Tampilkan postingan dengan label cerdas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerdas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Agustus 2010

Rahasia Orang Jepang Dalam Melatih Kecerdasan Otaknya


Jepang merupakan sebuah negara yang maju dan banyak menjadi cerminan negara-negara lain di Asia. Kemajuan negara Jepang tidak lepas dari sumberdaya manusianya yang sangat berkualitas. Orang Jepang dikenal dengan kecerdasan dan kedisiplinannya. Selain doyan makanan yang kaya protein, orang Jepang juga dikenal suka melakukan latihan otak yang dapat meningkatkan IQ (Intelligence Quotient) dan membuat otak terus aktif.

Popularitas latihan otak dari Jepang dimulai sejak tahun 2005 dengan permainan Nintendo Brain Age dan teka-teki seperti Sudoku. Anak-anak hingga manula mulai bermain game-game ini untuk meningkatkan memori, IQ dan membuat otak lebih aktif.

Kini, para pendidik dan ilmuwan di Jepang telah menyusun sejumlah latihan otak dan beberapa permainan yang dirancang untuk meningkatkan otak, yang bisa dilakukan anak-anak, orang dewasa dan manula.

Dilansir dari Livestrong, berikut beberapa latihan otak yang sering dilakukan orang Jepang:

1. Brain Age
Mengingat banyaknya orang usia lanjut di Jepang, Dr Ryuta Kawashima dari Tohoku University of Medicine memutuskan untuk menciptakan suatu permainan yang dapat mengembalikan kelincahan mental warga lanjut usia di Jepang.

Kawashima menciptakan video game yang dapat digunakan untuk meningkatkan penalaran mental dan bahasa. Penelitiannya menciptakan game Nintendo, Brain Age. Brain Age memiliki komponen yang menguji dan meningkatkan kemampuan matematika, kemampuan memori serta kemampuan yang meningkatkan jalur saraf.

2. Sudoku
Sudoku adalah puzzle Jepang yang melatih sisi penalaran dan analisis otak. Sudoku dipopulerkan oleh Nikoli Puzzle Company pada tahun 1986 dan menjadi populer di seluruh dunia pada tahun 2005. Puzzle Sudoku terdiri dari kotak persegi 9×9, yang mana setiap baris berisi nomor 1 sampai 9.

Pada awal permainan, ada beberapa angka dalam setiap persegi, kemudian para pemain harus menggunakan logikanya untuk menalarkan kolom dan baris yang masih kosong dengan angka-angka yang sesuai. Ada banyak variasi sudoku, seperti sudoku untuk anak-anak yang menggunakan kotak yang lebih kecil dan memiliki simbol seperti planet dan binatang, bukan angka.

3. Anzan
Anzan merupakan awal dari adanya latihan otak di Jepang. Anzan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris yang berarti ‘perhitungan mental’ dan melibatkan serangkaian panjang hitungan angka dengan membayangkan sempoa.

Pada anzan, sempoa digambarkan dalam pikiran. Penambahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan pembukuan dilengkapi melalui konsentrasi yang mendalam dan manipulasi sempoa mental. Untuk menjadi mahir, orang harus banyak berlatih. Anak-anak di Jepang biasanya latihan anzan 2 jam sehari.

Itulah rahasia orang jepang dalam melatih kecerdasan otaknya, apakah anda juga tertarik untuk mencobanya untuk mengembangkan kecerdasan otak anda?

Jumat, 06 Agustus 2010

Hewan Yang Memiliki Kecerdasan Lebih Dibandingkan Manusia

Tahukah anda bahwa ada beberapa hewan yang memiliki kepandaian yang lebih bila di bandingkan dengan manusia. Inilah beberapa hewan-hewan yang memiliki kecerdasan lebih dari manusia:

1. Merpati Homing

Sementara manusia membutuhkan beberapa jenis peta dan kompas untuk menemukan jalan pulang setelah perjalanan panjang, merpati pos dapat kembali dari jarak yang sangat panjang (lebih dari 1.100 mil) tanpa panduan apapun.

Sebenarnya, mereka memiliki beberapa bantuan: Menurut penelitian oleh University of Frankfurt, merpati memiliki besi yang mengandung struktur di paruh mereka, yang membantu mereka merasakan medan magnet bumi independen gerak dan postur tubuh, yang bisa menentukan posisi geografis mereka.

Hasil Penelitian dirilis tahun ini menunjukkan daya tarik magnetik ini hadir pada burung lain.

