Tampilkan postingan dengan label syaraf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syaraf. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Juli 2010

Mendengarkan Musik Dapat Picu Tekanan Darah Tinggi


Mungkin anda orang yang gemar mendengarkan musik, jika iya, ada baiknya anda membaca artikel ini. Seorang dokter di Eropa telah melakukan analisis dan riset ilmiah terhadap penyebab tekanan darah yang banyak terjadi di dunia modern. Dia melakukan uji coba dengan memasang pengikat lengan untuk mengetahui tekanan daran (tensimeter) dan menyalakan radio sambil mendengarkan musik. Dia mendapatkan kesimpulan sebagai berikut:
  • Sekecil apapun taraf mendengarkan musik yang tidak menyenangkan, akan mempertinggi tekanan darah. Faktanya, mendengarkan suara-suara yang mendatangkan ketidaknyamanan psikologis akan meningkatkan tekanan darah sampai pada taraf yang cukup untuk membuat para dokter merasa cemas dan takut.
  • Sebagian musik tidak berdampak bagi para pendengarnya.
  • Sebagian musik memiliki pengaruh sebagai penenang, sehingga jika tetap didengar sampai beberapa saat tertentu, akan menurunkan tekanan darah di bawah normal.
  • kesimpulannya, musik sebagaimana berpengaruh pada tekanan darah, juga mengancam keselamatan diri si dokter tersebut. Pendapat ini dikuatkan oleh sebagian ilmuwan Eropa dan Amerika, dan secara perlahan menjadi sebuah kesepakatan. Bahkan sebagian intelektual, penulis, dan ilmuwan menyusun sebuah laporan dan menyerahkannya kepada senat Amerika, "Jika negara tidak mampu melakukan pencegahan terhadap penyakit-penyakit yang disebabkan oleh musik, seperti tekanan darah, pasifnya akal, lemahnya keinginan, dan dampak-dampak negatif pada syaraf dan yang paling berbahaya adalah kelemahan syaraf. Maka sebaiknya teman-teman agak mengurangi dan setidaknya melakukan pencegahan atas berbagai kegiatan konser musik umum.
    Jadi, buat anda yang gemar mendengarkan musik ada baiknya mulai sekarang anda sedikit berhati-hati dengan hobi tersebut.

    Kamis, 03 September 2009

    Tembakau Dapat Tingkatakan Kecerdasan Kita

    Siapa yang tidak kenal dengan bahan utama dari sebuah rokok, yaitu tembakau. Selama ini tembakau dianggap sebagai biang penyebab segala penyakit, sehingga dimusuhi para pegiat kesehatan. Akibat yang lebih jauh, terjadi dua kutub pertentangan antara ekonom pro petani tembakau dan pegiat anti tembakau.

    Menurut dokter spesialis syaraf Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, Abdulbar Hamid, berdasarkan referensi ilmu kedokteran tembakau bisa meningkatkan kecerdasan. "Asal tidak diisep,"katanya.

    Jika diisap dalam bentuk rokok, menurut dokter lulusan Universitas Indonesia, itulah yang menimbulkan masalah kesehatan, seperti gangguan jantung, pembuluh darah dan problem kesehatan lainnya. "Karena proses pembakaran itulah, tembakau menjadi racun, menimbulkan tar dan berbahaya bagi kesehatan," ujarnya Rabu (2/9) di ruang kerjanya.

    Pendapat pengurus Persatuan Dokter Spesialis Syaraf Indonesia itu meluruskan persepsi yang salah tentang tembakau. "Zat nikotin itu bagus buat kecerdasan dan menghambat dimentia, tapi kalau dikunyah bukan dibakar,"ujarnya. Dokter Abdulbar mencontohkan, orang desa yang biasa menyusur tembakau di mulutnya, bisa hidup lebih lama dan tetap kuat berjalan kaki jarak jauh. "Tapi ingat, bukan diisap seperti rokok, tapi disusur seperti nyirih,"katanya. bagaiman dengan dengan anda apakah nasih mengangggap bahwa tembakau cuma punya sisi negatif bagi kesehatan kita?