Rabu, 26 Agustus 2009

Karakter-karakter Pembunuh Dalam Film Horor Hollywood

Inilah beberapa karakter pembunuh yang ada dalam film buatan hollywood.

JASON VOORHEES

Jason Voorhees adalah karakter film horror legendaris Friday The 13th. Film ini telah memasuki sequelnya yang ke-11 setelah film perdananya dirilis pada tahun 1980. Uniknya, pada film pertamanya itu yang muncul sebagai karakter antagonis adalah Mrs Pamela Voorhees, sang ibu dari Jason. Jason Voorhees baru muncul di sequel kedua dan seterusnya.

Jason Voorhees adalah seorang anak yang tenggelam di Camp Crystal Lake. Ia adalah korban dari ketidakpedulian para pemuda yang sedang melakukan aktivitas di Camp tersebut. Setelah beranjak dewasa ia membalas dendam dengan membantai semua orang yang berkegiatan di tempat itu. Jason Voorhees memiliki ciri khas. Dalam pemunculannya ia kerap menggunakan topeng hoki dan membawa senjata golok atau parang besar. Sejak kemunculannya yang pertama, Jason Voorhees telah membantai lebih dari 150 orang di semua filmnya. Salah satu adegan yang cukup berkesan adalah saat ia berduel dengan Tommy Jarvis dalam film Friday the 13th Part-4: The Final Chapter (1984).

FREDDY KRUEGER

Freddy Krueger adalah bintang film horror legendaris A Nightmare on Elm Street. Film yang dirilis perdana pada tahun 1984 ini telah memiliki 8 sequel. Freddy Krueger memiliki modus operandi yang unik dalam melakukan pembantaian. Ia melakukannya di dalam mimpi sang korban. Dalam kehidupan normalnya, Freddy Krueger adalah seorang pembunuh anak kecil. Ia lantas mendapatkan amarah dari para orang tua yang kalap hingga membakarnya hidup-hidup. Freddy akhirnya kembali menjadi mimpi yang paling mengerikan dalam tidur setiap korbannya.

Berbeda dengan Jason Voorhees, Freddy Krueger cukup memiliki sense of humor. Ia juga cukup banyak bicara. Seringai lebar dari wajahnya yang rusak dilengkapi dengan kaos khas merah hitam dan tentunya sarung tangan lancip dari logam semakin membuatnya menjadi karakter yang unik.

MICHAEL MYERS

Michael Myers membunuh kakak perempuannya dengan sadis saat ia masih berumur 6 tahun hingga dimasukkan ke rumah sakit jiwa. Seolah benar-benar menjadi karakter yang nyata, ia kembali mendatangi keluarganya mendekati hari Halloween untuk membantai mereka yang tersisa.

Film Halloween dirilis pertama kali pada tahun 1978 oleh sutradara kondang John Carpenter. Sampai sekarang sembilan film Halloween telah dibuat. Karakter Michael Myers akhirnya menjelma menjadi salah satu ikon horror yang menakutkan melalui film tersebut. Meskipun berpenampilan tenang dibalik topeng dinginnya, jumlah korbannya tercatat sudah lebih dari 70 orang.

CHUCKY

Chucky hanyalah sebuah boneka. Sebuah mainan anak-anak. Tapi siapa sangka boneka itu dirasuki ruh jahat yang siap membantai siapa saja. Film Child’s Play pertama kali dirilis pada tahun 1988. Itulah film pertama tentang boneka maut Chucky. Sampai saat ini telah 5 film yang dibuat khusus untuk bercerita tentang keganasan Chucky. Bahkan pada tahun 2009 telah direncanakan film Chucky berikutnya.

Asal muasal keganasan Chucky sebetulnya dimulai saat ada seorang pembunuh yang tertembak mati di sebuah toko mainan anak-anak. Pengaruh ilmu hitam akhirnya membuat ruhnya mampu bertransformasi ke dalam bentuk apapun. Hingga ia menemukan sebuah boneka sebagai tempat bersemayamnya hingga saat ini. Keuntungan Chucky yang tidak dimiliki oleh rival-rivalnya adalah bentuk fisiknya yang hanya sebuah boneka. Calon korban tak akan sekalipun berpikir buruk tentang pembantaian yang akan terjadi pada dirinya.

LEATHERFACE

Film The Texas Chainsaw Massacre (1974) melambungkan nama ikon horror Leatherface menjadi salah satu “setan” yang ditakuti di Hollywood. Pria mengerikan yang selalu menggunakan gergaji mesin untuk membantai korbannya ini hidup bersama keluarga psikopat yang memiliki tabiat kanibalisme. Bahkan alat rumah tangga di rumah mereka pun tak jarang terbuat dari bagian tubuh manusia.

Sampai saat ini tak kurang dari 6 film tentang The Texas Chainsaw Massacre yang telah dibuat, termasuk sequel, remake, dan prequel. Sama seperti kecenderungan karakter yang lain, Leatherface juga memakai topeng. Bedanya, topeng yang ia kenakan terbuat dari bagian tubuh manusia.

