Tampilkan postingan dengan label titanic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label titanic. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Januari 2011

Dilelang, Surat Usang Tentang Kapal Titanic Laku Seharga 760 Juta

surat-usang
Sebuah surat yang memiliki nilai sejarah yang berkaitan dengan insiden tenggelamnya kapal legendaris Titanic ternyata memiliki harga yang sangat tinggi. Surat tersebut ditulis oleh Adolphe Saalfeld dan ditujukan untuk istrinya, Gertrude. yang saat itu berada di rumahnya di Inggris sebelum kapal Titanic mengalami kecelakaan dan tenggelam. Saalfed tak lain adalah penumpang kelas satu di kapal megah itu. Tak heran jika surat itu dihargai senilai 55 ribu poundsterling atau setara dengan Rp760 juta.

Catatan yang ditulisnya itu menggambarkan secara ringkas mengenai perjalan pertama kalinya Titanic, yang tenggelam pada 15 April 1912, dengan total korban jiwa 1.517 setelah menghantam gunung es.

Surat tersebut ditulis lima hari sebelum kecelakaan itu terjadi, berisikan perspektif mengenai bagaimana keadaan di atas kapal, melalui pandangan mata penumpang kelas satu, dari mulai makanan, luas kabin dan juga dekorasi.

"Selain surat lain yang beredar, surat ini adalah yang terbaik, karena detil dari isi surat itu," ujar Andrew Aldridge. Seperti dilansir Sky News, Senin (19/4/2010).

Saalfeld, pria kelahiran Jerman ini melakukan perjalanan ke New York untuk menjual konsentrat parfum. Pada saat terjadinya kecelakaan ia berada di ruang merokok dan berhasil menyelamatkan diri dari tenggelamnya kapal, ia berhasil naik ke kapal penyelamat no. 3.

Dia kemudian menuliskan bahwa masih tersisa cukup waktu untuk menyelamatkan semua orang, andai saja masih ada kapal penyelamat.

Saalfeld meninggal dunia pada 1926 di Kew Gardens dan dimakamkan di Pemakaman Golders Green London.

Barang lainnya yang terjual dalam lelang itu adalah satu set kunci dari milik petugas Titanic dengan harga yang setara dengan Rp740 juta.

Satu set foto Titanic yang bergambarkan penumpang dan kru pun terjual seharga setara dengan Rp1,3 miliar. Foto Rosa Abbott pada saat dikeluarkan dari air pun terjual seharga setara dengan Rp48 juta.



Ternyata sesuatu yang secara tidak sengaja memiliki kaitan dengan sejarah yang dianggap penting bisa menjadikan nilai barang tersebut melambung tinggi, termasuk sejarah tenggelamnya kapal Titanic.

Jumat, 09 Juli 2010

Kekuatan Mistis Princess of Amen-Ra Diduga Tenggelamkan Titanic



Siapa yang tidak kenal dengan kapal legendaris yang satu ini, filmnya juga pernah booming pada tahun 90 an, dialah Titanic.
Pada tanggal 14 April 1912, kapal “Titanic”, yang menjadi kebanggaan perusahaan angkutan laut “White Star Line”, pada waktu perjalanannya yang pertama dari London menuju New York, membentur sebuah gunung es di sebelah Selatan dari Newfoundland, dan tenggelam dengan sebagian besar awak kapal dan penumpang-penumpangnya.

Tenggelamnya kapal “Titanic” itu, yang masih tetap merupakan bencana pelayaran yang paling mengerikan dalam abad ini, menyebabkan kematiannya 1.675 orang manusia. Apakah yang sebenarnya telah terjadi?

Bagaimanakah Raksasa Lautan Pasifik itu, yang pada waktu itu dianggap sebagai sebuah kapal laut yang paling indah, serta paling besar dan paling aman, di dunia, dapat mengalami nasib demikian buruk dan tenggelam?