2. Semut

Meskipun ukuran mereka kecil, banyak varietas di dunia semut yang memiliki kemampuan luar biasa. Salah satu yang paling mengesankan adalah smithii mycocepurus dari Amazon, sebuah spesies feminis super yang telah mengembangkan kemampuan untuk mereproduksi melalui kloning untuk berevolusi menjadi jenis yang semuanya perempuan.

Menurut penelitian dari University of Arizona, tidak jelas ketika perubahan itu terjadi, tetapi dengan reproduksi tanpa seks, semut energik menghindari biaya produksi laki-laki dan dua kali lipat jumlah perempuan reproduksi dihasilkan setiap generasi.

Tidak seperti kita manusia, semut juga belajar cara-cara yang efisien untuk mengatur lalu lintas super mereka. Dan 2006 penelitian oleh University of California Berkeley telah menetapkan bahwa perangkap semut-rahang (bauri odontomachus) dapat menutup rahang tersebut pada kecepatan yang luar biasa: Mogok ini berlangsung 0,13 milidetik, 2.300 kali lebih cepat dari sekejap mata. Hal ini memungkinkan mereka untuk melompat tinggi besar untuk ukuran mereka.

3. Gajah

Mereka besar, dan kadang-kadang mereka tampak lelah dan lambat. Tapi itu tidak mengherankan bahwa hidung aneh ini mamalia adalah benar-benar memiliki fungsi: Penelitian dari University of St. Andrews menunjukkan bahwa gajah dapat melacak sampai 30 anggota hadir dari keluarga mereka dengan mencium bau mereka dan bangunan peta mental di mana mereka . Bagaimana fitur ini berguna bagi ibu dengan beberapa anak-anak gajah?

Bahkan lebih baik, menurut penelitian lain oleh Universitas yang sama, gajah dapat menentukan apakah manusia adalah ramah atau ancaman dengan aroma dan warna pakaian. Jadi selamat mencoba berusaha untuk menipu mereka.

4. Rayap

Di Zimbabwe, spesies rayap Macrotermes michaelseni telah mengembangkan teknik yang tepat untuk peternakan jamur tertentu yang berfungsi sebagai makanan mereka. Jamur ini hanya dapat tumbuh sekitar 87 derajat Fahrenheit,sedangkan suhu diluar sarang adalah 104 derajat Fahrenheit pada siang hari dan 35 derajat Fahrenheit di malam hari, rayap telah mempunyai sistem untuk menjaga suhu tetap dalam sarang mereka dengan terus-menerus membuka dan menutup ventilasi pemanasan dan pendinginan.

Ini adalah suatu ide yang berguna bagi Loughborough University yang telah melakukan penelitian dengan menggunakan teknik yang sama dalam bangunan manusia.

5. Simpanse

Banyak yang telah dikatakan tentang kecerdasan simpanse, dengan beberapa orang yang mengklaim mereka jenius dan lain-lain mengatakan mereka hanya cerdas sebagai seorang anak berusia tiga tahun.

Tapi setidaknya ada satu area di mana simpanse lebih cerdas daripada manusia - photographic memory. Sebuah studi oleh Institut Penelitian Primata Universitas Kyoto membuktikan simpanse muda memiliki kemampuan bekerja memori yang luar biasa untuk kenangan numerik, bahkan lebih baik daripada orang dewasa manusia diuji dengan aparat yang sama dan mengikuti prosedur yang sama.

6. Gagak

Bertentangan dengan jumlah besar hewan dan spesies yang menghadapi kepunahan, gagak yang berkembang, mereproduksi seluruh dunia, dengan pengecualian kecil dari Arktik dan ujung selatan Amerika Selatan.

Tetapi, meskipun mereka terbukti menjadi pintar dalam banyak hal, secara resmi para ilmuwan mengatakan mereka tidak lebih pintar dari manusia.

Namun, kapasitas luar biasa mereka untuk adaptasi cepat dan kemampuan untuk tinggal di kota-kota menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi lebih banyak daripada sekarang. Dan siapa tahu, suatu hari mereka mungkin atas kita.

7. Lumba - Lumba

yang satu ini tidak resmi lebih pintar daripada manusia, tetapi lumba-lumba baru-baru ini dinyatakan sebagai makhluk kedua di dunia yang paling cerdas (setelah manusia). Sebuah zoologi dari Emory University di Atlanta, Georgia, menurut The Times, mengatakan bahwa "neuroanatomy mereka menunjukkan kontinuitas psikologis antara manusia dan lumba-lumba," dan menyerukan untuk peninjauan kembali terhadap interaksi manusia dengan lumba-lumba. Ilmuwan lain dari Universitas Marymount Loyola di Los Angeles bahkan menyebut mereka 'orang-orang non-manusia. "


Jadi ya, lumba-lumba lebih cerdas daripada simpanse dengan kemampuan komunikasi yang mirip dengan 'manusia. Otak mereka hanya selisih sedikit dengan massa otak manusia, membuat mereka sebagai hewan dengan budaya dan kepribadian yang berbeda dengan kemampuan untuk berpikir tentang masa depan.

