Tampilkan postingan dengan label kaki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kaki. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Agustus 2010

Kenapa Kaki Dan Ketiak Kita Mudah Geli


Jika kita digelitik pada bagian telapak kaki atau ketiak, kita biasanya merasa geli. Tapi tahukan anda kenapa dua bagian ini paling sensitif dan tidak tahan jika digelitik atau disentuh?

Beberapa orang mungkin memiliki bagian sensitif yang berbeda, karena pada titik tersebut menghasilkan refleks geli dengan derajat yang bervariasi atau bahkan tidak sama sekali. Seseorang mungkin memiliki daerah sensitif dimana orang lain tidak merasakan apapun.

Telapak kaki dan ketiak merupakan dua daerah dalam tubuh yang paling sensitif bagi kebanyakan orang. Hal ini karena pada telapak kaki memiliki konsentrasi Meissner's corpuscles yang lebih tinggi. Ujung dari saraf ini akan membuat telapak kaki memiliki kadar geli yang lebih tinggi daripada bagian tubuh lainnya, seperti dikutip dari health, Kamis (13/8/2009).

Biasanya tempat yang paling geli adalah tempat yang sangat rentan terhadap serangan, setidaknya di sekitar bagian atas tubuh. Pada bagian ketiak mengandung pembuluh darah dan arteri, serta memungkinkan akses leluasa ke jantung karena tulang rusuk sangkar tidak lagi memberikan perlindungan kepada rongga dada di sekitar ketiak.

Hal yang sama juga berlaku pada bagian tubuh yang geli lainnya seperti leher. Karena tidak ada perlindungan dari tulang, maka secara otomatis seseorang akan bereaksi ketika daerah tersebut disentuh oleh orang lain. Sebagai tambahan, saraf reseptor yang dekat dengan permukaan kulit akan membuat sensitifitasnya makin tinggi.

Selain itu, leher juga mengandung bagian-bagian penting. Seperti karotid yang akan memasok darah ke otak serta batang leher yang membawa udara ke paru-paru juga terletak dibagian depan leher.

Peneliti juga menunjukkan bahwa cerebellum (otak kecil), yang merespons sentuhan akan menunjukkan aktivitas yang lebih saat diberi sentuhan yang mendadak dibandingkan dengan sesuatu yang telah diantisipasi. Jika otak sudah bisa mengenali sentuhan yang akan datang, hal ini akan membuat saraf respons tidak terlalu intens. Makanya seseorang tidak akan pernah berhasil menggelitik diri sendiri.

Selasa, 03 Agustus 2010

Sandal Jepit Ternyata Berbahaya Bagi Kesehatan


Siapa yang tidak kenal denga sandal rakyat yang satu ini, dialah sandal sejuta umat atau sandal jepit. Tapi tahukah anda, dibandingkan dengan sepatu hak tinggi, sandal jepit memang nyaman dikenakan sebagai alas kaki sehari-hari. Tapi, siapa sangka, sandal jepit menyimpan bahaya bagi kesehatan.

Para ahli memeringatkan, penggunaan sandal jepit dalam jangka panjang akan meningkatkan risiko terjadinya pergeseran tulang kering dan nyeri sendi. Keluhan paling sering muncul akibat penggunaa sandal jepit antara lain pergelangan kaki bengkok.

Para ahli mengatakan, sandal jepit memaksa pemakainya mengubah cara melangkah dan memberi tekanan lebih di bagian luar kaki, daripada tumit. Akibatnya, dalam jangka panjang, kaki akan mengalami kerusakan. Disamping itu, sandal jepit menyimpan risiko cedera serius saat pemakainya tersandung.

Sandal jepit atau flip-flop adalah salah satu jenis alas kaki paling populer untuk bersantai. Di Inggris, sekitar 15 juta orang menggunakannya saat menghabiskan waktu di pantai.

Mike O'Neill, juru bicara Asosiasi Chiropodis dan Podiatrik Inggris memeringatkan efek penggunaan flip-flop yang terlalu lama. "Kurangnya dukungan dari flip-flop menyebabkan nyeri pada tendon di bagian dalam kaki dan tungkai bawah. Hal ini juga dapat menyebabkan bergesernya tulang kering," katanya seperti dikutip dari Idiva.

Para ahli medis mengungkap, sandal jepit memiliki efek buruk yang sama dengan sepatu hak tinggi. Bahkan, pemakaian flip-flop dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan yang lebih parah daripada stiletto.

Jadi berhati-hatilah jika memakai sandal jepit, jika anda merasa mulai merasakan ada keluahn pada kaki anda sebiknya segera menghubungi dokter untuk berkonsultasi.

Selasa, 25 Agustus 2009

Ribuan Jejak Kaki Misterius Terlihat di Chongqing Tiongkok

http://erabaru.net/images/stories/sejarah/dino_china.jpg


Apakah benar bahwa ini merupakan bukti bahwa dinosaurus pernah hidup mendiami bumi kita di jaman purba.Enam tahun yang lalu, pada lapisan batu karang di lereng sebuah gunung di Kecamatan Sanjiao, Kabupaten Qijiang, Provinsi Chongqing, Tiongkok ditemukan sejumlah jejak kaki misterius.

