Tampilkan postingan dengan label kadal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kadal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Januari 2011

Kadal Yang Mirip Godzilla Ditemukan di California

hewan_kadal_mirip_godzilla

Se-ekor kadal yang entah berasal darimana tiba-tiba bisa ada dijalanan California. Petugas pengendali hewan di California, Jenny Selter mengaku tak tahu apa yang harus dilakukan saat menemui kadal aneh warna hitam sepanjang lima kaki di trotoar luar kompleks kondominium, Selasa (25/1).

“Saya benar-benar tak menyangka akan menemukan sesuatu yang bukan kadal kebun besar. Ini hewan yang berbeda,” ujar Selter kepada KTLA.com.

Meski berperangai menakutkan, reptil raksasa seberat 20,5 kg ini sangat jinak. Bahkan, ia tidak marah jika manusia atau anjing menyentuhnya. “Penduduk sempat ketakutan karena hewan mirip godzila ini berjalan di trotoar,” ujar juru bicara Layanan Hewan Riverside, John Welsh.

Meskipun hewan itu sudah mendesis dan mengayunkan ekor, petugas kepolisian berhasil membawa reptil itu ke kendaraan kontrol hewan dan dibawa ke tempat penampungan.

Mungkin saja kadal tersebut merupakan salah satu hewan piaraan yang menjadi koleksi seseorang kemudian terlepas secara tidak sengaja.

Senin, 06 September 2010

Evolusi Kadal Australia, Berkembang Biak Dengan Melahirkan


Entah apa yang terjadi pada hewan jenis kadal ini. Ilmuwan menangkap fenomena evolusi langka di mana kadal Australia tidak lagi bertelur sebagaimana mestinya, melainkan melahirkan anak-anaknya.

Kadal sejenis Skink, mirip ular dengan empat kaki kecil, biasanya bertelur di sepanjang pantai New South Wales.

Namun, kadal kuning berkuku tiga yang hidup di daerah pegunungan dingin melahirkan keturunan seperti mamalia.

Hanya ada dua jenis reptil modern yang menggunakan kedua jenis metode reproduksi yakni Skink spesies lain dan kadal Eropa.

Seperlima jumlah ular dan kadal melahirkan untuk menghadirkan organisme baru. Sejarah menunjukkan hampir seratus jumlah garis keturunan reptil telah berubah dari bertelur menjadi melahirkan di masa lalu.

Salah satu penulis studi James Stewart, ahli biologi di East Tennessee State University, Amerika mengatakan bahwa penemuan itu merupakan kesempatan langka.

"Dengan mempelajari perbedaan antara populasi yang berbeda dalam tahapan proses ini, Anda bisa mulai mengumpulkan apa yang tampak seperti transisi dari satu gaya kelahiran ke proses yang berbeda,” kata James.

Stewart mengatakan transformasi dapat dikaitkan dengan bagaimana bayi mendapatkan makanan. Tidak hanya itu, ini bisa menjadi cara untuk melindungi reptil muda di iklim yang lebih keras. Bayi mamalia makan melalui plasenta yang menghubungkan janin ke dinding ovarium.

Penemuan Stewart dan rekan-rekannya ini untuk menyelidiki masalah gizi dalam struktur dan unsur kimia pada uterus kadal Australia.

“Sekarang kita dapat melihat bahwa rahim kadal dapat mengeluarkan kalsium yang dimasukkan ke embrio. Ini pada dasarnya merupakan tahap awal evolusi plasenta pada reptil.”

Meskipun begitu, menurut Stewart, perubahan proses kelahiran pada reptil merupakan hal yang biasa, mengingat dalam sejarah evolusi ini cukup umum dan relatif mudah. Mungkin hal tersebut masih terasa sangat janggal bagi kita, bagaimana mungkin se ekor kadal melahirkan dimana seharusnya binatang mamalia berkembang biak dengan melahirkan.

Sabtu, 10 Juli 2010

Seekor Kadal Mampu Bertahan Hidup Di Dalam Perut Ikan



Banyak hal-hal aneh yang bisa terjadi di dunia ini, salah satunya yang terjadi pada hewan kecil ini. Hewan ini telah ditelan oleh ikan di daerah terpencil sungai Cape York dan telah dicerna sebagian ketika ikan itu tertangkap oleh seorang nelayan. Tapi, untungnya bagi kadal ini, ikan Saratoga banyak dicari oleh pemancing olahraga karena kesediaannya untuk menyerang sesuatu yang bergerak dan kualitas perlawanannya.

