Tampilkan postingan dengan label dokter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dokter. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Oktober 2010

Pada masa Mendatang Teknik Pembekuan Tubuh Pasien Akan Di Terapkan Saat Operasi


Inilah cara terbaru yang akan diterapkan dalam dunia medis untuk melakukan sebuah operasi pembedahan pada tubuh seorang pasien. Pasien akan dibekukan Sebelum Operasi sebagai pengganti obat bius saat akan dioperasi. Di masa mendatang, pasien bedah tidak lagi membutuhkan obat bius.

Dokter akan mengganti darahnya dengan cairan pendingin sampai suhu tubuh pasien membeku, sehingga selama operasi terhindar dari kerusakan otak dan organ vital lainnya.

Dikutip dari Telegraph, teknik pembekuan ini dikembangkan oleh Harvard Medical School di Massachusetts dan telah sukses diujikan pada hewan. Uji coba pada manusia untuk pertama kalinya akan segera dilakukan dalam waktu dekat ini.

Dalam prosedur ini, darah pasien diganti dengan cairan pendingin yang secara drastis akan menurunkan suhu tubuh pasien hingga 10 derajat celcius. Pada suhu ini, jaringan tulang, otak dan organ lain aman dari kerusakan meski aliran darah dihentikan sementara.

Menariknya, ketika mencapai suhu tubuh serendah itu manusia biasanya sudah tidak bernyawa. Manusia bisa segera mati ketika suhu tubuhnya telah berada di bawah 22 derajat celcius, sementara suhu normal tubuh manusia adalah 37 derajat celcius.

Dr Hasan Alam, ahli bedah yang memimpin riset tersebut mengatakan prosedur ini cocok dilakukan untuk kondisi darurat pada korban penembakan, penusukan atau kecelakaan lalu lintas. Dengan membekukan korban, dokter menjadi punya lebih banyak waktu untuk menangani lukanya.

“Jika suhu inti tubuh dan otak diturunkan hingga 10 atau 15 derajat celcius, jaringan akan terlindung dari kerusakan hingga 60 atau bahkan 190 menit berikutnya,” ungkap Dr Alam.

Meski tubuhnya dibekukan hingga mendekati level kematian, namun pasien dapat dengan mudah dikembalikan ke suhu normal sebelum operasi. Tingkat keberhasilan untuk menghidupkannya kembali dikatakan mencapai 90 persen.

Ternyata perkembangan dunia medis sudah sedemikian pesat sehingga dalam waktu dekat obat bius tidak lagi diperlukan dalam menjalankan sebuah operasi pada tubuh pasien.

Jumat, 13 Agustus 2010

Kuman Terkuat Di Dunia Ditemukan Di Rumah Sakit Di India


Diberitakan Times of India, Kamis 12 Agustus 2010, tim ilmuwan memberi nama kuman itu NDM-1 (New Delhi metallo-beta-lactamase). Tim peneliti dari Inggris dan India itu mengungkapkan bahwa NDM-1 sudah terdeteksi di Inggris dan bisa menyebar ke banyak negara. Kuman super itu kemungkinan besar dibawa oleh para mantan pasien bedah plastik kosmetik yang pernah dirawat di rumah sakit di India.

"India selama ini juga melayani bedah kosmetik bagi orang-orang Eropa dan Amerika. Kemungkinan bakteri itu akan menyebar ke penjuru dunia," demikian peringatan tim ilmuwan dalam suatu artikel yang dimuat di suatu terbitan ilmiah The Lancet Infectious Diseases Journal, Rabu, 11 Agustus 2010.

Studi itu dilakukan oleh Akademisi Universitas Madras (India), Karthikeyan Kumarasamy, dan rekannya dari Universitas Cardiff (Inggris), Timothy Walsh. Menurut mereka, kuman NDM-1 merupakan gen yang dibawa oleh bakteri yang menyebabkan gangguan lambung dan masuk ke aliran darah dan selanjutnya menimbulkan gangguan fungsi organ tubuh. Bila terus dibiarkan, kuman itu menyebabkan kematian bagi penderita.

Gen NDM-1 pertama kali diidentifikasi oleh Walsh tahun lalu. Dia menemukan kuman itu pada tubuh seorang pasien asal Swedia yang pernah dirawat di suatu rumah sakit di India pada 2008. Sejak saat itu, ada sejumlah kasus serupa di Inggris dan, pada 2009, pihak berwenang mengeluarkan peringatan atas infeksi bakteri yang tahan atas obat-obatan antibiotik.

Diteliti lebih lanjut, bakteri NDM-1 itu tahan atas carbapenem, yaitu kelompok antibiotik yang sering menjadi andalan terakhir para dokter untuk memberikan perawatan darurat atas pasien yang mengidap kuman yang tahan dengan obat-obatan.

