Selasa, 08 September 2009

Tingkatkan kecerdasan otak dengan facebook

Siapa yang tidak kenal dengan jejaring situs sosial ini Menghabiskan waktu di situs jejaring Facebook bisa meningkatkan elemen kunci kecerdasan yang sangat penting untuk sukses dalam hidup, klaim seorang psikolog, tetapi menggunakan Twitter mungkin memiliki efek sebaliknya.

Perang bermain video game dan memecahkan Sudoku mungkin memiliki efek yang sama dengan tetap up to date dengan Facebook, menurut Dr Tracy Alloway.

Tapi pesan teks, micro-blogging di Twitter, YouTube, dan mengawasi semua kemungkinan untuk melemahkan memori kerja, demikian yang dikutip melalui situs Telegraph.co.uk.

Memori kerja melibatkan kemampuan baik untuk mengingat informasi dan menggunakannya.

Pada wawancara pekerjaan, seorang calon akan menggunakan memori kerja untuk mencocokkan jawaban atas pertanyaan dalam cara yang paling mengesankan.

Dr Alloway, dari University of Stirling di Skotlandia, telah meneeliti secara ekstensif memori kerja untuk menjadi jauh lebih penting untuk kesuksesan dan kebahagiaan daripada IQ.

Timnya telah mengembangkan program pelatihan memori kerja yang sangat meningkatkan kinerja belajar anak-anak berusia 11-14 di sebuah sekolah di Durham.

Setelah delapan minggu, JungleMemory, nama program pelatihan tersebut, anak-anak melihat perbaikan di 10 titik IQ, melek huruf dan tes berhitung.

''Itu adalah efek yang sangat besar,''kata Dr Alloway, yang hari ini memberikan ceramah di memori kerja pada awal Festival Ilmu Inggris di University of Surrey di Guildford.

Video game yang melibatkan perencanaan dan strategi, seperti yang berasal dari Total War series, Dr Alloway percaya dapat meningkat kinerja memori.

''Saya tidak mengatakan mereka baik untuk keterampilan sosialisasi, tetapi membuat Anda menggunakan memori dalam pekerjaan Anda,''katanya.

''Kau melacak tindakan masa lalu dan pemetaan tindakan yang akan Anda ambil.''

Sudoku juga membentang memori kerja, begitu juga menjaga dengan teman-teman di Facebook, katanya.

Namun sifat instan text, Twitter dan YouTube tidak sehat bagi memori kerja.

''Pada Twitter Anda menerima informasi tanpa henti, tapi itu juga sangat ringkas,''kata Dr Alloway. ''Anda tidak perlu untuk memproses informasi tersebut.

''Rentang perhatian Anda sedang dikurangi dan anda tidak melibatkan otak Anda dan meningkatkan koneksi saraf.''

Dia mengatakan ada bukti yang mengaitkan menonton TV dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dikaitkan dengan nilai IQ lebih rendah.

Ternyata situs jejaring sosial yang bernama facebook punya banyak manfaat buata kita ya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar