Rabu, 30 September 2009

Hiu Goblin Di Temukan Di Perairan Laut Jepang


Pernahkah anda melihat ikan hiu yang aneh seperti ini? Pada 25 Januari 2007, seekor ikan hiu goblin yang langka tertangkap oleh nelayan di teluk Tokyo. Fosil ikan hidup ini mati 2 hari kemudian. Dengan kepala aneh dan sederet gigi yang menakutkan, ikan hiu ini telah menarik perhatian para ilmuwan dari seluruh dunia. Inilah sejarah singkat hiu purba yang misterius ini.


Hanya sedikit yang yang bisa diketahui dari monster ini yang biasanya hanya tinggal di dasar samudera. Ikan Hiu Goblin yang bernama ilmiah Mitsukurina owstoni adalah seekor ikan hiu purba yang sebelumnya dianggap telah punah oleh para ilmuwan. Ia dapat segera dikenali dari bentuk kepalanya yang memiliki tonjolan panjang keluar dari bagian dahi. Selain itu sederet gigi yang menakutkan menghiasi mulut ikan hiu goblin ini. Ikan Hiu Goblin juga dapat bertumbuh hingga panjang 3,3 meter dan berat 159 kg.


Umumnya ikan Hiu ini hanya ditemukan di laut dalam, jauh dibawah sorotan cahaya matahari, lebih dari 200 meter dibawah permukaan laut. Mereka dapat ditemukan di perairan di seluruh dunia, dari Australia hingga teluk Meksiko. Namun orang-orang mengenal mereka terutama dari perairan laut Jepang, tempat dimana sains modern menemukan mereka untuk pertama kalinya.

Penemuan pertama ikan hiu goblin ini dapat dilacak hingga tahun 1898, ketika seekor spesies ikan hiu goblin ini tertangkap di laut Sagami, dekat Yokohama, Jepang. Diperkirakan ada sekitar 24 spesies yang berhubungan dengan ikan hiu goblin ini. Nama ilmiahnya yang berbau Jepang, Mitsukurina owstoni, diberikan pertama kali oleh David Jordan yang menerima spesimen pertama ikan hiu goblin ini dari seorang zoologist Uiversitas Tokyo bernama Kakichi Mitsukuri. Sedangkan nama owstoni berupa penghormatan terhadap seorang kolektor makhluk liar bernama Alan Owston yang juga memperoleh ikan hiu goblin ini dari seorang nelayan Jepang.

Mungkin masih banyak spesies yang menunggu untuk ditemukan di dalam lautan yang luas dan masih belum ter eksplorasi oleh manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar