Hewan ini memiliki bulu yang berwarna coklat atau abu-abu dengan ekor yang panjang menyerupai ekor dari tikus. Hewan ini termasuk hewan nocturnal atau hewan yang aktif pada malam hari. Karena itu tidak heran jika tarsius memiliki penglihatan yang lebih tajam bila dibandingkan dengan hewan lain yang aktif pada siang hari.
Tarsius biasanya berburu kadal, serangga, burung, kelelawar maupun ular kecil sebagai mangsanya. Tarsius dapat memanjat dengan cekatan dan dapat pula melompat antar pepohonan untuk berburu dikarenakan badanya yang kecil dan ramping. Hewan ini merupakan hewan yang habitat hidupnya berada di hutan liar dengan kisaran jangkauan satu hektar pada setiap pasangnya. Tarsius tidak suka bila berada pada kurungan, sehingga sulit berkembang bahkan sering menyebabkan kematian karena merasa stress.
Sebaran dari hewan ini adalah hutan-hutan yang ada diwilayah Filipina bagian barat dan daerah Sulawesi. Meskipun jenis yang terbanyak terdapat dihutan Sulawesi namun keberadaan hewan ini semakin terancam oleh kepunahan akibat kerusakan hutan yang terjadi. Tarsius jenis Siau merupakan tarsius yang paling terancam keberadaanya pada tahun 2008.










