Tampilkan postingan dengan label laut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label laut. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Januari 2011

Siput Laut Unik, Dapat Memancarkan Cahaya Dari Cangkangnya

siput laut bercahaya
Ada beragam jenis hewan yang hidup di dunia ini dan setiap hewan tersebut memiliki beragam cara pula untuk tetap menjaga kelangsungan hidupnya agar tidak musnah, terutama oleh ancaman para predator yang selalu mengintai dan siap untuk memangsa mereka.
Salah satu cara unik menghindari mangsa juga dimiliki oleh spesies siput laut yang bernama Hinea brasiliana. Hewan laut ini bisa mengeluarkan cahaya dari cangkangnya. Cahaya yang bisa dipancarkan secara tiba-tiba itu mungkin untuk mengejutkan predator yang akan menyerangnya sehingga siput punya waktu untuk berlindung ke dalam cangkang.
Keunikan spesies siput laut tersebut diteliti oleh dua orang ilmuwan dari Scripps Institution of Oceanography di UC San Diego, Dimitri Deheyn dan Nerida Wilson. Lewat hasil risetnya, peneliti menemukan bahwa cara siput laut mengemisikan cahaya warna hijau dengan cara yang unik saat menghadapi predator seperti gerakan kepiting dan udang yang berenang.
Peneliti mengatakan, biasanya cahaya diproduksi oleh siput dengan cara mengemisikannya secara terfokus. Namun, siput laut ini mengemisikan cahaya dengan menyebarkannya secara unik lewat sel cangkang. Hal tersebut membuat ukuran tubuhnya terlihat lebih besar. Temuan tersebut dipublikasikan di Proceeding of the Royal Society B.
Wilson mengatakan, "Sangat jarang siput dasar laut bisa mengeluarkan cahaya. Lebih mengejutkan lagi ketika tahu siput laut ini bisa menggunakan cangkang untuk mengoptimalkan cahaya yang diproduksinya."
Ia juga menemukan bahwa warna cangkang yang kekuningan tidak mematikan warna cahaya yang diproduksi siput, yakni hijau. Justru, cangkang berperan dalam mendispersikan cahaya warna hijau tersebut.
Deheyn mengatakan, adaptasi siput dalam menggunakan cangkang ini sangat menarik bagi penelitian optik dan bioengineering. Memahami karakteristik cangkang bisa membantu ilmuwan mengembangkan material tertentu yang berfungsi sama.

Minggu, 02 Januari 2011

Singa Laut Hewan Yang Punya Sosialisi Tinggi


Sebuah penelitian terbaru tentang hewan yang bernama singa laut sungguh luar bisa. Hewan yang bernama singa laut ini ternyata memiliki rasa sosialisasi yang tinggi terhadap sesama jenisnya. Hal ini terbukti bahwa hewan singa laut tersebut mau merawat anak dari singa laut lainya yang mengalami yatim piatu.

Hasil penelitian tersebut dikemukakan Ramona Flatz dari Arizona State University dalam publikasinya di jurnal online PLoS ONE yang terbit tanggal 8 November 2010. Penelitian Flatz dimulai ketika melakukan percobaan tentang singa laut di dua lokasi di Teluk California, yaitu di perairan sekitar Pulau San Jorge dan Pulau Los Islotes.

Dalam penelitiannya tentang hewan yang bernama singa laut ini, ia mengambil sampel DNA dari sejumlah pasangan induk singa laut dan bayi yang diasuhnya. Ia kemudian membandingkan hasil analisis DNA antara induk dan bayi singa laut tersebut.

Hasilnya, sebanyak 6 dari 109 pasangan induk-bayi singa laut di Pulau San Jorge memiliki materi genetik yang tidak identik antara bayi singa laut dengan induknya. Sementara itu, 9 dari 51 pasangan induk dan bayi singa laut di Pulau Los Islotes juga mengalami hal serupa.

Berdasarkan hasil tersebut, Flatz menyimpulkan bahwa pada pasangan induk-bayi yang materi genetiknya tidak identik, induk bayi singa laut sebenarnya telah melakukan perilaku adopsi. Bayi-bayi singa laut yang diadopsi mungkin terpisah dari induk aslinya atau kehilangan induknya saat masih butuh pengasuhan.
Sebenarnya, ada perilaku mengasuh lain juga di dalam dunia singa laut yang disebut alloparenting. Perilaku itu merujuk pada pengasuhan bayi sementara oleh induk lain.

Meski demikian, Flatz yakin bahwa hasil penelitiannya merupakan perilaku adopsi sebab induk-induk yang dia temukan telah mengasuh bayi-bayi singa laut itu dalam jangka waktu lama.

"Ini semua adalah perilaku adopsi. Fakta yang kami ketahui adalah, semua induk singa laut ini mengasuh satu bayi saja dan bayi singa laut itu bukan bayi yang dia lahirkan," ungkap Flatz.

Kamis, 14 Oktober 2010

Ilmuwan Australia Temukan Terumbu Karang Terlanka Di Dunia


Lautan ternyata banyak menyimpan berbagai hal yang selama ini masih sering menjadi misteri yang selalu terkubur dan menunggu untuk ditemukan. Berikut ini adalah salah satu penemuan yang sangat besar bagi para peneliti dalam dunia bahari.

Ilmuwan Australia telah menemukan terumbu karang terlangka di dunia. Terumbu karang tersebut ditemukan di Samudra Pasifik bagian utara.

Karang Elkhorn Pasifik ditemukan saat para ilmuwan melakukan survei di dasar laut Arno Atoll di Kepulauan Marshall.


Peneliti karang Dr Zoe Richards dari ARC Center of Excellence untuk Studi Terumbu Karang (CoECRS) saat itu tengah meneliti Arno Atoll, karang dengan tipe terumbu cincin (atoll).

Karang ini diduga memiliki kemiripan fisik dengan karang jenis palmata Acropora yang berada di Samudra Atlantik. Namun setelah dilakukan studi genetika, ternyata karang tersebut berasal dari spesies yang berbeda.

“Ketika saya pertama kali melihat karang ini, saya benar-benar terkejut melihat bentuk fisik karang itu,” ujar Richards.

Ia menyebutkan, karang yang ditemukannnya memiliki lebar hampir lima meter dan tinggi dua meter serta cabang-cabangnya bercampur seperti tanduk rusa. “Ini tidak seperti yang saya temukan di Samudra Pasifik sebelumnya.”

Sejauh ini, kata Richards, dirinya hanya menemukan batu karang kecil yang tersebar di sepanjang hamparan Kepulauan Marshall. Karang langka tersebut relatif tumbuh di air dangkal.

“Sejauh ini masih ada 200 karang yang belum ditemukan di daerah-daerah terpencil,” papar Richards seraya menyatakan bahwa karang tersebut terancam punah ekosistemnya jika tidak segera diselamatkan.

jadi mulai sekarang kitapun seharusnya mulai ikut ambil bagian untuk menjaga ekosistem lingkungan agar keberadaan hewan maupun tumbuhan yang ada di darat dan di laut tidak terancam oleh kepunahan.

Sabtu, 04 September 2010

Peneliti Kelautan Taiwan Temukan Kepiting Jenis Baru Bermotif Strawbery


Ternyata lautan menyimpan banyak sekali keragaman fauna yang jarang sekali untuk ditemui. Salah satu buktinya adalah seorang ahli biologi kelautan Taiwan mengatakan ia telah menemukan spesies baru kepiting yang berwarna merah seperti strawbery dengan bintik-bintik.

Profesor Ho Ping-ho dari National Taiwan Ocean University mengatakan ia telah membuat temuan itu sewaktu melakukan penelitian mengenai dampak lingkungan hidup dari satu kapal karam tahun lalu di pantai Taman Nasional Kenting di bagian selatan negeri tersebut.

“Satu mati sedangkan satu lagi sekarat, ketika kedua hewan itu ditemukan di satu pantai Chialoshui,” kata Ho, Selasa (5/1).
Ia merujuk kepada desa pantai indah di taman nasional tersebut.

Kedua kepiting betina itu, yang lebih besar berukuran 2,4 centimeter, telah dijadikan contoh.

“Untungnya, bocoran minyak dari kapal karam tersebut tidak serius, kalau tidak, kedua kepiting itu mungkin telah jadi korban polusi dan lolos dari mata kami,” kata Ho.

Mungkin masih ada banyak hal maupun spesies jenis baru yang belum berhasil kita ungkap dari dalam lautan yang luas dan penuh misteri yang selalu menutupi 2/3 dari luas bumi kita ini.

Senin, 23 Agustus 2010

Elang Laut Sang Mesin Terbang Hidup Yang Luar Biasa


Hewan yang satu ini tergolong dalam jenis hewan langka yang memiliki keunikan yang banyak menginspirasi manusia. Elang Laut atau albatross, dijuluki "mesin terbang" hidup yang paling mengesankan di bumi ini, dan julukan itu bukannya tanpa alasan. Dengan bentangan sayap sepanjang tiga meter, burung laut terbesar ini sanggup terbang hingga kecepatan 115 kilometer per jam. Elang laut memang tampak kaku di darat, tetapi di angkasa dia benar-benar anggun dan menakjubkan untuk dipandang.