Walsh dan Kumarasamy curiga bahwa kuman itu berasal dari beberapa rumah sakit di India, seperti di Kota Chennai dan Haryana. Namun, kecurigaan itu dibantah oleh pihak medis berwenang di India. "Infeksi demikian bisa terjadi dimana saja di penjuru dunia. Tidak adil bila disebut kuman itu berasal dari India," kata VM Katoch, Ketua Dewan Penelitian Medis India.

Menurut dia, gembar-gembor akan penularan NDM-1 itu merupakan upaya untuk menjatuhkan citra rumah sakit-rumah sakit di India, yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi tempat yang atraktif bagi para pasien bedah plastik dari mancanegara.

Sabtu, 07 Agustus 2010

Dokter Temukan Virus Herpes Mampu Obati Kanker


Inilah penemuan terbaru dalam bidang medis tentang penyembuhan penyakit banyak ditakuti yaitu kanker. Dokter telah berhasil menemukan hasil rekayasa virus herpes untuk mengobati pasien kanker kepala dan leher. Kanker kepala, leher, mulut, lidah dan tenggorokan diderita oleh banyak orang.

“Sebenarnya pengobatan saat ini dapat mengobati secara efektif bila kanker tersebut diangkat dari awal, tapi banyak pasien yang tidak terdiagnosa hingga keadaannya cukup parah,” ujar Dr Kevin Harrington, pemimpin studi, seperti dilansir dari BBCNews, Jumat (6/8/2010).

Virus hasil rekayasa ini bekerja dengan cara dimasukkan ke dalam sel, kemudian membunuh sel kanker dari dalam dan juga merangsang sistem kekebalan tubuh pasien.

Dr Harrington menjelaskan bahwa virus herpes, yang juga sedang diuji pada pasien yang menderita kanker kulit, secara genetik dimanipulasi sehingga dapat berkembang dalam sel-sel tumor, tetapi tidak menginfeksi sel-sel sehat yang normal.

Pengobatan kanker ini memiliki tiga efek, yaitu melipatgandakan virus, membunuh sel tumor, serta direkayasa untuk memproduksi protein manusia yang mengaktifkan sistem kekebalan tubuh dan juga dapat membuat protein virus yang bertindak sebagai ‘bendera merah’ untuk sel-sel imun.

Royal Marsden Hospital di London telah menggunakan virus herpes hasil rekayasa ini pada 17 pasiennya bersamaan dengan pengobatan standar, yaitu kemoterapi dan radioterapi.

Dilaporkan 93 persen pasien yang mendapat suntikan virus ini menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Virus herpes dapat membantu membunuh tumor pada kebanyakan pasien dan tidak ditemukan jejak-jejak kanker setelah pembedahan.

Lebih dari dua tahun kemudian, 82 persen pasien tidak mengeluhkan penyakit yang sama. Hanya dua orang yang kambuh dari 13 pasien yang diberi pengobatan dosis tinggi.

Tapi penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menjamin agar virus herpes bisa menjadi senjata ampuh untuk melawan kanker. Hasil temuan ini telah dipublikasikan pada jurnal Clinical Cancer Research.

Namun penemuan ini sudah merupakan penemuan yang menggembirakan karena sudah memberikan sebuah titik terang dalam penyembuhan salah satu penyakit paling berbahaya yaitu kanker.

Sabtu, 17 Juli 2010

Pria Ini Tidak Makan dan Minum Selama 70 Tahun

Percayakah anda bahwa pria diatas tidak pernah makan dan minum selama sekitar 70 tahun. Ilmuwan militer India sekarang ini sedang mempelajari pria tersebut.

Prahlad Jani, pria tua itu, kini ditempatkan di ruang isolasi di sebuah rumah sakit di Ahmedabad, Gurjarat. Telegraph, melaporkan, di situ dia diawasi secara ketat oleh organisasi riset pertahanan India, yang percaya bahwa sang pria mungkin memiliki kualitas istimewa yang dapat membantunya bertahan hidup.

Dia telah menghabiskan waktu enam hari tanpa makanan atau air di bawah pengamatan ketat dan para dokter mengatakan, tubuhnya belum menunjukkan adanya efek yang merugikan akibat kelaparan atau dehidrasi.

Jani, yang mengaku telah meninggalkan rumah pada usia tujuh tahun dan hidup sebagai pengelana sadhu atau orang suci di Rajasthan, dianggap sebagai breatharian yang bisa hidup dengan melakukan “tapa spiritual”. Dia percaya, dirinya ditopang seorang dewa yang menuangkan suatu “obat mujarab” melalui sebuah lubang di langit-langit mulutnya. Pengakuannya itu telah didukung seorang dokter India yang ahli dalam studi tentang orang yang mengaku punya kemampuan supranatural, tetapi ia juga tak diakui sejumlah orang lain yang hanya memandangnya sebagai seorang “penipu dari desa”. Percaya atau tidak bahwa pria ini tidak pernah makan selam 70 tahun adalah keputusan anda.