CANDYMAN

Sebagai seorang karakter pembunuh, sesungguhnya Candyman memiliki kisah yang cukup romantis. Pria kulit hitam anak seorang budak yang seorang seniman, jatuh cinta pada gadis anak orang berada. Sang orang tua kaya yang marah akhirnya mengirimkan sejumlah begundal untuk memberinya pelajaran. Mereka memotong salah satu tangannya. Lantas menelanjangi dan menaburkan lebah di sekujur tubuhnya. Sang pria kulit hitam itu akhirnya tewas dengan sangat mengenaskan.

Cara kematiannya tersebut kemudian menjadi legenda dan mitos akan sosok bertangan kait Candyman. Legenda tersebut berkata, apabila anda berdiri di depan cermin dan menyebut nama Candyman lima kali, niscaya arwahnya akan datang menebar maut pada anda. Sayangnya, legenda tersebut menjelma menjadi kenyataan yang paling menakutkan pada orang-orang yang sering menguji kebenarannya.

Dibanding para karakter yang lain, Candyman tergolong low profile. Ia sampai saat ini baru tampil sebanyak tiga film. Film yang pertama dirilis pada tahun 1992. Tokoh rekaan sineas spesialis horror/thriller Clive Barker ini disebut-sebut sedang dalam proses pengerjaan untuk tampil kembali dalam filmnya yang keempat.

NORMAN BATES

Siapa yang tidak mengenal karakter Norman Bates. Muncul pertama kali dalam film thriller fenomenal Psycho (1960), Norman Bates menjelma menjadi sosok mengerikan yang memiliki kepribadian ganda. Membunuh ibunya sendiri setelah ditinggal mati ayahnya, ia menjadi seorang psikopat sejati dengan memelihara mayat ibunya itu.

Dengan kepribadian ganda seorang Norman Bates dan ibunya, ia justru menjadi ancaman yang paling menakutkan bagi para tamu yang menginap di motel yang ia kelola. Pembunuhan pun terjadi silih berganti tanpa pihak berwajib bisa mengerti, sebetulnya siapakah yang melakukan itu semua. Norman Bates, atau kepribadian ibunya yang merasuk gila di dalam tubuhnya.

Sejak dirilis pada era 60-an, sampai saat ini terhitung setidaknya ada lima film termasuk versi remake, yang diproduksi untuk berkisah tentang Norman Bates. Dibanding sosok karakter yang lain karakter ini memang menarik. Tidak one-dimensional dan lebih mencerminkan keunikan aspek psikologis.

DRACULA

Sosok ini termasuk karakter yang paling dikenal di seluruh dunia. Jumlah filmnya ? Tak terhitung. Sang pangeran penghisap darah ini di Hollywood mulai menjadi ikon yang legendaris di tangan Bela Lugosi, yang memerankannya di film Dracula (1931).

Karakter Dracula popular melalui novel hasil karya Bram Stoker. Taring panjang, mata membelalak merah, pakaian rapi yang disertai kerah tinggi, serta jubah panjang, menjadi pelengkap wajib dari sosok ini. Pada dasarnya ia tidak membunuh, tetapi mengubah korban gigitannya menjadi sosok penghisap darah seperti dirinya.

Karakter ini tidak memiliki deretan film yang sambung-menyambung seperti semua karakter pembunuh yang telah dibahas sebelumnya. Tapi dari banyak film yang memuat dirinya, disamping versi yang dibintangi oleh Bela Lugosi, film Bram Stoker’s Dracula (1992) yang disutradarai oleh sineas handal Francis Ford Coppolla cukup berhasil menarik perhatian para pengamat.

Bagi sebagian orang, agak sulit membedakan Dracula dengan Nosferatu. Menurut kabar yang beredar Nosferatu sesungguhnya juga diilhami oleh novel yang sama dengan Dracula.

FRANKENSTEIN

Sama seperti Dracula, Frankenstein muncul di jaman klasik melalui novel. Film pemula yang mengangkat tema cerita karangan Mary Shelley itu adalah Frankenstein (1931). Boris Karloff dipercaya untuk memerankan monster hasil karya sang Dr. Henry Frankenstein.

Monster Frankenstein sesungguhnya adalah gabungan dari berbagai bagian tubuh manusia yang telah mati. Obsesi Dr. Henry Frankenstein sebagai seorang ilmuwan yang akhirnya mencetuskan ide gila tersebut. Susunan tubuh lengkap monster ciptaannya kemudian bisa hidup dengan bantuan tenaga listrik dari petir.

Ide gila itu berbuntut sebuah kengerian. Monster Frankenstein menjelma menjadi sang pembunuh dan memunculkan kengerian massal di kotanya.

Bagaimana ya kalau seandainya mereka benar-benar ada dalam dunia nyata?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar