Tampilkan postingan dengan label energi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label energi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Oktober 2010

Karakteristik Tenaga Dalam Pada Tubuh Manusia


Mungkin kita sudah sering mendengar yang namanya tenaga dalam, atau yang kadang juga disebut sebagai cakra atau chi. Pada dasarnya setiap orang memiliki apa yang disebut dengan tenaga dalam, hanya saja mereka tidak mengetahui bagaimana cara membangkitkan atau mengembangkannya.

Tenaga dalam itu sudah ada sejak manusia dilahirkan. Tetapi tenaga itu masih pasif dan sewaktu-waktu akan bangkit bila orang tersebut dalam keadaan panik, tidur berjalan, terhipnotis atau ketakutan yang luar biasa.

Manusia memiliki unsur kimia tubuh (Body Chemistry) yang bernama ATP (Adenosin Tri Phosphate). ATP ini dapat berubah menjadi energi melalui proses metabolisme tubuh. Secara sederhana dapat ditulis sebagai berikut :

O2 + ATP + Glikogen Energi

ATP berfungsi sebagai energi cadangan. Misalnya, setelah kita berolahraga dan kelelahan, kemudian bila diistirahatkan sejenak maka tubuh kita akan pulih kembali.

Energi yang dihasilkan oleh ATP dalam keadaan sehari-hari berupa panas tubuh, membantu lancarnya penyaluran adrenalin, menghidupkan kimia tubuh untuk membentuk kekebalan tubuh (zat antibodi), menghidupkan aktifitas pencernaan dan menghidupkan semua aktifitas organ dalam tubuh manusia.

Berdasarkan penelitian, manusia dalam kehidupan sehari-hari hanya menggunakan sekitar 2,5% dari seluruh fasilitas energi tubuhnya. Sedangkan yang 97,5% lainnya tersembunyi sebagai cadangan di ulu hati.

Permasalahannya adalah bagaiman cara mengoptimalkan dan membangkitkan energi yang tersimpan itu agar dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Manusia jika mampu meningkatkan kekuatannya sebesar 0,1-0,3% (sehingga menjadi 2,6-2,8%) dapat membunuh seekor kuda dalam sekali pukul atau dapat mematahkan lima batang kikir baja yang ditumpuk, memecahkan batu kali pun bukan halangan bagi yang memiliki tenaga dalam.

Tenaga dalam atau energi cadangan adalah suatu energi yang berpusat pada syaraf-syaraf di sekitar ulu hati dan setelah dibangkitkan akan berkumpul pada salah satu bagian tubuh yang disebut dengan solar plexus atau kundalini.

Menurut berbagai sumber, kundalini merupakan bagian dari tubuh manusia yang berbentuk 3 1⁄2 lingkaran, terdapat diantara tulang ekor dan kemaluan di bawah pusar.

Bentuknya seperti ular yang sedang bergulung atau melingkar. Jadi dalam hal ini perlu dijelaskan bahwa sumber tenaga dalam adalah ulu hati, bukan solar plexus seperti anggapan orang selama ini. Padahal solar plexus adalah tempat berkumpulnya energi cadangan tersebut setelah dibangkitkan.

Solar Plexus/Chakra

Satu-satunya jalan untuk membangkitkan energi tersebut adalah dengan cara mengubah pernafasan biasa menjadi pernafasan spesial, yaitu dengan mengoptimalkan oksigen yang masuk jangan sampai terbuang percuma sedangkan untuk bagian lain harus seimbang.



Untuk membangkitkan energi cadangan secara cepat, oksigen harus diputarkan secara cepat pula ke seluruh tubuh dan membuang gas beracun CO2 secara cepat.

Karena itu, saat membuang nafas badan harus dikejangkan. Dengan pengejangan tubuh, oksigen akan berputar membentuk pusaran energi yang menyerap seluruh energi di tubuh yang tersebar dan tersembunyi.

Sedangkan pembuangan gas beracun dilakukan dengan cara membuang nafas melalui mulut. Bila kedua hal tersebut dilakukan maka oksigen yang berputar di dalam tubuh kita adalah oksigen bersih tanpa CO2.

Ini salah satu rahasia juga, mengapa orang-orang yang mempelajari tenaga dalam secara benar selalu sehat dan jarang sakit.

Fungsi dari tenaga dalam:

  1. Tenaga fisik menjadi jauh lebih kuat
  2. Untuk mempertajam panca indera.
  3. Untuk membangkitkan indera keenam.
  4. Untuk menghancurkan benda-benda keras.
  5. Untuk meringankan tubuh.
  6. Untuk memperkuat memori otak.
  7. Untuk meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh terhadap serangan fisik dan serangan penyakit.
  8. Untuk Telekinetik / menggerakkan benda dari jarak jauh
Apakah diantara anda ada yang tertarik untuk mencoba mempelajari tenaga dalam dengan lebih mendetail, jika iya, mungkin anda membutuhkan seorang yang sudah ahli untuk menjadi trainer anda dalam mempelajarinya agar hasil yang anda peroleh dapat lebih maksimal.