Kamis, 10 September 2009

Ajaib! Se ekor Kucing Tetap Hidup Dengan Panah Tertancap Di Kepalanya

Kasihan sekali nasib kucing yang satu ini. Meskipun demikian kelihatanya Tuhan selalu memberikan mukzizat kepada setiap makhluk hidupnya. Seperti kucing yang selama ini identik dengan 9 nyawa. Entah percaya atau tidak, sepertinya mitos itu benar adanya.

Adalah Brownie (4) Kucing naas ini baru saja tertembak sebuah panah laras panjang.Panah tersebut tepat mengenai bagian kepalanya. Tingkat kedalaman panah menembus tengkorak kepalanya hingga 13 inchi. Tapi keajaiban masih berpihak pada kucing manis ini. Ia tetap bertahan hidup!

Pasca kejadian yang menimpanya Brownie langsung dibawa ke klinik dokter hewan di Bloomington, Indiana. Disana ia dirawat dan diharapkan bisa kembali pulih seperti semula.

“Ini sangat mengerikan dan tragis, keajaiban dari seekor kucing ia masih bisa bertahan hidup dan bisa melalui itu semua” ujar Sarah Hayes, CEO Monroe, salah satu LSM Sosial di Indiana.

“ Bagi masyarakat jangan sampai ada penyalahgunaan seperti ini lagi. Karena binatang yang jadi korbannya”tambah Sarah.
Sebaiknya kia harus lebih berhati-hati dalam menggunakan alat-alat yang dapat membahayakan binatang atau orang lain.

Minggu, 30 Agustus 2009

Seorang Bocah Yang Alergi Pada Semua Makanan


Kaleb Bussenschutt tak bisa memakan apapun. Dia tak hanya menderita alergi kacang atau susu. Bocah lima tahun asal Australia itu alergi terhadap semua makanan.

Hanya dua hal yang bisa dia telah lewat mulutnya, air putih dan beberapa merek jus jeruk.

Bagaimana cara bocah ini bertahan hidup? Selama 20 jam perhari, sebuah mesin khusus memompa nutrisi ke perutnya.

Sebelum dokter menyembuhkannya, Kaleb tak akan pernah bisa menikmati segelas bir pertamanya ketika beranjak dewasa, atau bahkan kue ulang tahunnya.

Kaleb tak bisa mengecap makanan jenis apapun. Tak hanya itu, pergaulan bocah lucu ini pun terganggu. Dia tak bisa meminjam barang teman-temannya, bahkan untuk sebuah pinsil. Sebab, dikawatirkan ada sisa-sisa makanan yang menempel di pinsil tersebut.
Ibunya, Melissa Bussenschutt mengatakan dokter sama sekali tak tahu apa yang terjadi pada Kaleb. Dokter hanya tahu makanan membuat Kaleb tersiksa dan melukai lambung putranya.


“Hanya satu yang kami tahu, dia tersiksa. Dia menderita malabsorbsi parah. Kaleb tidak bisa menyerap makanan,” kata Melissa Bussenschutt, seperti dimuat laman berita News.com.au, Selasa 28 Juli 2009.

Sampai saat ini, tambah dia, Kaleb terus menjalani serangkaian tes, untuk mengetahui mengapa dia tak bisa makan.

“Jika kami pergi makan malam di restoran, dia hanya mendapatkan semangkuk es batu. Lalu, Kaleb akan bertanya ‘Apa yang kalian makan? Bagaimana rasanya?’. Dia merasa kondisinya ini tak adil,” kata sang ibu.

Tiap Februari, di hari ulang tahunnya, Kaleb tetap berpesta, lengkap dengan badut dan kue tart.

“Dia tetap meminta kue ulang tahun, hanya untuk tiup lilin. Tapi lalu minta kakak perempuannya untuk memakan kue itu,” tambah dia.

Dalam dunia medis diketahui satu dari 20 anak memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Namun, kebanyakan alergi tersebut dalam taraf ringan dan akan hilang dalam jangka waktu tertentu.

Menurut seorang pakar, Profesor Peter Sly alergi yang diderita Kaleb sangat langka. “Saya mengetahui beberapa masalah soal penyerapan makanan. Tidak diketahui apakah itu benar-benar alergi atau intoleransi,” kata Sly.

Keluarga Bussenschutt tak menyerah untuk mengetahui apa sebenarnya yang diderita sang anak. Mereka tetap berusaha menghimpun dana untuk penelitian penyakit Kaleb, diantaranya lomba balap sepeda dari Melbourne ke Adelaide tahun depan.