Kamis, 10 September 2009

Di Buatnya Alkitab Kaum Homoseksual

Kelihatanya bahwa ungkapan dunia sudah tua dan semakin gila saja ada benarnya, pasalnya eperti yang satu ini. Seorang pembuat film independent saat ini mengumumkan sebuah proyek independent pembuatan Alkitab yang sedang dibuatnya berjudul "The Princess Diana Bible" yang didalam "Tuhan" yang menakdirkan bahwa homoseksual adalah sebuah gaya hidup yang lebih baik.




"Saat ini ada banyak versi Alkitab; Tidak ada salahnya kami memiliki sebuah versi sendiri bukan," tulis Mac Mitchell dalam statemennya di website.

"Alkitab Homoseksual " ini diproduksi olah Revision Studio, yang mengajarkan bahwa "Tuhan" menganggap lebih baik menjadi homoseksual.

Selain itu Michell juga meluncurkan sebuah film yang mengangkat tentang "homoseksual" yang berjudul "Horror in the Wind." Film ini adalah olok-olok yang ditujukan kepada Pat Robertson dan James Dobson, yang pelayanannya sangat berpengaruh di Amerika bahkan seluruh dunia.

"Alkitab" ini diberi nama "The Princess Diana Bible" dengan alasan putri Diana "melakukan banyak perbuatan baik."

Lucunya pada kitab Kejadian di Alkitab Homoseksual ini, diceritakan Tuhan menciptakan Aida dan Eve (Hawa), dan kedua-duanya adalah perempuan.

Sebuah websiter pro-homosexsual, apa yang dilakukan Mitchell digambarkan sebagai sebuah pekerjaan yang sangat inspirasional.

"Yesus adalah seorang gay. Di Alkitab, homoseksual adalah sesuatu yang biasa," demikian tulis website tersebut.

Namun website Belieftnet mengatakan hal yang sebaliknya. "Tidak setiap karya seni yang dibuat lalu bisa disebut sebagai sebuah kebenaran, saya ingin kita menggarisbawahi hal ini."

"Buku ini (The Princess Diana Bible - Red) di inspirasi oleh agenda politik dan keinginan manusia yang mencerminkan cara pandangnya sendiri. Jadi, jika orang ini menjadikan dirinya sendiri sebagai penulis "Alkitab" ini, maka ini hanyalah sebuah buku, bukan Alkitab." Demikian tulis komentator.

Dalam 2 Timotius 3:16 dikatakan bahwa "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran." Alkitab bukanlah rekayasa manusia. Tuhan yang mengilhamkan semua itu, dan apa yang dituliskan tidak untuk menguntungkan atau mendukung suatu pendapat atau cara pandang dari seseorang. Alkitab hanya mendukung pendapat dari satu pribadi, yaitu Allah sendiri.



Untuk itu, mari perhatikan setiap pengajaran yang ada pada akhir zaman ini. Bukan berarti ketika sudah berbicara tentang Alkitab dan Tuhan lalu hal itu sesuatu yang benar. Namun mari kita perhatikan peringatan yang di tuliskan di 2 Petrus 2:1, "Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka."
Ada-ada saja ulah para kaum homo tersebut agar keberadaan mereka dapat diakui dan di benarkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar