Tampilkan postingan dengan label peneliti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peneliti. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Oktober 2014

Alasan Penggunaan Tikus Sebagai Penelitian Dalam Dunia Medis

http://bintangkarang.blogspot.com/

Tikus adalah hewan kecil yang sudah tidak asing lagi dalam kehidupan kita. Kita sering kali menjumpai hewan ini disekitar lingkungan kita. Tapi tahukah kita bahwa sebenarnya tikus memiliki peranan yang penting dalam dunia medis. Tikus sering kali dijadikan sebagai bahan percobaan dalam dunia medis. Para ilmuwan menggunakan hewan kecil ini untuk mengujicoba hasil penelitian mereka.

Dalam dunia medis hampir 95% percobaan yang dilakukan pada hewan menggunakan tikus sebagai eksperimenya. Mengapa para peneliti atau ilmuwan memilih tikus sebagai hewan percobaan? Pemilihan tersebut bukan tanpa alasan, pemilihan tikus sebagai bahan percobaan salah satunya adalah karena hewan ini relative mudah disimpan dan mudah sekali beradaptasi dengan adanya suasana dan lingkungan yang baru.

Tikus juga adapat berkembang biak dalam waktu singkat dan memiliki umur yang relatif pendek yaitu sekitar dua hingga tiga tahun, karena itu hewan ini bisa diamati dalam waktu yang singkat. Tikus juga termasuk hewan yang patuh dan mudah ditangani, meskipun ada sebagian jenis tikus yang susah untuk ditangani.

Tikus juga memiliki kesamaan genetis kecuali dalam jenis kelamin, hal tersebut sangat membantu para peneliti menyeragamkan hasil dari penelitian medis. Perilaku tikus dan karakter biologi yang memiliki kemiripan dengan manusia serta beberapa hal lain yang merupakan replikasi pada manusia sangat membantu dalam bidang medis jika tikus digunakan sebagi hewan percobaan.

Para ilmuwan saat ini juga sedang mengembangkan tikus transgenik yang membawa gen penyebab timbulnya penyakit pada manusia. Beberapa tikus SCID (severe combined immune deficiency) terlahir secara alami tanpa memiliki sistem kekebalan tubuh sehingga cocok jika digunakan sebagai sampel penelitian medis untuk berbagai penyakit yang dialami manusia.

Selasa, 04 Januari 2011

Ditemukan Hewan Pertama Yang Bisa Hidup Tanpa Oksigen, Loricifera

loricifera
Ternyata ada banyak jenis hewan yang masih tersembunyi dan belum ditemukan di dunia ini. Seperti hal yang terjadi baru-baru ini, sekelompok peneliti laut dalam asal Italia dan Denmark menemukan hewan multiseluler yang melangsungkan seluruh hidupnya tanpa menghirup oksigen.
Kelompok peneliti itu menemukan tiga spesies Loricifera (hewan serupa ubur-ubur berukuran panjang kurang dari satu milimeter) di endapan cekungan L’Atalante, sebuah kawasan perairan asin tak beroksigen di kedalaman 3000 meter, dasar laut Mediterrania, atau laut tengah.

Ketika Antonio Pusceddu, peneliti dari Marche Polytechnic University, Italia, dan rekan-rekannya menemukan hewan yang bernama Loricifera tersebut, mereka memperkirakan bahwa hewan itu jatuh ke dasar laut setelah hewan itu mati.

“Kami kira sangatlah tidak mungkin mereka bisa hidup di sana,” kata Pusceddu, seperti dikutip dari Discovermagazine. Akan tetapi, dari uji coba yang dilakukan pada dua ekspedisi berikutnya, diketahui bahwa hewan yang ditemukan itu masih hidup.
Pusceddu menyebutkan, hewan Loricifera tersebut memiliki cara adaptasi yang unik terhadap lingkungan bebas oksigen.

Hewan ini tidak memiliki mitochondria (sel yang mampu mengonversi oksigen menjadi energi seperti yang ada di seluruh sel hewan lainnya). Akan tetapi hewan tersebut menggunakan struktur yang menyerupai hydrogenosom, organ yang menggunakan mikroba untuk menghasilkan energi.

Dengan adanya penemuan tentang hewan yang tidak membutuhkan oksigen maka semakin besr pula kemungkinan adanya kehidupan ditempat lain yang selama ini dianggap tidak mungkin muncul kehidupan karena tidak adanya oksigen.