Jadi jangan pernah meremehkan kemampuan hewan-hewan diatas, mereka adalah hewan-hewan cerdas yang luar biasa.

Selasa, 03 Agustus 2010

Rahasia Kecerdasan Bangsa Yahudi


Pernahkah anda perhatikan dan menyadari sebelumnya siapakah penerima hadiah nobel terbanyak di dunia. Dari sejumlah penerima Nobel yang ada, kelompok masyarakat Yahudi lah yang mendominasi. Wajar jika bangsa Yahudi sering disebut sebagai kelompok masyarakat genius, cedas, atau pintar. Lalu, apa yang menyebabkan masyarakat Yahudi begitu cerdas? Ada anggapan yang mengatakan bahwa kecerdasan Yahudi sudah dilatih sebelum mereka lahir. Para ibu bangsa Yahudi yang sedang hamil memiliki pemahaman bahwa anak yang dikandungnya harus sudah diberi pelajaran meski hanya lewat pendengaran.

Karena pemahaman itu, tidak jarang kaum ibu bangsa Yahudi yang sedang hamil sering mendengarkan musik klasik. Alasannya, musik klasik bisa memengaruhi perkembangan otak si bayi di dalam kandungan. Sang ibu bangsa yang sedang mengandung akan lebih sering bernyanyi dan bermain piano. Selain itu, si ibu dan suaminya juga akan banyak membeli buku matematika dan mereka menyelesaikan soal secara bersama. Si ibu akan terus mengerjakan soal-soal matematika hingga sampai waktu melahirkan tiba.

Selain itu, si ibu juga suka memakan kacang badam dan kurma ditambah segelas susu. Tengah hari makanan utamanya adalah roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan kacang badam dan berbagai jenis kacang-kacangan lain. Dalam pandangan bangsa Yahudi, daging ikan sangat baik untuk perkembangan otak. Sementara kepala ikan mengandung bahan kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan pertumbuhan otak anak di dalam kandungan.

Oleh karena itu, ada semacam ‘ritual’ dalam bangsa Yahudi bahwa ada kewajiban bagi ibu hamil untuk mengonsumsi pil minyak ikan. Namun, sebuah penelitian menunjukkan fakta lain. Kepintaran bangsa Yahudi lebih disebabkan penyakit genetika yang disebut ashkenazi. Salah satu penyakit turunan yang berhubungan dengan otak ini justru membuat mereka memiliki skor intelligent quotient (IQ) tertinggi di dunia. Selain membuat cerdas, ternyata ashkenazi juga sangat mematikan.

Setidaknya itulah yang diungkapkan dalam makalah Prefesor Gregory Cochran dan Henry Harpending yang diterbitkan pada tahun 2005 silam. Cochran selalu penasaran mengapa bangsa Yahudi sangat cerdas. Ia menyangsikan teori seleksi alam yang menyebabkan bangsa Yahudi menjadi pintar. Cochran menelusuri sejumlah jurnal ilmiah dan dia mengungkapkan teori baru kepada Harpending, profesor kehormatan di Universitas Utah,AS, yang sudah pernah melakukan penelitian sebelumnya.

Harpending juga salah satu anggota National Academy of Sciences. Cochran menilai gen yang rusaklah penyebab orang Yahudi menjadi lebih pintar. Kesimpulan Cochran ini membuka perdebatan baru menyangkut hubungan antara DNA dengan IQ. Lalu, Cochran (psikolog) dan Harpending (peneliti pendidikan) mengatakan bahwa ashkenazi yang menyebabkan naiknya kekuatan otak. Dari hasil penelitian yang dipublikasikan pada awal 2009 oleh Departemen Antropologi Universitas Utah, AS, itu diungkapkan adanya kontroversi tentang evolusi manusia.

Kedua ilmuwan itu mendapati rata-rata IQ orang Yahudi adalah 107,5 hingga mencapai 115. Angka itu di atas rata-rata orang Eropa yang hanya mencapai angka 100. Setidaknya, meski berbeda 7 nilai,sudah cukup untuk membedakan tingkat kegeniusan. Karena penyakit genetika itulah, di kalangan bangsa Yahudi ada kelompok yang disebut Yahudi Ashkenazi. Ini merupakan salah satu kelompok etnik cerdas di dunia.

Menurut penelitian mereka, terdapat data yang menyebutkan IQ yang luar biasa tinggi terdapat pada Yahudi Ashkenazi (Yahudi keturunan Eropa). Rata-rata IQ orang Eropa adalah100, sementara Yahudi keturunan Eropa rata-rata menghasilkan skor IQ berkisar 107,5–115. Hal ini memungkinkan Yahudi Ashkenazi mempunyai kemungkinan enam kali lipat untuk menjadi seorang genius daripada orang Eropa yang non-Yahudi.

Kedua ilmuwan itu menyatakan hasil inteligensia Yahudi Ashkenazi berasal dari tiga faktor. Pertama, akibat pengaruh tingkat historis perkawinan yang rendah. Kedua, disebabkan penganiayaan sosial dan politik abad pertengahan yang memaksa Yahudi Ashkenazi keluar dari pekerjaan umum ke pekerjaan berbasis kecerdasan sehingga menghasilkan tingkat lebih tinggi untuk orang Yahudi.

Ketiga, akibat kecenderungan menderita penyakit yang memengaruhi pengolahan sphingolipids, molekul lemak yang mengirimkan sinyal saraf. Yahudi Ashkenazi secara tidak proporsional terkena beberapa gangguan mematikan, termasuk tay-sachs, sebuah penyakit yang melemahkan serta menimbulkan gangguan neurologis fatal dengan harapan hidup selama 4 tahun. Selain itu, ada penyakit otak canavan dengan harapan hidup 5 tahun saja dan penyakit gaucher di mana lemak menumpuk di limpa, hati, sumsum tulang, paru-paru, dan bahkan otak.

Ada juga penyakit niemann-pick tipe A dimana bayi mengakumulasi jaringan lemak fatal dalam berbagai organ. Hal ini akan menyebabkan kerusakan otak yang mendalam dan kematian sebelum umur 2 tahun. Namun, kedua ilmuwan itu yakin bahwa berbagai penyakit mematikan yang diidap bangsa Yahudi justru memiliki keuntungan heterozigot(suatu mekanisme yang mempertahankan keragaman kumpulan gen eukariotis dengan cara memberikan keberhasilan reproduksi).

Itu arrtinya, keuntungan ini memiliki dua salinan dari mutasi gen. Di di satu sisi menyebabkan masalah kesehatan yang serius, tetapi di sisi lain memiliki satu salinan yang menyebabkan efek kesehatan yang sangat positif. Meski banyak ‘penyakit turunan’ fatal yang dialami bangsa Yahudi, mereka terus mewariskan inteligensia yang tinggi.

Cochran memberikan penegasan bahwa kecerdasan Yahudi Ashkenazi akan terus menjadi kontroversi karena ketidaknyamanan masyarakat dengan label satu kelompok etnik lebih cerdas daripada kelompok etnis yang lain.Padahal, masyarakat bisa menerima bahwa beberapa kelompok akan lebih tinggi, pendek,atau lebih cepat. Hasil penelitian Cochran dan Harpending yang berjudul ‘Natural History of Ashkenazi Intelligence’ juga menyebutkan, populasi orang Yahudi di AS hanya sekitar 3% dari total jumlah masyarakat AS.

Meskipun begitu, mereka berhasil meraih 27 persen dari hadiah Nobel di bidang ilmu pengetahuan sejak era 1950. Hal yang sama juga terjadi pada penghargaan ACM Turing Awards di mana bangsa Yahudi berhasil meraih 25 persen penghargaan yang diberikan oleh Association for Computing Machinery karena kontribusi yang bersifat teknis pada dunia ilmu komputer.

Selain itu, tidak sedikit bangsa Yahudi yang menyandang gelar sebagai juara dunia catur. Sejumlah nama dari bangsa Yahudi yang telah meraih Nobel di antaranya Bernard Katz karena teori transmisi neuromuskuler, Andrew Schally yang meraih Nobel dalam endokrinologi. Ada juga George Wald (Nobel untuk melanjutkan pemahaman kita tentang mata manusia) dan Stanley Cohen (Nobel dalam embriologi).

Jadi itulah sebab kenapa bangsa yahudi bisa cerdas dan banyak mendapatkan berbagai penghargaan termasik mendominasi penghargaan nobel di dunia.

Kamis, 29 Juli 2010

Jenis-Jenis Kecerdasan Yang Dimiliki Manusia

Manusia adalah makhluk yang memiliki kecerdasan yang lebih bila dibandingkan dengan makhluk yang lain. Tapi tahukah anda bahwa ternyata kecerdasan manusia masih memiliki beberapa kategori yang berbeda-beda, inilah beberapa jenis kecerdasan yang dimiliki manusia:

Kecerdasan Linguistik
Kemampuan menggunakan kata secara efektif, lisan maupun tertulis. Meliputi juga kemampuan memanipulasi tata bahasa atau struktur bahasa, bunyi bahasa makna sehingga peka terhadap kata kalimat, susunan, huruf, dan mampu menyusunnya dengan baik dan indah.

