Tampilkan postingan dengan label arkeologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label arkeologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Agustus 2009

Kapal Bangsa Romawi Kuno Yang Tenggelam Ditemukan

http://erabaru.or.id/images/stories/sejarah/kapal_kuno.jpg

Inilah temuan para arkeolog yang berharga. Pejabat Departemen Kebudayaan Italia hari Jumat (24/7) lalu mengatakan, Arkeolog menemukan lima kapal karam Romawi Kuno yang masih utuh di pantai barat di perairan dekat sebuah pulau kecil di lepas pantai Italia, kapal tersebut tenggelam sekitar abad pertama sampai abad ke-4 SM, kapal tersebut membawa sejumlah barang-barang seperti porselen dan kontainer yang penuh dengan isi. Berita yang menarik adalah bahwa kapal ini termasuk barang-barang bawaannya masih dalam kondisi baik, tidak rusak oleh pemburu harta karun atau alam, seperti sebuah museum arkeologi di bawah laut.

Kapal yang tenggelam ini terletak di wilayah barat dekat sebuah pulau kecil Ventotene di antara Roma dan Napoli. Sejak dahulu kala perairan di kawasan tersebut merupakan rute terusan komersial yang penting, karena wilayah tersebut sering diserang oleh badai dan aliran air laut yang tidak stabil, maka sering juga ditemukan reruntuhan sejumlah bangkai kapal kuno. Tetapi kapal ini berbeda dengan reruntuhan kapal karam masa lalu, ini ditemukan oleh para ahli di laut yang lebih dalam, dengan kedalaman sekitar 100-150 m, sehingga terhindar dari pengaruh badai dan aliran air laut yang berbahaya dan masih tersimpan utuh.

Pada awal saat penemuan kapal oleh arkeolog ini masih menghadapi persaingan pemburu harta, sebagai akibat dari kemajuan teknologi, kedalaman yang dapat dicapai oleh pemburu harta semakin dalam, Annalisa Zarattini dari Departemen Kebudayaan yang bertanggung jawab atas arkeologi dalam laut berkata: "Suatu hal yang terpenting dari arkeologi ini adalah kita terlebih dahulu menemukannya dibandingkan dengan para pemburu harta karun. " Kapal yang tenggelam ini ditemukan oleh Departemen Kebudayaan Negeri tersebut yang bekerja sama dengan Aurora Trust perusahaan eksplorasi laut Amerika Serikat, prosesnya adalah setelah team peneliti melalui teknologi sonar melukis gambar dasar laut, kemudian menggunakan kendaraan remote control tanpa awak lebih lanjut mengkonfirmasian keberadaan kapal yang tenggelam tersebut.

Berdasarkan penelitian kapal karam sekarang dan barang antik yang telah diangkat, sejarah barang antik tersebut adalah sekitar dua ribu tahun. Dalam kapal memuat banyak kontainer, sebagian besar adalah porselen, di dalam terisi banyak barang seperti anggur, minyak zaitun, kecap ikan dan komoditi lainnya, masih terdapat sejumlah logam dan peralatan dapur, ini membutuhkan penelitian lebih lanjut. Saat ini, beberapa bagian benda kuno kecil telah dikeluarkan dan diberikan kepada laboratorium penelitian dan di pamerkan di pulau kecil Ventotene.

Secara umum, penemuan kapal karam di Mediterania bukan berita yang khusus, tetapi sebagian besar reruntuhan kapal yang ditemukan merupakan bangkai, dan kapal yang masih utuh ini kelestariannya sangat langka, salah satu kapal yang paling panjang adalah sekitar 20 meter, itu termausuk kapal berukuran medium saat itu. Di sisi lain, badan kapal mendarat secara lurus di dasar laut, tidak terdapat keterbatasan penelitian karena perahu terbalik, oleh sebab itu memberi kesempatan yang paling baik bagi para tenaga ahli untuk melakukan penelitian terhadap seluruh kapal dan semua barang muatannya. Zarattini berkata: "Di sini seperti sebuah museum dasar laut. Selanjutnya apalagi ya, yang akan ditemukan para arkeolog dari bawah laut.

