Tampilkan postingan dengan label swiss. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label swiss. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Juli 2010

Kenapa Keju Bisa Bolong-Bolong?


Jaman sekarang siap yang tidak lagi kenal dengan keju. Keju adalah salah satu produk susu yang paling penting dan banyak dikonsumsi. Diperkirakan ada lebih dari 3000 jenis keju di seluruh dunia, yang berasal dari Perancis, Jerman, Belanda, Denmark, Swiss, Italia, Inggris, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa lain.

Tetapi pernahkah kalian menemukan keju yang bolong-bolong sepertu yang biasa kita liat di gambar-gambar atau di film kartun?

Keju bolong biasa ditemukan di Swiss, penyebab lubang-lubang ini adalah karena bakteri propioni. Bakteri ini umumnya terdapat pada keju balokan, Limburger dan Liderkanz. Bakteri propioni memberikan rasa manis dan gurih pada keju.

Keju dibuat dari susu yang diasamkan. Proses pengasaman itu dibantu oleh ragi dan bakteri. Saat keju menjalani masa pengawetan, bakteri-bakteri propioni mengeluarkan semacam gas. Gelembung-gelembung gas inilah yang membentuk lubang-lubang bundar pada kejuSwiss.

Karena lubang-lubang ini, keju Swiss jadi begitu unik dan khas. Beberapa jenis keju lain memperoleh bentuk yang khusus serta rasa tersendiri dari jamur tertentu.

Sejarah Keju

Keberadaan keju dimulai ketika seorang penggembala sapi menemukan susu yang disimpannya dalam tas dari kulit kambing, membeku dan terfermentasi ketika tertinggal di gua. Seorang pria lapar memakan gumpalan susu tadi dan menyukai rasanya.

Sejak itu susu sengaja difermentasi untuk menghasilkan makanan yang kemudian kita kenal sebagai keju. Dahulu kala para petani menyimpan sisa susu dan membiarkannya menggumpal. Setelah itu, gumpalan keju dipukul-pukul menggunakan tangkai pohon, dibungkus, dan ditindih dengan batu sambil dibiarkan menjadi kering di terik matahari.

Untuk memberi rasa, keju kemudian diperciki dengan garam. Di abad 20, para industriawan mengubah cara tradisional itu. Mereka memperkenalkan banyak jenis keju baru yang kaya rasa. Keju termasuk protein yang tinggi nilai gizinya. Keju juga menghasilkan energi yang besar.

Di dalamnya terkandung kalsium dan phosphorus, terutama keju-keju yang dimasak. Keju sangat baik untuk menggantikan susu terutama bagi mereka yang tidak menyukai susu. Jadi makan keju sama bermanfaatnya dengan minum susu.

Senin, 11 Januari 2010

Swiss! Rumah Unik Di Dalam Bukit


Rumah diatas bukit biasa, tapi kalau rumah di dalam bukit? Inilah yang dibangun oleh seseorang yang tinggal di daerah pegunungan Swiss sana.

Rumahnya dibangun bukan diatas perbukitan melainkan di dalam perbukitan (tertanam) tersebut sehingga yang terlihat hanya satu sisi bagian depannya saja.



Bagian permuakaannya sendiri dibuat lebih unik dengan bentuk lingkaran (oval) sehingga membuatnya terlihat lebih aneh.
Bathtubnya diletakkan di depan dan berada di ruangan terbuka sehingga kalau berendam di malam hari terlihat menyenangkan sambil melihat bintang-bintang di langit.

Sabtu, 28 November 2009

Misteri Jam Swiss Dikuburan Dinasti Ming


Sipa yang belum pernah mendengar negara yang satu ini. Kalau mendengar kata "Swiss", apa yang spontan ada dalam benak anda? Jam!? ya, mungkin rata-rata orang juga akan berkata "Jam" mengapa? karena Swiss memang terkenal dengan jam-jamnya.
Berbicara jam Swiss, ada suatu kejadian yang cukup menarik dan sampai saat ini masih jadi misteri "penemuan jam tangan Swiss di Kuburan Dynasti Ming ".
penemuan jam misterius yang diperkirakan berumur 100 tahun itu, bermula saat para arkeolog -yang sedang memindahkan tanah yang menutupi peti mati yang ada di kuburan Dynasti Ming (yang sudah berumur 400 thun) di daerah Shangsi, China Selatan- menemukan sebuah benda dari logam yang bentuknya menyerupai cincin. pada awalnya mereka mengira barang itu memang sebuah cincin, namun setelah dibersihkan mereka baru tahu kalo itu bukan cincin tapi jam kecil berbentuk seperti cincin dan tertera tulisan "Swiss". Saat ditemukan, jam itu dalam keadaan mati dan dapat diyakini kalo jam itu mati pada pukul 10:06 a.m. (pada saat ditemukan jam menunjukkan pukul 10.06 a.m.)
para arkeolog ini tidak habis pikir darimana asal jam tangan itu, saat Dinasty Ming berkuasa (mulai 1368 sampai 1644) jam belum dikenal dan negara Swiss belum terbentuk (demikian dilansir oleh dailymail). kemisteriusan semakin menjadi setelah mereka yakin bahwa sejak upacara penguburan dilangsungkan, merekalah orang yang pertama datang ke kuburan itu.