Tampilkan postingan dengan label terumbu karang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label terumbu karang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Oktober 2010

Ilmuwan Australia Temukan Terumbu Karang Terlanka Di Dunia


Lautan ternyata banyak menyimpan berbagai hal yang selama ini masih sering menjadi misteri yang selalu terkubur dan menunggu untuk ditemukan. Berikut ini adalah salah satu penemuan yang sangat besar bagi para peneliti dalam dunia bahari.

Ilmuwan Australia telah menemukan terumbu karang terlangka di dunia. Terumbu karang tersebut ditemukan di Samudra Pasifik bagian utara.

Karang Elkhorn Pasifik ditemukan saat para ilmuwan melakukan survei di dasar laut Arno Atoll di Kepulauan Marshall.


Peneliti karang Dr Zoe Richards dari ARC Center of Excellence untuk Studi Terumbu Karang (CoECRS) saat itu tengah meneliti Arno Atoll, karang dengan tipe terumbu cincin (atoll).

Karang ini diduga memiliki kemiripan fisik dengan karang jenis palmata Acropora yang berada di Samudra Atlantik. Namun setelah dilakukan studi genetika, ternyata karang tersebut berasal dari spesies yang berbeda.

“Ketika saya pertama kali melihat karang ini, saya benar-benar terkejut melihat bentuk fisik karang itu,” ujar Richards.

Ia menyebutkan, karang yang ditemukannnya memiliki lebar hampir lima meter dan tinggi dua meter serta cabang-cabangnya bercampur seperti tanduk rusa. “Ini tidak seperti yang saya temukan di Samudra Pasifik sebelumnya.”

Sejauh ini, kata Richards, dirinya hanya menemukan batu karang kecil yang tersebar di sepanjang hamparan Kepulauan Marshall. Karang langka tersebut relatif tumbuh di air dangkal.

“Sejauh ini masih ada 200 karang yang belum ditemukan di daerah-daerah terpencil,” papar Richards seraya menyatakan bahwa karang tersebut terancam punah ekosistemnya jika tidak segera diselamatkan.

jadi mulai sekarang kitapun seharusnya mulai ikut ambil bagian untuk menjaga ekosistem lingkungan agar keberadaan hewan maupun tumbuhan yang ada di darat dan di laut tidak terancam oleh kepunahan.

Rabu, 04 Agustus 2010

Taman Pura, Candi Di Bawah Laut Dari Terumbu Karang


Inilah fakta yang sesungguhnya tentang penemuan candi di bawah laut beberapa waktu yang lalu. Bangunan yang mirip pura di Pulau Dewata itu ternyata terumbu karang buatan, bukan peninggalan purbakala. Nama 'kompleks' terumbu karang mirip candi itu adalah Taman Pura atau Temple Garden.

Penjelasan tentang hal itu bisa diikuti di situs www.globalcoral.org dan divingathletic.com. Proyek yang dirintis sejak tahun 2000 itu sengaja dibuat untuk merevitalisasi terumbu karang di Pemuteran yang rusak. Di lokasi itulah Taman Pura berdiri.

Proyek ini bermula dari keprihatinan warga sekitar termasuk para ekspatriat, melihat terumbu karang yang rusak oleh perilaku pencari ikan yang menggunakan bahan peledak.

Proyek pertama dilakukan oleh Dr Thomas Goreau dan Profesor Wolf Hilbertz yang bekerja sama dengan sejumlah penyelam. Mereka membangun tempat perawatan koral pertama di depan Pondok Sari Hotel.

Proyek yang dinamai The Karang Lestari Project ini terus dikembangkan dengan donasi pebisnis lokal, hotel-hotel, toko-toko penjual alat-alat menyelam maupun USAID. Diharapkan, proyek ini dapat menarik minat turis sehingga dapat memperbaiki ekonomi warga Pemuteran.