Dari kira-kira 20 spesies elang laut yang diketahui, kurang lebih 15 spesies elang laut dapat ditemukan di laut sekitar Selandia Baru. Satu-satunya tempat mereka berkembang biak di daratan utama Belahan Bumi Selatan adalah Taiaroa Head, di ujung Semenanjung Ortago, Pulau Selatan Selandia Baru.

Di sana Elang Laut Royal Utara mulai berkembang biak antara usia enam dan sepuluh tahun. Perkembangbiakan terus berlangsung selama kehidupannya, yang bias cukup panjang. Beberapa dari burung ini kabarnya bisa hidup hingga lebih dari setengah abad.

Elang laut bertelur satu butir setiap dua tahun, dan menghabiskan satu tahun di antaranya di laut. Biasanya burung ini hanya mempunyai satu pasangan seumur hidupnya.

Baik elang laut jantan maupun betina berperan dalam membangun sarang, yang dimulai pada bulan September. Kemudian pada bulan November, si betina menghasilkan satu butir telur yang beratnya bisa mencapai 500 gram.

Selama sekitar 80 hari, si jantan dan betina mengeraminya sampai telur itu menetas di awal Februari. Kemudian, mereka secara bergiliran menjaga dan menyuapi anaknya dengan daging ikan dan cumi yang sudah dilumatkan dari tembolok mereka. Pada usia enam bulan, bobot si anak bisa mencapai 12 kilogram, jauh lebih berat dari seekor elang laut dewasa.

Setelah hampir setahun, si induk dan bapak burung pergi dari Taiaroa Head untuk tinggal di laut selama setahun dan kemudian pulang untuk kembali berkembang biak.

Sementara itu, berat badan si anak burung sudah turun dan bulunya sudah tumbuh lebat. Dan setelah jatuh berulang kali, ia berhasil membentangkan sayapnya dan lepas landas ke udara. Tujuannya lautan luas, tempat si elang laut muda akan hidup selama beberapa tahun berikutnya.

Setelah remaja, ia akan kembali ke Taiaroa Head. Di sana, sementara burung-burung dewasa sedang membangun sarang dan berkembang biak, elang laut muda akan menggunakan waktu mereka untuk berdandan, bermain, dan memamerkan kebolehan terbangnya yang sudah terlatih sempurna.

Karena kemampuan terbangnya yang luar bisa inilah hewan ini mendapat julukan yang sepantasnya dan banyak menjadi inspirasi bagi manusia.

Sumber Energi Listrik Terbaru Yang Terinspirasi Dari Makhluk Laut


Inilah salah satu sumber energi yang baru-baru ini dikembangkan oleh sebuah perusahaan yang ada di Australia. BioPower System adalah perusahaan teknologi energi terbaru berbasis di Sydney Australia.

Saat ini BioPower telah berhasil mengembangkan teknologi pembangkit energi arus laut bioSTREAM yang diinspirasi oleh gerakan ikan hiu dan bioWAVE yang terinspirasi dari tanaman laut. Teknologi lain yang dikembangkan adalah bioBase yang merupakan teknologi mooring untuk instalasi dasar laut yang juga mengambil prinsip-prinsip dari tanaman laut.

Teknologi bioSTREAM didesain untuk mengkonversi energi pasang surut dan arus laut menjadi listrik. Terinspirasi dari gerakan ikan hiu, bioSTREAM meniru gerakan tubuh bagian belakang ikan hiu (thunniform-mode swimming propulsion).

Sirip yang mirip ekor ikan hiu terpasang dibagian belakang dan akan bergerak melenggak-lenggok mengikuti gerakan air laut. Gerakan lenggak-lenggok inilah yang dikonversi menjadi listrik dengan menggunakan generator O-DRIVE.

bioStream berhasil memanfaatkan produk evolusi hydrodinamic selama 3,8 juta tahun yang telah dikembangkan oleh ikan hiu, tuna atau mackarel yang dikenal sebagai perenang paling efisien. Warisan alam luar biasa ini menghasilkan teknologi energi terbarukan yang efektif, ramah lingkungan dan murah.

Sistem bioSTREAM bergerak secara otomatis dan memiliki hanya dua bagian sederhana sehingga mudah dalam isntalasi. Sedikitnya bagian yang bergerak pada sistem bioSTREAM juga memungkinkan minimnya perawatan yang diperlukan.

Dari sisi lingkungan, sistem ini terbukti memiliki zero visual impact, gerakan yang lambat dan natural dari bioDTREAM menghasilkan gangguan ekosistem dasar laut yang minimal dan tidak menghasilkan polusi.

Secara koninyu, bioSTREAM secara otomatis mengikuti arah aliran air. Di alam bebas, sudah terbukti teknologi ini dapat bertahan dalam semua kondisi, termasuk mampu bertahan dalam badai sekalipun. Luasan gerakan yang lebar memungkinkannya untuk dapat menghasilkan sampai 2 MW per unit.

Pada tahun 2008, BioPower berencana mengembangkan skala pilot proyek dengan kapasitas 250 kW di lepas pantai Flinders Island negara bagian Tasmania. Di negara bagian yang sama juga akan diinstal sistem bioWAVE, tepatnya di lepas pantai barat King Island.

�Tujuan kami adalah kedua sistem dapat terhubung dengan jaringan distribusi di Tasmania. Saat ini diskusi awal telah dilakukan dengan Hydro Tasmania yang menyediakan listrik bagi kedua pulau tersebut.� demikian ungkap Dr Finnigan Chief Executive Officer BioPower.

Proyek ini memungkinkan pengembangan bioSTREAM dan bioWAVE sehingga siap untuk produksi komersial dalam beberapa tahun mendatang�, lanjutnya.

�Desain dan konsep kedua teknologi tersebut telah diverifikasi melalui serangkaian uji di the Australian Maritime College engineering laboratories dimana semua kemungkinan terbaik gelombang dan arus laut dihitung dan dianalisa menggunakan fasilitas simulasi aliran gelombang oleh ahli oseanografi di CSIRO Marine Research Laboratories.

Pada awal 2009 diharapkan instalasi keduanya dapat selesai. Unit ini akan menggantikan sistem pembangkit diesel yang selama ini dipakai di kedua pulau tersebut.Belum lama, BioPower berhasil mendapatkan hibah sebesar 5 juta dollar dalam kerangka the Australian Governments Industry Renewable Energy Development Initiative (REDI). Hibah ini melengkapi kebutuhan total dana proyek tersebut yang mencapai 10.3 juta dollar.

Dengan adanya pengembangan sumber energi baru ini diharapkan kebutuhan energi dapat lebih tercukupi dan lebih rendah terhadap polusi bila dibandingkan dengan sumber energi yang lain.

Kepiting Laut Raksasa Di Pamerkan Di Eropa


Kita pasti sudah sangat kenal dengan hewan yang bernama kepiting. Tapi pernahkah anda melihat kepiting yang sebesar ini sebelumnya? Crabzilla, seekor kepiting raksasa Jepang yang berukuran lebih dari 12 kaki, akan memulai debut publikasinya di Sea Life Scheveningen di Den Haag, Belanda.
Bobot kepiting laut ini lebih dari 30 pon dan memiliki usia sekitar 40 tahun.
Hewan ini merupakan contoh terbesar pada spesiesnya yang pernah tertangkap.
Kepiting laba-laba Jepang (Macrocheria kaempferi) ini adalah seekor kepiting laut besar, dengan kaki panjangnya yang benar-benar menakjubkan.
Dalam legenda, hewan laut ini dikatakan memakan tubuh pelaut yang tenggelam. Hal itu bisa saja terjadi, mengingat hewan pemakan bangkai akan makan apa saja yang dapat mereka temukan.
Crabzilla ditangkap di Samudera Pasifik pada 2009 lalu. Hewan laut ini merupakan kepiting terbesar yang pernah dipamerkan di Eropa.
"Kepiting laba-laba Jepang ini adalah anggota terbesar yang diketahui dari keluarga arthropoda, termasuk invertebrata dengan tungkai bersendi," Graham Burrows, kurator National Sea Life Center di Birmingham seperti dilansir Daily Mail.
Badan Crabzilla, masing-masing memiliki lima kaki panjang dengan cakar tajam.
"Kepiting jenis ini biasanya menjadi suguhan lezat di Jepang, namun dilarang menangkapnya pada musim semi karena mereka sedang bertelur," tambah Graham Burrows.
Kepiting sebesar itu merupakan sebuah hewan yang langka jadi sudah seharusnya kepiting tersebut kita lestarikan dan bukan kita jadikan sebagai bahan konsumsi.

Senin, 16 Agustus 2010

Bakteri Di Danau Argentina Menjadi Petunjuk Mengungkap Awal Mula Kehidupan Di Bumi

Penemuan bakteri jenis baru ini sangat berguna sekali untuk mengungkap asal muasal kehidupan manusia maupun untuk pengembangan kehidupan manusia diluar planet bumi.

Seperti dikutip dari Yahoo News, para peneliti telah menemukan jutaan bakteri super yang berkembang di danau Diamante, danau yang berada di tengah kawah gunung berapi raksasa yang terletak di 15.400 kaki di atas permukaan laut. Habitat bakteri di danau ini mirip dengan kehidupan primitif bumi dimana belum ada organisme yang hidup dan bernafas.

Kondisi air danau ini mengandung arsenik tinggi dan alkaline sehingga memberikan penerangan pada kehidupan di luar Bumi. "Ini adalah ketertarikan ilmiah yang besar di mana berfungsi sebagai jendela untuk melihat ke masa lalu kita. Penemuan ini juga berfungsi sebagai ilmu astrobiologi untuk mengetahui kehidupan di planet lain," kata Maria Eugenia Farias, bagian dari tim yang menemukan bentuk-bentuk kehidupan di Danau Diamante awal tahun ini.

Jika bakteri dapat bertahan di danau ini, ujar Maria, teori tersebut juga bisa diterapkan di tempat lain seperti Mars. Perkiraan bahwa "extremophiles" telah ditemukan di bagian lain di dunia maka ini dapat mempunyai nilai komersial yang signifikan.

“Apa yang kita miliki saat ini merupakan bagian dari rangkaian kondisi ekstrim yang terkumpul dalam satu tempat. Ini yang membuat tempat tersebut paling unik di seluruh dunia,” kata Faras, ahli mikrobiologi di National Scientific and Technical Research Council di Tucuman.

Danau tersebut memiliki tingkat arsenik 20.000 kali lebih tinggi dibandingkan tingkat yang dianggap aman untuk minum air. Suhu danau juga sering di bawah titik beku. Air di danau Argentina tersebut sangat asin-lima kali lebih asin daripada air laut, sehingga es tidak pernah terbentuk.

Mutasi bakteri DNA yang dapat bertahan hidup di radiasi ultra-violet dan level oksigen rendah yang ditemukan pada ketinggian tersebut mampu menarik perhatian industri farmasi untuk mengembangkan produk tabir surya.

Penemuan bakteri ini bisa menjadi awal yag bagus untuk berbagai pengembangan teknologi yang berguna untuk kelanjutan hidup manusia dimasa yang akan datang.

Jumat, 13 Agustus 2010

Monster Paling Ganas Yang Pernah Hidup Dilautan


Menurut para peneliti inilah predator paling tangguh yang pernah hidup di lautan, Platecarpus mosasaur hidup di periode Krutaius 85 juta tahun lalu. Namun laporan baru jurnal PLoS ONE membantah binatang itu berenang seperti belut.

Makalah ditulis empat ilmuwan Johan Lindgren (Lund University, Lund, Swedia), Michael W Caldwell, Takuya Konishi (University of Alberta, Edmonton, Alberta, Kanada), dan Luis M Chiappe, Direktur Dinosaur Institute Natural History Museum (NHM).

Tim peneliti internasional membayangkan morfologi binatang itu berdasarkan spesimen spektakuler di Natural History Museum (NHM) di Los Angeles. Spesimen Mosasaur ditemukan di Kansas 1969 diambil oleh NHM tidak lama kemudian. Fosil berisi empat lempengan penyusun spesimen lengkap 6,1 meter itu.

“Fosil ini adalah salah satu fosil menakjubkan dalam misteri dinosaurus,” kata Chiappe, kurator museum itu. Spesimen itu “fosil mosasaur terbaik yang pernah ada,” kata Dr Johan Lindgren, penulis utama penelitian itu. Menggunakan tanda-tanda warna kulit, sisik eksternal, ekor menurun, tabung bronkial bercabang, dan isi perut, ilmuwan menunjukkan bentuk tubuh langsing dan sirip ekor bulan sabit cocok dengan Platecarpus di mana kunci fitur evolusinya sangat dini dalam evolusi mosasaurus.

merupakan perenang handal dan berenang seperti hiu dan bukannya belut. Temuan ini menggarisbawahi penyesuaian eksistensi akuatik sepenuhnya yang berkembang pesat dan secara konvergen berada dalam beberapa kelompok reptil laut Melihat sirip ekor yang sangat khusus, studi baru ini menyatakan bahwa mosasaurusMesozoikum juga paus.


“Fosil ini proses dan kesempurnaan evolusi dari waktu ke waktu kelompok organisme yang beradaptasi di lingkungan yang sama,” kata Chiappe. “Dari spesimen menawan yang tampak maju ini, hiu seperti berenang bersama mosasaurs jutaan tahun lalu,” kata Dr Kevin Padian, ahli paleontologi di University of California, Berkeley. Namun untuk kebenaranya para ilmuwan masih menyelidikinya lebih lanjut.

Rabu, 04 Agustus 2010

Taman Pura, Candi Di Bawah Laut Dari Terumbu Karang


Inilah fakta yang sesungguhnya tentang penemuan candi di bawah laut beberapa waktu yang lalu. Bangunan yang mirip pura di Pulau Dewata itu ternyata terumbu karang buatan, bukan peninggalan purbakala. Nama 'kompleks' terumbu karang mirip candi itu adalah Taman Pura atau Temple Garden.

Penjelasan tentang hal itu bisa diikuti di situs www.globalcoral.org dan divingathletic.com. Proyek yang dirintis sejak tahun 2000 itu sengaja dibuat untuk merevitalisasi terumbu karang di Pemuteran yang rusak. Di lokasi itulah Taman Pura berdiri.

Proyek ini bermula dari keprihatinan warga sekitar termasuk para ekspatriat, melihat terumbu karang yang rusak oleh perilaku pencari ikan yang menggunakan bahan peledak.

Proyek pertama dilakukan oleh Dr Thomas Goreau dan Profesor Wolf Hilbertz yang bekerja sama dengan sejumlah penyelam. Mereka membangun tempat perawatan koral pertama di depan Pondok Sari Hotel.

Proyek yang dinamai The Karang Lestari Project ini terus dikembangkan dengan donasi pebisnis lokal, hotel-hotel, toko-toko penjual alat-alat menyelam maupun USAID. Diharapkan, proyek ini dapat menarik minat turis sehingga dapat memperbaiki ekonomi warga Pemuteran.

Selasa, 03 Agustus 2010

Misteri Harta Karun Bajak Laut Olivier Levasseur

Mungkin anda sudah pernah mendengar namanya. Dia adalah seorang bajak laut yang terkenal pada masanya, namanya Olivier Levasseur. Olivier Levasseur lahir di Calais, Perancis, sekitar tahun 1688 - 1690. Nama aliasnya adalah Le Buse atau La Bouche (elang). Julukan ini diperolehnya karena kecepatannya dalam menyerang musuh. Kita mungkin mengira bahwa bajak laut adalah mereka yang berasal dari kaum berandalan, namun tidak demikian dengan Levasseur. Ia lahir dari kalangan borjuis dan berada. Ia bahkan pernah mendapatkan pendidikan yang baik hingga akhirnya menjadi anggota pasukan angkatan laut Perancis.

Petualangannya dimulai ketika terjadi perang Spanish Succession tahun 1701-1714. Levasseur ditugaskan untuk bertempur di dalam perang ini. Ketika perang berakhir, ia dipanggil pulang oleh pemerintah Perancis. Namun ia menolak dan malah bergabung dengan bajak laut Benjamin Hornigold tahun 1716. Akibat perang yang dijalaninya, Olivier membawa sebuah bekas luka di dekat matanya yang membuat pandangannya menjadi lebih terbatas.

Setelah satu tahun melakukan berbagai pembajakan, perkumpulan Hornigold terpecah. Olivier berpisah dan mencoba peruntungannya di pantai barat Afrika. Pada tahun 1719, ia bekerja sama dengan bajak laut Howell Davis dan Thomas Cocklyn.

Pada tahun 1720, mereka menyerang pelabuhan Ouidah di pantai benin dan berhasil menghancurkan benteng-benteng disana. Pada tahun yang sama ia mengalami karam kapal di laut merah dan terdampar di pulau Anjouan, salah satu pulau di Comoro. Saat itu, satu matanya sudah benar-benar menjadi buta dan ia memutuskan untuk memakai penutup mata.

Pada tahun 1721, ia membangun markasnya di pulau Saint Mary, di dekat pantai Madagaskar. Bersama John Taylor dan Edward England, mereka berhasil melakukan beberapa pembajakan yang berhasil. Hasil pertama mereka adalah saat mereka berhasil membajak kapal Laccadives dan berhasil mendapatkan harta senilai 75.000 pound (sekitar 10,35 juta pound saat ini).

Kemudian, kesuksesan mereka yang terbesar datang ketika mereka berhasil menaklukkan kapal portugis Nossa Senhora do Cabo (The Virgin of the Cape) yang penuh dengan harta milik uskup Goa yang juga ada di atas kapal. Harta yang didapat antara lain batangan emas dan perak, lusinan kotak penuh dengan koin golden guineas, berlian, mutiara, batu rubi, sutra dan objek-objek religius dari katedral Saint Catarina di Goa, termasuk Flaming Cross of Goa yang terbuat dari emas murni. Total harta ini diperkirakan bernilai 100 juta poundsterling pada tahun 1968.

Namun petualangan Levasseur berakhir ketika ia ditangkap dan digantung pada tanggal 7 Juli 1730 di pulau Bourbon. Dan dari sinilah legenda mengenai harta yang hilang mulai berkembang.

Legenda mengatakan bahwa ketika ia berdiri di tiang gantungan dengan sepotong kain hitam menutupi matanya, ia mengenakan sebuah kalung yang berisi 17 baris pesan rahasia. Ia melemparkannya ke tengah kerumunan massa yang menyaksikannya dan berteriak,"Temukan hartaku bagi kalian yang bisa mengartikannya!"

Kisah mengenai kalung misterius dan harta ini menghilang selama beberapa abad dari publik hingga tahun 1923. Pada saat itu, seorang wanita bernama Mrs. Rose Savoy yang sedang berjalan-jalan menemukan beberapa ukiran di bebatuan di pantai Bel Ombre dekat Beau Vallon di pulau Mahe, Seychelles.

Selama ini ukiran tersebut tersembunyi dari pandangan akibat air pasang. Namun karena kondisi air yang surut tahun itu, ukiran itu mulai terlihat dan menunjukkan bentuk anjing, ular, kura-kura, kuda, lalat, dua gambar hati yang bersatu, sebuah lubang kunci, mata, kotak, tubuh seorang wanita dan kepala seorang pria.

Seorang notaris yang tinggal di Victoria yang mendengar berita ini percaya bahwa ukiran ini pastilah dibuat oleh para bajak laut. Ia lalu mencari ke dalam arsip-arsip tuanya dan menemukan dua dokumen yang mungkin memiliki hubungan dengan ukiran tersebut. Dokumen pertama adalah sebuah peta pantai Bel Ombre yang terbit tahun 1735 di Lisabon. Dalam peta tersebut tertulis : "Pemilik tanah..La Buse." La Buse adalah nama lain Levasseur.

Dokumen kedua adalah wasiat terakhir dari bajak laut Bernardin Nageon de L'Estang alias Le Butin (penyair) yang meninggal 70 tahun setelah Levasseur yang dengan suatu cara berhasil memiliki harta Levasseur. Dalam wasiat ini tetulis 3 baris Kriptogram dan dua surat.

Salah satu surat tersebut ditujukan untuk keponakannya :

"Aku kehilangan banyak dokumen selama karam kapal. Aku telah berhasil mengumpulkan kembali sejumlah harta yang disembunyikan; Namun masih ada empat lagi yang tertinggal. Kamu bisa menemukannya dengan kunci dan kombinasi dan dengan dokumen lainnya."

Lalu, surat lain yang ditujukan untuk kakak laki-lakinya berbunyi :

"Kapten kami terluka. Ia berusaha memastikan bahwa aku adalah benar seorang freemason. Setelah yakin, ia mempercayakan kepadaku dokumen-dokumen dan rahasianya kepadaku. Berjanjilah bahwa anak tertuamu akan mencari harta tersebut dan memenuhi mimpiku membangun kembali rumah kita. Komandan akan menyerahkan dokumen-dokumen tersebut. Jumlahnya ada tiga."

Surat ini pertama kalinya menunjukkan adanya kemungkinan keterkaitan antara perkumpulan freemason dengan harta Levasseur.

Notaris itu kemudian menghubungi Mrs. Savoy dan bersama-sama mereka melakukan penggalian di batu yang ditemukan Mrs.Savoy. Dibawah batu yang memiliki ukiran mata, mereka menemukan dua peti mati yang berisi dua kerangka beserta satu kerangka tanpa peti mati. Tiga kerangka tersebut dipercaya sebagai bajak laut karena cincin emas yang ada pada telinga kiri masing-masing. Tapi tidak ada harta yang ditemukan.

Pada tahun 1947, seorang Inggris bernama Reginald Cruise Wilkins, tetangga Mrs.Savoy mulai mempelajari dokumen-dokumen tersebut. Ia mulai dari tiga kriptogram dan dua surat yang ditemukan dan menemukan bahwa alphabet misterius tersebut memiiki hubungan dengan simbol masonik.

Wilkins juga menemukan bahwa kriptogram tersebut memiliki hubungan dengan Zodiak, buku clavicles of Solomon dan Dua belas tugas Herkules. Buku Clavicles of Solomon adalah sebuah buku yang berasal dari abad pertengahan yang berisi mistik masa reinassance. Sedangkan dua belas tugas Herkules adalah mitos dari Yunani mengenai dua belas tugas yang harus diselesaikan oleh Herkules.

Dalam usahanya yang panjang dan melelahkan, Wilkins berhasil memecahkan sebagian isi kriptogram tersebut. Ia menemukan petunjuk bahwa harta tersebut berada di sebuah ruang rahasia di dalam tanah. Ruangan itu dilindungi oleh air pasang yang membutuhkan bendungan untuk menahannya dan harus didekati dari sebelah utara. Akses ke dalamnya harus dilakukan lewat tangga batu dan terowongan yang menuju ke bawah pantai.

Wilikins melakukan beberapa penggalian di pulau Mahe. Di dalam sebuah gua, ia menemukan beberapa pistol kuno, beberapa koin dan peti mati bajak laut. Namun Ia tidak menemukan harta karun. Setiap penggalian yang dilakukannya, selalu merujuk kepada petunjuk berikutnya. Mengenai hubungan harta tersebut dengan freemasonry juga masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Setelah mencari selama 27 tahun, Wilkins mulai kehabisan dana. Para investor yang tidak sabar mulai menolak mensponsorinya. Lagipula kesehatannya semakin menurun. Namun Wilkins percaya bahwa ia sudah sangat mendekati lokasi harta tersebut. Sayang, pada tanggal 3 Mei 1977 Wilkins meninggal dunia tanpa berhasil memecahkan potongan terakhir kode rahasia tersebut. Saat ini anaknya, John, yang berprofesi sebagai guru sejarah, meneruskan usahanya untuk menemukan harta tersebut.

Tapi sampai sekarang harta tersebut masih tetap menjadi misteri yang tidak terpecahkan.

Sabtu, 31 Juli 2010

Istana Cleopatra Ditemukan Tenggelam Di Dasar Laut


Anda pasti pernah mendengar namanya yang legendaris sebagai wanita cantik yang pernah menjadi ratu Mesir pada jaman dahulu, dialah Cleopatra. Misteri istana Cleopatra yang tenggelam di dasar laut kini terkuak. Dalam suatu misi penyelaman, Selasa 25 Mei 2010, tim ilmuwan mendapat temuan-temuan penting di reruntuhan bangunan istana di bawah laut, yang diyakini merupakan Kompleks Istana dan Kuil Isis, tempat di mana ratu Mesir Kuno pernah bertahta.

Reruntuhan kerajaan Cleopatra itu berada di dasar laut sekitar Pulau Anthirodos, yang terletak di dekat kota pelabuhan Alexandria, Mesir. Barang-barang berharga dari reruntuhan istana itu, yang pertama kali ditemukan pada 1996, akan dipamerkan di Amerika Serikat (AS) mulai awal Juni mendatang.

Para penyelam berenang di antara tumpukan batu kapur yang tenggelam ke dasar laut akibat gempa bumi dan tsunami lebih dari 1.600 tahun lalu. Tim penyelam dari sejumlah negara ini susah payah menggali salah satu situs arkeologi bawah laut paling kaya di dunia itu.

Mereka pun mengambil artifak-artifak mengagumkan peninggalan Cleopatra, yang dikenal sebagai dinasti terakhir penguasa Mesir Kuno sebelum dijajah oleh Kekaisaran Romawi pada tahun 30 Sebelum Masehi (SM). Menggunakan perangkat teknologi mutakhir, tim mendeteksi reruntuhan bangunan yang terkubur jauh di bawah sedimen sisa pelabuhan.

Akhirnya tim penyelam mengonfirmasi keakuratan deskripsi mengenai kota Alexandria, yang ditinggalkan oleh para pakar geografi dan ahli sejarah Yunani sekitar 2.000 tahun lalu. Sejak awal 1990-an, survei topografi memungkinkan tim peneliti yang dipimpin arkeolog bawah laut Prancis, Franck Goddio, untuk menaklukkan pelabuhan Alexandria yang jarak pandangnya sangat kurang. “Lokasi ini merupakan situs unik di dunia,” kata Goddio yang telah melewatkan dua dekade untuk mencari kota yang hilang tersebut.

