Tampilkan postingan dengan label kapal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kapal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 September 2010

Peneliti Kelautan Taiwan Temukan Kepiting Jenis Baru Bermotif Strawbery


Ternyata lautan menyimpan banyak sekali keragaman fauna yang jarang sekali untuk ditemui. Salah satu buktinya adalah seorang ahli biologi kelautan Taiwan mengatakan ia telah menemukan spesies baru kepiting yang berwarna merah seperti strawbery dengan bintik-bintik.

Profesor Ho Ping-ho dari National Taiwan Ocean University mengatakan ia telah membuat temuan itu sewaktu melakukan penelitian mengenai dampak lingkungan hidup dari satu kapal karam tahun lalu di pantai Taman Nasional Kenting di bagian selatan negeri tersebut.

“Satu mati sedangkan satu lagi sekarat, ketika kedua hewan itu ditemukan di satu pantai Chialoshui,” kata Ho, Selasa (5/1).
Ia merujuk kepada desa pantai indah di taman nasional tersebut.

Kedua kepiting betina itu, yang lebih besar berukuran 2,4 centimeter, telah dijadikan contoh.

“Untungnya, bocoran minyak dari kapal karam tersebut tidak serius, kalau tidak, kedua kepiting itu mungkin telah jadi korban polusi dan lolos dari mata kami,” kata Ho.

Mungkin masih ada banyak hal maupun spesies jenis baru yang belum berhasil kita ungkap dari dalam lautan yang luas dan penuh misteri yang selalu menutupi 2/3 dari luas bumi kita ini.

Rabu, 21 Juli 2010

Mitos Hewan penguasa Lautan, Kraken

Anda pasti pernah mendengar nama dari hewan yang disebut sebagai penguasa lautan pada berbagai film fiksi, dialah kraken. Kraken adalah seekor monster yang digambarkan sebagai makhluk raksasa yang berdiam dibawah lautan wilayah Islandia dan Norwegia. Makhluk ini disebut sering menyerang kapal yang lewat dengan cara menggulungnya dengan tentakel raksasanya dan menariknya ke bawah.

Kata Kraken sendiri berasal dari Kata "Krake" dari bahasa Skandinavia yang artinya merujuk kepada hewan yang tidak sehat atau sesuatu yang aneh. Kata ini masih digunakan di dalam bahasa jerman modern untuk merujuk kepada Gurita.

Begitu populernya makhluk ini sampai-sampai ia sering disinggung di dalam film-film populer seperti Pirates of the Caribbean atau Clash of The Titans. Jika ada makhluk raksasa penguasa lautan, maka Krakenlah namanya.

Karakter Kraken
Kita mungkin mengira Kraken hanyalah sebuah bagian dari dongeng, namun sebenarnya tidak demikian. Sebutan Kraken pertama kali muncul dalam buku Systema Naturae yang ditulis Carolus Linnaeus pada tahun 1735.

Mr. Linnaeus adalah orang yang pertama kali mengklasifikasi makhluk hidup ke dalam golongan-golongannya. Dalam bukunya itu, ia mengklasifikasikan Kraken ke dalam golongan Chepalopoda dengan nama latin Microcosmus. Jadi, boleh dibilang kalau Kraken memiliki tempat di dalam sains modern.

Erik Ludvigsen Pontopiddan, Uskup Bergen yang juga seorang naturalis, pernah menulis di dalam bukunya Natural History of Norway yang terbit tahun 1752 kalau Kraken "tidak bisa disangkal, adalah monster laut terbesar yang pernah dikenal".

Menurut Pontopiddan, Kraken memiliki ukuran sebesar sebuah pulau yang terapung dan memiliki tentakel seperti bintang laut. Ia juga menyebutkan kalau makhluk ini bisa menggulung kapal yang lewat dengan tentakelnya dan menariknya ke dasar lautan. Namun, menurut Pontopiddan, bahaya terutama dari Kraken adalah riak air yang dashyat ketika ia menyelam ke dalam laut. Riak itu bisa menenggelamkan kapal yang ada di dekatnya.

