Tampilkan postingan dengan label tumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tumbuhan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Agustus 2010

Laba-laba Herbivora Yang Pertama Kali Ditemukan


Anda pasti tahu yang namanya laba-laba dan saya yakin jika anda ditanya termasuk dalam jenis hewan apakah laba-laba anda pasti akan menjawab bahwa hewan ini termasuk dalam jenis hewan karnivora karena makan daging dari hewan kecil yang lain. Tapi kelihatanya jawaban karnivora tidaklah sepenuhnya betul karena sekarang telah ditemukan laba-laba jenis vegetarian atau pemakan tumbuhan. Di antara lebih dari 40.000 spesies laba-laba yang ada di dunia, laba-laba yang baru ditemukan ini mungkin jenis pertama diketahui makan tumbuh-tumbuhan.

Hewan berkaki delapan yang diberi nama Bagheera kiplingi itu, hidup di Amerika Tengah khususnya Meksiko dan Costa Rika. Laba-laba vegetarian yang besar tubuhnya hanya seukuran kuku orang dewasa itu memangsa ujung daun akasia.

"Ini benar-benar laba-laba pertama yang diketahui memangsa tumbuh-tumbuhan. Ia juga laba-laba pertama yang diketahu menjadikan tumbuh-tumbuhan sebagai mangsa pokoknya," ujar Christopher Meehan dari Universitas Villanova, Pennsylvania, AS yang melaporkan penelitian tersebut bersama peneliti lainnya dalam jurnal Current Biology edisi teranyar. Ia mengatakan hampir semua buku teks laba-laba tak ada yang pernah menyatakan ada laba-laba pemakan tumbuh-tumbuhan.

Dalam memperoleh sumber makanan ia cukup dibantu peran semut penjaga yang hidupnya juga di pohon akasia. Pasalnya dengan semut yang menguasai akasia, tidak ada herbivora lainnya yang berani mendekat. Namun, karena semut juga makan ujung daun, selain nektar, laba-laba harus melakukan strategi khusus.

Saat berburu mangsa, hewan laba-laba tersebut harus menghindari semut penjaga dengan memanfaatkan jaringnya untuk bergerak naik turun. Laba-laba juga membangun sarangnya di pangkal daun akasia tua yang jarang sekali dilalui semut.

Selain memangsa ujung daun, laba-laba tersebut sebenarnya masih memangsa lainnya seperti larva semut dan nektar. Saat memengsa semut mereka akan berpura-pura menjadi semut dengan melakukan gerakan zig-zag.

Meski demikian, pengamatan yang dilakukan menggunakan rekaman video dan analisis kimia menunjukkan laba-laba tersebut tetap mendapatkan sebagian besar makanan dari tumbuhan. Populasi di Meksiko memperoleh 90 persen makanan dari jaringan tumbuhan dan sisanya larva semut, nektar, dan lainnya. Sementara populasi di Kosta Rika memperoleh 60 persen makanan dari daun akasia.

Jadi bagaimana pendapat anda tentang hewan ini, sangat cerdik bukan. Tinggal berdekatan dengan kelompok semut untuk menjaga wilayahnya tetap aman dari hewan lain.

Kamis, 29 Juli 2010

Hubungan Seks Ternyata Juga Terjadi Pada Tanaman

tanaman berhubungan seks
Ternyata buakn hanya manusia atau hewan saja yang melakukan hubungan seks, tapi tumbuhan ternyata juga melakukan hal tersebut.
Ketika orang memetik bunga, mereka benar-benar telah mengacaukan organ reproduksi tanaman! Porsi "laki-laki" dari bunga itu adalah benang sari yang berisi serbuk sari, sedangkan putik yang berisi telur adalah bagian "wanita"nya.

Kebanyakan tanaman menumbuhkan bunga biseksual (baik bagian laki-laki dan perempuan), tapi tanaman seperti squash yang suka tumbuh memisah bunga laki-laki dan perempuannya.

Dan, ahli biologi evolusi baru-baru ini menemukan, tanaman dengan bunga jantan dan biseksual menghasilkan biji lebih. Mengapa hal ini terjadi adalah sebuah misteri ilmiah baru, tapi mungkin ada hubungannya dengan kurangnya penimbunan bunga jantan.

