
Kehidupan mengajarkan pada kita banyak ilmu dan pengalaman serta hikmah dari segala hal yang pernah kita lewati. Tetapi karena pelajaran hidup tidak selalu terjadi dalam peristiwa – peristiwa besar melainkan dalam peristiwa dan kejadian – kejadian kecil yang terjadi sehari – hari, maka kita perlu lebih peka dan banyak belajar dari lingkungan dan alam sekitar kita. Karena manusia adalah makhluk yang dikaruniakan otak dan pikiran serta naluri untuk senantiasa belajar baik secara alamiah maupun ilmiah, baik secara sadar maupun tidak sadar maka sudah sepantasnyalah kita mengkondisikan diri kita untuk senantiasa belajar dan belajar.
Dan kita manusia dikaruniakan naluri, insting dan akal untuk belajar secara otomatis, yang menurut banyak ahli disebut sebagai unconcious learning alias belajar secara tidak sadar. Kita bisa belajar dari mana saja, kapan saja, dengan siapa saja dan dari apa saja. Salah satunya ialah belajar dari air. Air ternyatadapat memberikan pelajaran yang mungkin akan berguna bagi kehidupan kita, diantaranya:
1. Menjadi pribadi yang terus belajar laksana air yang terus mengalir ke satu arah, tidak peduli apa yang terjadi
Ketika ada batu besar di tengah-tengah, apakah air akan menyerah dan berhenti mengalir? Apakah air akan berkata, "Ada batu besar di depan, lebih baik saya menyerah dan berbalik"? Air itu akan tetap mengalir melewati batu dengan mengalir ke sisi kiri dan kanan batu. Meskipun Anda menghalangi air dengan membuat penahan di sepanjang sungai, air akan tetap mengalir.
Seperti layaknya bendungan, meskipun air ditahan, ia akan terus mengalir dan dalam waktu lama akan berkumpul lebih tinggi dari bendungan dan berhasil mengalir keluar. Hebatnya, semakin ditahan, kekuatan air akan semakin besar sehingga dapat membangkitkan listrik. Air tidak pernah berpikir untuk berbalik arah. Air tidak pernah berhenti untuk mengalir hanya karena ada beberapa penahan di depannya.
Anda juga bisa belajar dari prinsip air yang mengalir. Anda harus terus maju dan berjuang demi impian Anda. Jika menemui rintangan yang berat, maka Anda bisa mengambil jalan lain dan melewatinya, seperti air yang mengalir melewati sisi kiri dan kanan batu. Air tidak pernah mundur, Anda juga tidak boleh mundur, karena mundur itu lebih mudah daripada terus maju.
2. Menjadi pribadi yang pemberani
Air juga tidak pernah takut jika sudah berada di tepi air terjun. Ia akan terus mengalir dan jatuh ke bawah dan kemudian terus mengalir maju ke depan. Begitu juga, ketika Anda menemui sesuatu hal yang sangat membuat gentar, maka Anda harus berani menghadapinya daripada menghindari dan memutuskan untuk menyerah. Semoga air yang mengalir ini bisa mengubah diri Anda dari yang pesimis dan mudah menyerah menjadi pribadi yang tegar, optimis dan selalu bangkit dari kegagalan untuk menuju tujuan akhir di mana Anda ingin berada.
3. Being unstoppable
Being unstoppable, menjadi manusia yang tidak terhentikan. Maksudnya? sederhananya seperti ini, anda selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas diri senti demi senti, inchi demi inchi sedikit demi sedikit setiap harinya. Masih ingat kan dengan pepatah lama, sedikit demi sedikit lama - lama jadi bukit? inilah inti dari menjadi pribadi tak terhentikan. Anda harus terus "memaksa" diri anda untuk terus berpikir, belajar, berinovasi dan berkreasi menciptakan sesuatu yang produktif dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Anda harus memiliki tekad yang sangat kuat untuk berusaha sesungguh - sungguhnya untuk membuat impian anda menjadi nyata tak peduli ratusan ataupun kegagalan yang anda temui dalam perjalanan.
Ketika pada akhirnya satu impian anda sudah terwujud, belajar lagi untuk membuat impian dan pencapaian - pencapaian lain dalam hidup anda, sehingga anda terus menciptakan kesuksesan yang tidak terbatas dalam hidup anda. Inilah hakekat dari menjadi being unstoppable, pribadi yang tidak terhentikan.
Itulah beberapa filosofi yang dapat kita pelajari daria air, bahkan legenda kungfu seperti Bruce Lee juga berkata, jadilah seperti air karena dimanapun air berada dia akan selalu menyesuaikan diri dengan wadahnya.





Kata Monster berasal dari bahasa Latin kuno monstros atau monstrum berarti “pertanda” yang berakar dari kata moneo, “mengingatkan”, juga dapat berarti “keajaiban”. Kata monster selalu berkonotasikan sesuatu yang salah atau jahat, contoh: sesosok yang sangat besar sering tidak disetujui keberadaannya, secara fisik dan psikologis sangatlah menegerikan atau sebagai makhluk yang aneh.
Pada zaman dahulu, monster pernah menjadi sebuah konsep sosial yang penting. Monster dipercaya tinggal di pulau-pulau yang liar dan belum terjamah. Monster juga identik dengan makhluk-makhluk berbentuk aneh dan baru dikenal pada zaman dahulu.
Hubungan antara monster dengan keterbatasan pengetahuan manusia menjadi sebuah konsep penting pada zaman Renaissance dan abad pencerahan, sebagaimana masyarakat Eropa mulai menggunakan ilmu pengetahuan dan disiplin akademis yang lain untuk mencoba mengerti hal tersebut. Monster dilihat sebagai misteri dalam ilmu pengetahuan; sesuatu yang perlu dimengerti dan dipecahkan.
Monster setengah manusia atau DemiHuman adalah monster yang bentuknya menyerupai manusia, namun memiliki sifat yang kebiasaan yang berbeda dengan manusia.
Monster ini memiliki bentuk humanoid atau seperti manusia. Seiring pada berkembangnya teknologi pada abad ke-19, perkembangan bentuk monster setengah manusia juga semakin pesat. Seperti dalam kisah Frankenstein, monster ini tercipta karena hasil karya penemuan dan penelitian seorang ilmuwan yaitu Dr. Victor Frankestein. Adapula yang meceritakannya sebagai manusia yang mengalami kecelakaan maka tubuhnya berubah menjadi monster tetapi masih memiliki hati nurani.
Monster ini biasanya digambarkan sebagai manusia yang sudah mati kemudian bangkit kembali menghantui manusia hidup lainnya sebagai mayat hidup.
Monster setengah dewa atau DemiGod adalah monster yang dianggap memiliki kekuatan luar biasa sehingga ditakuti, dipuja dan dihormati sebagaimana layaknya dewa.
Monster setengah iblis atau DemiDevil adalah monster yang memiliki kemampuan gaib dan dapat mengubah bentuk tubuhnya.
Monster yang menyerupai hewan atau binatang purbakala.
Monster ini biasanya diceritakan berasal dari luar angkasa, berbeda alam, dan tidak diketahui orang.
Monster jenis ini adalah monster-monster buatan manusia yang kebanyakan bagian tubuhnya terbuat dari metal dengan intelegensi buatan. Monster jenis ini mulai muncul pada akhir abad ke-20 ketika ilmu pengetahuan mulai berkembang dengan pesat.