Kecerdasan matematis-logis
Kemampuan menggunakan angka dengan baik, melakukan penalaran dengan benar, kepekaan pada pola dan hubungan antar hal, fungsi logis dan abstraksi lain. Proses yang digunakan dalam kecerdasan ini antara lain kategorisasi (pengelompokan sesuatu), klasifikasi (pemisahan), pengambilan kesimpulan, generalisasi, penghitungan, dan pengujian hipotesisi. Cocok buat kamu yang sika hitung-menghitung agak rumit dan senang denagn permainan angka.

Kecerdasan spasial
Kemampuan mempresepsikan dunia spasial-visual secara akurat, mentranformasikannya. Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada warna, garis, bentuk, ruang, dan hubungan antar unsure itu, kemampuan membayangkan sesuatu, mempresentasi ken ide dengan cara visual, mengorientasikan diri secara tepat dalam matriks spasial. Kamu suka menyesatkan diri saat jalan-jalan, tapi kamu selalu menemukan jalan. Inilah kecerdasan kamu.

Kecerdasan kinestesis-jasmani
Kemampuan menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikahn ide atau perasaan, keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah sesuatu, kelenturan kakuatan, akan berhubungkan hal yang berkaitan dengan sentuhan. Kalau kamu suka bikin pernak-penik, atau nsuka menghafalkan rumus fisika sambil senam, inilah kamu!

Kecerdasan musical
Kemampuan menangani bentuk-bentuk musical denagn cara mempersikan, membedakan, mengubah, kepekaan pada nada, irama, melodi. Bisa dengan cepat menghafal lagu dan menggunakan musik untuk menghafal pelajaran, inilah anda!

Kecerdasan intrepersonal
Kemampuan mempersepsikan dan membedakan suasana hati, maksud, motifasi, dan persaan orang lain. Kepekaan terhadap ekspresi wjah, reka, suara, kemampuan menanggapi secara efektif tanda-tanda tersebut dan mempengaruhi kelompok orang untuk melakukan tindakan tertentu.

Kecerdasan intrapersonal
Kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak beradasarkan pemahaman tersebut. Kepekaan tarhadap mjemahami diri sendiri, kesadaran atas suasana hati, kainginan, kemampuan berdisiplin diri, memahami, menghargai diri.

Kecerdasan naturalis
Keahlian mengenali dan mengategorikan spesies di lingkungan sekitar, kepekaan pada fenomena alam, kemampuan membedakan benda tak hidup.

Termasuk yang manakah kecerdasan yang anda miliki? jika anda memiliki semua kecerdasan tersebut berarti anda seorang yang sangat beruntung.

Cerdaskan Otak Anak Dengan Tidur 11 Jam

Apakah anak anda sangat menyukai tidur? Jika iya mungkin anda patut sedikit bergembira. Hasil riset terbaru para ahli di Amerika Serikat menunjukkan, pola tidur yang teratur membuat anak-anak lebih cerdas. Dibandingkan anak yang tidurnya tidak teratur, mereka yang istirahatnya selalu terjadwal memiliki kemampuan bahasa, membaca dan matematika yang lebih baik di sekolah.

Ini adalah hasil penelitian independen para ahli di SRI International yang melibatkan 8.000 anak. Salah satu kesimpulan yang dipaparkan dalam pertemuan Associated Professional Sleep Societies itu juga menyebutkan, anak-anak rata-rata tidurnya kurang dari 11 jam setiap hari menunjukkan kemampuan yang kurang baik.

Dalam riset itu, peneliti menganalisis informasi tentang tidur anak-anak melalui wawancara dengan orang tua. Informasi ini dikumpulkan saat anak-anak berusia 9 bulan dan diulang saat mereka menginjak usia empat tahun.

Pimpinan riset Dr Erika Gaylor menyatakan, data riset juga mengungkapkan banyak anak di AS yang tidak memenuhi kebutuhan tidurnya. Alhasil, anak-anak ini mengalami gangguan dalam pertumbuhan dan sulit mencapai prestasi di sekolah.

Ia merekomendasikan para orang tua untuk mengatur jadwal tidur yang tepat sehingga anak-anak dapat mencapai kualitas tidur yang sehat. Orang tua juga harus meluangkan waktu berinteraksi dengan anak di tempat tidur secara rutin seperti membacakan buku atau mendongeng.

