Tampilkan postingan dengan label romawi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label romawi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Juli 2010

Istana Cleopatra Ditemukan Tenggelam Di Dasar Laut


Anda pasti pernah mendengar namanya yang legendaris sebagai wanita cantik yang pernah menjadi ratu Mesir pada jaman dahulu, dialah Cleopatra. Misteri istana Cleopatra yang tenggelam di dasar laut kini terkuak. Dalam suatu misi penyelaman, Selasa 25 Mei 2010, tim ilmuwan mendapat temuan-temuan penting di reruntuhan bangunan istana di bawah laut, yang diyakini merupakan Kompleks Istana dan Kuil Isis, tempat di mana ratu Mesir Kuno pernah bertahta.

Reruntuhan kerajaan Cleopatra itu berada di dasar laut sekitar Pulau Anthirodos, yang terletak di dekat kota pelabuhan Alexandria, Mesir. Barang-barang berharga dari reruntuhan istana itu, yang pertama kali ditemukan pada 1996, akan dipamerkan di Amerika Serikat (AS) mulai awal Juni mendatang.

Para penyelam berenang di antara tumpukan batu kapur yang tenggelam ke dasar laut akibat gempa bumi dan tsunami lebih dari 1.600 tahun lalu. Tim penyelam dari sejumlah negara ini susah payah menggali salah satu situs arkeologi bawah laut paling kaya di dunia itu.

Mereka pun mengambil artifak-artifak mengagumkan peninggalan Cleopatra, yang dikenal sebagai dinasti terakhir penguasa Mesir Kuno sebelum dijajah oleh Kekaisaran Romawi pada tahun 30 Sebelum Masehi (SM). Menggunakan perangkat teknologi mutakhir, tim mendeteksi reruntuhan bangunan yang terkubur jauh di bawah sedimen sisa pelabuhan.

Akhirnya tim penyelam mengonfirmasi keakuratan deskripsi mengenai kota Alexandria, yang ditinggalkan oleh para pakar geografi dan ahli sejarah Yunani sekitar 2.000 tahun lalu. Sejak awal 1990-an, survei topografi memungkinkan tim peneliti yang dipimpin arkeolog bawah laut Prancis, Franck Goddio, untuk menaklukkan pelabuhan Alexandria yang jarak pandangnya sangat kurang. “Lokasi ini merupakan situs unik di dunia,” kata Goddio yang telah melewatkan dua dekade untuk mencari kota yang hilang tersebut.

Eksplorasi ini membawa tim penyelam mengunjungi kompleks istana dan kuil Isis. Di tempat itulah Cleopatra menjalin hubungan asmara dengan jenderal Romawi, Markus Antonius (Mark Antony). Mereka konon bunuh diri menyusul kekalahan Antonius dari mantan sekutunya, Oktavianus, dalam Perang Saudara. Oktavianus kemudian tampil memimpin Romawi dengan nama Kaisar Augustus.

Tim penyelam menemukan sejumlah tempat utama dalam kehidupan dramatis pasangan Cleopatra-Antony, termasuk Timonium, tempat di mana Antony menarik diri dari dunia luar setelah menelan kekalahan dari Oktavianus. Bangunan tersebut belum rampung dikerjakan karena Antony terlanjur bunuh diri.

Mereka juga menemukan batu berbentuk kepala berukuran besar, yang diduga kuat sebagai Caesarion, putra Cleopatra dan kekasihnya sebelum Antony, Julius Caesar. Tim juga menemukan dua patung sphinx yang salah satu di antaranya kemungkinan merupakan gambaran ayah Cleopatra, Ptolemy XII.

Bahkan sebelumnya, para Arkeolog Mesir, mengangkat tiang candi kuno granit keluar dari perairan Mediterania yang telah berada selama berabad-abad lamanya dalam Kompleks Istana Cleopatra. Seperti diberitakan AP, menara yang pernah berdiri di pintu masuk kuil Isis ini berada di pusat bawah air yang merupakan museum yang direncanakan Mesir untuk menunjukkan kota cekung, yang diyakini telah jatuh ke laut akibat gempa pada abad ke-4.

Penyelam dan arkeolog bawah air raksasa menggunakan derek dan tali untuk mengangkat menara yang memiliki berat 9 ton, tinggi tiang 7,4 kaki, dan ditutupi dengan tanah dan rumput laut keluar dari air keruh. Setelah diangkat ke atas pantai, menara tersebut kemudian diawasi oleh arkeolog Mesir Zahi Hawass dan para pejabat lainnya.

