Sabtu, 30 Juni 2012

JOGLO RUMAH TRADISIONAL SUKU JAWA

bintangkarang.blogspot.com
Joglo merupakan rumah adat tradisional suku jawa. Ada bermacam-macam jenis rumah jonglo diantaranya joglo limas, joglo sinom, joglo pangrawit dan sebagainya. Rumah jenis joglo memiliki struktur bangunan yang unik dimana biasanya rumah tersebut memiliki dua bagian utama yaitu bagian pendapa yang biasanya ukuranya sangat luas, ruangan ini biasanya dipergunakan sebagai tempat meneriam tamu maupun tempat untuk musyawarah. Sedangkan bagian kedua adalah bagian dalam dari rumah joglo yang biasanya bersifat tertutup untuk orang luar karena merupakan ruang privasi yang berupa kamar dapur dan sebagainya. Rumah joglo pada masa lampau biasanya hanya dimiliki oleh para pembesar atau orang-orang kaya saja.

Susunan Bangunan dan Ruangan dari Rumah Joglo

Pada dasarnya rumah jenis ini memiiki bentuk dasar berupa persegi panjang atau bujur sangkar. Pembangunan rumah joglo ini sama sekali tidak menggunakan paku, hal ini berbeda dengan pembangunan joglo yang kita jumpai pada jaman modern sekarang ini. Pembangunan rumah ini dulunya hanya menggunakan system knock down, sehingga setiap bagian bisa saling berkait dan menguatkan. Kita dapat menjumpai system ini pada rumah-rumah yang memiliki struktur bangunan lama.

Pada setiap rumah joglo selalu memiliki empat pilar pada ruangan utama atau pendoponya yang biasanya disebut dengan nama soko guru, inilah yang merupakan sebuah ciri unik dari pembangunan rumah tersebut yang tidak dimiliki oleh rumah jenis yang lain.

Pada arsitektur yang terdapat pada bangunan rumah joglo, seni arsitektur bukan hanya sekadar sebagai pemahaman seni konstruksi rumah, namun juga merupakan refleksi atau pencerminan dari nilai dan norma yang ada dalam masyarakat pendukungnya. Kecintaan manusia pada cita rasa sebuah keindahan, bahkan sikap religiusitasnya ikut terefleksikan dalam seni arsitektur rumah dengan gaya seperti ini.

Pada bagian pintu masuk rumah joglo memiliki tiga buah pintu, yakni pintu utama di bagian tengah dan pintu kedua yang berada di samping kiri dan disamping kanan pintu utama. Ketiga bagian pintu tersebut memiliki makna atau arti simbolis bahwa kupu tarung yang berada di bagian tengah untuk keluarga besar, sementara dua pintu di bagian samping kanan dan samping kiri untuk besan.


Pada ruang bagian dalam dari rumah joglo yang disebut gedongan pada umumnya dijadikan sebagai mihrab, tempat Imam untuk memimpin salat yang umumnya dikaitkan dengan makna simbolis sebagai tempat yang disucikan, sakral, dan dikeramatkan oleh pemilik rumah joglo tersebut. Selain itu gedongan biasanya juga merangkap sebagai tempat tidur utama yang dihormati dan pada waktu-waktu tertentu dan dijadikan sebagai ruang tidur pengantin serta bagi anak-anaknya.

Ruang depan dari rumah joglo yang biasanya disebut juga dengan nama jaga satru disediakan untuk umat dan terbagi menjadi dua bagian, pada bagian sebelah kiri untuk jamaah wanita dan sebelah kanan untuk jamaah pria. Masih pada ruang jaga satru di depan pintu masuk rumah tersebut terdapat satu tiang di bagian tengah ruang yang disebut tiang keseimbangan atau soko geder. Selain merupakan simbol kepemilikan rumah, tiang tersebut juga memiliki fungsi sebagai pertanda atau tonggak untuk mengingatkan para penghuni rumah joglo tersebut tentang keesaan Tuhan.

1 komentar: