Tampilkan postingan dengan label fosil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fosil. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2016

Peneliti Berhasil Temukan Fosil Udang Purba Tertua Didunia



Sebuah fosil udang telah ditemukan oleh para peneliti. Dari hasil simpulan yang didapat bahwa udang purba tersebut diklaim sebagai fosil udang tertua yang pernah diketemukan hingga saat ini. Penemuan fosil udang purba tertua didunia tersebut adalah di Oklahoma Amerika Serikat. Fosil ini diketemukan didaratan padahal mereka adalah hewan yang dukunya hidup dilaut.

Hal tersebut diungkapkan oleh para peneliti bahwa daratan oklahoma dulunya adalah lautan. Fosil udang purba tertua tersebut diperkirakan telah berumur 360 juta tahun. Badan geografi amerika mengatakan bahwa berjuta-juta tahun yang lalu ada sebuah benua yang bernama Laramida, benua tersebut hanya sebuah benua kecil. Benua tersebut telah membanjiri wilayah amerika selama jutaan tahun.

Karena itulah diperkirakan oklahoma merupakan wilayah laut dalam pada masa tersebut. Karena udang merupakan hewan yang hidup pada bagian bawah perairan maka fosil udang purba tertua tersebut ditemukan disana. Arus yang tidak deras pafa perairan menjadikan fosil udang ini tetap trrjaga dari kerusakan.

Senin, 09 Agustus 2010

Ditemukan Fosil Reptil Prpaduan Kucing dan Buaya


Apakah makhluk ini masuk golongan jenis reptil ataukah mamalia, hal itu masih menjadi pertanyaan para peneliti. Peneliti menemukan makhluk aneh bergigi mirip mamalia dan kaki kurus seperti reptil. Makhluk itu hidup di dataran Afrika memburu capung dan serangga lain.

Fosil dari spesies baru ini digali dari batu berusia 105 juta tahun oleh paleontolog di sungai Tanzania.

Mereka dapat mengetahui detil gambar giginya yang aneh dengan akurat menggunakan pemindai medis. Profesor Patrick O’Connor dari Ohio University mengatakan,”Pada pandangan pertama, buaya ini berusaha menjadi mamalia. Kepalanya sebesar kepalan tangan. Jika melihat giginya, Anda akan berpikir bahwa binatang ini adalah buaya,”

Profesor Patrick mengatakan bahwa binatang ini tidak memiliki pelindung yang kuat seperti buaya lainya kecuali ekornya.

Hal ini menjelaskan bahwa makhluk ini cukup mobile dan mungkin aktif tidak seperti buaya biasanya.

Aspek lain dari anatominya menyatakan bahwa binatang ini merupakan makhluk darat yang senang memakan serangga dan binatang kecil, untuk bertahan hidup.

Para peneliti menjulukinya Pakasuchus Kapilimai. Paka adalah bahasa Swahili dari kucing, di mana menyerupai ukuran binatang ini, tengkoraknya, giginya. Sedangkan souchos adalah bahasa Yunani kuno dari buaya.

Prof O’Connor yang menerbitkan temuan ini di Nature mengatakan,”Saat kami meneliti giginya, kami tahu kami menemukan hal baru dan sangat menarik.”

Apakah penelitian ini nantinya juga akan dikaitkan dengan teori evolusi darwin yang sudah runtuh, ataukah fosil tersebut memang fosil asli mahkluk yang belum pernah itemukan dan bukan merupakan sebuah hasil evolusi?

Rabu, 26 Agustus 2009

Ditemukan Fosil, Mega Piranha Diduga Pernah Hidup Dahulu Kala

090627berita_piranha


Benarkah ikan jenis piranha raksasa pernah hidup di bumi? Jika Anda berpikir ikan piranha sangat menakutkan, Anda akan senang mengetahui megapiranha tidak lagi ada. Pasalnya, piranha purba itu sangat menakutkan. Ikan tersebut mempunyai panjang tiga kaki atau sekitar satu meter. Jika dibanding dengan piranha modern, megapiranha empat kali lebih besar. Selain itu, megapiranha memiliki tiga gigi yang sangat besar. Diperkirakan piranha ini hidup sekitar 8 juta sampai 10 juta tahun yang lalu.

Fosil yang diberi nama megapiranha paranensis ini sebelumnya tidak diketahui sebagai fosil yang menghubungkan evolusi kesenjangan antara ikan pemakan daging dan pemakan tanaman.

“Dalam piranha modern, gigi tersebut diatur dalam satu file,” kata Wasila Dahdul, ilmuwan National Evolutionary Synthesis Center, Carolina Utara.

090626-02-mega-piranha-teeth-fossils_big


Fosil ini menunjukkan pola gigi baris selang-seling. Hal ini menunjukkan bahwa dua baris gigi dikompresi untuk membentuk satu baris dalam piranha. “Ini hampir mirip gigi yang bermigrasi dari kedua baris ke baris pertama,” kata John Lundberg, kurator di Akademi Ilmu Pengetahuan Alam di Philadelphia.

Jika analisa ini benar, megapiranha merupakan proses panjang yang menghasilkan piranha dari gigitan khusus. Pada awalnya fosil megapiranha dikumpulkan di tepi sungai jurang di timur laut Argentina pada awal 1900-an. Namun, fosil tersebut sempat terlupakan hingga paleontologis Alberto Cione dari Museum La Plata Argentina kembali menunjukkan sebuah rahang atas fosil dengan tiga gigi besar yang luar biasa. Pastinya sangat menakutkan jika ikan piranha yang ganas itu punya ukuran yang berkali lipat dari ukuran yang sekarang.

Senin, 24 Agustus 2009

Di Temukan Fosil Bunga Raksasa Berusia 300 Juta Tahun di Cina


Ternyata bunga juga bisa menjadi fosil seperti tulang binatang di jaman purba.
Bunga batu raksasa yang ada di Negara Cina menarik perhatian banyak orang. Kenapa bisa ya?

Para penduduk di desa Meilan, desa yang berbukit-bukit dan berhutan, di kota Jinfeng seperti mendapat tontonan menarik ketika sebuah bunga batu raksasa di hutan tiba-tiba muncul setelah terjadi hujan lebat yang mengakibatkan longsor di daerah mereka.

Meski para ahli sudah memastikan kalau bunga itu hanyalah sebuah fosil, toh orang-orang tetap berdatangan untuk melihatnya.
” Bunga itu hadiah dari alam,” ujar Ran Zaizhong, kepada desa setempat pada


Adapun bunga itu ditemukan oleh penduduk desa yang sudah tua ketika dirinya datang ke hutan untuk mencari kayu bakar sebulan yang lalu.

Dan karena penemuan itu para penduduk desa membangun sebuah jalan menuju ke bunga batu raksasa itu.

Menurut Ran, tempat itu dulunya tertutup tanah dan hutan sampai hujan deras mengakibatkan sebuah bukit longsor dan membuat bunga batu raksasa itu muncul.

Namun, ahli geologi, Dr Meng Youyan, mengatakan kalau ternyata bunga raksasa itu adalah bongkol certa yang berumur 300 juta tahun. Bagaimana dengan anda, apakah percaya bahwa yang menjadi fosil itu adalah sebuah bunga raksasa.