Senin, 23 Agustus 2010

Sumber Energi Listrik Terbaru Yang Terinspirasi Dari Makhluk Laut


Inilah salah satu sumber energi yang baru-baru ini dikembangkan oleh sebuah perusahaan yang ada di Australia. BioPower System adalah perusahaan teknologi energi terbaru berbasis di Sydney Australia.

Saat ini BioPower telah berhasil mengembangkan teknologi pembangkit energi arus laut bioSTREAM yang diinspirasi oleh gerakan ikan hiu dan bioWAVE yang terinspirasi dari tanaman laut. Teknologi lain yang dikembangkan adalah bioBase yang merupakan teknologi mooring untuk instalasi dasar laut yang juga mengambil prinsip-prinsip dari tanaman laut.

Teknologi bioSTREAM didesain untuk mengkonversi energi pasang surut dan arus laut menjadi listrik. Terinspirasi dari gerakan ikan hiu, bioSTREAM meniru gerakan tubuh bagian belakang ikan hiu (thunniform-mode swimming propulsion).

Sirip yang mirip ekor ikan hiu terpasang dibagian belakang dan akan bergerak melenggak-lenggok mengikuti gerakan air laut. Gerakan lenggak-lenggok inilah yang dikonversi menjadi listrik dengan menggunakan generator O-DRIVE.

bioStream berhasil memanfaatkan produk evolusi hydrodinamic selama 3,8 juta tahun yang telah dikembangkan oleh ikan hiu, tuna atau mackarel yang dikenal sebagai perenang paling efisien. Warisan alam luar biasa ini menghasilkan teknologi energi terbarukan yang efektif, ramah lingkungan dan murah.

Sistem bioSTREAM bergerak secara otomatis dan memiliki hanya dua bagian sederhana sehingga mudah dalam isntalasi. Sedikitnya bagian yang bergerak pada sistem bioSTREAM juga memungkinkan minimnya perawatan yang diperlukan.

Dari sisi lingkungan, sistem ini terbukti memiliki zero visual impact, gerakan yang lambat dan natural dari bioDTREAM menghasilkan gangguan ekosistem dasar laut yang minimal dan tidak menghasilkan polusi.

Secara koninyu, bioSTREAM secara otomatis mengikuti arah aliran air. Di alam bebas, sudah terbukti teknologi ini dapat bertahan dalam semua kondisi, termasuk mampu bertahan dalam badai sekalipun. Luasan gerakan yang lebar memungkinkannya untuk dapat menghasilkan sampai 2 MW per unit.

Pada tahun 2008, BioPower berencana mengembangkan skala pilot proyek dengan kapasitas 250 kW di lepas pantai Flinders Island negara bagian Tasmania. Di negara bagian yang sama juga akan diinstal sistem bioWAVE, tepatnya di lepas pantai barat King Island.

�Tujuan kami adalah kedua sistem dapat terhubung dengan jaringan distribusi di Tasmania. Saat ini diskusi awal telah dilakukan dengan Hydro Tasmania yang menyediakan listrik bagi kedua pulau tersebut.� demikian ungkap Dr Finnigan Chief Executive Officer BioPower.

Proyek ini memungkinkan pengembangan bioSTREAM dan bioWAVE sehingga siap untuk produksi komersial dalam beberapa tahun mendatang�, lanjutnya.

�Desain dan konsep kedua teknologi tersebut telah diverifikasi melalui serangkaian uji di the Australian Maritime College engineering laboratories dimana semua kemungkinan terbaik gelombang dan arus laut dihitung dan dianalisa menggunakan fasilitas simulasi aliran gelombang oleh ahli oseanografi di CSIRO Marine Research Laboratories.

Pada awal 2009 diharapkan instalasi keduanya dapat selesai. Unit ini akan menggantikan sistem pembangkit diesel yang selama ini dipakai di kedua pulau tersebut.Belum lama, BioPower berhasil mendapatkan hibah sebesar 5 juta dollar dalam kerangka the Australian Governments Industry Renewable Energy Development Initiative (REDI). Hibah ini melengkapi kebutuhan total dana proyek tersebut yang mencapai 10.3 juta dollar.

Dengan adanya pengembangan sumber energi baru ini diharapkan kebutuhan energi dapat lebih tercukupi dan lebih rendah terhadap polusi bila dibandingkan dengan sumber energi yang lain.

