Jumat, 23 Desember 2016

Seorang Gadis Buta Jadi Penerjemah Paling Muda di Parlemen Eropa



Seorang gadis bernama Alexia Sloane yang memiliki keterbatasan penglihatan ternyata mampu membuat banyak orang terpana dengan ketrampilan yang dia miliki. Gadis buta ini telah dinobatkan sebagai penerjemah paling muda yang ada diparlemen eropa. Gadis yang masih berumur 10 tahun ini mampu menguasai empat bahasa yaitu bahasa spanyol, mandarin, inggris dan bahasa perancis. Gadis yang luar biasa ini sekarang juga sedang belajar bahasa jerman.

Gadis dengan kemampuan luar biasa ini telah kehilangan penglihatanya sejak usia dua tahun karena tumor otak yang dideritanya. Alexia Sloane berhasil menjadi penerjemah paling muda setelah dirinya diundang ke parlemen eropa di Brussel oleh Robert Sturdy. Salah satu syarat untuk menjadi penerjemah diparlemen eropa adalah harus berusia 14 tahun, karena itulah gadis ini menjadi penerjemah paling muda yang ada diparlemen eropa karena usianya masih 10 tahun.

Gadis dengan kemampuan luar biasa ini memang sudah bercita-cits ingin menjadi penerjemah sejak usianya enam tahun. Keterarikanya pada bahasa sudah terlihat sejak dini, karena itu tidak heran jika gadis yang terlahir dari ibu keturunan prancis dan spanyol serta ayahnya yang keturunan inggris ini telah mendapatkan penghargaan sebagai young acheiver community award of the year.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar