Salah satu penyakit turunan yang berhubungan dengan otak ini justru membuat mereka memiliki skor intelligent quotient (IQ) tertinggi di dunia. Selain membuat cerdas, ternyata ashkenazi juga sangat mematikan.

Setidaknya itulah yang diungkapkan dalam makalah Prefesor Gregory Cochran dan Henry Harpending yang diterbitkan pada tahun 2005 silam. Cochran selalu penasaran mengapa bangsa Yahudi sangat cerdas. Ia menyangsikan teori seleksi alam yang menyebabkan bangsa Yahudi menjadi pintar. Cochran menelusuri sejumlah jurnal ilmiah dan dia mengungkapkan teori baru kepada Harpending, profesor kehormatan di Universitas Utah,AS, yang sudah pernah melakukan penelitian sebelumnya.

Harpending juga salah satu anggota National Academy of Sciences. Cochran menilai gen yang rusaklah penyebab orang Yahudi menjadi lebih pintar. Kesimpulan Cochran ini membuka perdebatan baru menyangkut hubungan antara DNA dengan IQ. Lalu, Cochran (psikolog) dan Harpending (peneliti pendidikan) mengatakan bahwa ashkenazi yang menyebabkan naiknya kekuatan otak. Dari hasil penelitian yang dipublikasikan pada awal 2009 oleh Departemen Antropologi Universitas Utah, AS, itu diungkapkan adanya kontroversi tentang evolusi manusia.

Kedua ilmuwan itu mendapati rata-rata IQ orang Yahudi adalah 107,5 hingga mencapai 115. Angka itu di atas rata-rata orang Eropa yang hanya mencapai angka 100. Setidaknya, meski berbeda 7 nilai,sudah cukup untuk membedakan tingkat kegeniusan. Karena penyakit genetika itulah, di kalangan bangsa Yahudi ada kelompok yang disebut Yahudi Ashkenazi. Ini merupakan salah satu kelompok etnik cerdas di dunia.

Menurut penelitian mereka, terdapat data yang menyebutkan IQ yang luar biasa tinggi terdapat pada Yahudi Ashkenazi (Yahudi keturunan Eropa). Rata-rata IQ orang Eropa adalah100, sementara Yahudi keturunan Eropa rata-rata menghasilkan skor IQ berkisar 107,5–115. Hal ini memungkinkan Yahudi Ashkenazi mempunyai kemungkinan enam kali lipat untuk menjadi seorang genius daripada orang Eropa yang non-Yahudi.

Kedua ilmuwan itu menyatakan hasil inteligensia Yahudi Ashkenazi berasal dari tiga faktor. Pertama, akibat pengaruh tingkat historis perkawinan yang rendah. Kedua, disebabkan penganiayaan sosial dan politik abad pertengahan yang memaksa Yahudi Ashkenazi keluar dari pekerjaan umum ke pekerjaan berbasis kecerdasan sehingga menghasilkan tingkat lebih tinggi untuk orang Yahudi.

Ketiga, akibat kecenderungan menderita penyakit yang memengaruhi pengolahan sphingolipids, molekul lemak yang mengirimkan sinyal saraf. Yahudi Ashkenazi secara tidak proporsional terkena beberapa gangguan mematikan, termasuk tay-sachs, sebuah penyakit yang melemahkan serta menimbulkan gangguan neurologis fatal dengan harapan hidup selama 4 tahun. Selain itu, ada penyakit otak canavan dengan harapan hidup 5 tahun saja dan penyakit gaucher di mana lemak menumpuk di limpa, hati, sumsum tulang, paru-paru, dan bahkan otak.

Ada juga penyakit niemann-pick tipe A dimana bayi mengakumulasi jaringan lemak fatal dalam berbagai organ. Hal ini akan menyebabkan kerusakan otak yang mendalam dan kematian sebelum umur 2 tahun. Namun, kedua ilmuwan itu yakin bahwa berbagai penyakit mematikan yang diidap bangsa Yahudi justru memiliki keuntungan heterozigot(suatu mekanisme yang mempertahankan keragaman kumpulan gen eukariotis dengan cara memberikan keberhasilan reproduksi).

Itu arrtinya, keuntungan ini memiliki dua salinan dari mutasi gen. Di di satu sisi menyebabkan masalah kesehatan yang serius, tetapi di sisi lain memiliki satu salinan yang menyebabkan efek kesehatan yang sangat positif. Meski banyak ‘penyakit turunan’ fatal yang dialami bangsa Yahudi, mereka terus mewariskan inteligensia yang tinggi.

