Tampilkan postingan dengan label hutan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hutan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 September 2012

Tarsius, Hewan Khas Indonesia Yang Terancam Punah

bintangkarang.blogspot.com
Hewan lucu yang satu ini bernama Tarsius. Dia terlihat lucu karena bentuknya yang mungil dan imut dengan bola mata yang besar. Tarsius tergolong dalam ordo primata dengan ukuran tubuh yang hanya berkisar antara 10-15 cm. hewan ini mendapat nama tarsius karena tulang dari kaki belakang ( tarsus) memiliki ukuran panjang hingga dua kali dari ukuran tubuh hewan ini.

Hewan ini memiliki bulu yang berwarna coklat atau abu-abu dengan ekor yang panjang menyerupai ekor dari tikus. Hewan ini termasuk hewan nocturnal atau hewan yang aktif pada malam hari. Karena itu tidak heran jika tarsius memiliki penglihatan yang lebih tajam bila dibandingkan dengan hewan lain yang aktif pada siang hari.

Tarsius biasanya berburu kadal, serangga, burung, kelelawar maupun ular kecil sebagai mangsanya. Tarsius dapat memanjat dengan cekatan dan dapat pula melompat antar pepohonan untuk berburu dikarenakan badanya yang kecil dan ramping. Hewan ini merupakan hewan yang habitat hidupnya berada di hutan liar dengan kisaran jangkauan satu hektar pada setiap pasangnya. Tarsius tidak suka bila berada pada kurungan, sehingga sulit berkembang bahkan sering menyebabkan kematian karena merasa stress.

Sebaran dari hewan ini adalah hutan-hutan yang ada diwilayah Filipina bagian barat dan daerah Sulawesi. Meskipun jenis yang terbanyak terdapat dihutan Sulawesi namun keberadaan hewan ini semakin terancam oleh kepunahan akibat kerusakan hutan yang terjadi. Tarsius jenis Siau merupakan tarsius yang paling terancam keberadaanya pada tahun 2008.

Sabtu, 04 September 2010

Lamonia, Ulat Paling Berbaya Dan Beracun Di Dunia Dari Brazil


Tahukah anda jika ternyata se ekor ulat yang kecil yang sering kita anggap remeh dapat menyebabkan nyawa kita melayang. Tapi untungnya ulat berbahaya tersebut hanya terdapat di hutan hujan Brasil Selatan. Ulat tersebut dikenal dengan nama ulat Lonomia yang sering pula dijuluki badut "malas" dari dunia serangga.

Cukup satu sentuhan dari tangan Anda terhadap bulu berduri ulat lamonia ini dapat mengakibatkan pendarahan internal besar-besaran, gagal ginjal, dan hemolisis. Dengan kata lain, menyentuhnya sama dengan kematian untuk kita. Lebih buruk lagi, ulat berbahaya dan mematikan ini tersamarkan dan mudah menyatu dengan kulit pohon sehingga cukup sulit untuk menghindarinya jika kita berada di hutan tempat habitat ulat berbahaya tersebut.

Jadi bahkan jika Anda berusaha mencarinya Anda mungkin tidak dapat melihatnya. Sayangnya, ada beberapa kematian setiap tahun disebabkan oleh ulat Lonomia. Bahkan lebih menakjubkan lagi adalah bahwa racun dosis rendahnya dari gigitan ulat Lonomia itu punya efek racun lebih mematikan dari dosis 1000 kali lipat racun gigitan ular berbisa biasa.

Senin, 26 Juli 2010

Legenda Manusia Serigala Atau Werewolf

Manusia serigala sering kita lihat dalam berbagai film, tapi benarkah mahkluk semacam itu memang ada di dunia ini. Inilah beberapa penjelasan yang mungkin dapat membantu anda menarik kesimpulan tentang keberadaan mahkluk tersebut, apakah realita atau hanya sebuah fiksi belaka.
Werewolf di dalam Literatur Kuno

Herodotus, dalam bukunya yang berjudul Histories pernah menulis mengenai Neuri, sebuah suku yang berdiam di timur laut Scythia (dekat Ukrainia) yang penduduknya berubah menjadi serigala setiap sembilan tahun.
Dalam mitologi Yunani kuno, raja Arcadia yang bernama Lycaon disebut diubah menjadi serigala oleh dewa Zeus akibat mengorbankan dan memakan daging anaknya sendiri. Nama Lycaon kemudian menurunkan kata Lycanthropy yang kita kenal sekarang ini.