Eksplorasi ini membawa tim penyelam mengunjungi kompleks istana dan kuil Isis. Di tempat itulah Cleopatra menjalin hubungan asmara dengan jenderal Romawi, Markus Antonius (Mark Antony). Mereka konon bunuh diri menyusul kekalahan Antonius dari mantan sekutunya, Oktavianus, dalam Perang Saudara. Oktavianus kemudian tampil memimpin Romawi dengan nama Kaisar Augustus.

Tim penyelam menemukan sejumlah tempat utama dalam kehidupan dramatis pasangan Cleopatra-Antony, termasuk Timonium, tempat di mana Antony menarik diri dari dunia luar setelah menelan kekalahan dari Oktavianus. Bangunan tersebut belum rampung dikerjakan karena Antony terlanjur bunuh diri.

Mereka juga menemukan batu berbentuk kepala berukuran besar, yang diduga kuat sebagai Caesarion, putra Cleopatra dan kekasihnya sebelum Antony, Julius Caesar. Tim juga menemukan dua patung sphinx yang salah satu di antaranya kemungkinan merupakan gambaran ayah Cleopatra, Ptolemy XII.

Bahkan sebelumnya, para Arkeolog Mesir, mengangkat tiang candi kuno granit keluar dari perairan Mediterania yang telah berada selama berabad-abad lamanya dalam Kompleks Istana Cleopatra. Seperti diberitakan AP, menara yang pernah berdiri di pintu masuk kuil Isis ini berada di pusat bawah air yang merupakan museum yang direncanakan Mesir untuk menunjukkan kota cekung, yang diyakini telah jatuh ke laut akibat gempa pada abad ke-4.

Penyelam dan arkeolog bawah air raksasa menggunakan derek dan tali untuk mengangkat menara yang memiliki berat 9 ton, tinggi tiang 7,4 kaki, dan ditutupi dengan tanah dan rumput laut keluar dari air keruh. Setelah diangkat ke atas pantai, menara tersebut kemudian diawasi oleh arkeolog Mesir Zahi Hawass dan para pejabat lainnya.

Penemuan di perairan Alexandria ini akan dipamerkan di Franklin Institute, Philadelphia, Amerika Serikat (AS) dari 5 Juni hingga 2 Januari 2010 dalam pameran bertajuk “Cleopatra: The Search for the Last Queen of Egypt”.

Kamis, 22 Juli 2010

Ikan Paus 40 Ton Hantam Perahu Layar


Ralph Mothes dan Paloma Wener dari Akademi Layar Cape Town di Afrika Selatan sudah kawakan dalam hal ekspedisi di lautan lepas, namun mereka terkesima ketika ikan paus seberat 40 ton menimpa perahu layar mereka.

Kedua orang tersebut telah bekerja selama lima tahun di perairan Afrika Selatan. Mereka telah menyaksikan beragam makhluk raksasa dari jauh dalam banyak ekspedisi pelayaran mereka. Demikian seperti dilaporkan London Daily Telegraph, Kamis (21/7).

Tetapi awal pekan ini mereka mendapat pengalaman luar biasa ketika berhadapan dengan satwa liar raksasa samudra.

Saat mereka sedang berlayar di lepas pantai Cape Town tersebut, pasangan itu melihat ikan paus raksasa "menghentakkan ekornya ke air" sekitar 300 kaki dari perahu mereka. Lalu hewan mamalia laut tersebut menghilang ke dalam laut.

Tetapi ikan paus itu muncul lagi dalam jarak yang lebih dekat, sekitar 70 kaki dari mereka, lalu menyelam lagi, tulis London Daily Telegraph.

Mereka saat itu sedang melakukan pelayaran rutin di dekat Robben Island, ketika ikan paus dengan bobot sekitar 40 ton melompat dari dalam laut dan mendarat di geladak perahu mereka, tulis surat kabar tersebut, sebagaimana dilaporkan di jejaring pencari Yahoo.com dengan alamat http://news.yahoo.com/.

"Sungguh mempesona tapi juga menakutkan," kata Werner.

Karena menduga ikan paus itu akan menyelam ke bawah perahu, Mothes memberi tahu Wener agar menggeser perahu mereka ke sisi lain supaya mereka dapat melihat hewan raksasa tersebut muncul lagi dari air.

Suara berikut yang Mothes dengar ialah, "Oh, ...!" "Lalu saya cuma melihat ikan paus yang sangat besar menghantam perahu layar kami," katanya.

Mothes berlindung di balik kemudi, dan Werner selamat dengan berlindung di bawah bangunan di perahu. Beberapa wisatawan yang sedang berlayar di dekat kedua orang itu mengambil gambar peristiwa tersebut, kata surat kabar itu.

Menurut London Daily Telegraph kedua orang itu beruntung sebab mereka selamat dalam peristiwa tersebut, demikian juga dengan ikan paus itu.

Mereka terkejut, tapi tidak cedera, dan mulai melihat berkeliling untuk memperkirakan kerusakan pada perahu mereka, sementara ikan paus tersebut pergi.

Mereka beruntung sebab perahu mereka terbuat dari logam, sehingga cukup kuat untuk menahan benturan dengan ikan paus. Hanya tiang dan batang layar yang rusak.

Rabu, 21 Juli 2010

Mitos Hewan penguasa Lautan, Kraken

Anda pasti pernah mendengar nama dari hewan yang disebut sebagai penguasa lautan pada berbagai film fiksi, dialah kraken. Kraken adalah seekor monster yang digambarkan sebagai makhluk raksasa yang berdiam dibawah lautan wilayah Islandia dan Norwegia. Makhluk ini disebut sering menyerang kapal yang lewat dengan cara menggulungnya dengan tentakel raksasanya dan menariknya ke bawah.

Kata Kraken sendiri berasal dari Kata "Krake" dari bahasa Skandinavia yang artinya merujuk kepada hewan yang tidak sehat atau sesuatu yang aneh. Kata ini masih digunakan di dalam bahasa jerman modern untuk merujuk kepada Gurita.

Begitu populernya makhluk ini sampai-sampai ia sering disinggung di dalam film-film populer seperti Pirates of the Caribbean atau Clash of The Titans. Jika ada makhluk raksasa penguasa lautan, maka Krakenlah namanya.

Karakter Kraken
Kita mungkin mengira Kraken hanyalah sebuah bagian dari dongeng, namun sebenarnya tidak demikian. Sebutan Kraken pertama kali muncul dalam buku Systema Naturae yang ditulis Carolus Linnaeus pada tahun 1735.

Mr. Linnaeus adalah orang yang pertama kali mengklasifikasi makhluk hidup ke dalam golongan-golongannya. Dalam bukunya itu, ia mengklasifikasikan Kraken ke dalam golongan Chepalopoda dengan nama latin Microcosmus. Jadi, boleh dibilang kalau Kraken memiliki tempat di dalam sains modern.

Erik Ludvigsen Pontopiddan, Uskup Bergen yang juga seorang naturalis, pernah menulis di dalam bukunya Natural History of Norway yang terbit tahun 1752 kalau Kraken "tidak bisa disangkal, adalah monster laut terbesar yang pernah dikenal".

Menurut Pontopiddan, Kraken memiliki ukuran sebesar sebuah pulau yang terapung dan memiliki tentakel seperti bintang laut. Ia juga menyebutkan kalau makhluk ini bisa menggulung kapal yang lewat dengan tentakelnya dan menariknya ke dasar lautan. Namun, menurut Pontopiddan, bahaya terutama dari Kraken adalah riak air yang dashyat ketika ia menyelam ke dalam laut. Riak itu bisa menenggelamkan kapal yang ada di dekatnya.

Menariknya, selain menggambarkan Kraken sebagai makhluk yang berbahaya, Pontopiddan juga menulis mengenai sisi lain dari makhluk misterius ini. Ia menyebutkan kalau ikan-ikan di laut suka berada di dekat Kraken. Karena itu juga, para nelayan Norwegia yang mengetahui hal ini suka mengambil risiko untuk menangkap ikan dengan membawa kapalnya hingga berada tepat di atas Kraken.

Jika mereka pulang dengan membawa hasil tangkapan yang banyak, para penduduk desa tahu kalau para nelayan tersebut pastilah telah menangkap ikan tepat di atas Kraken.

Sejak lama, makhluk ini hanya dianggap sebagai bagian dari Mitologi kuno yang setara dengan sebuah dongeng. Namun ketika sisa-sisa bangkai monster ini terdampar di pantai Albaek, Denmark, Pada tahun 1853, para ilmuwan mulai menyadari kalau legenda mengenai Kraken mungkin memang berdasarkan pada sesuatu yang nyata, yaitu cumi-cumi raksasa (Giant Squid), cumi-cumi kolosal (Colossal Squid) atau Gurita raksasa (Giant Octopus).