Rabu, 04 Agustus 2010

Arsitektur Peninggalan Masa Lalu Yang Luar Biasa

Ternyata pada jaman dahulu berbagai karya arsitektur luar biasa telah pernah diciptakan, peninggalan arsitektur tersebut dapat kita temui pada saat sekarang ini. Inilah beberapa arsitektur luara biasa yang masih ada sebagai peninggalan masa lalu:

1. Desain Kincir Angin
Kincir angin Persia kuno merupakan salah satu kincir angin tertua yang pernah dibuat oleh manusia. Kincir angin ini dibuat oleh peradaban Persia sekitar 3000 tahun yang lalu. Kincir angin ini digunakan untuk menggiling gandum dan memompa air.
Tanaman alang - alang diikat menjadi satu sehingga terbentuk bantalan yang diletakkan di sumbu pusat. Kincir angin ini dibuat dengan hati - hati, karena hampir setiap bagian dibuat dengan tangan.

Walaupun mekanismenya sederhana, tetapi kincir angin ini telah dikenal oleh seluruh peradaban lainnya pada masa itu, dan beberapa negara masih menggunakan mekanisme seperti ini hingga di era modern ini. Bisa dibilang, kincir angin kuno ini merupakan cikal bakal kincir angin modern yang digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga angin.

2. Menara Angin Persia
Masih dari peradaban Persia kuno, menara angin atau wind tower ini digunakan oleh masyarakat Persia untuk sistem ventilasi udara di rumah - rumah mereka. Sistem ventilasi mereka jauh lebih rumit dari sistem ventilasi yang ada di rumah kita.
Sistem ventilasi yang mereka kembangkan sejak 2.000 tahun yang lalu ini mungkin hanya bisa disaingi oleh sistem ventilasi dengan teknologi modern. Prinsipnya adalah dengan menggunakan kombinasi perbedaan tekanan udara, dan penyesuaian iklim lingkungan di daerah Persia.

3. Saluran Air Grafitasi Romawi
Bangsa Romawi kuno juga mengembangkan suatu saluran air yang memanfaatkan gravitasi bumi untuk mengalirkan air ke seluruh wilayah Romawi. Selain digunakan untuk mengalirkan air, saluran air gravitasi ini juga digunakan dalam berbagai kegiatan masyarakatnya, diantaranya untuk roda air, hidrolik penghancur bijih besi, dan lain - lain.

4. Saluran Bawah Tanah

Karena Yerussalem terletak di dataran tinggi dan jauh dari sumber air, maka kota ini memenuhi kebutuhan air dari sungai bawah tanah. Masyarakatnya telah mengembangkan suatu saluran air bawah tanah yang masih bisa digunakan hingga saat ini, meski telah berumur puluhan ribu tahun.

5. Pemanfaatan Energi Geothermal
Peradaban Romawi kuno telah memanfaatkan energi panas bumi untuk memenuhi kebutuhan energinya. Energi panas bumi berasal dari gunung berapi Vesuvius, yang kemudian memanaskan air di sekitar wilayah tersebut.

Panas yang dihasilkan tadi kemudian digunakan untuk berbagai hal, seperti untuk pemandian air panas, hidrolik, kebutuhan medis, dan lainnya. Jika listrik telah ditemukan pada masa itu, mungkin sumber energi ini bisa dimanfaatkan lebih luas lagi.

6. Pemanfaatan Energi Surya
Pemanfaatan energi surya telah ditemukan oleh peradaban Yunani kuno. Jika kita menggunakan sel surya sebagai pembangkit tenaga listrik, maka peradaban Yunani kuno menggunakannya sebagai cadangan panas selama musim dingin berlangsung.

Konsepnya begitu sederhana, mereka membuat bangunan yang menghadap ke arah matahari, dan seluruh bangunan didesain seperti itu untuk menangkap sinar matahari sebanyak - banyaknya di siang hari karena sinar matahari lebih rendah dari atap mereka.

Ketika di malam hari, seluruh Peradaban Romawi selangkah lebih maju dengan menambahkan kaca untuk menyerap panas matahari dengan maksimal. Ternyata pemanfaatan tenaga surya itu sudah ada sejak lama ya.

7. Istana Tebing (Cliff Palace)
Tempat yang disebut dengan Istana Tebing ini terletak di Mesa Verde National Park, Colorado. Bangunan unik ini dibangun oleh masyarakat Amerika Utara pada zaman dahulu. Desain konstruksi yang unik ini memiliki tujuan sebagai pendinginan dari sengatan matahari yang panas pada masa itu.
Kita mungkin akan merasa bingung bagaimana manusia pada jaman dahulu bisa membangun karya yang sangat luar biasa seperti ini, padahal peradaban pada masa tersebut belum modern seperti sekarang. Jadi kita tidak bisa meremehkan begitu saja bangunan - bangunan zaman dahulu. Terkadang, dengan teknologi modern sekalipun, belum tentu dapat menghasilkan bangunan serupa dengan fungsi yang sama pula. Arsitektur zaman kuno memang luar biasa, menandakan bahwa pencapaian ilmu pengetahuan pada masa itu tergolong maju.