Senin, 03 Januari 2011

Siput Laut Unik, Dapat Memancarkan Cahaya Dari Cangkangnya

siput laut bercahaya
Ada beragam jenis hewan yang hidup di dunia ini dan setiap hewan tersebut memiliki beragam cara pula untuk tetap menjaga kelangsungan hidupnya agar tidak musnah, terutama oleh ancaman para predator yang selalu mengintai dan siap untuk memangsa mereka.
Salah satu cara unik menghindari mangsa juga dimiliki oleh spesies siput laut yang bernama Hinea brasiliana. Hewan laut ini bisa mengeluarkan cahaya dari cangkangnya. Cahaya yang bisa dipancarkan secara tiba-tiba itu mungkin untuk mengejutkan predator yang akan menyerangnya sehingga siput punya waktu untuk berlindung ke dalam cangkang.
Keunikan spesies siput laut tersebut diteliti oleh dua orang ilmuwan dari Scripps Institution of Oceanography di UC San Diego, Dimitri Deheyn dan Nerida Wilson. Lewat hasil risetnya, peneliti menemukan bahwa cara siput laut mengemisikan cahaya warna hijau dengan cara yang unik saat menghadapi predator seperti gerakan kepiting dan udang yang berenang.
Peneliti mengatakan, biasanya cahaya diproduksi oleh siput dengan cara mengemisikannya secara terfokus. Namun, siput laut ini mengemisikan cahaya dengan menyebarkannya secara unik lewat sel cangkang. Hal tersebut membuat ukuran tubuhnya terlihat lebih besar. Temuan tersebut dipublikasikan di Proceeding of the Royal Society B.
Wilson mengatakan, "Sangat jarang siput dasar laut bisa mengeluarkan cahaya. Lebih mengejutkan lagi ketika tahu siput laut ini bisa menggunakan cangkang untuk mengoptimalkan cahaya yang diproduksinya."
Ia juga menemukan bahwa warna cangkang yang kekuningan tidak mematikan warna cahaya yang diproduksi siput, yakni hijau. Justru, cangkang berperan dalam mendispersikan cahaya warna hijau tersebut.
Deheyn mengatakan, adaptasi siput dalam menggunakan cangkang ini sangat menarik bagi penelitian optik dan bioengineering. Memahami karakteristik cangkang bisa membantu ilmuwan mengembangkan material tertentu yang berfungsi sama.

Kamis, 14 Oktober 2010

Ilmuwan Australia Temukan Terumbu Karang Terlanka Di Dunia


Lautan ternyata banyak menyimpan berbagai hal yang selama ini masih sering menjadi misteri yang selalu terkubur dan menunggu untuk ditemukan. Berikut ini adalah salah satu penemuan yang sangat besar bagi para peneliti dalam dunia bahari.

Ilmuwan Australia telah menemukan terumbu karang terlangka di dunia. Terumbu karang tersebut ditemukan di Samudra Pasifik bagian utara.

Karang Elkhorn Pasifik ditemukan saat para ilmuwan melakukan survei di dasar laut Arno Atoll di Kepulauan Marshall.


Peneliti karang Dr Zoe Richards dari ARC Center of Excellence untuk Studi Terumbu Karang (CoECRS) saat itu tengah meneliti Arno Atoll, karang dengan tipe terumbu cincin (atoll).

Karang ini diduga memiliki kemiripan fisik dengan karang jenis palmata Acropora yang berada di Samudra Atlantik. Namun setelah dilakukan studi genetika, ternyata karang tersebut berasal dari spesies yang berbeda.

“Ketika saya pertama kali melihat karang ini, saya benar-benar terkejut melihat bentuk fisik karang itu,” ujar Richards.

Ia menyebutkan, karang yang ditemukannnya memiliki lebar hampir lima meter dan tinggi dua meter serta cabang-cabangnya bercampur seperti tanduk rusa. “Ini tidak seperti yang saya temukan di Samudra Pasifik sebelumnya.”

Sejauh ini, kata Richards, dirinya hanya menemukan batu karang kecil yang tersebar di sepanjang hamparan Kepulauan Marshall. Karang langka tersebut relatif tumbuh di air dangkal.

“Sejauh ini masih ada 200 karang yang belum ditemukan di daerah-daerah terpencil,” papar Richards seraya menyatakan bahwa karang tersebut terancam punah ekosistemnya jika tidak segera diselamatkan.

jadi mulai sekarang kitapun seharusnya mulai ikut ambil bagian untuk menjaga ekosistem lingkungan agar keberadaan hewan maupun tumbuhan yang ada di darat dan di laut tidak terancam oleh kepunahan.

Sabtu, 04 September 2010

Peneliti Kelautan Taiwan Temukan Kepiting Jenis Baru Bermotif Strawbery


Ternyata lautan menyimpan banyak sekali keragaman fauna yang jarang sekali untuk ditemui. Salah satu buktinya adalah seorang ahli biologi kelautan Taiwan mengatakan ia telah menemukan spesies baru kepiting yang berwarna merah seperti strawbery dengan bintik-bintik.

Profesor Ho Ping-ho dari National Taiwan Ocean University mengatakan ia telah membuat temuan itu sewaktu melakukan penelitian mengenai dampak lingkungan hidup dari satu kapal karam tahun lalu di pantai Taman Nasional Kenting di bagian selatan negeri tersebut.

“Satu mati sedangkan satu lagi sekarat, ketika kedua hewan itu ditemukan di satu pantai Chialoshui,” kata Ho, Selasa (5/1).
Ia merujuk kepada desa pantai indah di taman nasional tersebut.

Kedua kepiting betina itu, yang lebih besar berukuran 2,4 centimeter, telah dijadikan contoh.

“Untungnya, bocoran minyak dari kapal karam tersebut tidak serius, kalau tidak, kedua kepiting itu mungkin telah jadi korban polusi dan lolos dari mata kami,” kata Ho.

Mungkin masih ada banyak hal maupun spesies jenis baru yang belum berhasil kita ungkap dari dalam lautan yang luas dan penuh misteri yang selalu menutupi 2/3 dari luas bumi kita ini.

Senin, 23 Agustus 2010

Mud Volcano Indikasikan Kemungkinan Kehidupan Di Planet Mars


Banyak para ahli yang menyelidiki tentang kemungkinan adanya kehidupan di planet Mars yang mungkin bisa menjadi penunjang kehidupan di Bumi pada masa yang akan datang. Para ilmuwan percaya indikasi kehidupan di planet Mars dapat ditemukan di dataran utara Acidalia Planitia yang terdapat mud volcano sejenis aktivitas vulkanik lumpur di Porong, Sidoarjo.

Acidalia Planitia memiliki struktur geologi yang memuntahkan sedimen bawah tanah yang berlumpur. Sedimen ini mungkin mengandung bahan organik yang dapat menjadi penanda adanya kehidupan di masa lampau.

“Jika ada kehidupan di Mars, mungkin mereka akan berkembang di lingkungan yang kaya cairan,” kata pemimpin studi Dorothy Oehler, ilmuwan riset di Direktorat Eksplorasi Ilmiah dan Penelitian Astromaterial di Johnson Space Center, NASA.

“Gunung berapi yang mengandung lumpur ini merupakan indikator dari permukaan yang kaya fluida. Ini membawa ke kedalaman bawah permukaan yang mungkin sulit kita amati.”

Oehler dan asistennya Carlton Allen mempublikasikan penelitian ini di Icarus.

Mereka berhasil memetakan untuk pertama kali, lebih dari 18.000 gundukan melingkar. Keduanya memperkirakan muncul lebih dari 40.000 gundukan lumpur di daerah tersebut.

Oehler dan Allen menganalisis gambar dari Mars Reconnaissance Orbiter yang memungkinkan mereka menganalisis struktur beberapa gundukan serta fitur aliran lumpur. Data tersebut juga mengandung informasi mineral dari gundukan lumpur.

Mud volcano merupakan struktur geologi di mana campuran gas, cairan dan batuan halus yang ada beberapa kilometer bawah tanah terpaksa naik ke permukaan. Di bumi, mud volcano memiliki peran penting bagi industri minyak. Wilayah ini mampu memprediksi keberadaan minyak bumi.

“Jika kehidupan benar-benar ada di bagiah bawah permukaan, keberadaan air dan materi lain yang terkandung di lumpur akan terangkat ke atas tanah. Sehingga setidaknya proses ini dapat diteliti kembali,” kata Kenneth Tanaka, ilmuwan dari Astrogeology Science Center of the US Geological Survey.

“Kami percaya bahwa Acidalia merupakan tempat yang tepat bagi kehidapan karena memiliki sumber air yang berlimpah,” kata Oehler.

“Ini merupakan salah satu tempat terbaik untuk mencari kehidupan yang mungkin berkembang di Mars.”

meskipun sampai sekarang belum ada bukti pasti tentang kehidupan di planet Mars tapi para ilmuwan masih tetap yakin bahwa suatu saat mungkin akan ditemukan kehidupan di planet tersebut.

Senin, 16 Agustus 2010

Jubah Tak Terlihat Berbahan Dari Sutra Sudah Di Temukan

Bagi anda penggemar film Harry potter pasti tahu jika disalah satu sekuel film tersebut pernah dimunculkan sebuah jubah yang bisa membuat orang yang memakainya tidak terlihat. Jubah ini mungkin akan menjadi kenyataan di mana ilmuwan Tuft dan Boston University menciptakan “jubah tak terlihat” dari sutra

Jubah 1 cm persegi ini dibuat dari materi unik yang saat ini hanya bekerja pada gelombang terahertz (T-Rays). Namun ilmuwan berharap dalam waktu dekat dapat membuat pada gelombang lebih kecil dan spektrum cahaya.

Ilmuwan Boston menciptakan metamateri ini dengan “menyetensil” 10 ribu resonator emas menjadi 1 cm persegi sutra. “Kemudian ditembakkan gelombang terahertz menembusnya. Para peneliti mendeteksi resonansi. Mengambil langkah lebih lanjut, tim ini menanamkan sutra itu otot dan menemukan resonansi saat memandikan otot itu dengan gelombang T,” tulis Popular Science.

Ilmuwan akan menggunakan metamateri ini untuk kepentingan medis meskipun mereka tahu bisa menggunakannya untuk kepentingan pertahanan. Ecouterre menjelaskan sutra ini dapat diterima tubuh manusia daripada implan lain.

”Sutra merupakan bio-kompatibel yang mudah diterima tubuh manusia daripada implan lain.” Sutra emas juga lebih fleksibel dari metamateri lain, menurut Popular Science.

Fiorenzo Omenetto, salah satu peneliti pengembang metamateri ini merilisnya pada Advanced Material yang menggambarkan riset timnya dan memprediksi penggunaan metamateri ini.

Omenetto yakin bahwa menggunakan metameteri ini seperti “sensor glukosa” yang dapat ditanam dalam tubuh penderita diabetes.”Seiring perubahan tingkat glukosa dalam tubuh akan merubah sutra itu. Seiring perubahan sutra itu makan akan tersalin pada sutra itu. Perubahan ini kemudian diteruskan ke ponsel orang tersebut tak perlu lagi ada tusukan jarum. Jadi dengan adanya penemuan ini maka akan banyak manfaat yang akan diperoleh, baik dalam bidang medis maupun bidang-bidang yang lainya.

Jumat, 13 Agustus 2010

Konsumsi Ikan Bantu Kesehatan Mata Saat Usia Senja

Ternyata ikan yang merupakan lauk pauk kita sehari-hari memiliki manfaat yang sangat luar biasa. Orang dewasa yang berusia lanjut dan makan ikan berlemak sedikitnya satu kali dalam sepekan mungkin memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami kehilangan daya pandang serius akibat penurunan makula yang berkaitan dengan usia.

Studi oleh beberapa peneliti di John Hopkins University di Baltimore, Amerika Serikat, memang tak membuktikan bahwa makan ikan mengurangi risiko terserang tahap lanjutan penurunan makula yang berkaitan dengan usia, atau AMD. Namun peneliti Bonnielin K Swenor, mengatakan temuan tersebut menambah bukti dari berbagai studi sebelumnya yang memperlihatkan orang yang makan ikan cenderung memiliki risiko AMD yang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak sering makan ikan.

Studi itu, yang dilaporkan di jurnal Ophthalmology juga mendukung teori bahwa asam lemak omega-3, yang paling banyak ditemukan pada ikan berminyak seperti salmon, mackerel, dan tuna albacore, mungkin mempengaruhi perkembangan atau kemajuan AMD.

”Meskipun penelitian saat ini menunjukkan bahwa makanan yang kaya akan asam lemak omega-3 dapat mengurangi risiko penurunan makula yang berkaitan dengan usia pada sebagian pasien berusia lanjut, penelitian lebih lanjut tetap diperlukan,” kata Swenor kepada Reuters Health.

Untuk studi itu, Swenor dan rekannya menganalisis data dari 2.520 orang dewasa yang berusia 65 sampai 84 tahun yang menjalani pemeriksaan mata dan menyelesaikan daftar pertanyaan mengenai makanan mereka secara terperinci. Sebanyak 15 persen didapati memiliki AMD tahap dini atau menengah, sementara hanya kurang dari 3 persen memiliki AMD tahap lanjutan penyakit tersebut.

Peserta studi itu yang makan satu kali atau lebih ikan semacam itu setiap pekan memiliki risiko 60 persen lebih rendah untuk memiliki AMD lanjutan dibandingkan dengan mereka yang jarang makan ikan rata-rata setiap pekan. Secara keseluruhan, para peneliti tersebut menemukan bahwa tak ada kaitan jelas antara peserta yang melaporkan makan ikan dan risiko AMD, tapi ada hubungan antara konsumsi lebih banyak ikan yang kaya akan omega-3 dan kemungkinan AMD lanjutan.

AMD disebabkan oleh pertumbuhan pembuluh darah yang tak normal di belakang retina atau pecahnya sel-sel yang sensitif terhadap cahaya dan keduanya dapat mengakibatkan gangguan pandangan serius. Tak ada obat buat AMD, tapi perawatan tertentu mungkin mencegah atau menunda hilangnya daya pandang serius.

Mungkin karena inilah konsumsi ikan dinegara-negara maju seperti jepang sangat tinggi terutama konsumsi terhadap ikan laut.

Kuman Terkuat Di Dunia Ditemukan Di Rumah Sakit Di India


Diberitakan Times of India, Kamis 12 Agustus 2010, tim ilmuwan memberi nama kuman itu NDM-1 (New Delhi metallo-beta-lactamase). Tim peneliti dari Inggris dan India itu mengungkapkan bahwa NDM-1 sudah terdeteksi di Inggris dan bisa menyebar ke banyak negara. Kuman super itu kemungkinan besar dibawa oleh para mantan pasien bedah plastik kosmetik yang pernah dirawat di rumah sakit di India.

"India selama ini juga melayani bedah kosmetik bagi orang-orang Eropa dan Amerika. Kemungkinan bakteri itu akan menyebar ke penjuru dunia," demikian peringatan tim ilmuwan dalam suatu artikel yang dimuat di suatu terbitan ilmiah The Lancet Infectious Diseases Journal, Rabu, 11 Agustus 2010.

Studi itu dilakukan oleh Akademisi Universitas Madras (India), Karthikeyan Kumarasamy, dan rekannya dari Universitas Cardiff (Inggris), Timothy Walsh. Menurut mereka, kuman NDM-1 merupakan gen yang dibawa oleh bakteri yang menyebabkan gangguan lambung dan masuk ke aliran darah dan selanjutnya menimbulkan gangguan fungsi organ tubuh. Bila terus dibiarkan, kuman itu menyebabkan kematian bagi penderita.

Gen NDM-1 pertama kali diidentifikasi oleh Walsh tahun lalu. Dia menemukan kuman itu pada tubuh seorang pasien asal Swedia yang pernah dirawat di suatu rumah sakit di India pada 2008. Sejak saat itu, ada sejumlah kasus serupa di Inggris dan, pada 2009, pihak berwenang mengeluarkan peringatan atas infeksi bakteri yang tahan atas obat-obatan antibiotik.

Diteliti lebih lanjut, bakteri NDM-1 itu tahan atas carbapenem, yaitu kelompok antibiotik yang sering menjadi andalan terakhir para dokter untuk memberikan perawatan darurat atas pasien yang mengidap kuman yang tahan dengan obat-obatan.

Walsh dan Kumarasamy curiga bahwa kuman itu berasal dari beberapa rumah sakit di India, seperti di Kota Chennai dan Haryana. Namun, kecurigaan itu dibantah oleh pihak medis berwenang di India. "Infeksi demikian bisa terjadi dimana saja di penjuru dunia. Tidak adil bila disebut kuman itu berasal dari India," kata VM Katoch, Ketua Dewan Penelitian Medis India.

Menurut dia, gembar-gembor akan penularan NDM-1 itu merupakan upaya untuk menjatuhkan citra rumah sakit-rumah sakit di India, yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi tempat yang atraktif bagi para pasien bedah plastik dari mancanegara.

Rabu, 21 Juli 2010

Fakta Baru, Tanaman juga Punya Kemampuan Berfikir



Fakta baru mengenai tanaman kini telah ditemukan. Sebuah kelompok peneliti menemukan fakta bahwa tanaman memiliki kemampuan berpikir seperti mengingat dan bereaksi atas informasi seperti cahaya.

Tanaman mentransmisikan informasi mengenai intensitas cahaya dari daun ke daun seperti cara kerja syaraf. "Sinyal elektro-kimia" ini dibawa sel yang berperan seperti "syaraf" pada tanaman.

Dalam percobaannya, ilmuwan memaparkan cahaya pada satu daun, namun mengakibatkan semua daun merespons. Dan respons itu, yang dilihat dari reaksi kimia atas cahaya di daun, berlanjut saat kembali gelap.

Percobaan ini, kata para peneliti dari Universitas Warsawa, Polandia, membuktikan daun "mengingat" informasi mengenai cahaya. "Kami memaparkan cahaya hanya pada bagian bawah tanaman dan kami menemukan perubahan di bagian atas," kata Profesor Stanislaw Karpinski yang memimpin penelitian, seperti dilansir BBC.

Hasil riset ini lalu dipresentasikan di pertemuan tahunan Society for Experimental Biology di Praha, Ceko.

Lebih khusus lagi, Karpinski menyatakan, respons tanaman tergantung pada warna cahaya yang dipaparkan ke mereka. "Ada perubahan karakteristik untuk warna cahaya merah, biru dan putih."

Karpinski memperkirakan, tanaman mungkin menggunakan informasi dari cahaya untuk merangsang reaksi kimia untuk melindungi diri. Peneliti-peneliti itu lalu melihat lebih cermat pada efek dari warna-warna cahaya yang berbeda pada kemampuan melawan penyakit.

"Kami terangi tanaman selama satu jam dan menginfeksinya (dengan virus atau bakteri) setelah 24 jam kena cahaya, dia melawan infeksi itu," kata Karpinski. "Namun ketika kami menginfeksinya sebelum cahaya, mereka tak bisa membangun pertahanan."

Artinya, kata Karpinski, tanaman memiliki ingatan khusus mengenai cahaya yang membuatnya membangun kekebalan atas patogen dan kemudian bisa disesuaikan tergantung kondisi cahaya.

Profesor Christine Foyer, ilmuwan tanaman dari University of Leeds, Inggris, menyebut riset ini "membuat pikiran kita melangkah ke depan." "Tanaman harus melewati stres, seperti kekeringan dan kedinginan, hidup di antara itu dan tetap tumbuh. Hal itu membutuhkan respons yang sesuai. Itulah semacam kepintaran," katanya.

Ternyata ada banyak hal yang baru bisa terungkap, seperti fakta baru pada tanaman ini, selanjutnya fakta apalagi ya yang akan diungkapkan oleh para ilmuwan.

Kamis, 15 Juli 2010

Telinga Kanan Lebih Cepat Menerima Permintaan Maaf Dari Orang Lain



Mungkin kita pernah atau bahkan sering berbuat salah kepada seseorang dan mungkin berniat untuk meminta maaf kepada orang yang telah disakiti. Tapi banyak pertimbangan yang membuat orang terkadang sulit untuk meminta maaf.

Sejumlah peneliti dari University of Valencia, Spanyol akan membantu Anda mengatasi masalah sulitnya untuk meminta maaf.

Mereka menyarankan, sebaiknya permintaan maaf dilakukan dengan cara mengungkapkannya melalui telinga kanan orang yang akan memberi maaf.

Telegraph melansir, studi yang dilakukan para peneliti tersebut menunjukkan bahwa telinga kanan lebih mudah menerima suara ketimbang telinga kiri ketika seseorang dalam keadaan marah.

Para peneliti melakukan penelitian, terhadap sekira 30 orang berusia muda. Ujicoba dilakukan dengan membangkitkan amarah ke30 pemuda tersebut dengan cara memaki atau membuatnya kesal dengan pernyataan-pernyataan yang menyudutkan.

Ketika mencapai titik amarah, peneliti kemudian mengukur detak jantung, tekanan darah dan level hormon testosteron seluruh partisipan.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dalam keadaan marah, telinga kanan akan lebih mudah menerima suara orang lain. Seluruh proses kerja di otak kiri lebih banyak dipengaruhi dari sumber suara di telinga kanan.

Jadi kalau kita ingin meminta maaf pada orang yang telah kita sakiti lakukan dari sebelah kanan, agar permintaan maaf kita lebih cepat diterima.