Jumat, 16 Juli 2010

William James Sidis, Manusia Dengan IQ Tertinggi

Namanya mungkin kurang terkenal dan masih terasa asing di telinga kita. Jika kita mendapat pertanyaan siapakah manusia terjenius yang pernah dimiliki dunia? Da Vinci? John Stuart Mills? Atau Albert Einstein seperti yang selama ini diperkirakan orang? Ketiganya memang dianggap jenius-jenius besar yang telah memberikan banyak pengaruh terhadap bidangnya masing-masing. Tapi gelar manusia terjenius yang pernah dimiliki dunia rasanya tetap layak diberikan kepada William James Sidis. Siapakah ia? Mengapa namanya tenggelam dan kurang dikenal walau angka IQnya mencapai kisaran 250–-300.

Keajaiban Sidis diawali ketika dia bisa makan sendiri dengan menggunakan sendok pada usia 8 bulan. Pada usia belum genap 2 tahun, Sidis sudah menjadikan New York Times sebagai teman sarapan paginya. Semenjak saat itu namanya menjadi langganan headline surat kabar : menulis beberapa buku sebelum berusia 8 tahun, diantaranya tentang anatomy dan astronomy. Pada usia 11 tahun Sidis diterima di Universitas Harvard sebagai murid termuda. Harvardpun kemudian terpesona dengan kejeniusannya ketika Sidis memberikan ceramah tentang Jasad Empat Dimensi di depan para professor matematika.

Lebih dasyat lagi : Sidis mengerti 200 jenis bahasa di dunia dan bisa menerjamahkannya dengan amat cepat dan mudah. Ia bisa mempelajari sebuah bahasa secara keseluruhan dalam sehari !!!! Keberhasilan William Sidis adalah keberhasilan sang Ayah, Boris Sidis yang seorang Psikolog handal berdarah Yahudi. Boris sendiri juga seorang lulusan Harvard, murid psikolog ternama William James (Demikian ia kemudian memberi nama pada anaknya) Boris memang menjadikan anaknya sebagai contoh untuk sebuah model pendidikan baru sekaligus menyerang sistem pendidikan konvensional yang dituduhnya telah menjadi biang keladi kejahatan, kriminalitas dan penyakit. Siapa yang sangka William Sidis kemudian meninggal pada usia yang tergolong muda, 46 tahun – sebuah saat dimana semestinya seorang ilmuwan berada dalam masa produktifnya. Sidis meninggal dalam keadaan menganggur, terasing dan amat miskin. Ironis. Orang kemudian menilai bahwa kehidupan Sidis tidaklah bahagia. Popularitas dan kehebatannya pada bidang matematika membuatnya tersiksa. Beberapa tahun sebelum ia meninggal, Sidis memang sempat mengatakan kepada pers bahwa ia membenci matematika – sesuatu yang selama ini telah melambungkan namanya. Dalam kehidupan sosial, Sidis hanya sedikit memiliki teman. Bahkan ia juga sering diasingkan oleh rekan sekampus. Tidak juga pernah memiliki seorang pacar ataupun istri. Gelar sarjananya tidak pernah selesai, ditinggal begitu saja. Ia kemudian memutuskan hubungan dengan keluarganya, mengembara dalam kerahasiaan, bekerja dengan gaji seadanya, mengasingkan diri. Ia berlari jauh dari kejayaan masa kecilnya yang sebenarnya adalah proyeksi sang ayah. Ia menyadarinya bahwa hidupnya adalah hasil pemolaan orang lain. Namun, kesadaran memang sering datang terlambat.

Mengharukan memang usaha Sidis. Ada keinginan kuat untuk lari dari pengaruh sang Ayah, untuk menjadi diri sendiri. Walau untuk itu Sidis tidak kuasa. Pers dan publik terlanjur menjadikan Sidis sebagai sebuah berita. Kemanapun Sidis bersembunyi, pers pasti bisa mencium. Sidis tidak bisa melepaskan pengaruh sang ayah begitu saja.

Minggu, 11 Juli 2010

Orang Aktif Memiliki Otak Yang Lebih Encer


Otak adalah bagian terpenting dari semua susunan saraf manusia. Untuk mengembangkan kecerdasan atau inteligensia tidak hanya dengan membaca, menghitung, atau mengingat. Semua aktivitas, termasuk bergaul, olahraga, bermain, mampu meningkatkan kerja otak. Makin aktif dalam banyak hal, makin encer otak kita.