Menariknya, selain menggambarkan Kraken sebagai makhluk yang berbahaya, Pontopiddan juga menulis mengenai sisi lain dari makhluk misterius ini. Ia menyebutkan kalau ikan-ikan di laut suka berada di dekat Kraken. Karena itu juga, para nelayan Norwegia yang mengetahui hal ini suka mengambil risiko untuk menangkap ikan dengan membawa kapalnya hingga berada tepat di atas Kraken.

Jika mereka pulang dengan membawa hasil tangkapan yang banyak, para penduduk desa tahu kalau para nelayan tersebut pastilah telah menangkap ikan tepat di atas Kraken.

Sejak lama, makhluk ini hanya dianggap sebagai bagian dari Mitologi kuno yang setara dengan sebuah dongeng. Namun ketika sisa-sisa bangkai monster ini terdampar di pantai Albaek, Denmark, Pada tahun 1853, para ilmuwan mulai menyadari kalau legenda mengenai Kraken mungkin memang berdasarkan pada sesuatu yang nyata, yaitu cumi-cumi raksasa (Giant Squid), cumi-cumi kolosal (Colossal Squid) atau Gurita raksasa (Giant Octopus).

Seberapa besarkan seekor cumi atau gurita bisa bertumbuh?

Benarkan mereka bisa menyerang sebuah kapal besar seperti yang digambarkan di film-film?

Penampakan Signifikan
Pada tahun 1801, Pierre Denys de Montfort yang menyelidiki subjek mengenai Kraken menemukan kalau di Kapel St.Thomas di St.Malo, Brittany, Perancis, ada sebuah lukisan yang menggambarkan seekor gurita raksasa sedang menyerang sebuah kapal dengan cara menggulungnya dengan tentakelnya. Insiden yang tergambar dalam lukisan tersebut ternyata berdasarkan pada peristiwa nyata.

Dikisahkan kalau kapal tersebut adalah kapal Norwegia yang sedang berada di lepas pantai Angola. Ketika mendapatkan serangan tak terduga tersebut, para pelaut di atas kapal lalu membuat sebuah kaul untuk St.Thomas yaitu jika mereka dapat terlepas dari bahaya ini, mereka akan melakukan perjalanan ziarah.

Para awak kapal kemudian mengambil kapak dan mulai melawan monster itu dengan memotong tentakel-tentakelnya. Monster itupun pergi. Sebagai pemenuhan atas kaul itu, para awak kemudian mengunjungi Kapel St.Thomas di Britanny dan menggantung lukisan itu sebagai ilustrasi atas peristiwa yang menimpa mereka.

Sayangnya, peristiwa yang menimpa para pelaut itu tidak diketahui persis tahun terjadinya. Namun, paling tidak, penyerangan monster raksasa terhadap sebuah kapal tidak bisa dibilang sebagai mitos semata.

Selain kisah lukisan di Kapel St.Thomas, Mr.Monfort juga menceritakan perjumpaan lain dengan makhluk serupa cumi atau gurita raksasa yang dialami oleh kapten Jean-Magnus Dens dari Denmark yang bertemu dengan makhluk itu juga di lepas pantai Angola. Makhluk raksasa itu menyerang kapal mereka dan bahkan berhasil membunuh tiga awaknya.

Para awak kapal yang lain tidak tinggal diam dan segera mengambil meriam dan menembakkannya ke monster itu berulang-ulang hingga ia menghilang ke dalam lautan.

Kapten Dens memperkirakan monster itu memiliki panjang 11 meter.

Kisah lain terjadi pada tanggal 30 November 1861. Ketika sedang berlayar di kepulauan Canary, para awak kapal Perancis, Alencton, menyaksikan seekor monster laut raksasa berenang tidak jauh dari kapal. Para pelaut segera menyiapkan peluru dan mortir yang kemudian ditembakkannya ke arah monster itu.

Monster yang ketakutan dengan segera berenang menjauh. Namun, kapal Alencton segera diarahkan untuk mengejarnya. Ketika mereka berhasil mendekatinya, garpu-garpu besi segera dihujamkan ke tubuh monster itu dan jaring segera dilemparkan. Ketika para awak mengangkat jaring itu, tubuh monster itu patah dan hancur yang kemudian segera jatuh ke dalam air dengan menyisakan hanya sebagian dari tentakelnya.