Selasa, 25 Agustus 2009

Ribuan Jejak Kaki Misterius Terlihat di Chongqing Tiongkok

http://erabaru.net/images/stories/sejarah/dino_china.jpg


Apakah benar bahwa ini merupakan bukti bahwa dinosaurus pernah hidup mendiami bumi kita di jaman purba.Enam tahun yang lalu, pada lapisan batu karang di lereng sebuah gunung di Kecamatan Sanjiao, Kabupaten Qijiang, Provinsi Chongqing, Tiongkok ditemukan sejumlah jejak kaki misterius.

Juni tahun ini, para ilmuwan Tiongkok dan Amerika membentuk tim "Empat Arkeolog" untuk melakukan penelitian bersama atas temuan ini.

Pada 6 Juli mereka berhasil menyimpulkan bahwa ribuan jejak kaki yang ditemukan itu adalah jejak kaki dinosaurus, ilmuwan sekaligus juga menyimpulkan bahwa lebih dari seratus juta tahun yang lalu Kabupaten Qijiang itu adalah rawa, merupakan tempat berkumpulnya banyak dinosaurus.

Temukan Jejak Kaki di Lokasi Bencana

Menurut pemberitaan Harian Ekonomi Chongqing edisi 7 Juli, pada 2003 ketika wakil kepala Dinas Pertanahan dan Perumahan Nasional Kabupaten Qijiang, Wang Fengping, memimpin tim survei untuk meneliti keadaan lokasi yang dilanda bencana di Kecamatan Sanjiao, secara tidak sengaja menemukan sejumlah jejak kaki misterius di dalam sebuah goa yang terletak di lereng gunung dengan ketinggian lebih dari 800 meter di atas permukaan laut dekat kamp perlindungan Lianhua di Desa Hongyan.

Menurut penuturan, lokasi tempat ditemukan jejak kaki tersebut hanya berjarak 200 meter di atas aliran sungai yang terletak di kaki gunung, dan goa itu hanya memiliki satu-satunya jalan yang dapat ditempuh untuk mencapainya.

Pada saat itu begitu berita tersebar, sempat mengundang masyarakat di sekitar untuk "bertamasya" ke lokasi temuan. Instansi terkait setempat pun segera mengambil tindakan perlindungan, dengan cara membangun sebuah pintu di mulut goa.

Pada 2006, ada sejumlah pakar yang berkunjung ke Chongqing untuk menelitinya, kesimpulan awal yang diperoleh pada waktu itu adalah jejak kaki dinosaurus, namun belum dilakukan tindakan lebih lanjut untuk memastikan hal ini.

Jarak Langkah Kaki Terbesar


dino_china1

21 Mei 2007, jejak kaki dinosaurus tersimpan di dalam goa di tebing terjal ini. (INTERNET)

Pada 13 Juni tahun ini, Profesor Jared Harris dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Institut Dixie Utah, AS, bersama dengan seorang geolog bernama Jing Lida dari Institut Geologi Tiongkok, terbang dari Beijing ke Chongqing. Kemudian mereka bergabung dengan tim "Empat Arkeolog" yang dibentuk oleh mantan Kepala Museum Ilmiah Chongqing yakni Zhou Shiwu sehingga menjadi tim Arkeolog Tiongkok Amerika, tiba di Qijiang untuk melakukan penelitian bersama.

Di lokasi tersebut mereka mendapati, semua jejak kaki ini sedikitnya tersebar pada 5 lapisan. Jarak setiap lapisan terpisah sekitar 2 meter tingginya, dan jumlah jejak kaki tersebut sedikitnya mencapai lebih dari seribu buah.

Tim ahli menjelaskan, jika dilihat dari panjangnya jejak kaki, yang paling pendek sekitar 11 cm, dan yang paling panjang sekitar 35 cm. Jika dilihat dari bentuk jejak kaki itu, ada yang bercakar 3, ada yang berbentuk kelopak bunga Plum, ada juga yang berbentuk piring bulat. Jika dilihat dari lebar langkahnya, yang paling lebar mencapai 1,6 meter. Mereka menyimpulkan, bentuk tubuh dinosaurus yang hidup pada masa itu bisa mencapai 20 meter lebih panjangnya.

Jejak Kaki Dibagi Empat Kelompok

Menurut penuturan para ahli, jejak kaki misterius yang tersebar di areal seluas 140 meter persegi ini, adalah jejak kaki dinosaurus, yang merupakan kumpulan jejak kaki dinosaurus dari masa pertengahan zaman Cretaceous berskala terbesar di wilayah Barat Daya Tiongkok hingga saat ini, terdiri dari dinosaurus jenis naga Alpha, jenis berkaki unggas dan juga jenis berkaki hewan, di antaranya jejak kaki dinosaurus jenis naga Alpha merupakan yang pertama kalinya ditemukan di Tiongkok.