Kita sering mengaitkan sifat pelupa dengan usia tua. Padahal, faktanya tak selalu demikian. Di satu perusahaan kecil saja bisa ada dua teman yang sering lupa. Kalau tidak ketinggalan kunci kendaraan, jam tangan, kacamata, ya biasanya telepon genggam. Yang satu sudah berusia lebih setengah abad, jadi banyak orang memakluminya. Yang seorang lagi? Belum 30 tahun!

Ya memang. Seiring bertambahnya usia, akan menurun pula fungsi tubuh, semisal reaksi refleks menurun, kulit tidak lagi kencang, pigmen rambut menipis sehingga beruban, otot mengempis dan tak kenyal lagi.

Hal yang sama juga terjadi pada otak. Khususnya mulai usia 45 tahun, otak akan kehilangan sekitar 50.000 sel setiap hari dari cerebral cortex, yaitu bagian otak yang paling pintar. Kemampuan hippocampus, wilayah otak tempat memproses memori, juga mulai menurun.

Pada usia 70-an, volume otak mengalami penurunan 10 persen tiap 10 tahun. Di usia 80 tahun, penurunan volume otak mencapai 20 persen.

Seperti kulit jeruk
Bentuk otak manusia tidaklah menarik. Lapisan luar tampak keriput menyerupai kulit jeruk yang sudah layu dan kelihatan bagai jalanan kecil yang berputar-putar. Itulah labirin saraf yang ruwet dengan pembuluh darah dan miliaran sel supermini yang disebut neuron.

Neuron atau sel-sel otak ini mirip gurita dengan nukleus dan sejumlah besar tentakel yang menyebar ke segala arah. Setiap tentakel memiliki ribuan tonjolan mirip bantalan pengisap, yang juga menuju segala arah.

Neuron bekerja sedemikian rupa dengan fungsi yang berbeda-beda. Ada tiga bagian khusus neuron yang mengatur cara kerjanya. Pertama, tindakan yang berhubungan dengan dunia luar seperti melihat pemandangan, mendengarkan musik, merasakan panasnya sinar matahari, menyentuh buku, atau mengecap makanan.

Kedua, hal-hal yang berkaitan dengan otot, gerakan, dan sebagainya. Ketiga, yang berkaitan dengan kemampuan berpikir, mengingat, membayangkan, dan berimajinasi.
Seorang pakar neuron dan Direktur The Royal Institution, London, Prof Susan Greenfild menyebutkan bahwa satu neuron dapat mengirimkan transmisi kimia 500 kali dalam satu detik. Sementara tiap transmisi memiliki fungsi yang berbeda.

Yang terpenting adalah perlu adanya informasi auto-dialing yang teratur atau tetap untuk membentuk sistem saraf. Jaringan komunikasi sistem saraf inilah yang menandai kemampuan intelektualitas seseorang. Semakin banyak tonjolan tentakel dan semakin rapat, makin cepat pula terjadinya transmisi pesan antarsel otak.

Bila tidak ada masalah atau hambatan dalam pembentukan jaringan saraf (misalnya akibat obat bius, infeksi virus, dan malanutrisi), kecuali karena usia tentu saja, kita perlu sadar bahwa proses penyusutan volume otak bukanlah sesuatu hal yang patut dikhawatirkan.

Tak seperti komputer
Sama seperti organ lain, misalnya otot, bila tidak dilatih penggunaannya, kemampuan otot akan menurun drastis. Sebaliknya, otak yang sering digunakan akan lebih kuat. Tidak seperti komputer yang memiliki keterbatasan, otak justru kian tajam bila diasah dan ditambah data terus-menerus.

Seperti bank data, lapisan atas otak (neokorteks), tempat bersemayamnya inteligensia, terbuat dari 15 juta sel otak yang saling berinteraksi dalam aliran listrik yang bergerak cepat. Setiap informasi yang disimpan di lapisan atas otak segera akan dilapisi oleh cairan otak yang disebut myelin. Myelin berperan penting dalam mengingat kembali data tersebut.

Sama seperti jaringan saraf, makin sering proses mengingat dan berpikir diulang, makin tebal lapisan myelin yang terbentuk. Akibatnya, makin tinggi pula kemampuan untuk mengingat. Bila tidak diulang atau digunakan, lapisan myelin bisa hilang.

Otak kiri dan kanan
Otak memiliki dua belahan, kiri dan kanan. Kedua bagian ini secara biologis memiliki struktur identik dan bekerja harmonis. Namun, fungsinya sangat berbeda dan mengatur bagian tubuh yang berlainan pula.

Otak kiri mengendalikan tubuh bagian kanan dan otak kanan mengendalikan tubuh bagian kiri. Luka pada otak kiri bisa menyebabkan kelumpuhan pada tubuh bagian kanan, dan sebaliknya.