Cendikiawan Roma, Pliny the Elder, juga pernah bercerita mengenai seorang pria yang berubah menjadi serigala setelah memakan isi perut seorang anak kecil.

Lalu, pada tahun 60 Masehi, Gaius Petronius menulis dalam bukunya mengenai Niceros yang menyaksikan temannya berubah menjadi serigala. Niceros bercerita:

"Ketika aku mencari sahabatku, aku menemukannya sedang melepas seluruh pakaiannya dan menaruhnya di pinggir jalan...lalu, ia kencing sambil membentuk lingkaran dengan urinnya di sekeliling pakaian yang tergeletak. Tiba-tiba, ia berubah menjadi serigala. Setelah itu, ia mulai melolong dan berlari masuk ke hutan."

Walaupun lebih banyak ditemukan di Eropa, kisah mengenai werewolf juga bisa ditemukan di wilayah di luar Eropa.

Di kalangan suku Indian Amerika, makhluk serupa dikenal dengan nama Skin Walker. Di Turki disebut Turkadam, sedangkan di Amerika tengah dikenal dengan nama Nagual. Percaya atau tidak, di Eropa dan Amerika, Leak Bali dianggap sebagai Werewolfnya Indonesia.

Karakteristik Werewolf
Menurut legenda, pada saat bulan purnama, seorang manusia, dalam kondisi tertentu akan berubah menjadi serigala. Tubuhnya akan menjadi tinggi dan kuat. Matanya bersinar terang seperti hewan pada umumnya dan alisnya yang lebat akan bertemu di tengah. Mulutnya terlihat selalu kering, seperti orang yang kehausan.

Kulitnya kasar dan ditumbuhi bulu yang lebat. Telinganya berubah menjadi lancip seperti anjing dengan gelambir yang menggantung di lehernya. Bedanya dengan serigala, werewolf tidak memiliki ekor.

Salah satu metode untuk mengidentifikasi werewolf dalam rupanya sebagai manusia adalah dengan melukai tubuhnya. Jika ia adalah werewolf, maka di bagian tubuh yang terluka akan terlihat adanya bulu seperti serigala.

Cara lainnya, menurut legenda Rusia, seorang werewolf dapat dikenali dengan adanya bulu di bawah lidahnya.

Walaupun dalam film-film Holywood disebutkan kalau werewolf bisa dibunuh dengan peluru perak, karakteristik ini tidak bisa ditemukan di dalam legenda.

Bagaimana cara berubah menjadi Werewolf
Di Italia, Perancis dan Jerman, disebutkan kalau seseorang dapat berubah menjadi werewolf dengan cara tidur di luar rumah pada saat bulan purnama musim semi yang jatuh pada hari rabu atau jumat tertentu.

Lalu, ada juga yang percaya kalau seseorang bisa berubah menjadi werewolf karena digigit oleh werewolf lain. Ini membuatnya menjadi sama seperti legenda Vampire. Ada lagi yang percaya kalau seseorang bisa berubah menjadi werewolf karena dikutuk.

Tetapi, kebanyakan legenda percaya kalau transfigurasi seorang manusia menjadi werewolf terutama diakibatkan oleh kegiatan yang berhubungan dengan aktifitas satanic atau sihir.

Pandangan ini meluas pada abad pertengahan di Eropa yang diiringi dengan perburuan werewolf, vampire dan penyihir. Di Perancis sendiri, antara tahun 1520 hingga tahun 1630, ada sekitar 30.000 orang yang ditangkap karena dianggap sebagai werewolf. Kebanyakan dari tersangka ini kemudian menjalani penyiksaan dan interogasi yang keji hingga tewas.

Walaupun sering dianggap sebagai aktifitas satanic, ada sebuah kisah yang cukup membingungkan.

Pada tahun 1692, seorang pria berusia 80 tahun yang bernama Thiess dari Livonia memberikan kesaksian di bawah sumpah kalau ia dan beberapa teman lainnya adalah werewolf yang disebutnya sebagai "Anjing pemburu Tuhan".

Ia mengklaim kalau mereka adalah perajurit yang diutus Tuhan untuk memburu para penyembah setan dan para penyihir. Thiess juga mengatakan kalau kelompok werewolf seperti dia juga terdapat di Rusia dan Jerman.

Kesaksian Thiess dianggap sebagai penghujatan terhadap Tuhan dan ia dihukum 10 kali cambukan karenanya.

Werewolf dan Vampire
Bagaimana hubungan antara werewolf dan vampire? Kita melihat mereka bermusuhan seperti di film underworld, apakah benar seperti itu?

Sepertinya tidak. Pada abad pertengahan, di Eropa berkembang kepercayaan kalau jasad mereka yang dibunuh karena dianggap werewolf harus dikremasi. Jika tidak, maka jasad itu akan bangkit dari kubur sebagai Vampire.

Ini mengindikasikan kalau masyarakat waktu itu percaya werewolf dan vampire adalah satu oknum.

Di Serbia, Bulgaria dan Slovakia,vampire dan Werewolf juga dianggap sebagai makhluk yang sama yang dikenal dengan nama Vulkodlak.

Penampakan Signifikan
Salah satu alasan mengapa kisah mengenai werewolf bisa bertahan selama ribuan tahun adalah akibat banyaknya laporan penampakan yang terjadi selama rentang waktu itu.

Misalnya, tahun 1790. Dua orang pengembara sedang berada di Wales Utara ketika seekor hewan besar menyerang kuda mereka. Satu kuda mati terbunuh. Peristiwa ini terjadi saat bulan purnama terlihat di atas langit. Banyak yang percaya kalau makhluk yang menyerang mereka adalah seekor werewolf.

Lebih dari 200 tahun setelah peristiwa itu, tepatnya di tahun 1992, juga di Wales, surat kabar lokal memberitakan mengenai makhluk aneh sebesar beruang yang terlihat berkeliaran di tempat itu. Seorang petani sempat melihat makhluk itu saat bulan purnama dan ia menemukan dua ekor dombanya sudah mati. Sebagian orang juga percaya kalau makhluk itu adalah seekor werewolf.

Legenda Beast of Gevaudan yang meneror Perancis tahun 1760an juga sering dianggap sebagai kasus klasik Werewolf.

Para saksi mata yang melihat makhluk itu mendeskripsikannya sebagai makhluk yang mirip dengan anjing atau serigala.

Beast of Gevaudan tercatat melakukan 11 kali penyerangan dimana kebanyakan korbannya adalah wanita dan anak-anak. Para korban tewas ditemukan dengan tubuh termutilasi dan menunjukkan tanda-tanda dimangsa.

Militer Perancis sampai mengerahkan pasukan untuk memburu mahkluk itu. Namun, tidak membawa hasil.

Dari antara semua penampakan modern mengenai werewolf, mungkin penampakan yang paling luar biasa adalah apa yang dialami oleh Mrs.Delburt Gregg dari Texas.

Pada suatu malam di tahun 1958, Mrs.Gregg sedang sendirian di kamarnya ketika ia mendengar suara seperti menggaruk di jendelanya. Sekilas, ia bisa melihat adanya seekor makhluk besar berbulu seperti serigala yang sedang menatapnya dengan mata bersinar. Mrs.Gregg juga bisa melihat gigi taringnya yang putih.

Menyadari kehadirannya telah diketahui, makhluk itu kemudian segera berlari masuk ke dalam semak-semak.

