Tampilkan postingan dengan label polusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label polusi. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Oktober 2010

Udara Segar Dengan Bermacam Aroma Di Jual Di Hongkong


Kelihatanya manusia sudah mulai sedikit peduli dengan kadar kesehatan udara yang mereka hirup. Karena kualitas udara yang semakin buruk akibat banyaknya pencemaran udara yang terus terjadi, membuat sebagian orang yang hidup di Hong Kong berpikir untuk membikin sebuah produk ‘revolusioner'.

Clean Air Network, sebuah Lembaga di Hong Kong baru-baru ini mempromosikan Fresh Air alias udara segar yang dikemas dalam sebuah botol kecil lengkap dengan masker pernapasan. Lucunya, udara segar yang dibanderol seharga 2 dollar Hongkong (sekitar Rp 2.300) dan mungkin habis hanya dalam satu dua hirup ini juga tersedia dalam berbagai aroma, seperti aroma vanilla, aroma ‘pantai’, dan aroma ‘kuda’.

Sebenarnya, udara segar ini adalah media promosi terbaru dari Clean Air Network, guna menyadarkan para warga Hong Kong akan buruknya kualitas udara di kota berpenduduk 7 juta jiwa itu. Promosi ini sendiri menampilkan aktor Hong Kong terkenal, Daniel Wu lewat sebuah iklan berbahasa Kanton. Sejak diunggah 6 hari lalu di You Tube, iklan dengan sedikit bumbu humor tersebut telah dilihat lebih dari 143.000 kali dan tersebar luas di jejaring Facebook. Tak cuma itu, iklan tersebut juga dipasang di ruang masuk bioskop di seantero kota.

Daniel Wu yang sangat popular di kalangan anak muda Hong Kong, tidak ingin meminta bayaran atas perannya dalam promosi ini. Begitu juga dengan para aktor dan model lainnya yang turut ambil bagian. Alhasil, produksi klip yang syutingnya memakan waktu 16 jam selama sehari ini cuma membutuhkan budget sekitar 40.000 dollar Hong Kong (5.000 USD atau sekitar Rp 46 juta).

Tak mengherankan memang, karena polusi seakan jadi kutukan abadi di Hong Kong. Maklum saja, pabrik-pabrik yang terdapat di sepanjang perbatasan dengan Shenzen terus memproduksi asap hitam yang memenuhi jalan-jalan kota. Clean Air Network juga memperkirakan bahwa kadar polusi kota ini tiga kali lebih buruk daripada di New York.
Hmm…memang sudah sepantasnya kita bersyukur karena saat ini kita masih bisa menghirup udara segar secara gratis. Nah, bila nanti polusi udara makin meningkat tak terkendali dan udara segar menjadi barang langka, bersiap-siaplah merogoh kocek cuma untuk menghirup ‘udara segar’, seperti saat ini kita perlu keluar duit untuk memperoleh air bersih.

Tidak menutup kemungkinan kota-kota yang lain juga akan segera mengikuti apa yang terjadi di hongkong karena semakin memburuknya kualitas udara yang ada diberbagai belahan dunia.

Senin, 12 Juli 2010

Polusi Lautan Dapat Terdeteksi Berkat Robot Ikan



Inilah salah satu penemuan terbaru para ilmuwan dalam menghadapi polusi lautan yang semakin meluas. Sekawanan robot canggih siap berkelana di lautan untuk mendeteksi polusi. Hanya saja para pembuatnya mungkin harus waspada agar robot mahal ini tak ditangkap para nelayan karena wujudnya mirip ikan. Robot ikan tersebut dibuat oleh para peneliti di Inggris dan akan diterjunkan di perairan Spanyol.

Dengan panjang 1,5 meter, si robot dibekali detektor untuk mengidentifikasi sumber polusi laut, misalnya kapal tanker minyak atau bahan kimia di perairan. Harga robot sekitar 20.000 Poundsterling per unitnya.

Robot itu bisa beroperasi secara mandiri dan dirancang untuk menjelajahi lautan dalam kurun waktu beberapa bulan. Dibutuhkan waktu sekitar 3 tahun bagi para peneliti di Essex University untuk membuatnya.

Profesor Huosheng Hu selaku salah satu pembesutnya menyatakan bahwa robot ini diharapkan mencegah penyebaran polusi dengan melacak sumbernya. Jika percobaan sukses, si robot akan diterjunkan di berbagai belahan dunia untuk melakukan misi yang sama.Sekawanan robot canggih siap berkelana di lautan untuk mendeteksi polusi.

Kamis, 03 September 2009

Anak Babi Terlahir Dengan Dua Mulut Di Cina

Inilah salah satu kejadian yang unik, aneh dan ganjil di Cina. Petani China dikagetkan dengan lahirnya seekor anak babi bermata tiga dan bermulut dua, yang lahir dari babi betina peliharaannya.

Anak babi tersebut merupakan satu di antara delapan anak babi yang baru lahir di tanah pertanian Liu Dingsheng, Kota Chongren, Propinsi Zheijiang, China.

"Kami merasa aneh saat melihat bentuk makhluk ini, dan saya benar-benar tidak tahu apa yang harus saya lakukan dengan makhluk ini," ujar Liu, seperti yang dikutip Ananova, Minggu (05/04/2009).

Induk babi tersebut adalah babi betina berusia empat tahun yang tumbuh dengan sehat dan dalam keadaan yang normal. Seorang dokter hewan di kota setempat mengatakan, ketidaknormalan anak babi ini bisa disebabkan mutasi genetik atau polusi makanan.

Sementara itu, world's fastest developing industrial nation mengatakan, polusi lingkungan di China memang sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan.

Selanjutnya apalagi ya hal aneh yang akan terjadi di negeri Tirai Bambu tersebut?