Otak kiri mengurus soal angka, logika, organisasi, dan hal lain yang memerlukan pemikiran rasional, alasan-alasan dengan pertimbangan deduktif dan analitis. Bagian ini digunakan untuk berpikir tentang hal yang sifatnya matematis dan ilmiah.

Sementara otak kanan mengurus wilayah pemikiran abstrak yang penuh imajinasi, misalnya warna, ritme, musik, dan proses pemikiran lain yang butuh kreativitas, orisinalitas, daya cipta, dan bakat artistik. Pemikiran otak kanan lebih santai, kurang terikat oleh parameter ilmiah dan matematis.

Semula kecerdasan hanya dikaitkan dengan penguasaan dalam bidang akademik, yang terbatas pada kemampuan membaca, menulis, dan aritmatika. Padahal, ketiga kemampuan ini adalah kerja otak kiri saja.

Sementara kemampuan melukis, musik, olahraga, dan lainnya tidak dianggap sebagai kecerdasan. Tak heran kalau banyak ahli otak menyatakan, sebagian besar orang tidak mengoptimalkan kemampuan otak mereka.

Sinergi di antara kedua belahan otak ini akan menghasilkan otak sejenius otak orang-orang macam Albert Einstein, Leonardo Da Vinci, Thomas Alfa Edison, Beethoven, dan lain-lain.

Pantas saja kalau penulis buku The Unschooled Mind: How Children Think and How Schools Should Teach (Basic Books, 1991) dan Multiple Intelligences: The Theory in Practice (Basic Books, 1993), Prof Howard Gardner dari Harvard University, menyebutkan bahwa inteligensia manusia itu meliputi inteligensia linguistik, logis matematis, visual spatial, kinestetik, musikal, naturalis, interpersonal, dan intrapersonal.

Jadi mulai sekarang kita harus jadi orang yang aktif agar otak kita lebih cerdas.

Minggu, 27 September 2009

Olahraga Picu Kecerdasan Otak Manusia

Apakah anda termasuk orang yang gemar berolahraga, kalau iya, berarti anda harus bersyukur karena selain belajar dan makan makanan bergizi, olahraga juga ternyata membuat otak lebih cerdas. Itulah kesimpulan yang ditarik beberapa peneliti dari Taiwan dan Amerika. Tapi olahraga seperti apa yang membuat otak encer?

Peneliti dari National Cheng Kung University, Taiwan membandingkan olahraga lari di treadmill dan lari dalam labirin air pada tikus percobaan. Setelah dilihat di bawah mikroskop, otak tikus yang berlari dengan treadmil lebih banyak yang aktif ketimbang tikus berlari dalam labirin. Tapi tikus yang berlari dalam labirin memiliki satu bagian otak yang lebih aktif yaitu bagian kognitif.

“Hal itu menunjukkan bahwa beda jenis olahraga memicu perubahan neuroplastisitas yang berbeda pula,” ujar Chauying J. Jen, profesor physiology yang memimpin studi tersebut, seperti dilansir New York Times, Kamis (17/9/2009).

Sepuluh tahun yang lalu, peneliti dari Salk Institute in California mempublikasikan bahwa olahraga akan menstimulasi dan menciptakan sel-sel baru di otak yang memungkinkan seseorang lebih cerdas. Tapi olahraga seperti apa yang bisa berefek seperti itu? apakah aerobik, angkat beban, lari, berenang atau apa?

Studi lainnya yang dimuat dalam American College of Sports Medicine menganalisis kemampuan memori 21 mahasiswa University of Illinois dengan membandingkan olahraga lari, aerobik dan angkat beban selama 30 menit. Responden diminta mengingat beberapa kata sebelum dan sesudah olahraga.

Dari tes tersebut diketahuilah bahwa olahraga lari paling banyak mengaktifkan sel-sel di otak dibanding kedua jenis olahraga lainnya. Mengapa? Peneliti mengatakan hal itu karena sel-sel tubuh yang diaktifkan dengan olahraga akan mentransfer zat-zat molekul atau growth factors yang membuat saraf-saraf baru dan jaringan di otak.

“Seseorang butuh aliran darah yang cepat untuk mentransfer zat pengaktif otak tersebut dan olahraga seperti lari, bersepeda atau berenang membuat aliran darah lebih cepat sehingga growth factor sampai ke otak dan membuat seseorang memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik sedangkan olahraga angkat beban hanya akan mentransfer growth factors sampai ke otot saja,” ujar Henriette van Praag, seorang investigator dari Laboratory of Neurosciences at the National Institute on Agin.

Mulai sekarang kita harus lebih rajin dalam berolahraga agar selain tubuh sehat otak juga akan menjadi lebih cerdas.