Mrs.Gregg bercerita:

"Setelah beberapa saat, aku menyaksikan satu sosok keluar dari semak-semak. Tetapi, aku tidak melihat adanya serigala berbulu lebat. Figur yang terlihat keluar adalah seorang pria yang sangat tinggi yang kemudian berjalan terburu-buru hingga menghilang di kegelapan malam."

Penampakan Mrs.Gregg sangat sesuai dengan gambaran werewolf versi Holywood.

Jadi bagaiman menurut anda, apakah mahkluk ini memang ada atau hanya sebuah mitos saja, andalah yang memiliki hak untuk menentukanya.

Senin, 12 Juli 2010

Bukit Batu Yang Unuik, Devil Tower



Legenda Masyarakat Sekitar :

Berbagai legenda banyak bermunculan yang menceritakan tentang asal-usul menara ini. Salah satunya adalah cerita dari Kiowa, Arapaho, Crow, Cheyenne dan suku Sioux, ketakutan sekelompok gadis-gadis kecil dikejar oleh beruang raksasa.

Menurut legenda ini, tujuh gadis Indian suatu hari bermain di hutan. Beruang besar datang kepada mereka dan mengejarnya. Gadis-gadis melarikan diri dengan cepat melalui pepohonan, tetapi beruang perlahan-lahan dapat menyusul mereka.

Karena situasi membuat mereka menjadi putus asa, gadis-gadis melompat ke atas batu karang yang rendah dan berdoa dengan suara keras ke Roh Leluhur untuk menyelamatkan mereka.

Tiba-tiba batu kecil mulai tumbuh ke atas, mengangkat tujuh anak perempuan lebih tinggi dan lebih tinggi ke langit. Beruang yang marah melompat ke sisi menara (batu tersebut) dan meninggalkan bekas cakar, yang dapat dilihat sampai saat ini di atas dinding batu.

Faktanya :

Dikenal oleh orang Indian sebagai Mateo Tepee atau Grizzly Bear Lodge, menara ini sebenarnya adalah sisa gunung berapi ekstrusi yang terjadi 60-70 juta tahun yang lalu.

Tumbuh sekitar 1.200 meter di atas Sungai Fourche Belle, menara ini pertama kali dilihat oleh penjelajah kulit putih dari AS, pada Geological Survey pada tahun 1875.

Para surveyor menyebut batu itu Devils Tower, setelah mereka tahu bahwa nama aslinya adalah "The Bad Allah Tower", begitu para orang Indian setempat menyebutnya.

Pertama kali dipanjat, dengan menggunakan tangga kayu panjang yang melekat pada permukaan batu, pada 4 Juli 1893.

Hari ini, menara ini adalah situs pendakian yang populer dan lebih dari 20.000 ascents telah dibuat. Menara ini masih sangat dihormati sebagai situs pencarian visi orang Indian.

Penggunaannya saat ini masih terus sebagai objek untuk Indian dan non-Indian, dan banyak pengunjung telah melaporkan melihat fenomena cahaya aneh dan UFO yang terbang disekitar puncak menara. Terlepas benar atau tidak tentang penampakan UFO the devil tower tetaplah sesuatu yang menakjubkan.

Sebuah Hutan Yang Unik, Dancing Forest

Fenomena Ini sungguh sangat unik sekali. Dikenal sebagai Dancing Forest (Hutan Menari) atau Drunken Forest (Hutan Mabuk) sebutan dari masyarakat lokal. Disebut demikian karena hutan pinus yang tidak biasa ini mengalami fenomena aneh.

Batang pohon yang sejatinya tumbuh lurus, tapi malah meliuk-liuk seperti ular, sebagian besar dari mereka berputar-putar dan seperti spiral sepanjang tanah. Hutan ini terletak di Tanjung Curonian, suatu daerah di antara Laguna Curonian dengan Laut Baltik.

Menurut wisatawan, Dancing Forest (Hutan Menari) lebih mirip sebuah lokasi di dekat Chernobyl. Beberapa tahun yang lalu, manajer taman ini mengundang mahasiswa dari universitas lokal untuk melakukan penelitian untuk mencari sumber keanehan dan misteri ini.

Sejak saat itu, beberapa teori muncul, termasuk salah satu yang dikemukakan oleh seorang paranormal yang mengatakan bahwa hutan itu terletak di suatu tempat di mana sejumlah besar energi positif dan negatif bertabrakan.

Lainnya mengatakan bahwa penyebab utamanya adalah faktor geologis, bahwa itu ada hubungannya dengan tanah pasir yang tidak stabil. Tapi teori yang paling bisa diterima adalah bahwa Dancing Forest (Hutan Menari) dimanipulasi oleh angin yang kuat bertiup di daerah situ. Apapun penyebabnya yang jelas hutan ini punya suatu keunikan yang dapat kita nikmati.

Spesies Monyet Baru Ditemukan di Amazon Brazil


Satu lagi temuan yang baru diungkap dari belantara Amazon. Para peneliti telah menemukan suatu sub spesies monyet baru di sebuah wilayah terpencil hutan hujan Amazon, kata sebuah grup konservasi satwa liar yang bermarkas di AS pada Selasa (7/7) lalu.

Monyet yang baru saja ditemukan itu pertama kalinya ditemukan oleh para ilmuwan pada tahun 2007 di Amazona Brazil dan berhubungan dengan monyet-monyet tamarin punggung sadel, yang diketahui dari punggung mereka yang bertanda khusus, kata Wildlife Conservation Society (WCS)

Monyet kecil tersebut, yang kebanyakan berwarna cokelat kelabu dan berberat 213 gram, telah diberi nama tamarin Mura punggung sadel setelah suku bangsa Mura Indian dari lembah sungai Purus dan Madeira ditemukan sebagai sub spesies baru.

Tingginya sekitar 240 milimeter dengan ekor sepanjang 320 milimeter.

"Monyet yang baru saja dijelaskan menunjukkan bahwa bahkan hingga saat ini masih ada penemuan-penemuan utama satwa liar," kata Fabio Rohe, ketua peneliti mengkonfirmasi penemuan baru tersebut, dalam sebuah pernyatan yang dikeluarkan oleh WCS.

Penelitian itu menemukan bahwa monyet tersebut telah terancam oleh proyek-proyek pembangunan di daerah itu, termasuk sebuah jalan raya utama yang sedang diaspal melintasi hutan itu dan deforestasi bahan bakar.

"Penemuan ini seharusnya dijadikan pelajaran bahwa masih begitu banyak yang perlu dipelajari dari tempat-tempat belantara dunia, namun manusia terus mengancam daerah-daerah ini dengan kerusakan," kata Rohe.

Jumat, 27 November 2009

Bunglon Spesies Terbaru Di Temukan Di Tanzania

Pernahkah anda melihat bunglon yang satu ini, ini adalah spesies jenis baru.

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/11/24/article-0-0754A191000005DC-801_380x380.jpg



Spesies bunglon baru ditemukan dalam hutan Magombera, di Tanzania, Afrika Timur. Seorang peneliti dari Departemen Lingkungan di University of York Dr Andrew Marshall menemukannya secara tak sengaja saat mengamati perilaku seekor ular ranting yang memakan seekor monyet.

Bunglon tersebut dipastikan spesies baru setelah beberapa spesimen sejenis berhasil ditangkap, diuji, dan dibandingkan. Spesies tersebut diberi nama Kinyongia magomberae yang berarti bunglon Magombera. Temuan ini dipublikasikan dalam African Journal of Herpetology.

Menurutnya, penemuan spesies baru bunglon sangat jarang terjadi sehingga hal tersebut sangat menggembirakannya. Penemuan ini juga sekaligus menegaskan pentingnya menjaga daerah jelajahnya agar spesies tersebut tetap bertahan.

"Semoga dengan penemuan ini dapat mendukung usaha untuk menyediakan area ini dan area lainnya dengan perlindungan lebih," ujar Marshall. Apalagi, bunglon hidup di habitat yang terbatas dan sangat tergantung pada keberadaan pohon-pohon di hutan.

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/11/24/article-1230442-0756D6C1000005DC-46_634x334.jpg

Dr Andrew Marshall at work with two colleagues



Marshall, yang juga Kepala Ilmu Konservasi di Kebun Binatang dan Taman Bermain Flamingo, selama ini aktif memimpin proyek investigasi penelitian terhadap perubahan hutan Magombera. Hutan tersebut menjadi penting bagi orang-orang di daerah sekitarnya dan rumah bagi kehidupan liar, termasuk monyet colobus merah yang terancam punah.

Proyek yang dikembangkan Marshall menggabungkan penelitian biologi hutan dengan edukasi untuk penduduk lokal tentang cara mengelola hutan secara berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah mengembangkan status perlindungan hutan dan menemukan cara alternatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Selanjutnya spesies apalagi ya yang akan di temukan oleh para ilmuwan.

Minggu, 27 September 2009

Makhluk Unik dari Filipina

Binatang yang satu ini mungkin masih terlihat asing bagi sebagian orang. Tarsier atau Tarsius syrichta adalah sejenis primata yang terkecil di dunia dan bisa ditemukan di Filipina, dan variasi speciesnya ditemukan juga di Sumatra, Borneo, Sulawesi (Indonesia). Matanya yang bulat lebar dan hidungnya yang lucu sangat unik dan menarik untuk dilihat sementara ukurannya yang kecil pas banget bila berada di genggaman tangan kita. Jika Anda berkesempatan mengunjungi Filipina, hewan mungil lucu ini dapat Anda temukan pada malam hari di pulau Bohor, Samar, Mindanau, dan Leyte. Hewan mirip monyet ini memakan serangga yang sering keluar dari kayu bekas terbakar atau arang kayu.



Spesies tarsier sendiri dipercaya sudah ada sejak 45 juta tahun yang lalu. Ahli Biologi J. Petiver adalah orang yang pertama kali mempublikasikan hewan ini. Tidak seperti anggapan banyak orang, tarsier sebenarnya bukanlah monyet yang ukurannya paling kecil meski spesifikasinya mirip dengan spesies primata lainnya seperti lorise, lemur dan bushbaby. Perbedaannya terletak pada konfigurasi taksonomi dari kera pada umumnya dan Anda akan menemukan ciri-ciri yang mirip dengan antropoid. Spesies lainnya yang mirip dengan tarsier juga ditemukan di Borneo, Sumatra, Sulawesi (Indonesia), dan Madagascar dangan variasi ukuran dan bentuknya.




Tarsier asal Filipina ini adalah hewan yang sangat aktif dan menarik dengan ciri-cirinya yang khas. Meski tubuhnya dibalut dengan bulu warna abu-abu, ekornya yang sepanjang kira-kira 232mm hampir tidak berbulu alias gundul. Dari kepala hingga ekor panjangnya antara 118-149mm dengan berat 113-142 gram. Yang mengesankan dari hewan ini adalah mata besarnya yang menonjol yang sepertinya tidak pas dibandingkan dengan tubuh mungilnya. Ukuran rongga matanya hingga melebihi ukuran tempurung otak dan perutnya.




Tangan dan kakinya mempunyai jari-jari yang mirip dengan manusia yang digunakannya untuk bertengger di pohon dan ekornya digunakan untuk keseimbangan. Anda bisa melihat saat jari tengahnya mulur dan tulang pergelangannya yang panjang bekerja seperti shock absorber. Hal ini membantunya melompat dari dahan yang satu ke dahan yang lainnya dengan mudah. Kepalanya sangat mirip dengan kepala burung hantu karena bentuknya dan pertemuan yang unik di tengah-tengah sinus dan tengkoraknya membuatnya mampu memutar kepalanya 180 derajat. Tarsier juga memiliki gigi-gigi yang tajam untuk membantunya memangsa serangga selama berburu di malam hari.


