Tampilkan postingan dengan label katak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label katak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Januari 2011

Spesies Fauna Baru, Katak Bertaring Dari Vietman

katak-vampir
Dunia Flora dan Fauna memang selalu menyimpan berbagai hal yang baru yang menunggu ditemukan dan diungkap oleh manusia. Termsuk penemuan katak jenis baru ini. Ilmuwan Australia berhasil menemukan spesies katak tak biasa di selatan Vietnam. Katak ini mirip kelelawar vampir dan bisa terbang dari satu pohon ke lainnya.

Katak ini terbang menggunakan selaput di jari-jarinya untuk meluncur antar pucuk pohon. Seperti dikutip ABC News, nama katak ‘vampir’ diberikan karena kecebong katak ini memiliki taring berwarna hitam.
Ilmuwan Australian Dr. Jodi Rowley menemukan katak ini dan mengataka bahwa temuan ini merupakan temuan pertama kali di mana kecebong memiliki taring.

“Kami tak tahu secara pasti, butuh banyak waktu menelitinya. Kemungkinan, taring itu berhubungan dengan makanan katak tersebut,” ujar Dr. Rowley. Katak jenis ini berkembang biak di genangan air kecil yang ditemukan pada batang pohon. “Mungkin saja katak-katak ini memakan sesuatu yang khusus di sana,” jelas Dr. Rowley. Penemuan tersebut merupakan sebuah kemajuan besar yang ada dalam dunia fauna.

Kamis, 05 Agustus 2010

Monyet Adopsi Katak Sebagai Anaknya


Ternyata dalam dunia hewan juga mengenal yang namanya adopsi. Para pengunjung Kebun Binatang Paignton di Devon, Inggris, terheran-heran saat menyaksikan seekor monyet yang tampaknya mencoba untuk mengadopsi katak.

Swoozie, seekor monyet rawa betina, menyelamatkan binatang amfibi itu dari kolam di tepi kandangnya. Monyet itu lalu menghabiskan waktu sepanjang hari dengan katak tersebut dan akhirnya katak itu bebas kembali.

Massa pengunjung berkumpul saat monyet tujuh tahun itu memegang-megang katak tersebut dan bahkan mengusap makhluk berdarah dingin agar jadi hangat. Peristiwa aneh itu direkam dengan kamera oleh Sheila Hassanein (64), seorang pensiunan guru, yang mengunjungi kebun binatang tersebut.

Dia mengatakan, "Monyet itu mencoba melindungi katak tersebut dari pandangan (orang-orang). Monyet itu memperlakukan katak itu seolah-olah bayinya dan berusaha untuk melindunginya."

Jumat, 13 November 2009

Predator Yang Dimakan Oleh Mangsanya, Ular Di Makan Katak



Hal yang satu ini sangat janggal dan baru kali ini terekam dalam sejarah fauna, dimana seharusnya se ekor ular yang menjadi predator malah menjadi mangsa dari buruanya yaitu sang katak. Seekor katak tertangkap kamera sedang memakan seekor ular di China. Fenomena alam luar biasa langka yang dapat ditangkap oleh kamera. Pasalnya, yang umum terjadi adalah ular memakan katak dan bukan sebaliknya.

Foto katak gunung yang sedang memakan ular berbisa Jerdon, berhasil diabadikan oleh seorang wisatawan yang berkunjung ke Qingcheng Mountain Park di Sichuan, China tengah.

Ran Longzhong, yang berasal dari Chongqing, mengungkapkan kepada IC Media bahwa ia nyaris tak dapat mempercayai penglihatannya dan ia senang dapat mengabadikan fenomena alam tersebut dalam bentuk foto.

“Saat itu saya sedang berjalan-jalan di gunung, tiba-tiba saja saya melihat seekor katak sedang memakan ular dan ular itu ternyata masih hidup dan meronta-ronta,” tukasnya.

“Dalam waktu lima menit saja, katak itu dapat memakan habis ular tersebut. Sulit dipercaya seekor ular predator dapat dikalahkan oleh mangsanya.”

Keheranan yang sama pun dilontarkan oleh ahli hewan. Mereka mengakui bahwa fenomena alam katak memakan ular itu tak pernah terdengar sebelumnya.

Rabu, 26 Agustus 2009

Fenomena Hewan Yang Terperangkap di Dalam Sebuah Batu Dalam Keadaan Hidup

Mungkin anda tidak akan percaya dengan berita yang satu ini. Fenomena ini sungguh luar biasa unik dan telah lama menjadi misteri yang sulit dijelaskan oleh para ahli, yaitu kisah mengenai hewan-hewan kecil seperti katak dan kadal yang yang ditemukan terbungkus / terperangkap di dalam sebuah batu keras dalam keadaan hidup. Fenomena ini sungguh-sungguh terjadi dan telah banyak dilaporkan sejak abad ke-18.

Beragam pertanyaan muncul dari fenomena yang dirasa tidak masuk akal ini. Namun yang tak habis dipikir, bagaimana bagaimana cara hewan-hewan ini bisa masuk ke dalam batuan? dan bagaimana cara mereka bertahan hidup diantara sempitnya ruang batuan keras yang sangat sulit ditembus udara? Apa yang mereka makan disana? Tentunya kawan-kawan tahu kan jenis-jenis batuan beku (Igneous Rocks) seperti batu granit, obisidian, dll ? Nah, pada umumnya kasus-kasus “bertapa-nya” para katak dan kadal ini memang kerap ditemukan pada batuan jenis tersebut.

Seekor katak yang konon ditemukan didalam sebuah batu api pada tahun 1899. Disepanjang abad ke-19 hingga awal abad ke-20 laporan mengenai ditemukannya katak dan kadal yang ditemukan terperangkap di dalam batuan begitu banyak.

Seekor katak yang konon ditemukan didalam sebuah batu api pada tahun 1899. Disepanjang abad ke-19 hingga awal abad ke-20 laporan mengenai ditemukannya katak dan kadal yang ditemukan terperangkap di dalam batuan begitu banyak.

Di tahun 1821, Majalah Tilloch Philosopical mengangkat sebuah artikel mengenai seorang tukang batu bernama David Virtue yang membuat sebuah penemuan mengherankan. Ia menemukan seekor kadal yang berdiam di dalam sebuah batuan keras yang baru saja dipecahkannya. Kadal tersebut ia katakan seperti terpatri disana hingga bagian dalam batuan membentuk pola tubuhnya. Uniknya, setelah dicurigai mati, selang beberapa saat setelah dikeluarkan si kadal menunjukkan tanda-tanda kehidupan dan beberapa saat kemudian ia sudah dapat berlari.

Kemudian di tahun 1899, seekor katak juga ditemukan di dalam sebuah batu api oleh beberapa karyawan tambang di inggris. Selama Perang Dunia ke-II, beberapa tentara Inggris yang sering menggunakan bahan peledak untuk membuat semacam parit perlindungan juga sering mendapati beberapa ekor katak dan kadal yang bersemayam di dalam beberapa batuan yang terpecah akibat ledakan. Namun tak hanya di batuan beku saja sebenarnya fenomena ini dapat dijumpai, di tahun 1910 seekor katak juga berhasil ditemukan didalam sepotong batu bara, beberapa kasus lainnya juga ditemukan dijenis batu gamping. Entah bagaimana cara menjelaskan fenomena ini, sampai sekarang semuanya masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.