Usaha-usaha penyelidikan, yang kemudian diadakan, tidak pernah berhasil untuk menjelaskan sepenuhnya sebab-musabab bencana itu. Jadi, para penyelidik tidak pernah dapat menemukan sebab-sebabnya, mengapa Kapten Smith, yang memegang komando atas kapal itu, bertindak demikian aneh.

Smith merupakan seorang pelaut yang hebat, sangat berpengalaman dalam perjalanan pelayaran mengarungi samudera, dan dia mengenal jalan-laut dari London ke New York seperti telapak tangannya sendiri.

Akan tetapi, pada hari terjadinya bencana itu, dia mempunyai tindak-perbuatan yang sangat aneh, di antaranya yang paling jelas adalah, bahwa dia telah mengambil jalan yang tidak umum dan telah berlayar dengan kecepatan melampaui batas; dan lagi, bahwa dia, secara tidak masuk akal, tidak mau minta pertolongan kapal lain, yang berlayar juga di daerah itu.

Dan yang lebih mengherankan lagi adalah adanya kenyataan, bahwa para penyelidik telah dapat mengumpulkan keterangan dari para penumpang, yang tidak menjadi korban bencana, bahwa Kapten Smith tidak memberitahukan cara menyelamatkan diri sampai pada saat yang terakhir. Segala sesuatunya menunjukkan, bahwa Kapten Smith telah kehilangan kesadarannya.

Walaupun demikian, semua kenyataan itu sama sekali belum memberikan suatu penjelasan. Kenyataan-kenyataan itu malahan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan lain. Apakah sebenarnya yang menimbulkan keadaan, di mana Kapten Smith seakan-akan kehilangan ingatan itu?

Dalam suatu usaha maksimal untuk menemukan suatu penjelasan, yang masuk akal, mengenai kejadian-kejadian aneh itu, beberapa orang wartawan, yang telah ditunjuk untuk mengikuti penyelidikan sebab-musabab bencana itu, berhasil mengemukakan suatu dugaan, yang sangat mengejutkan.

Pada waktu terjadinya bencana itu, “Titanic” mengangkut 2.200 orang penumpang, 40 ton kentang, 1.200 botol aer-belanda, 7.000 karung kopi, 3.500 butir telor, dan lain-lainnya …. dan sebuah mumi Mesir.

Mumi itu adalah milik seorang pengumpul Inggris, Lord Canterville, yang menyuruh mengangkutnya dari London ke New York, di mana sedang diadakan pameran benda-benda Mesir kuno.

Mumi itu adalah mayat seorang tukang ramal, yang hidup dalam jaman Amenophis IV; makamnya telah diketemukan di Tell el-Amarna. Mumi itu, seperti halnya mumi-mumi Mesir lainnya, mengenakan sangat banyak benda – benda ajimat.

Terutama di bawah kepalanya, terdapat sebuah amulet, yang berisi gambar Dewa Osiris, disertai tulisan, yang berbunyi sebagai berikut: “Bangunlah dari tidur anda, yang nyenyak; sorot mata anda akan mengalahkan segalanya, yang dilakukan terhadap anda”.

Tambahan lagi, benda antik itu, karena nilainya yang luar biasa, tidak dimuat dalam ruangan barang-barang. Ditutup rapat dalam sebuah peti kayu, yang kokoh kuat, mumi itu ditaroh di belakang tempat komando Kapten Smith.

Dalam “Magic Egypt” (= Mesir yang gaib), London tahun 1961, John Newbargton menulis sebagai berikut: “Mummi itulah, yang menyebabkan kegilaan Kapten Smith. Mumi itu pasti diperlengkapi dengan sistim perlindungan berdasarkan pemancaran radioaktif, yang juga telah merusak semua alat pelayaran dari kapal ‘Titanic’ “.

Percaya tau tidak andalah yang berhak untuk menentukan pilihan, karena sampai sekarang penyebab pasti dari tenggelamnya kapal legendaris Titanic ini masih menjadi misteri.