Minggu, 11 Juli 2010

Tidur Siang Jadikan Kita Lebih Pintar


Apakah anda sudah pernah mengetahui bahwa tidur siang sangat bermanfaat bagi tubuh kita.
Penelitian juga menyatakan bahwa tidur siang yang lelap juga mampu mendongkrak kapasitas belajar otak secara dramatis. Hebat, kan?

Para peneliti mendapati bahwa tidur siang selama sejam saja sudah cukup untuk meningkatkan kemampuan otak untuk mempelajari fakta-fakta baru dalam jam-jam berikutnya. Di pihak lain, semakin lama kita bertahan untuk melek, semakin lamban pikiran kita.

Penemuan baru ini mendukung data sebelumnya dari tim peneliti yang sama, bahwa begadang semalaman bisa mengurangi kemampuan untuk memasukkan hal-hal baru hampir sebanyak 40 persen. Hal ini disebabkan penutupan bagian-bagian otak selama kita kehilangan waktu tidur.

"Tidur tak hanya menjadi jalan keluar dari keadaan terjaga yang berkepanjangan, tetapi -pada level neurokognitif- hal ini akan menggerakkan Anda di luar di mana Anda berada sebelum Anda tidur," ujar Matthew Walker, asisten profesor bidang psikologi di UC Berkeley, dan pemimpin investigasi pada studi ini.

Beberapa tokoh paling berpengaruh di dunia ini juga dikenal sebagai "tukang tidur siang". Mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher pernah mengklaim bahwa ia hanya tidur empat jam setiap malam, namun selalu tidur sebentar pada siang hari. Sementara itu, Bill Clinton juga selalu menyempatkan diri untuk tidur selama setengah jam sesudah makan siang.

Para peneliti mengatakan bahwa tidur juga diperlukan untuk menjernihkan memori jangka pendek otak dan menyediakan ruang untuk penyerapan informasi yang baru. "Ibaratnya, inbox email pada hippocampus (bagian dari otak besar) kita penuh, dan jika kita tidak tidur dan membuang email-email yang tak perlu itu, kita tidak akan bisa menerima email yang baru," kata Dr Walker.

Jadi jika ada kesempatan tidur siang sebaiknya kita manfaatkan dengan baik, karena manfaat dari tidur siang sangat baik bagi tubuh kita.

Jumat, 11 Mei 2001

Ditemukan Hewan Pertama Yang Tidak Butuh Oksigen, Loricifera

loricifera
Ternyata ada banyak beragam hewan yang selama ini belum kita ketahui keberadaan nya. Seperti hewan yang baru-baru ini berhasil ditemukan oleh para peneliti. Sekelompok peneliti laut dalam asal Italia dan Denmark menemukan hewan multiseluler yang melangsungkan seluruh hidupnya tanpa menghirup oksigen. 
Kelompok peneliti itu menemukan tiga spesies hewan Loricifera (hewan serupa ubur-ubur berukuran panjang kurang dari satu milimeter) di endapan cekungan L’Atalante, sebuah kawasan perairan asin tak beroksigen di kedalaman 3000 meter, dasar laut Mediterrania, atau laut tengah.

Ketika Antonio Pusceddu, peneliti dari Marche Polytechnic University, Italia, dan rekan-rekannya menemukan Loricifera tersebut, mereka memperkirakan bahwa hewan itu jatuh ke dasar laut setelah hewan itu mati.

“Kami kira sangatlah tidak mungkin mereka bisa hidup di sana,” kata Pusceddu, seperti dikutip dari Discovermagazine. Akan tetapi, dari uji coba yang dilakukan pada dua ekspedisi berikutnya, diketahui bahwa hewan yang ditemukan itu masih hidup.
Pusceddu menyebutkan, Loricifera memiliki cara adaptasi yang unik terhadap lingkungan bebas oksigen.

Hewan ini tidak memiliki mitochondria (sel yang mampu mengonversi oksigen menjadi energi seperti yang ada di seluruh sel hewan lainnya). Akan tetapi hewan ini menggunakan struktur yang menyerupai hydrogenosom, organ yang menggunakan mikroba untuk menghasilkan energi. Hal ini tidak menutup kemungkinan adanya kehidupan lain, baik hewan atau makhluk lainya yang selama ini kita anggap tidak mungkin ada kehidupan ditempat tersebut karena tidak adanya oksigen.