Ketika kapal itu mendarat dan tentakel itu diperlihatkan kepada komunitas ilmuwan, mereka sepakat kalau para awak kapal mungkin telah menyaksikan seekor cumi raksasa dengan panjang sekitar 8 meter.

Pada bulan Oktober 1873, seorang nelayan bernama Theophile Piccot dan anaknya berhasil menemukan tentakel cumi raksasa di Newfoundland. Setelah diukur, para peneliti menyimpulkan kalau hewan itu kemungkinan memiliki panjang hingga 11 meter.

Pada tahun 1924, Frank T.Bullen menerbitkan sebuah buku yang berjudul The Cruise of the Chacalot. Dalam buku ini, Bullen menceritakan sebuah kisah luar biasa yang disebut terjadi pada tahun 1875. Kisah ini membuat Kraken mendapatkan musuh abadinya, yaitu Paus Penyembur (Sperm Whale).

Menurut Bullen, pada tahun 1875 ia sedang berada di sebuah kapal yang sedang berlayar di selat Malaka. Ketika malam bulan purnama, ia melihat ada sebuah riakan besar di air.
"Ada gerakan besar di dalam laut saat purnama. Aku meraih teropong malam yang selalu siap di gantungannya. Aku melihat seekor paus penyembur besar sedang terlibat perang hebat dengan seekor cumi-cumi yang memiliki tubuh hampir sebesar paus itu. Kepala paus itu terlihat lincah seperti tangan saja layaknya. Paus itu terlihat sedang menggigit tentakel cumi itu dengan sistematis. Di samping kepalanya yang hitam, juga terlihat kepala cumi yang besar. Mengerikan, aku tidak pernah membayangkan ada cumi dengan kepala sebesar itu."
Mendengar kesaksian Bullen, kita mungkin tergoda untuk mengatakan kalau ia membesar-besarkan atau mungkin mengarangnya saja. Namun, pada Oktober 2009, komunitas ilmuwan menyadari kalau kisah yang diceritakan Bullen mungkin memang bukan sekedar cerita fiksi. Cumi raksasa memang bermusuhan dengan Paus Penyembur.

Di wilayah perairan di pulau Bonin di Jepang, para peneliti kelautan berhasil mendapatkan foto-foto langka yang memperlihatkan seekor paus penyembur sedang menyantap seekor cumi raksasa yang diperkirakan memiliki panjang 9 meter.

Jadi sebenarnya kraken adalah sebuah cumi raksasa yang tumbuh lebih besar dari ukuran cumi-cumi pada umumnya, bukan seperti yang tergambar pada berbagai film dengan ukuran yang sangat luar biasa besarnya.

Jumat, 09 Juli 2010

Kekuatan Mistis Princess of Amen-Ra Diduga Tenggelamkan Titanic



Siapa yang tidak kenal dengan kapal legendaris yang satu ini, filmnya juga pernah booming pada tahun 90 an, dialah Titanic.
Pada tanggal 14 April 1912, kapal “Titanic”, yang menjadi kebanggaan perusahaan angkutan laut “White Star Line”, pada waktu perjalanannya yang pertama dari London menuju New York, membentur sebuah gunung es di sebelah Selatan dari Newfoundland, dan tenggelam dengan sebagian besar awak kapal dan penumpang-penumpangnya.

Tenggelamnya kapal “Titanic” itu, yang masih tetap merupakan bencana pelayaran yang paling mengerikan dalam abad ini, menyebabkan kematiannya 1.675 orang manusia. Apakah yang sebenarnya telah terjadi?

Bagaimanakah Raksasa Lautan Pasifik itu, yang pada waktu itu dianggap sebagai sebuah kapal laut yang paling indah, serta paling besar dan paling aman, di dunia, dapat mengalami nasib demikian buruk dan tenggelam?

Usaha-usaha penyelidikan, yang kemudian diadakan, tidak pernah berhasil untuk menjelaskan sepenuhnya sebab-musabab bencana itu. Jadi, para penyelidik tidak pernah dapat menemukan sebab-sebabnya, mengapa Kapten Smith, yang memegang komando atas kapal itu, bertindak demikian aneh.

Smith merupakan seorang pelaut yang hebat, sangat berpengalaman dalam perjalanan pelayaran mengarungi samudera, dan dia mengenal jalan-laut dari London ke New York seperti telapak tangannya sendiri.

Akan tetapi, pada hari terjadinya bencana itu, dia mempunyai tindak-perbuatan yang sangat aneh, di antaranya yang paling jelas adalah, bahwa dia telah mengambil jalan yang tidak umum dan telah berlayar dengan kecepatan melampaui batas; dan lagi, bahwa dia, secara tidak masuk akal, tidak mau minta pertolongan kapal lain, yang berlayar juga di daerah itu.

Dan yang lebih mengherankan lagi adalah adanya kenyataan, bahwa para penyelidik telah dapat mengumpulkan keterangan dari para penumpang, yang tidak menjadi korban bencana, bahwa Kapten Smith tidak memberitahukan cara menyelamatkan diri sampai pada saat yang terakhir. Segala sesuatunya menunjukkan, bahwa Kapten Smith telah kehilangan kesadarannya.

Walaupun demikian, semua kenyataan itu sama sekali belum memberikan suatu penjelasan. Kenyataan-kenyataan itu malahan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan lain. Apakah sebenarnya yang menimbulkan keadaan, di mana Kapten Smith seakan-akan kehilangan ingatan itu?

Dalam suatu usaha maksimal untuk menemukan suatu penjelasan, yang masuk akal, mengenai kejadian-kejadian aneh itu, beberapa orang wartawan, yang telah ditunjuk untuk mengikuti penyelidikan sebab-musabab bencana itu, berhasil mengemukakan suatu dugaan, yang sangat mengejutkan.

Pada waktu terjadinya bencana itu, “Titanic” mengangkut 2.200 orang penumpang, 40 ton kentang, 1.200 botol aer-belanda, 7.000 karung kopi, 3.500 butir telor, dan lain-lainnya …. dan sebuah mumi Mesir.

Mumi itu adalah milik seorang pengumpul Inggris, Lord Canterville, yang menyuruh mengangkutnya dari London ke New York, di mana sedang diadakan pameran benda-benda Mesir kuno.

Mumi itu adalah mayat seorang tukang ramal, yang hidup dalam jaman Amenophis IV; makamnya telah diketemukan di Tell el-Amarna. Mumi itu, seperti halnya mumi-mumi Mesir lainnya, mengenakan sangat banyak benda – benda ajimat.

Terutama di bawah kepalanya, terdapat sebuah amulet, yang berisi gambar Dewa Osiris, disertai tulisan, yang berbunyi sebagai berikut: “Bangunlah dari tidur anda, yang nyenyak; sorot mata anda akan mengalahkan segalanya, yang dilakukan terhadap anda”.

Tambahan lagi, benda antik itu, karena nilainya yang luar biasa, tidak dimuat dalam ruangan barang-barang. Ditutup rapat dalam sebuah peti kayu, yang kokoh kuat, mumi itu ditaroh di belakang tempat komando Kapten Smith.

Dalam “Magic Egypt” (= Mesir yang gaib), London tahun 1961, John Newbargton menulis sebagai berikut: “Mummi itulah, yang menyebabkan kegilaan Kapten Smith. Mumi itu pasti diperlengkapi dengan sistim perlindungan berdasarkan pemancaran radioaktif, yang juga telah merusak semua alat pelayaran dari kapal ‘Titanic’ “.

Percaya tau tidak andalah yang berhak untuk menentukan pilihan, karena sampai sekarang penyebab pasti dari tenggelamnya kapal legendaris Titanic ini masih menjadi misteri.

Sabtu, 12 September 2009

Legenda Kapal Hantu Yang Mengarungi 7 Samudera "The Flying Dutchman"


Mungkin sudah banyak yang kenal dengan cerita kapal ini melalui berbagai film yang sering muncul di layar lebar tentang sebuah kapal hantu yang sangat terkenal, dialah Flying Dutchman. Menurut cerita rakyat , The Flying Dutchman adalah kapal hantu yang tidak akan pernah bisa berlabuh, tetapi harus mengarungi “tujuh lautan” selamanya. Flying Dutchman selalu terlihat dari kejauhan , kadang-kadang disinari dengan sorot cahaya redup.