Jadi, bagaimana tanaman melakukan seks? Mereka menggunakan alam sebagai mak comblang. Angin, binatang atau air yang membawa serbuk sari ke stigma lengket perempuan. Butiran itu kemudian berkecambah dan tumbuh ke bawah, merayap perlahan ke arah ovarium. Akhirnya, butir tepung sari bertabrakan dengan beberapa telur, tanda bibit telah lahir.

Tapi bunga bukanlah satu-satunya cara bagi tanaman. Pohon Ginkgo memiliki tanaman jantan dan betina yang terpisah. Pohon pria menghasilkan spora yang menetas menjadi sperma, dan berenang ke telur wanita di dalam bakal biji. Ada yang lain lagi seperti tanaman duckweed yang menjauhkan diri dari seks. Tanaman ini menghasilkan seperti klon daun yang patah dan tumbuh menjadi tanaman dewasa. jadi jangan pernah berfikir bahwa seks hanya untuk manusia dan hewan karena beberapa tumbuhan juga melakukan hal sama.

Rabu, 13 Januari 2010

Makhluk Pertama Perpaduan Antara Flora Dan Fauna



Tampaknya siput laut ini makhluk pertama yang tubuhnya setengah flora setengah fauna. Pasalnya siput yang baru ditemukan ini bisa menghasilkan pigmen klorofil seperti layaknya tumbuh-tumbuhan. Para ilmuwan memperkirakan siput cerdik ini mencuri gen dari alga yang mereka makan sehingga bisa menghasilkan klorofil. Dengan gen curian itu mereka bisa berfotosintesis, yaitu proses tumbuhan untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi.

"Hewan ini bisa membuat molekul berisi energi tanpa makan apa-apa," kata Sydney Pierce, pakar biologi dari Universitas South Florida di Tampa. Pierce telah mempelajari mahluk unik ini, yang telah resmi dinamakan Elysia chlorotica, selama 20 tahun.

Ia mengajukan temuan terbarunya pada tanggal 7 Januari 2010, pada pertemuan tahunan Komunitas Integratif dan Perbandingan Biologi di Seattle. Temuan ini dilaporkan pertama kali oleh jurnal Science. "Ini pertamakalinya hewan multiselular bisa menghasilkan klorofil," tutur Pierce.

Siput laut ini tinggal di rawa-rawa air asin di New England, Kanada. Selain mencuri gen untuk menghasilkan pigmen hijau klorofil, hewan ini juga mencuri bagian-bagian kecil sel yang disebut kloroplas, yang dipakai untuk melakukan fotosintesis. Kloroplas menggunakan klorofil untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi, seperti tanaman, sehingga hewan ini tak perlu makan untuk mendapatkan energi.

"Kami mengumpulkan sejumlah hewan ini dan menyimpannya di akuarium selama berbulan-bulan," kata Pierce, "Asalkan diberi cahaya selama 12 jam sehari, mereka bisa bertahan (tanpa makan)."

Para peneliti memakai pelacak radioaktif untuk memastikan bahwa siput-siput ini benar-benar menghasilkan klorofil, dan bukan mencurinya dari pigmen yang sudah pada alga. Nyatanya, siput-siput ini mengintegrasikan materi genetika dengan begitu sempurna sehingga bisa diturunkan pada generasi selanjutnya.

Anak-anak dari siput yang sudah mencuri gen juga bisa menghasilkan klorofil sendiri, walaupun mereka tak bisa berfotosintesis sebelum mereka makan cukup alga hingga bisa mencuri cukup kloroplas. Sejauh ini kloroplasnya belum bisa mereka produksi sendiri. Keberhasilan siput-siput ini mengagumkan, dan para ilmuwan juga masih belum pasti bagaimana caranya hewan ini bisa memilih gen yang mereka butuhkan.

"Mungkin saja DNA dari satu spesies bisa masuk ke spesies yang lain, seperti yang telah dibuktikan oleh siput jenis ini. Tapi mekanismenya masih belum diketahui," ungkap Pierce.