Penemuan di perairan Alexandria ini akan dipamerkan di Franklin Institute, Philadelphia, Amerika Serikat (AS) dari 5 Juni hingga 2 Januari 2010 dalam pameran bertajuk “Cleopatra: The Search for the Last Queen of Egypt”.

Rabu, 26 Agustus 2009

Kapal Bangsa Romawi Kuno Yang Tenggelam Ditemukan

http://erabaru.or.id/images/stories/sejarah/kapal_kuno.jpg

Inilah temuan para arkeolog yang berharga. Pejabat Departemen Kebudayaan Italia hari Jumat (24/7) lalu mengatakan, Arkeolog menemukan lima kapal karam Romawi Kuno yang masih utuh di pantai barat di perairan dekat sebuah pulau kecil di lepas pantai Italia, kapal tersebut tenggelam sekitar abad pertama sampai abad ke-4 SM, kapal tersebut membawa sejumlah barang-barang seperti porselen dan kontainer yang penuh dengan isi. Berita yang menarik adalah bahwa kapal ini termasuk barang-barang bawaannya masih dalam kondisi baik, tidak rusak oleh pemburu harta karun atau alam, seperti sebuah museum arkeologi di bawah laut.

Kapal yang tenggelam ini terletak di wilayah barat dekat sebuah pulau kecil Ventotene di antara Roma dan Napoli. Sejak dahulu kala perairan di kawasan tersebut merupakan rute terusan komersial yang penting, karena wilayah tersebut sering diserang oleh badai dan aliran air laut yang tidak stabil, maka sering juga ditemukan reruntuhan sejumlah bangkai kapal kuno. Tetapi kapal ini berbeda dengan reruntuhan kapal karam masa lalu, ini ditemukan oleh para ahli di laut yang lebih dalam, dengan kedalaman sekitar 100-150 m, sehingga terhindar dari pengaruh badai dan aliran air laut yang berbahaya dan masih tersimpan utuh.

Pada awal saat penemuan kapal oleh arkeolog ini masih menghadapi persaingan pemburu harta, sebagai akibat dari kemajuan teknologi, kedalaman yang dapat dicapai oleh pemburu harta semakin dalam, Annalisa Zarattini dari Departemen Kebudayaan yang bertanggung jawab atas arkeologi dalam laut berkata: "Suatu hal yang terpenting dari arkeologi ini adalah kita terlebih dahulu menemukannya dibandingkan dengan para pemburu harta karun. " Kapal yang tenggelam ini ditemukan oleh Departemen Kebudayaan Negeri tersebut yang bekerja sama dengan Aurora Trust perusahaan eksplorasi laut Amerika Serikat, prosesnya adalah setelah team peneliti melalui teknologi sonar melukis gambar dasar laut, kemudian menggunakan kendaraan remote control tanpa awak lebih lanjut mengkonfirmasian keberadaan kapal yang tenggelam tersebut.

Berdasarkan penelitian kapal karam sekarang dan barang antik yang telah diangkat, sejarah barang antik tersebut adalah sekitar dua ribu tahun. Dalam kapal memuat banyak kontainer, sebagian besar adalah porselen, di dalam terisi banyak barang seperti anggur, minyak zaitun, kecap ikan dan komoditi lainnya, masih terdapat sejumlah logam dan peralatan dapur, ini membutuhkan penelitian lebih lanjut. Saat ini, beberapa bagian benda kuno kecil telah dikeluarkan dan diberikan kepada laboratorium penelitian dan di pamerkan di pulau kecil Ventotene.

Secara umum, penemuan kapal karam di Mediterania bukan berita yang khusus, tetapi sebagian besar reruntuhan kapal yang ditemukan merupakan bangkai, dan kapal yang masih utuh ini kelestariannya sangat langka, salah satu kapal yang paling panjang adalah sekitar 20 meter, itu termausuk kapal berukuran medium saat itu. Di sisi lain, badan kapal mendarat secara lurus di dasar laut, tidak terdapat keterbatasan penelitian karena perahu terbalik, oleh sebab itu memberi kesempatan yang paling baik bagi para tenaga ahli untuk melakukan penelitian terhadap seluruh kapal dan semua barang muatannya. Zarattini berkata: "Di sini seperti sebuah museum dasar laut. Selanjutnya apalagi ya, yang akan ditemukan para arkeolog dari bawah laut.