Cochran memberikan penegasan bahwa kecerdasan Yahudi Ashkenazi akan terus menjadi kontroversi karena ketidaknyamanan masyarakat dengan label satu kelompok etnik lebih cerdas daripada kelompok etnis yang lain.Padahal, masyarakat bisa menerima bahwa beberapa kelompok akan lebih tinggi, pendek,atau lebih cepat. Hasil penelitian Cochran dan Harpending yang berjudul ‘Natural History of Ashkenazi Intelligence’ juga menyebutkan, populasi orang Yahudi di AS hanya sekitar 3% dari total jumlah masyarakat AS.

Meskipun begitu, mereka berhasil meraih 27 persen dari hadiah Nobel di bidang ilmu pengetahuan sejak era 1950. Hal yang sama juga terjadi pada penghargaan ACM Turing Awards di mana bangsa Yahudi berhasil meraih 25 persen penghargaan yang diberikan oleh Association for Computing Machinery karena kontribusi yang bersifat teknis pada dunia ilmu komputer.

Selain itu, tidak sedikit bangsa Yahudi yang menyandang gelar sebagai juara dunia catur. Sejumlah nama dari bangsa Yahudi yang telah meraih Nobel di antaranya Bernard Katz karena teori transmisi neuromuskuler, Andrew Schally yang meraih Nobel dalam endokrinologi. Ada juga George Wald (Nobel untuk melanjutkan pemahaman kita tentang mata manusia) dan Stanley Cohen (Nobel dalam embriologi).

Jadi itulah sebab kenapa bangsa yahudi bisa cerdas dan banyak mendapatkan berbagai penghargaan termasik mendominasi penghargaan nobel di dunia.

Senin, 02 Agustus 2010

Radiasi Ponsel Sebabkan Gangguan Pada Navigasi Lebah

Kemajuan teknologi sangat berguna bagi manusia. Tapi hal itu juga memiliki dampak buruk yang harus kita waspadai. Inilah salah satu dari dampak buruk kemajuan teknologi yang ada sekarang. Para ilmuwan di Punjab University menemukan bahwa telepon seluler atau ponsel dapat menyebabkan perubahan pada perilaku lebah. Dan tak hanya itu, gadget canggih itu dikhawatirkan bisa mematikan sarang lebah.

Uji coba dilakukan dengan menghadirkan dua buah sarang. Kemudian ponsel ditaruh pada setiap sisi di salah satu sarang dan sarang lainnya bebas tanpa ponsel. Setelah itu, mereka melakukan panggilan di ponsel dua kali sehari selama 15 menit dalam tiga bulan.

Apa hasilnya? Lebah dalam sarang yang terkena radiasi ponsel mulai menunjukkan perubahan drastis dalam kegiatan mereka sehari-hari. Setiap kali ponsel berdering, sepertiga lebah menjadi bingung dan menghentikan pekerjaan mengumpulkan madu. Akhirnya lebah-lebah itu kembali dengan tangan kosong. Sementara sarang lain yang bebas ponsel, tidak menampilkan perilaku yang aneh.

Seperti dikutip dari IT Proportal, Jumat (4/6/2010). Dari hasil uji coba itu, para ilmuwan menemukan bahwa radiasi yang dihasilkan ponsel dapat menghambat kemampuan lebah untuk menavigasi tempat.

Laporan yang juga dibukukan dalam Jurnal Current Science menyatakan bahwa, peningkatan penggunaan gadget elektronik telah menyebabkan Electropollution Environment. Yakni sebuah polusi yang dihasilkan oleh perangkat elektronik, misalnya ponsel.

Hal tersebut jelas sangat menggangu lebah, pasalnya perilaku hewan ini dipengaruhi oleh electrosmog. Dan polusi yang dihasilkan ponsel, berpotensi untuk menggangu navigasi kawanan lebah madu.

Mungkin saat ini hal itu hanya terjadi pada lebah, tapi tidak menutup kemungkinanan bahwa radiasi ponsel juga akan memiliki dampak buruk bagi bagi manusia.

Sabtu, 31 Juli 2010

Udang langka, Hewan Tertua Yang Masih Hidup Sampai Sekarang


Baru-baru ini para ilmuwan menemukan spesies udang langka yang mungkin merupakan hewan paling kuno di bumi dan masih hidup serta sehat, ditemukan di Inggris. Udang itu hidup 200 juta tahun lalu ketika dinosaurus berevolusi.

Dua koloni udang kecebong, Triops cancriformis ditemukan di Caerlaverock Pantai Solway Dumfriesshire.

Para ahli berpikir ada populasi Crustacea yang lebih tersembunyi yang merupakan spesies langka berada di tempat lain.

Para ilmuwan percaya udang kecebong mungkin memiliki silsilah tertua dari satwa yang masih hidup.

Penemuan fosil menunjukkan bahwa udang itu hidup 200 juta tahun yang lalu, ketika dinosaurus pertama kali berevolusi.