Banyak versi dari cerita ini. Menurut beberapa sumber, Legenda ini berasal dari Belanda, sementara itu yang lain meng-claim bahwa itu berasal dari sandiwara Inggris The Flying Dutchman (1826) oleh Edward Fitzball dan novel “The Phantom Ship” (1837) oleh Frederick Marryat, kemudian di adaptasi ke cerita Belanda “Het Vliegend Schip” (The Flying Ship) oleh pastor Belanda A.H.C. Römer.
Versi lainnya termasuk opera oleh Richard Wagner (1841) dan “The Flying Dutchman on Tappan Sea” oleh Washington Irving (1855).

Beberapa sumber terpercaya menyebutkan bahwa pada abad 17 seorang kapten Belanda bernama Bernard Fokke (versi lain menyebut kapten “Ramhout Van Dam” atau “Van der Decken”) mengarungi lautan dari Holland ke pulau Jawa dengan kecepatan luar biasa.
Ia dicurigai meminta bantuan iblis untuk mencapai kecepatan tadi. Namun ditengah pelayarannya menuju Cape of God Hope tiba-tiba cuaca buruk,sehingga kapal oleng. Lalu seorang awak kapal meminta supaya pelayaran dihentikan .

Tetapi sang kapten tidak mau ,lalu dia berkata “aku bersumpah tidak akan mundur dan akan terus menembus badai untuk mencapai kota tujuanku , atau aku beserta semua awak kapalku akan terkutuk selamanya” Tiba -tiba badai menghantam kapal itu sehingga mereka kalah melawan alam.

Dan terkutuklah selama-lamanya Sang Kapten bersama para anak kapalnya itu menjadi jasad hidup dan berlayar di tujuh lautan untuk selama-lamanya.
Konon , Kapal tersebut dikutuk untuk melayari 7 samudera sampai akhir zaman. lalu cerita itu menyebar sangat cepat ke seluruh dunia.

Sumber lain juga menyebutkan munculnya penyakit berbahaya di kalangan awak kapal sehingga mereka tidak diijinkan untuk berlabuh dipelabuhan manapun .
Sejak itu, kapal dan awaknya dihukum untuk selalu berlayar, tidak pernah berlabuh/menepi. Menurut beberapa versi, ini terjadi pada tahun 1641, yang lain menebak tahun 1680 atau 1729.

Terneuzen (Belanda) disebut sebagai rumah sang legenda Flying Dutchman, Van der Decken, seorang kapten yang mengutuk Tuhan dan telah dihukum untuk mengarungi lautan selamanya, telah diceritakan dalam novel karya Frederick Marryat - The Phantom Ship dan Richard Wagner opera.

Banyak saksi yang mengaku telah melihat kapal hantu ini. Pada tahun 1939 kapal ini terlihat di Mulkzenberg. Pada tahun 1941 seklompok orang di pantai Glencairn menyaksikan kapal berlayar yang tiba - tiba lenyap ketika akan menubruk batu karang.
Penampakan The Flying Dutchman kembali terlihat oleh awak kapal laut militer M.H.S Jubilee di dekat Cape Town di bulan agustus 1942.

Bahkan ada suatu catatan kisah tentang pelayaran Christoper Columbus,waktu itu awak kapal Columbus melihat kapal terkatung katung dengan layar mengembang.setelah itu awak yang pertama melihat langsung tewas seketika.

Mitos akhir-akhir ini juga mengisahkan apabila suatu kapal modern melihat kapal hantu ini dan awak kapal modern memberi signal, maka kapal modern itu akan tenggelam / celaka.

Bagi seorang pelaut , pertemuan yang tak diduga dengan kapal hantu The Flying Dutchman akan mendatangkan bahaya bagi mereka dan konon , ada suatu cara untuk mengelak dari kemungkinan berpapasan dengan kapal hantu tersebut , yakni dengan memasangkan tapal kuda di tiang layar kapal mereka sebagai perlindungan.

Selama berabad - abad, legenda The Flying Dutchman menjadi sumber inspirasi para sastrawan dan novelis. Sejak tahun 1826 Edward Fitzball telah menulis novel The Pantom Ship (1837) yang diangkat dari pengalaman bertemu dengan kapal seram ini.
Banyak pujangga terkenal seperti Washington Irving dan Sir Walter Scott juga tertarik mengangkat legenda ini.