Seberapa besarkan seekor cumi atau gurita bisa bertumbuh?

Benarkan mereka bisa menyerang sebuah kapal besar seperti yang digambarkan di film-film?

Penampakan Signifikan
Pada tahun 1801, Pierre Denys de Montfort yang menyelidiki subjek mengenai Kraken menemukan kalau di Kapel St.Thomas di St.Malo, Brittany, Perancis, ada sebuah lukisan yang menggambarkan seekor gurita raksasa sedang menyerang sebuah kapal dengan cara menggulungnya dengan tentakelnya. Insiden yang tergambar dalam lukisan tersebut ternyata berdasarkan pada peristiwa nyata.

Dikisahkan kalau kapal tersebut adalah kapal Norwegia yang sedang berada di lepas pantai Angola. Ketika mendapatkan serangan tak terduga tersebut, para pelaut di atas kapal lalu membuat sebuah kaul untuk St.Thomas yaitu jika mereka dapat terlepas dari bahaya ini, mereka akan melakukan perjalanan ziarah.

Para awak kapal kemudian mengambil kapak dan mulai melawan monster itu dengan memotong tentakel-tentakelnya. Monster itupun pergi. Sebagai pemenuhan atas kaul itu, para awak kemudian mengunjungi Kapel St.Thomas di Britanny dan menggantung lukisan itu sebagai ilustrasi atas peristiwa yang menimpa mereka.

Sayangnya, peristiwa yang menimpa para pelaut itu tidak diketahui persis tahun terjadinya. Namun, paling tidak, penyerangan monster raksasa terhadap sebuah kapal tidak bisa dibilang sebagai mitos semata.

Selain kisah lukisan di Kapel St.Thomas, Mr.Monfort juga menceritakan perjumpaan lain dengan makhluk serupa cumi atau gurita raksasa yang dialami oleh kapten Jean-Magnus Dens dari Denmark yang bertemu dengan makhluk itu juga di lepas pantai Angola. Makhluk raksasa itu menyerang kapal mereka dan bahkan berhasil membunuh tiga awaknya.

Para awak kapal yang lain tidak tinggal diam dan segera mengambil meriam dan menembakkannya ke monster itu berulang-ulang hingga ia menghilang ke dalam lautan.

Kapten Dens memperkirakan monster itu memiliki panjang 11 meter.

Kisah lain terjadi pada tanggal 30 November 1861. Ketika sedang berlayar di kepulauan Canary, para awak kapal Perancis, Alencton, menyaksikan seekor monster laut raksasa berenang tidak jauh dari kapal. Para pelaut segera menyiapkan peluru dan mortir yang kemudian ditembakkannya ke arah monster itu.

Monster yang ketakutan dengan segera berenang menjauh. Namun, kapal Alencton segera diarahkan untuk mengejarnya. Ketika mereka berhasil mendekatinya, garpu-garpu besi segera dihujamkan ke tubuh monster itu dan jaring segera dilemparkan. Ketika para awak mengangkat jaring itu, tubuh monster itu patah dan hancur yang kemudian segera jatuh ke dalam air dengan menyisakan hanya sebagian dari tentakelnya.

Ketika kapal itu mendarat dan tentakel itu diperlihatkan kepada komunitas ilmuwan, mereka sepakat kalau para awak kapal mungkin telah menyaksikan seekor cumi raksasa dengan panjang sekitar 8 meter.

Pada bulan Oktober 1873, seorang nelayan bernama Theophile Piccot dan anaknya berhasil menemukan tentakel cumi raksasa di Newfoundland. Setelah diukur, para peneliti menyimpulkan kalau hewan itu kemungkinan memiliki panjang hingga 11 meter.

Pada tahun 1924, Frank T.Bullen menerbitkan sebuah buku yang berjudul The Cruise of the Chacalot. Dalam buku ini, Bullen menceritakan sebuah kisah luar biasa yang disebut terjadi pada tahun 1875. Kisah ini membuat Kraken mendapatkan musuh abadinya, yaitu Paus Penyembur (Sperm Whale).

Menurut Bullen, pada tahun 1875 ia sedang berada di sebuah kapal yang sedang berlayar di selat Malaka. Ketika malam bulan purnama, ia melihat ada sebuah riakan besar di air.
"Ada gerakan besar di dalam laut saat purnama. Aku meraih teropong malam yang selalu siap di gantungannya. Aku melihat seekor paus penyembur besar sedang terlibat perang hebat dengan seekor cumi-cumi yang memiliki tubuh hampir sebesar paus itu. Kepala paus itu terlihat lincah seperti tangan saja layaknya. Paus itu terlihat sedang menggigit tentakel cumi itu dengan sistematis. Di samping kepalanya yang hitam, juga terlihat kepala cumi yang besar. Mengerikan, aku tidak pernah membayangkan ada cumi dengan kepala sebesar itu."
Mendengar kesaksian Bullen, kita mungkin tergoda untuk mengatakan kalau ia membesar-besarkan atau mungkin mengarangnya saja. Namun, pada Oktober 2009, komunitas ilmuwan menyadari kalau kisah yang diceritakan Bullen mungkin memang bukan sekedar cerita fiksi. Cumi raksasa memang bermusuhan dengan Paus Penyembur.

Di wilayah perairan di pulau Bonin di Jepang, para peneliti kelautan berhasil mendapatkan foto-foto langka yang memperlihatkan seekor paus penyembur sedang menyantap seekor cumi raksasa yang diperkirakan memiliki panjang 9 meter.

Jadi sebenarnya kraken adalah sebuah cumi raksasa yang tumbuh lebih besar dari ukuran cumi-cumi pada umumnya, bukan seperti yang tergambar pada berbagai film dengan ukuran yang sangat luar biasa besarnya.

Senin, 12 Juli 2010

Polusi Lautan Dapat Terdeteksi Berkat Robot Ikan



Inilah salah satu penemuan terbaru para ilmuwan dalam menghadapi polusi lautan yang semakin meluas. Sekawanan robot canggih siap berkelana di lautan untuk mendeteksi polusi. Hanya saja para pembuatnya mungkin harus waspada agar robot mahal ini tak ditangkap para nelayan karena wujudnya mirip ikan. Robot ikan tersebut dibuat oleh para peneliti di Inggris dan akan diterjunkan di perairan Spanyol.

Dengan panjang 1,5 meter, si robot dibekali detektor untuk mengidentifikasi sumber polusi laut, misalnya kapal tanker minyak atau bahan kimia di perairan. Harga robot sekitar 20.000 Poundsterling per unitnya.

Robot itu bisa beroperasi secara mandiri dan dirancang untuk menjelajahi lautan dalam kurun waktu beberapa bulan. Dibutuhkan waktu sekitar 3 tahun bagi para peneliti di Essex University untuk membuatnya.

Profesor Huosheng Hu selaku salah satu pembesutnya menyatakan bahwa robot ini diharapkan mencegah penyebaran polusi dengan melacak sumbernya. Jika percobaan sukses, si robot akan diterjunkan di berbagai belahan dunia untuk melakukan misi yang sama.Sekawanan robot canggih siap berkelana di lautan untuk mendeteksi polusi.

Jumat, 09 Juli 2010

Kekuatan Mistis Princess of Amen-Ra Diduga Tenggelamkan Titanic



Siapa yang tidak kenal dengan kapal legendaris yang satu ini, filmnya juga pernah booming pada tahun 90 an, dialah Titanic.
Pada tanggal 14 April 1912, kapal “Titanic”, yang menjadi kebanggaan perusahaan angkutan laut “White Star Line”, pada waktu perjalanannya yang pertama dari London menuju New York, membentur sebuah gunung es di sebelah Selatan dari Newfoundland, dan tenggelam dengan sebagian besar awak kapal dan penumpang-penumpangnya.

Tenggelamnya kapal “Titanic” itu, yang masih tetap merupakan bencana pelayaran yang paling mengerikan dalam abad ini, menyebabkan kematiannya 1.675 orang manusia. Apakah yang sebenarnya telah terjadi?

Bagaimanakah Raksasa Lautan Pasifik itu, yang pada waktu itu dianggap sebagai sebuah kapal laut yang paling indah, serta paling besar dan paling aman, di dunia, dapat mengalami nasib demikian buruk dan tenggelam?

Usaha-usaha penyelidikan, yang kemudian diadakan, tidak pernah berhasil untuk menjelaskan sepenuhnya sebab-musabab bencana itu. Jadi, para penyelidik tidak pernah dapat menemukan sebab-sebabnya, mengapa Kapten Smith, yang memegang komando atas kapal itu, bertindak demikian aneh.

Smith merupakan seorang pelaut yang hebat, sangat berpengalaman dalam perjalanan pelayaran mengarungi samudera, dan dia mengenal jalan-laut dari London ke New York seperti telapak tangannya sendiri.

Akan tetapi, pada hari terjadinya bencana itu, dia mempunyai tindak-perbuatan yang sangat aneh, di antaranya yang paling jelas adalah, bahwa dia telah mengambil jalan yang tidak umum dan telah berlayar dengan kecepatan melampaui batas; dan lagi, bahwa dia, secara tidak masuk akal, tidak mau minta pertolongan kapal lain, yang berlayar juga di daerah itu.

Dan yang lebih mengherankan lagi adalah adanya kenyataan, bahwa para penyelidik telah dapat mengumpulkan keterangan dari para penumpang, yang tidak menjadi korban bencana, bahwa Kapten Smith tidak memberitahukan cara menyelamatkan diri sampai pada saat yang terakhir. Segala sesuatunya menunjukkan, bahwa Kapten Smith telah kehilangan kesadarannya.

Walaupun demikian, semua kenyataan itu sama sekali belum memberikan suatu penjelasan. Kenyataan-kenyataan itu malahan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan lain. Apakah sebenarnya yang menimbulkan keadaan, di mana Kapten Smith seakan-akan kehilangan ingatan itu?

Dalam suatu usaha maksimal untuk menemukan suatu penjelasan, yang masuk akal, mengenai kejadian-kejadian aneh itu, beberapa orang wartawan, yang telah ditunjuk untuk mengikuti penyelidikan sebab-musabab bencana itu, berhasil mengemukakan suatu dugaan, yang sangat mengejutkan.

Pada waktu terjadinya bencana itu, “Titanic” mengangkut 2.200 orang penumpang, 40 ton kentang, 1.200 botol aer-belanda, 7.000 karung kopi, 3.500 butir telor, dan lain-lainnya …. dan sebuah mumi Mesir.

Mumi itu adalah milik seorang pengumpul Inggris, Lord Canterville, yang menyuruh mengangkutnya dari London ke New York, di mana sedang diadakan pameran benda-benda Mesir kuno.

Mumi itu adalah mayat seorang tukang ramal, yang hidup dalam jaman Amenophis IV; makamnya telah diketemukan di Tell el-Amarna. Mumi itu, seperti halnya mumi-mumi Mesir lainnya, mengenakan sangat banyak benda – benda ajimat.

Terutama di bawah kepalanya, terdapat sebuah amulet, yang berisi gambar Dewa Osiris, disertai tulisan, yang berbunyi sebagai berikut: “Bangunlah dari tidur anda, yang nyenyak; sorot mata anda akan mengalahkan segalanya, yang dilakukan terhadap anda”.

Tambahan lagi, benda antik itu, karena nilainya yang luar biasa, tidak dimuat dalam ruangan barang-barang. Ditutup rapat dalam sebuah peti kayu, yang kokoh kuat, mumi itu ditaroh di belakang tempat komando Kapten Smith.

Dalam “Magic Egypt” (= Mesir yang gaib), London tahun 1961, John Newbargton menulis sebagai berikut: “Mummi itulah, yang menyebabkan kegilaan Kapten Smith. Mumi itu pasti diperlengkapi dengan sistim perlindungan berdasarkan pemancaran radioaktif, yang juga telah merusak semua alat pelayaran dari kapal ‘Titanic’ “.

Percaya tau tidak andalah yang berhak untuk menentukan pilihan, karena sampai sekarang penyebab pasti dari tenggelamnya kapal legendaris Titanic ini masih menjadi misteri.

Rabu, 13 Januari 2010

Makhluk Pertama Perpaduan Antara Flora Dan Fauna



Tampaknya siput laut ini makhluk pertama yang tubuhnya setengah flora setengah fauna. Pasalnya siput yang baru ditemukan ini bisa menghasilkan pigmen klorofil seperti layaknya tumbuh-tumbuhan. Para ilmuwan memperkirakan siput cerdik ini mencuri gen dari alga yang mereka makan sehingga bisa menghasilkan klorofil. Dengan gen curian itu mereka bisa berfotosintesis, yaitu proses tumbuhan untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi.

"Hewan ini bisa membuat molekul berisi energi tanpa makan apa-apa," kata Sydney Pierce, pakar biologi dari Universitas South Florida di Tampa. Pierce telah mempelajari mahluk unik ini, yang telah resmi dinamakan Elysia chlorotica, selama 20 tahun.

Ia mengajukan temuan terbarunya pada tanggal 7 Januari 2010, pada pertemuan tahunan Komunitas Integratif dan Perbandingan Biologi di Seattle. Temuan ini dilaporkan pertama kali oleh jurnal Science. "Ini pertamakalinya hewan multiselular bisa menghasilkan klorofil," tutur Pierce.

Siput laut ini tinggal di rawa-rawa air asin di New England, Kanada. Selain mencuri gen untuk menghasilkan pigmen hijau klorofil, hewan ini juga mencuri bagian-bagian kecil sel yang disebut kloroplas, yang dipakai untuk melakukan fotosintesis. Kloroplas menggunakan klorofil untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi, seperti tanaman, sehingga hewan ini tak perlu makan untuk mendapatkan energi.

"Kami mengumpulkan sejumlah hewan ini dan menyimpannya di akuarium selama berbulan-bulan," kata Pierce, "Asalkan diberi cahaya selama 12 jam sehari, mereka bisa bertahan (tanpa makan)."

Para peneliti memakai pelacak radioaktif untuk memastikan bahwa siput-siput ini benar-benar menghasilkan klorofil, dan bukan mencurinya dari pigmen yang sudah pada alga. Nyatanya, siput-siput ini mengintegrasikan materi genetika dengan begitu sempurna sehingga bisa diturunkan pada generasi selanjutnya.

Anak-anak dari siput yang sudah mencuri gen juga bisa menghasilkan klorofil sendiri, walaupun mereka tak bisa berfotosintesis sebelum mereka makan cukup alga hingga bisa mencuri cukup kloroplas. Sejauh ini kloroplasnya belum bisa mereka produksi sendiri. Keberhasilan siput-siput ini mengagumkan, dan para ilmuwan juga masih belum pasti bagaimana caranya hewan ini bisa memilih gen yang mereka butuhkan.

"Mungkin saja DNA dari satu spesies bisa masuk ke spesies yang lain, seperti yang telah dibuktikan oleh siput jenis ini. Tapi mekanismenya masih belum diketahui," ungkap Pierce.

Sabtu, 28 November 2009

Barakuda The Tiger Of The Sea




Ikan yang satu ini memang tidak sebesar hiu tapi cukup ditakuti oleh para penyelam, karena sangat gesit dan cukup buas. Barakuda adalah ikan yang dikenal berwujud menyeramkan dan berukuran tubuh besar, yaitu sampai panjang enam kaki dan lebar satu kaki Tubuhnya panjang dan ditutupi oleh sisik yang halus. Ikan ini dapat ditemukan di samudra tropis dan subtropis di seluruh dunia.


Bagi penyelam, Barracuda cukup berbahaya karena sering menyerang, sebelum menyerang, Barracuda akan berdiri diam dari jarak yg jauh dan tiba2... syut... kuping bisa hilang, atau badan akan terputus. Para penyelam disarankan untuk tidak memakai barang2 yg berkilat (misalnya: anting) untuk menghindari ketertarikan Barracuda. Baracuda merupakan ikan air asin yg sdh dikenal karena akselerasi berenangnya.


Reputasi seram disandang karena giginya yg tajam & gak segan2 menyerang apapun kalo terancam. Jenis baracuda yg paling ditakuti adalah jenis “Great Baracuda” atau “the tiger of the sea” karena ukurannya yg super besar untuk ikan yg mempunyai kecepatan berenang di atas 5-7 knot

Rabu, 30 September 2009

Hiu Goblin Di Temukan Di Perairan Laut Jepang


Pernahkah anda melihat ikan hiu yang aneh seperti ini? Pada 25 Januari 2007, seekor ikan hiu goblin yang langka tertangkap oleh nelayan di teluk Tokyo. Fosil ikan hidup ini mati 2 hari kemudian. Dengan kepala aneh dan sederet gigi yang menakutkan, ikan hiu ini telah menarik perhatian para ilmuwan dari seluruh dunia. Inilah sejarah singkat hiu purba yang misterius ini.


Hanya sedikit yang yang bisa diketahui dari monster ini yang biasanya hanya tinggal di dasar samudera. Ikan Hiu Goblin yang bernama ilmiah Mitsukurina owstoni adalah seekor ikan hiu purba yang sebelumnya dianggap telah punah oleh para ilmuwan. Ia dapat segera dikenali dari bentuk kepalanya yang memiliki tonjolan panjang keluar dari bagian dahi. Selain itu sederet gigi yang menakutkan menghiasi mulut ikan hiu goblin ini. Ikan Hiu Goblin juga dapat bertumbuh hingga panjang 3,3 meter dan berat 159 kg.