John Berzins, seorang pemancing Amerika Serikat, sedang memancing dengan ditemani Al Simson di Sungai Doughboy di sisi barat bagian utara Cape York minggu ini ketika ia menangkap ikan ini.

Sementara mereka mengambil foto ikan mulai memuntahkan makanannya yang terakhir, seekor kadal yang jelas seharusnya sudah mati dan tampak mati dengan mata tak bernyawa.

Tetapi ketika Simson terus mengambil foto sebuah keajaiban terjadi. "Saat aku sedang melihat melalui lensa kamera saya melihat bahwa mata 'berlapis kaca' dari kadal tersebut berubah hitam sekarang," katanya.

Saya berkata, "Hei John, kadal ini masih hidup." Lalu John berkata, "Wow kawan, dia berkedip padaku, dan lihat, dia bernapas."

Kadal mulai berjuang keluar dan dengan sedikit bantuan dari pemancing, ia merangkak dari rahang pemangsanya. Ada beberapa bekas gigitan di punggung dan bagian ekor sebagian sudah dicerna, tapi ketika mereka meletakkan kembali di tepi sungai ia bergegas pergi.

"Kami menyaksikan keinginan kuat untuk bertahan hidup," kata Simson. "Kadal itu mungkin melambatkan detak jantung agar tetap hidup untuk jangka waktu tertentu di bawah air tanpa udara."

Rabu, 26 Agustus 2009

Fenomena Hewan Yang Terperangkap di Dalam Sebuah Batu Dalam Keadaan Hidup

Mungkin anda tidak akan percaya dengan berita yang satu ini. Fenomena ini sungguh luar biasa unik dan telah lama menjadi misteri yang sulit dijelaskan oleh para ahli, yaitu kisah mengenai hewan-hewan kecil seperti katak dan kadal yang yang ditemukan terbungkus / terperangkap di dalam sebuah batu keras dalam keadaan hidup. Fenomena ini sungguh-sungguh terjadi dan telah banyak dilaporkan sejak abad ke-18.

Beragam pertanyaan muncul dari fenomena yang dirasa tidak masuk akal ini. Namun yang tak habis dipikir, bagaimana bagaimana cara hewan-hewan ini bisa masuk ke dalam batuan? dan bagaimana cara mereka bertahan hidup diantara sempitnya ruang batuan keras yang sangat sulit ditembus udara? Apa yang mereka makan disana? Tentunya kawan-kawan tahu kan jenis-jenis batuan beku (Igneous Rocks) seperti batu granit, obisidian, dll ? Nah, pada umumnya kasus-kasus “bertapa-nya” para katak dan kadal ini memang kerap ditemukan pada batuan jenis tersebut.

Seekor katak yang konon ditemukan didalam sebuah batu api pada tahun 1899. Disepanjang abad ke-19 hingga awal abad ke-20 laporan mengenai ditemukannya katak dan kadal yang ditemukan terperangkap di dalam batuan begitu banyak.

Seekor katak yang konon ditemukan didalam sebuah batu api pada tahun 1899. Disepanjang abad ke-19 hingga awal abad ke-20 laporan mengenai ditemukannya katak dan kadal yang ditemukan terperangkap di dalam batuan begitu banyak.

Di tahun 1821, Majalah Tilloch Philosopical mengangkat sebuah artikel mengenai seorang tukang batu bernama David Virtue yang membuat sebuah penemuan mengherankan. Ia menemukan seekor kadal yang berdiam di dalam sebuah batuan keras yang baru saja dipecahkannya. Kadal tersebut ia katakan seperti terpatri disana hingga bagian dalam batuan membentuk pola tubuhnya. Uniknya, setelah dicurigai mati, selang beberapa saat setelah dikeluarkan si kadal menunjukkan tanda-tanda kehidupan dan beberapa saat kemudian ia sudah dapat berlari.

Kemudian di tahun 1899, seekor katak juga ditemukan di dalam sebuah batu api oleh beberapa karyawan tambang di inggris. Selama Perang Dunia ke-II, beberapa tentara Inggris yang sering menggunakan bahan peledak untuk membuat semacam parit perlindungan juga sering mendapati beberapa ekor katak dan kadal yang bersemayam di dalam beberapa batuan yang terpecah akibat ledakan. Namun tak hanya di batuan beku saja sebenarnya fenomena ini dapat dijumpai, di tahun 1910 seekor katak juga berhasil ditemukan didalam sepotong batu bara, beberapa kasus lainnya juga ditemukan dijenis batu gamping. Entah bagaimana cara menjelaskan fenomena ini, sampai sekarang semuanya masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.