Istilah Flying Dutchman juga dipakai untuk julukan beberapa atlet sepakbola, terutama para pemain ternama asal Belanda. Ironisnya, bintang veteran negeri Orange, Dennis Bergkamp justru dikenal sebagai orang yang phobia atau takut untuk terbang, sehingga ia dijuluki The Non-Flying Dutchman.

Beberapa Laporan Penampakan The Flysing Dutchman yang sempat didokumentasikan :

1823 : Kapten Oweb , HMS Leven mengisahkan telah dua kali melihat sebuah kapal kosong terombang ambing ditengah lautan dari kejauhan , namun dalam sekejap mata kapal tersebut kemudian menghilang.

1835 : Dikisahkan pada tahun itu , sebuah kapal berbendera Inggris yang terkepung oleh badai ditengah samudera, didatangi oleh sebuah kapal asing yang disebut-sebut sebagai Kapal Hantu The Flying Dutchman , kemudian secara tiba-tiba kapal asing tersebut mendekat dan seakan-akan ingin menabrak kapal mereka , namun anehnya sebelum keduanya saling berbenturan kapal asing tersebut kemudian lenyap seketika.

1881 : Tiga orang anak kapal HMS Bacchante termasuk King George V telah melihat sebuat kapal tak berawak yang berlayar menentang arus kapal mereka. Keesokan harinya , salah seorang daripada mereka ditemui mati dalam keadaan yang mengerikan.

1879 : Anak kapal SS Pretoria juga mengaku pernah melihat kapal hantu tersebut.

1939 : kapal ini terlihat di Mulkzenberg , beberapa orang yang menyaksikannya terkejut kerana kapal usang tersebut tiba-tiba menghilang

1941 : Beberapa saksi mata dipantai Glencairn melaporkan sebuah kapal usang yang menabrak batu karang dan terpecah belah , namun setelah dilakukan penyelidikan di TKP , tidak ada tanda-tanda dari bangkai kapal tersebut.

1942 : Empat orang saksi telah melihat sebuah kapal kosong memasuki perairan Table Bay kemudian menghilang.Seorang pegawai telah mendokumentasikan penemuan tersebut di dalam catatan hariannya.

1942 : Penampakan The Flying Dutchman kembali terlihat oleh awak kapal laut militer M.H.S Jubilee di dekat Cape Town di bulan agustus 1942

1959 : Awak kapal Straat Magelhaen kembali melaporakan melihat sebuah kapal misterius yang terombang-ambing ditengah lautan dalam keadaan kosong dengan teleskopnya.

Apakah anda juga percaya kalau kapal hantu yang bernama Flying Dutchman itu benar-benar ada?

Senin, 07 September 2009

Di Temukan Satu Ton Kokain Di Perut Ikan Hiu

Penyelundupan obat-obat terlrang sekarang semakin marak, ada saja berbagai modus operasi yang dilakukan oleh para pengedarnya, salah satunya seperti penyelundupan kokain yang terjadi di Meksiko dengan modus pengeksporan ikan hiu. Angkatan Laut (AL) Meksiko, berhasil menyita kokain seberat satu ton, disembunyikan di dalam perut ikan hiu yang rencananya akan dieksport menuju Amerika.
Para personil AL Meksiko yang mengenakan topeng penutup muka dan bersenjatakan lengkap menemukan barang haram yang diselipkan di dalam perut 20 ekor ikan hiu beku tersebut diangkut menggunakan kontainer yang berada di sebuah kapal yang tengah bersandar di pelabuhan Kota Yucatan, wilayah selatan Meksiko.
"Kami berhasil menyita satu ton kokain dari sebuah kapal yang bermuatan komoditas ikan hiu. Ketika kami tengah melakukan pemeriksaan dibantu oleh anjing-anjing terlatih, kami berhasil menemukan kokain tersebut disembunyikan di dalam perut ikan hiu," tutur Komandan Angkatan Laut Meksiko, Eduardo Villa kepada Kantor berita AP.


Angkatan Laut Mexksiko membongkar kontainer yang berisi ikan Hiu.

Villa kembali menuturkan, ketika coba dikonfrmasi hasil temuan mereka kepada pihak pemilik kapal, ia mengatakan dirinya seorang agen yang menyamar. Tetapi ketika diselidiki ternyata ia anggota mafia obat bius di Meksiko.
Gembong obat bius Meksiko, belakangan ini semakin kreatif dalam upaya penyeludupan obat bius ke Amerika. Mereka kerap kali mengemas barang haram tersebut di dalam kaleng bir, furniture bahkan pantung-patung keagamaan.
Presiden Meksiko, Felipe Calderon, telah mengirimkan sebanyak 45 ribu tentara dan anggota polisi federal seantero wilayah Mexico, guna membasmi kartel-kartel obat bius di Mexico. Tetapi mereka mengalami kendala, seiring dengan sistem persenjataan yang kalah canggih dibandingkan dengan para anggota kartel yang dilengkapi senjata senapan mesin, pelontar rudal, dan gudang yang penuh dengan amunisi senjata. Pemerintah Amerika khawatir meledaknya kontak senjata antara pihak berwenang Mexico dan anggota kartel obat bius di Mexico akan menyebar ke wilayah mereka seperti yang terjadi di Arizona.
Tercatat hingga saat ini, sebanyak 2.750 rakyat Meksiko tewas akibat peperangan antar kartel di Mexico, sedangkan pada tahun lalu angka kematian yang disebabkan oleh kekerasan antar gang obat bius di Mexico mencapai rekort tertingginya yaitu sebanyak 6.300 orang. Saat ini pihak berwenang tengah memburu Joaquin "Shorty" Guzman yang merupakan gembong kartel obat bius Mexico terbesar di Negara Sinaola, Mexico yang menguasai jalur penyeludupan di wilayah Mexico, Amerika Tengah, menuju Amerika Serikat.
Ada-ada saja modus yang dilakukan oleh para pengedar obat bius ini ya.

Jumat, 04 September 2009

Tragedi Kapal Hantu Marry Caleste

Inilah sebuah kejadan misterius yang terjadi pada sebuah pelayaran yang sampai sekarang belum bisa dipecahkan oleh siapapun. Pada tanggal 4 November 1872 berangkatlah kapal layar jenis square rigged dari pelabuhan New York menuju Italia. Kapal ini ditemukan pada 4 Desember 1872 oleh kapal Dei Gratia sedang dalam keadaan kosong tanpa ada penumpang satupun.


Tidak ada tanda2 telah terjadi perompakan. Semua barang terlihat utuh rapi termasuk barang2 berharga. Satu2nya petunjuk yang tak berarti adalah catatan terakhir Kapten Kapal Benyamin Spooner Brigg. Di dalamnya hanya tertulis cuaca tampak buruk dan mungkin akan terjadi badai sebentar lagi.



http://artheat.net/wip/uploaded_images/mary_celeste-718008.jpg



Yang menjadi pertanyaan hingga saat ini adalah kemana semua penumpang Marry Celeste? Andaikan terjadi badai yang hebat kenapa barang2 yang ada tidak berantakan? Masih tetap rapi pada tempatnya. Di sana juga sempat ditemukan sebotol obat yang telah dibuka tutup botolnya masih utuh tanpa adanya bekas2 tumpahan.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrDFcjECUlMKHLJEhFLQEeNbbI15kXdb3zdDos_TCW7YCBeWubE557dBpykCEhDFBP2LBlxhj08Hkxa4XYtHCwpEM2d0wDxLPl_LDz2Sz7oQrTmxFfstdVuUPAdPuYHp4VoeBghtW0SyUf/s320/Mary_Celeste_engraving.jpg

http://3bdigitalart.files.wordpress.com/2009/04/blog-ghostship.jpg

Lebih aneh lagi kapal ini ditemukan (tanpa ada seorang pun didalamnya), tetap pada jalur pelayarannya yang benar dan telah meninggalkan New York sejauh kurang lebih 500 kilometer jauhnya. Kemana semua awak dan penumpang kapal Mary Celeste? Apa yang membuat kapal tanpa awak tersebut tetap pada jalur pelayaran yang benar setelah jauh dari pelabuhan asalnya?. tau kah karena kejadian misterius ini kapal Kapal Mary Celeste ini disebut Ghost Ship. Sungguh sangat misterius sekali bukan?

