Tampilkan postingan dengan label vampir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vampir. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Januari 2011

Spesies Fauna Baru, Katak Bertaring Dari Vietman

katak-vampir
Dunia Flora dan Fauna memang selalu menyimpan berbagai hal yang baru yang menunggu ditemukan dan diungkap oleh manusia. Termsuk penemuan katak jenis baru ini. Ilmuwan Australia berhasil menemukan spesies katak tak biasa di selatan Vietnam. Katak ini mirip kelelawar vampir dan bisa terbang dari satu pohon ke lainnya.

Katak ini terbang menggunakan selaput di jari-jarinya untuk meluncur antar pucuk pohon. Seperti dikutip ABC News, nama katak ‘vampir’ diberikan karena kecebong katak ini memiliki taring berwarna hitam.
Ilmuwan Australian Dr. Jodi Rowley menemukan katak ini dan mengataka bahwa temuan ini merupakan temuan pertama kali di mana kecebong memiliki taring.

“Kami tak tahu secara pasti, butuh banyak waktu menelitinya. Kemungkinan, taring itu berhubungan dengan makanan katak tersebut,” ujar Dr. Rowley. Katak jenis ini berkembang biak di genangan air kecil yang ditemukan pada batang pohon. “Mungkin saja katak-katak ini memakan sesuatu yang khusus di sana,” jelas Dr. Rowley. Penemuan tersebut merupakan sebuah kemajuan besar yang ada dalam dunia fauna.

Rabu, 26 Agustus 2009

Italia, di Temukan Tengkorak Vampir

Percayakan anda bahwa makhluk yang bernama vampir itu memang benar-benar ada. Ini bukan salah satu episode dari film drakula atau vampir penghisap darah, namun kelihatannya Van Helsing abad pertengahan yang mencoba untuk menyelamatkan kita dari para vampir tidak menggunakan potongan kayu tajam, mereka menggunakan sebuah batu bata.

Baru-baru ini seorang antropolog dari universitas Florence bernama Matteo Borini menemukan sebuah tengkorak perempuan dengan batu-bata yang ditancapkan di mulutnya di sebuah kuburan masal di pulau Lazzaretto Nuovo, dekat Venice, Italia. Kuburan itu digunakan untuk mengubur para korban Black Death yang terjadi pada tahun 1576, yaitu wabah penyakit yang menyerang Italia dan memakan korban sekitar 150.000 nyawa.

Penemuan yang luar biasa ini menunjukkan bagaimana masyarakat abad pertengahan memiliki pandangan mereka sendiri tentang takhayul yang menyangkut vampir penghisap darah.

vampirKain kafan yang digunakan untuk menutupi wajah mayat umumnya menjadi lapuk karena bakteri yang keluar dari mulut mayat dan akhirnya menunjukkan gigi-gigi mayat. Namun proses ini disalahartikan oleh masyarakat abad pertengahan. Hal ini diindikasikan dengan adanya manuskrip kuno abad pertengahan yang menyatakan bahwa mayat mendapatkan kembali kehidupan dengan memakan kain kafan dan menghirup sisa-sisa kehidupan dari mayat yang lain hingga mereka mendapat cukup kekuatan untuk kembali bangkit dari kematian. Karena itu pada abad pertengahan vampire dikenal juga dengan sebutan "pemakan kafan"

"Untuk membunuh Vampir tersebut, anda harus menyingkirkan kafan itu dari mulutnya dan kemudian menaruh sesuatu yang tidak bisa dimakan sebagai gantinya. Karena itu batu bata lah yang digunakan" Kata Mr Borrini. "Ada kemungkinan mayat lain juga memiliki batu bata seperti ini di mulutnya, namun inilah tengkorak pertama yang kita temukan dalam kondisi seperti ini." Lanjutnya.

Takhayul vampire telah menjadi bagian dari kultur Eropa ketika wabah penyakit dashyat itu menyerbu keseluruhan benua. Ketidakmengertian tentang tahap alami dekomposisi tubuh mayat kemungkinan telah memicu penyebaran mitos ini. "Sukar diinterpretasikan apakah batu bata yang ditancapkan di mulut mayat bersumber dari ketakutan yang dalam akan vampir atau hanya tindakan berjaga-jaga dalam masa sulit." Kata Borrini. Figur vampir modern kita kenal lewat novel Bram Stoker, Dracula yang ditulis pada tahun 1897.

Namun, Umumnya takhayul yang tersebar luas juga muncul karena adanya peristiwa nyata. Mungkinkah vampir penghisap darah benar-benar ada pada abad pertengahan, benar atau tidaknya semua hal tersebut, waktulah yang akan mengungkapnya untuk kita.