Juni tahun ini, para ilmuwan Tiongkok dan Amerika membentuk tim "Empat Arkeolog" untuk melakukan penelitian bersama atas temuan ini.

Pada 6 Juli mereka berhasil menyimpulkan bahwa ribuan jejak kaki yang ditemukan itu adalah jejak kaki dinosaurus, ilmuwan sekaligus juga menyimpulkan bahwa lebih dari seratus juta tahun yang lalu Kabupaten Qijiang itu adalah rawa, merupakan tempat berkumpulnya banyak dinosaurus.

Temukan Jejak Kaki di Lokasi Bencana

Menurut pemberitaan Harian Ekonomi Chongqing edisi 7 Juli, pada 2003 ketika wakil kepala Dinas Pertanahan dan Perumahan Nasional Kabupaten Qijiang, Wang Fengping, memimpin tim survei untuk meneliti keadaan lokasi yang dilanda bencana di Kecamatan Sanjiao, secara tidak sengaja menemukan sejumlah jejak kaki misterius di dalam sebuah goa yang terletak di lereng gunung dengan ketinggian lebih dari 800 meter di atas permukaan laut dekat kamp perlindungan Lianhua di Desa Hongyan.

Menurut penuturan, lokasi tempat ditemukan jejak kaki tersebut hanya berjarak 200 meter di atas aliran sungai yang terletak di kaki gunung, dan goa itu hanya memiliki satu-satunya jalan yang dapat ditempuh untuk mencapainya.

Pada saat itu begitu berita tersebar, sempat mengundang masyarakat di sekitar untuk "bertamasya" ke lokasi temuan. Instansi terkait setempat pun segera mengambil tindakan perlindungan, dengan cara membangun sebuah pintu di mulut goa.

Pada 2006, ada sejumlah pakar yang berkunjung ke Chongqing untuk menelitinya, kesimpulan awal yang diperoleh pada waktu itu adalah jejak kaki dinosaurus, namun belum dilakukan tindakan lebih lanjut untuk memastikan hal ini.

Jarak Langkah Kaki Terbesar


dino_china1

21 Mei 2007, jejak kaki dinosaurus tersimpan di dalam goa di tebing terjal ini. (INTERNET)

Pada 13 Juni tahun ini, Profesor Jared Harris dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Institut Dixie Utah, AS, bersama dengan seorang geolog bernama Jing Lida dari Institut Geologi Tiongkok, terbang dari Beijing ke Chongqing. Kemudian mereka bergabung dengan tim "Empat Arkeolog" yang dibentuk oleh mantan Kepala Museum Ilmiah Chongqing yakni Zhou Shiwu sehingga menjadi tim Arkeolog Tiongkok Amerika, tiba di Qijiang untuk melakukan penelitian bersama.

Di lokasi tersebut mereka mendapati, semua jejak kaki ini sedikitnya tersebar pada 5 lapisan. Jarak setiap lapisan terpisah sekitar 2 meter tingginya, dan jumlah jejak kaki tersebut sedikitnya mencapai lebih dari seribu buah.

Tim ahli menjelaskan, jika dilihat dari panjangnya jejak kaki, yang paling pendek sekitar 11 cm, dan yang paling panjang sekitar 35 cm. Jika dilihat dari bentuk jejak kaki itu, ada yang bercakar 3, ada yang berbentuk kelopak bunga Plum, ada juga yang berbentuk piring bulat. Jika dilihat dari lebar langkahnya, yang paling lebar mencapai 1,6 meter. Mereka menyimpulkan, bentuk tubuh dinosaurus yang hidup pada masa itu bisa mencapai 20 meter lebih panjangnya.

Jejak Kaki Dibagi Empat Kelompok

Menurut penuturan para ahli, jejak kaki misterius yang tersebar di areal seluas 140 meter persegi ini, adalah jejak kaki dinosaurus, yang merupakan kumpulan jejak kaki dinosaurus dari masa pertengahan zaman Cretaceous berskala terbesar di wilayah Barat Daya Tiongkok hingga saat ini, terdiri dari dinosaurus jenis naga Alpha, jenis berkaki unggas dan juga jenis berkaki hewan, di antaranya jejak kaki dinosaurus jenis naga Alpha merupakan yang pertama kalinya ditemukan di Tiongkok.

Pakar juga menyebutkan, dilihat dari jejak kaki dinosaurus di lokasi temuan dapat dibagi menjadi 4 kelompok, yakni jejak kaki dinosaurus jenis predator, jejak kaki dinosaurus besar yang menggiring dinosaurus kecil, jejak kaki dinosaurus pincang, dan juga jejak kaki dinosaurus jenis petarung.

Mereka juga menyimpulkan bahwa dinosaurus tersebut hidup sekitar 140 juta tahun silam, pada waktu itu Qijiang adalah sebuah rawa-rawa yang sangat luas, dinosaurus hidup secara berkelompok di situ, kemudian setelah terjadinya perubahan pada lapisan kerak bumi maka terbentuklah kontur tanah bergunung tinggi seperti sekarang ini.

Pemerintah Qijiang berencana akan memindahkan semua jejak kaki ini ke dalam Museum Geologi Kabupaten Qijiang yang sudah selesai dibangun, dan pada akhir tahun ini diharapkan sudah dapat diperlihatkan untuk khalayak umum.