Rabu, 26 Agustus 2009

Kapal Bangsa Romawi Kuno Yang Tenggelam Ditemukan

http://erabaru.or.id/images/stories/sejarah/kapal_kuno.jpg

Inilah temuan para arkeolog yang berharga. Pejabat Departemen Kebudayaan Italia hari Jumat (24/7) lalu mengatakan, Arkeolog menemukan lima kapal karam Romawi Kuno yang masih utuh di pantai barat di perairan dekat sebuah pulau kecil di lepas pantai Italia, kapal tersebut tenggelam sekitar abad pertama sampai abad ke-4 SM, kapal tersebut membawa sejumlah barang-barang seperti porselen dan kontainer yang penuh dengan isi. Berita yang menarik adalah bahwa kapal ini termasuk barang-barang bawaannya masih dalam kondisi baik, tidak rusak oleh pemburu harta karun atau alam, seperti sebuah museum arkeologi di bawah laut.

Kapal yang tenggelam ini terletak di wilayah barat dekat sebuah pulau kecil Ventotene di antara Roma dan Napoli. Sejak dahulu kala perairan di kawasan tersebut merupakan rute terusan komersial yang penting, karena wilayah tersebut sering diserang oleh badai dan aliran air laut yang tidak stabil, maka sering juga ditemukan reruntuhan sejumlah bangkai kapal kuno. Tetapi kapal ini berbeda dengan reruntuhan kapal karam masa lalu, ini ditemukan oleh para ahli di laut yang lebih dalam, dengan kedalaman sekitar 100-150 m, sehingga terhindar dari pengaruh badai dan aliran air laut yang berbahaya dan masih tersimpan utuh.

Pada awal saat penemuan kapal oleh arkeolog ini masih menghadapi persaingan pemburu harta, sebagai akibat dari kemajuan teknologi, kedalaman yang dapat dicapai oleh pemburu harta semakin dalam, Annalisa Zarattini dari Departemen Kebudayaan yang bertanggung jawab atas arkeologi dalam laut berkata: "Suatu hal yang terpenting dari arkeologi ini adalah kita terlebih dahulu menemukannya dibandingkan dengan para pemburu harta karun. " Kapal yang tenggelam ini ditemukan oleh Departemen Kebudayaan Negeri tersebut yang bekerja sama dengan Aurora Trust perusahaan eksplorasi laut Amerika Serikat, prosesnya adalah setelah team peneliti melalui teknologi sonar melukis gambar dasar laut, kemudian menggunakan kendaraan remote control tanpa awak lebih lanjut mengkonfirmasian keberadaan kapal yang tenggelam tersebut.

Berdasarkan penelitian kapal karam sekarang dan barang antik yang telah diangkat, sejarah barang antik tersebut adalah sekitar dua ribu tahun. Dalam kapal memuat banyak kontainer, sebagian besar adalah porselen, di dalam terisi banyak barang seperti anggur, minyak zaitun, kecap ikan dan komoditi lainnya, masih terdapat sejumlah logam dan peralatan dapur, ini membutuhkan penelitian lebih lanjut. Saat ini, beberapa bagian benda kuno kecil telah dikeluarkan dan diberikan kepada laboratorium penelitian dan di pamerkan di pulau kecil Ventotene.

Secara umum, penemuan kapal karam di Mediterania bukan berita yang khusus, tetapi sebagian besar reruntuhan kapal yang ditemukan merupakan bangkai, dan kapal yang masih utuh ini kelestariannya sangat langka, salah satu kapal yang paling panjang adalah sekitar 20 meter, itu termausuk kapal berukuran medium saat itu. Di sisi lain, badan kapal mendarat secara lurus di dasar laut, tidak terdapat keterbatasan penelitian karena perahu terbalik, oleh sebab itu memberi kesempatan yang paling baik bagi para tenaga ahli untuk melakukan penelitian terhadap seluruh kapal dan semua barang muatannya. Zarattini berkata: "Di sini seperti sebuah museum dasar laut. Selanjutnya apalagi ya, yang akan ditemukan para arkeolog dari bawah laut.