Pakar juga menyebutkan, dilihat dari jejak kaki dinosaurus di lokasi temuan dapat dibagi menjadi 4 kelompok, yakni jejak kaki dinosaurus jenis predator, jejak kaki dinosaurus besar yang menggiring dinosaurus kecil, jejak kaki dinosaurus pincang, dan juga jejak kaki dinosaurus jenis petarung.

Mereka juga menyimpulkan bahwa dinosaurus tersebut hidup sekitar 140 juta tahun silam, pada waktu itu Qijiang adalah sebuah rawa-rawa yang sangat luas, dinosaurus hidup secara berkelompok di situ, kemudian setelah terjadinya perubahan pada lapisan kerak bumi maka terbentuklah kontur tanah bergunung tinggi seperti sekarang ini.

Pemerintah Qijiang berencana akan memindahkan semua jejak kaki ini ke dalam Museum Geologi Kabupaten Qijiang yang sudah selesai dibangun, dan pada akhir tahun ini diharapkan sudah dapat diperlihatkan untuk khalayak umum.

Peta Benua Eropa Berusia 14000 Tahun Berhasil Ditemukan

http://tidakmenarik.files.wordpress.com/2009/08/mg20327204-400-1_800.jpg?w=468&h=290

Inilah salah satu hasil temuan yang mungkin sangat berharga dalam dunia arkeologi. Sebuah peta yang dianggap sebagai salah satu peta Eropa tertua di dunia berhasil ditemukan. Namun, media peta tersebut bukanlah di atas kertas melainkan sebongkah batu yang berusia 14.000 tahun.

Melansir pemberitaan Daily Mail, Sabtu (8/8) disebutkan, para arkeolog menilai masyarakat purba ternyata memerlukan panduan perjalanan sama seperti masyarakat modern.

Para arkeolog ini menggali bebatuan di sebuah gua di Spanyol di kawasan Navarre, Barat Eropa. Dijumpai juga sejumlah ukiran berusia 14.000 tahun yang diduga hasil dari masyarakat pemburu-pengumpul Magdalenia.

Temuan para arkeolog ini dipaparkan di The Journal of Human Evolution yang menurut ilmuwan Spanyol merupakan sebuah peta. Tim yang dipimpin oleh Pilar Utrilla dari University of Zaragoza di Spanyol mengambil bebatuan tersebut di tahun 1994, namun dianalisanya 15 tahun kemudian.

Di permukaan batu tersebut terukir gambaran sungai, kolam dan semak-semak. Selain itu, terdapat juga sketsa hewan purba. Mereka berspekulasi gambar lingkaran mewakili daratan datar yang digenangi air.

“Semua perincian peta di batu itu menjelaskan perta sekitar lokasi gua. Bisa jadi ini merupakan rencana untuk berburu mereka atau kisah naratif dari apa yang telah terjadi pada masyarakat tersebut,” tulis tim ini dalam jurnal mereka.

Para arkeolog ini persisnya menemukan bebatuan tersebut di gua Abauntz Lamizulo yang diyakini tempat tinggalnya hewan mitos nymph berkaki burung yang masyarakat setempat menyebutnya ‘lamias’.

Dari gambaran peta tersebut, ilmuwan meyakini pola berpikir masyarakat purba yang mulai cerdas. Di batu itu terdapat juga gambaran gunung yang memakan waktu beberapa tahun bagi ilmuwan untuk menelitinya.

Temuan dan studi ini menarik perhatian arkeolog prasejarah Lawrence Straus dari the University of New Mexico di Albuquerque. “Ini adalah temuan yang spekatakuler. Ia memberikan kita sekilas cara masyarakat purba bernavigasi dan menjelaskan teritorialnya,” kata Lawrence.

Untuk rekor peta tertua sedunia adalah salah satu yang ditemukan di Eropa di Pavlov, Republic Czechnya yang berusia 25.000 tahun yang tertuang di atas batu menggambarkan gunung, sungai dan lembah seputar kawasan tersebut. Selanjutnya apalagu ya yang akan ditemukan oleh para arkeolog?