Udang itu memiliki kemampuan untuk hidup di kolam dengan air terbatas. Ketika air mengering, yang dewasa mati tetapi meninggalkan telur yang dapat tetap dorman selama bertahun-tahun sampai kondisi menjadi basah kembali.

Memahami gaya hidup tidak biasa dari binatang itu membantu peneliti Universitas Glasgow membuat penemuan yang diumumkan hari ini.

Lumpur kering yang diduga mengandung telur udang kecebong ini diambil dari kolam sekitar Caerlaverock dan kembali dibasahi serta ditempatkan dalam akuarium kecil.

Para ilmuwan terkejut menemukan udang di salah satu tangki dalam beberapa minggu.

Peneliti mahasiswa Elaine Benzies mengatakan ''Aku tidak mengharapkan untuk menemukannya dan hanya masuk untuk memeriksa panas dan lampu. Senang rasanya mengintip ke dalam tangki untuk melihat udang kuno ini selamat dari masa lalu.''

Udang kecebong sudah lama dianggap terbatas hanya ada di kolam tunggal di New Forest, Hampshire.

Lalu pada 2004 Dr Larry Griffin dari Wildfowl & Wetlands Trust (WWT) menemukan koloni terisolasi ratusan mil jauhnya di kolam Caerlaverock.

Dr Griffin mengatakan ''Koloni Caerlaverock adalah rawan, sejarah mempengaruhi populasi dari dulu hingga sekarang.

''Tapi sekarang kita tahu bagaimana makhluk aneh ini bertahan, kita harus menyadari bahwa ada kesempatan bagus di sana adalah populasi yang lebih di luar sana.

''Triop dewasa dengan cepat dan menghasilkan ratusan telur hanya dalam beberapa minggu. Kolam mereka mungkin kering, tapi telur bisa bertahan dalam lumpur selama bertahun-tahun.

''Meskipun di Inggris mereka semua adalah betina, mereka memiliki baik bagian reproduksi jantan dan betina sehingga hanya perlu satu telur untuk bertahan hidup dan menumbuhkan seluruh populasi.''

WWT, Universitas Glasgow dan Natural Heritage Skotlandia telah meluncurkan suatu proyek bersama untuk mencari koloni udang kecebong.

Profesor Colin Adams dari Glasgow University mengatakan, "Ini mendorong untuk mendapatkan suatu hasil awal yang positif dari proyek eksplorasi. Sekarang kita harus memperluas ruang lingkup untuk memperluas daerah pencarian hewan air tawar langka dan karismatik ini.

Mungkin ini adalah salah satu kemajuan besar dalam mengungkap misteri dari seluk beluk awal penciptaan makhluk yang ada di bumi.

Marmot Lebih Besar Dan Kuat Tercipta Karena Perubahan Iklim


Perubahan iklim yang terjadi di bumi ternyata menyebabkan berbagai hal yang tidak terduga. Perubahan iklim telah menciptakan marmot yang lebih besar dan lebih kuat. Marmot itu juga tak perlu waktu lama untuk hibernasi, sebuah studi baru menunjukkan.

Para ilmuwan mengklaim musim panas yang lebih panjang menyebabkan marmot atau bajing yang tinggal di tanah mampu bangun lebih awal dari hibernasi.

Hal itu memberi lebih banyak waktu untuk reproduksi dan menaikkan berat badan sebelum masa hibernasi berikutnya.

Jumlah populasi juga meningkat karena Marmot bereproduksi lebih awal sehingga anak mereka lebih bertahan selama musim dingin.

Ilmuwan pertama kali mulai mempelajari binatang yang hidup di sekitar 10.000 kaki di Pegunungan Rocky Colorado itu pada 1962.

Untuk menghasilkan temuan, tim menganalisis massa tubuh, kelangsungan hidup dan reproduksi Marmot garis kuning betina dengan menjebaknya beberapa kali selama musim panas dan ditandai telinganya dengan menggunakan nomor.

Hasil penelitian menunjukkan, massa rata-rata Marmot dewasa meningkat 11 persen atau 400 gram. Populasi juga tumbuh seperempat selama periode 33 tahun.

Peneliti utama dalam penelitian itu Arpat Ozgul dari Imperial College London mengatakan peningkatan populasi itu sebagai jangka pendek pada musim panas yang lebih panjang.

Tapi studi lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan bagaimana hewan itu akan terpengaruh oleh perubahan iklim di masa mendatang.

"Marmot biasanya terjaga empat sampai lima bulan setahun," katanya.

"Ini waktu yang sibuk bagi mereka karena harus makan dan menaikkan berat badan, bunting dan menghasilkan keturunan dan bersiap-siap untuk hibernasi lagi.

Selanjutnya dampak apalgi ya yang akan muncul dengan adanya perubahan iklim tersebut.