Tampilkan postingan dengan label kain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kain. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Agustus 2010

Perancang Busana Dan Ilmuwan Ciptakan Kaos Dari Teh


Ada-ada saja temuan terbaru yang dihasilkan para ilmuwan dan perancang busana yang berasal dari limbah daun teh. Ilmuwan dan perancang busana berhasil mengembangkan kain baru berbahan seduhan teh hijau, gula dan nutrisi lain. Kain jenis baru itu disebut sebagai ‘kaos teh’.

Bahan itu memiliki tekstur kulit yang sangat ringan dan digunakan untuk membuat kaos, jaket bahkan sepatu, seperti dilaporkan Telegraph.

Bakteri yang ditambahkan ke dalam teh hijau dan gula akan menghasilkan filamen selulosa panjang yang menggumpal bersama, dan membentuk tatakan tipis dari kain yang mengambang di atas campuran itu.

Setelah mengering, tatakan tipis itu akan tampak mirip seperti papirus. Bahan ini tidak bisa diwarnai dan dicelup untuk menghasilkan tekstur dan efek berbeda.

Ilmuwan Imperial College London bekerja sama dengan perancang busana Central Saint Martins College of Arts and Design di London, menciptakan kain ini untuk industri fesyen.

Paul Freemont, ahli biologi molekular Imperial College mengatakan,”Bakteri ini secara alami akan menghasilkan kain dari selulosa dan akan meletakkannya pada tatakan yang mengambang di permukaannya.”

“Campuran ini menghasilkan kain yang tidak rata dan kain acak di mana kami berusaha membuatnya konsisten. Saat bahan ini kering akan terasa seperti kulit dan kuat bahkan kalian tidak bisa merobeknya,” kata Freemont.

Selama beberapa minggu, kain-kain ini bersatu menjadi lapisan tipis, dan lembaran basah selulosa ini mengeras saat kering.

Proyek ini dipimpin oleh Suzanne Lee, peneliti senior dan perancang di Central Saint Martins of Art and Design yang telah menggunakan bahan ini untuk membuat kain. Lee mengatakan ide membuat kain ini datang setelah bertemu dengan ahli biologi beberapa tahun lalu.

Lee mengatakan,”Dia menjelaskan bahwa mikroorganisme dapat digunakan untuk memutar selulosa untuk menghasilkan bahan seperti tekstil.”

“Saya sadar hal ini dapat menjawab banyak isu yang berhubungan dengan fesyen kontemporer dengan memanfaatkan limbah,” tambahnya.

Jadi fungsi dari penemuan kain teh terbaru ini adalah untuk pemanfaatan limbah agar dapat menjadi bahan yang produktif dan memiliki nilai guna yang tinggi.

Sabtu, 10 Juli 2010

Laba-laba Juga Hasilkan Kain Sutra



Kain sutra adalah kain yang mahal dan berkwalitas baik. Kain sutra yang sering dipakai nenek atau ibu ternyata tidak hanya terbuat dari ulat. Kain mahal itu juga bisa dibuat dari serat hewan lain seperti laba-laba.

Anyaman sutra dari laba-laba bahkan jauh lebih kuat dibandingkan dengan kain sutra dari ulat. Jenis laba-laba yang dipakai adalah Araneus.

Nah, untuk menguatkan kualitas sutra, para ahli dari jerman membuat penelitian dengan menyuntikkan kandungan metal pada tubuh laba-laba Araneus. Kandungan metal disuntikkan di bagian tulang dan otot.

Kandungan metal yang terdiri dari zinc, titanium atau aluminum itu diyakini bisa membuat kain sutra yang dihasilkan tidak cepat rusak.

"Dengan penambahan metal pada tubuh laba-laba akan membuat sutra yang dihasilkan akan sangat kuat," kata Seung-Mo Lee dari Max Planck Institute of Microstructure Physics di Halle, Jerman.

Laba-laba penghasil sutra jenis ini juga sering disebut Epeira dan banyak tinggal di benua Eropa. Laba-laba tersebut termasuk sulit untuk dikembangbiakkan. Hal itu karena mereka termasuk hewan kanibal yang suka memakan sesamanya.