Umumnya ikan Hiu ini hanya ditemukan di laut dalam, jauh dibawah sorotan cahaya matahari, lebih dari 200 meter dibawah permukaan laut. Mereka dapat ditemukan di perairan di seluruh dunia, dari Australia hingga teluk Meksiko. Namun orang-orang mengenal mereka terutama dari perairan laut Jepang, tempat dimana sains modern menemukan mereka untuk pertama kalinya.

Penemuan pertama ikan hiu goblin ini dapat dilacak hingga tahun 1898, ketika seekor spesies ikan hiu goblin ini tertangkap di laut Sagami, dekat Yokohama, Jepang. Diperkirakan ada sekitar 24 spesies yang berhubungan dengan ikan hiu goblin ini. Nama ilmiahnya yang berbau Jepang, Mitsukurina owstoni, diberikan pertama kali oleh David Jordan yang menerima spesimen pertama ikan hiu goblin ini dari seorang zoologist Uiversitas Tokyo bernama Kakichi Mitsukuri. Sedangkan nama owstoni berupa penghormatan terhadap seorang kolektor makhluk liar bernama Alan Owston yang juga memperoleh ikan hiu goblin ini dari seorang nelayan Jepang.

Mungkin masih banyak spesies yang menunggu untuk ditemukan di dalam lautan yang luas dan masih belum ter eksplorasi oleh manusia.

Sabtu, 12 September 2009

Legenda Kapal Hantu Yang Mengarungi 7 Samudera "The Flying Dutchman"


Mungkin sudah banyak yang kenal dengan cerita kapal ini melalui berbagai film yang sering muncul di layar lebar tentang sebuah kapal hantu yang sangat terkenal, dialah Flying Dutchman. Menurut cerita rakyat , The Flying Dutchman adalah kapal hantu yang tidak akan pernah bisa berlabuh, tetapi harus mengarungi “tujuh lautan” selamanya. Flying Dutchman selalu terlihat dari kejauhan , kadang-kadang disinari dengan sorot cahaya redup.

Banyak versi dari cerita ini. Menurut beberapa sumber, Legenda ini berasal dari Belanda, sementara itu yang lain meng-claim bahwa itu berasal dari sandiwara Inggris The Flying Dutchman (1826) oleh Edward Fitzball dan novel “The Phantom Ship” (1837) oleh Frederick Marryat, kemudian di adaptasi ke cerita Belanda “Het Vliegend Schip” (The Flying Ship) oleh pastor Belanda A.H.C. Römer.
Versi lainnya termasuk opera oleh Richard Wagner (1841) dan “The Flying Dutchman on Tappan Sea” oleh Washington Irving (1855).

Beberapa sumber terpercaya menyebutkan bahwa pada abad 17 seorang kapten Belanda bernama Bernard Fokke (versi lain menyebut kapten “Ramhout Van Dam” atau “Van der Decken”) mengarungi lautan dari Holland ke pulau Jawa dengan kecepatan luar biasa.
Ia dicurigai meminta bantuan iblis untuk mencapai kecepatan tadi. Namun ditengah pelayarannya menuju Cape of God Hope tiba-tiba cuaca buruk,sehingga kapal oleng. Lalu seorang awak kapal meminta supaya pelayaran dihentikan .

Tetapi sang kapten tidak mau ,lalu dia berkata “aku bersumpah tidak akan mundur dan akan terus menembus badai untuk mencapai kota tujuanku , atau aku beserta semua awak kapalku akan terkutuk selamanya” Tiba -tiba badai menghantam kapal itu sehingga mereka kalah melawan alam.

Dan terkutuklah selama-lamanya Sang Kapten bersama para anak kapalnya itu menjadi jasad hidup dan berlayar di tujuh lautan untuk selama-lamanya.
Konon , Kapal tersebut dikutuk untuk melayari 7 samudera sampai akhir zaman. lalu cerita itu menyebar sangat cepat ke seluruh dunia.

Sumber lain juga menyebutkan munculnya penyakit berbahaya di kalangan awak kapal sehingga mereka tidak diijinkan untuk berlabuh dipelabuhan manapun .
Sejak itu, kapal dan awaknya dihukum untuk selalu berlayar, tidak pernah berlabuh/menepi. Menurut beberapa versi, ini terjadi pada tahun 1641, yang lain menebak tahun 1680 atau 1729.

Terneuzen (Belanda) disebut sebagai rumah sang legenda Flying Dutchman, Van der Decken, seorang kapten yang mengutuk Tuhan dan telah dihukum untuk mengarungi lautan selamanya, telah diceritakan dalam novel karya Frederick Marryat - The Phantom Ship dan Richard Wagner opera.

Banyak saksi yang mengaku telah melihat kapal hantu ini. Pada tahun 1939 kapal ini terlihat di Mulkzenberg. Pada tahun 1941 seklompok orang di pantai Glencairn menyaksikan kapal berlayar yang tiba - tiba lenyap ketika akan menubruk batu karang.
Penampakan The Flying Dutchman kembali terlihat oleh awak kapal laut militer M.H.S Jubilee di dekat Cape Town di bulan agustus 1942.

Bahkan ada suatu catatan kisah tentang pelayaran Christoper Columbus,waktu itu awak kapal Columbus melihat kapal terkatung katung dengan layar mengembang.setelah itu awak yang pertama melihat langsung tewas seketika.

Mitos akhir-akhir ini juga mengisahkan apabila suatu kapal modern melihat kapal hantu ini dan awak kapal modern memberi signal, maka kapal modern itu akan tenggelam / celaka.

Bagi seorang pelaut , pertemuan yang tak diduga dengan kapal hantu The Flying Dutchman akan mendatangkan bahaya bagi mereka dan konon , ada suatu cara untuk mengelak dari kemungkinan berpapasan dengan kapal hantu tersebut , yakni dengan memasangkan tapal kuda di tiang layar kapal mereka sebagai perlindungan.

Selama berabad - abad, legenda The Flying Dutchman menjadi sumber inspirasi para sastrawan dan novelis. Sejak tahun 1826 Edward Fitzball telah menulis novel The Pantom Ship (1837) yang diangkat dari pengalaman bertemu dengan kapal seram ini.
Banyak pujangga terkenal seperti Washington Irving dan Sir Walter Scott juga tertarik mengangkat legenda ini.

Istilah Flying Dutchman juga dipakai untuk julukan beberapa atlet sepakbola, terutama para pemain ternama asal Belanda. Ironisnya, bintang veteran negeri Orange, Dennis Bergkamp justru dikenal sebagai orang yang phobia atau takut untuk terbang, sehingga ia dijuluki The Non-Flying Dutchman.

Beberapa Laporan Penampakan The Flysing Dutchman yang sempat didokumentasikan :

1823 : Kapten Oweb , HMS Leven mengisahkan telah dua kali melihat sebuah kapal kosong terombang ambing ditengah lautan dari kejauhan , namun dalam sekejap mata kapal tersebut kemudian menghilang.

1835 : Dikisahkan pada tahun itu , sebuah kapal berbendera Inggris yang terkepung oleh badai ditengah samudera, didatangi oleh sebuah kapal asing yang disebut-sebut sebagai Kapal Hantu The Flying Dutchman , kemudian secara tiba-tiba kapal asing tersebut mendekat dan seakan-akan ingin menabrak kapal mereka , namun anehnya sebelum keduanya saling berbenturan kapal asing tersebut kemudian lenyap seketika.

1881 : Tiga orang anak kapal HMS Bacchante termasuk King George V telah melihat sebuat kapal tak berawak yang berlayar menentang arus kapal mereka. Keesokan harinya , salah seorang daripada mereka ditemui mati dalam keadaan yang mengerikan.

1879 : Anak kapal SS Pretoria juga mengaku pernah melihat kapal hantu tersebut.

1939 : kapal ini terlihat di Mulkzenberg , beberapa orang yang menyaksikannya terkejut kerana kapal usang tersebut tiba-tiba menghilang

1941 : Beberapa saksi mata dipantai Glencairn melaporkan sebuah kapal usang yang menabrak batu karang dan terpecah belah , namun setelah dilakukan penyelidikan di TKP , tidak ada tanda-tanda dari bangkai kapal tersebut.

1942 : Empat orang saksi telah melihat sebuah kapal kosong memasuki perairan Table Bay kemudian menghilang.Seorang pegawai telah mendokumentasikan penemuan tersebut di dalam catatan hariannya.

1942 : Penampakan The Flying Dutchman kembali terlihat oleh awak kapal laut militer M.H.S Jubilee di dekat Cape Town di bulan agustus 1942

1959 : Awak kapal Straat Magelhaen kembali melaporakan melihat sebuah kapal misterius yang terombang-ambing ditengah lautan dalam keadaan kosong dengan teleskopnya.

Apakah anda juga percaya kalau kapal hantu yang bernama Flying Dutchman itu benar-benar ada?