Tarsier lebih suka tinggal di lubang-lubang di pohon atau akar-akar bambu meski masih mungkin menemukannya di tempat lain. Hewan ini banyak melakukan aktivitasnya di malam hari, meski sekali-kali Anda bisa memergokinya di siang hari. Para pejantan dan betinanya diketahui hidup berkelompok, dengan sang betina yang menjadi pengasuh tarsier-tasier muda. Mereka mengeluarkan suara-suara unik saat menantang, masa kawin, berkumpul di kelompoknya, dll. Kelenjar epigastric dari tarsier jantan digunakan untuk membantu penciumannya, sementara Anda juga bisa menemukan isyarat-isyarat gerakan wajahnya yang memiliki arti.



Tarsier mencapai kedewasaan seksual saat berumur 2 tahun. Sang betina mengalami panas berulang sampai kira-kira 23 hari dan mengeluarkan suara-suara unik untuk memberitahukan masa suburnya. Masa kehamilannya mencapai 6 bulan sementara masa hidup tarsier sendiri bisa mencapai 12 hingga 20 tahun. Proses kelahiran dan pertumbuhan bayi tarsier berlangsung sangat cepat. Bayi-bayi tarsier disapih setelah 60 hari dan bahkan sudah bisa berjalan dengan sendirinya dalam waktu 19 hari setelah kelahirannya.



Saat ini tarsier di Filipina terancam akan mengalami kepunahan akibat kerusakan di habitat hutan alamnya. Pembukaan lahan hutan dengan dibakar dan illegal logging menjadi biang keladi menurunnya jumlah tarsier. Ditambah lagi dengan adanya aksi perburuan tarsier dimana tarsier ini sering dijadikan suvenir untuk turis. Saat ini tarsier telah dinyatakan sebagai hewan yang dilindungi, tapi jika pemerintah Filipina tidak serius menanganinya bukan tidak mungkin tarsier akan punah dalam waktu yang tidak lama lagi.



Sungguh sangat unik dan lucu sekali binatang ini, tapi sayang harus terancam kepunahan karena ulah dari manusia.

Selasa, 08 September 2009

Spesies Tikus Baru Dari Papua Nugini

Pedalaman papua nugini memang banyak menyimpan berbagai hal yang baru untuk ditemukan. Sebuah spesies tikus raksasa ditemukan di pedalaman hutan Papua Nugini. Tikus tersebut tidak takut sedikit pun pada manusia dan membuatnya sebagai spesies tikus terbesar di seluruh dunia.

Makhluk sepanjang 82 cm itu ditemukan oleh sebuah tim ekspedisi BBC yang sedang memfilmkan program Lost Land of the Volcano. Tikus itu merupakan salah satu dari sejumlah hewan eksotik yang ditemukan tim ekspedisi tersebut.

Seperti spesies eksotis lainnya, tikus itu dipercaya hanya hidup di kawah gunung Bosavi saja. "Ini merupakan salah satu tikus terbesar di dunia. Ini seekor tikus sengguhan, sama seperti yang ada di selokan," kata Dr Kristofer Helgen, mammalogist (ahli mamalia) yang bekerja di museum nasional sejarah dan alam Smithsonian, dan ikut mendampingi tim ekspedisi BBC.

Awalnya, tikus raksasa ini terlihat oleh jebakan kamera inframerah. Secepatnya tim itu menerka merupakan spesies yang tidak pernah tercatat oleh ilmu pengetahuan sebelumnya, akan tetapi agar yakin mereka membutuhkan hewan itu hidup.

Lalu pemandu yang menemani tim itu menangkap spesimen itu hidup-hidup. "Saya pernah punya kucing yang seukuran dengan tikus ini," kata Buchanan.

Tikus yang tertangkap tersebut memiliki panjang 82 cm diukur dari hidung hingga buntutnya, dan memiliki berat 1.5kg. Hewan itu memiliki bulu tebal berwarna abu-abu kecoklatan, hal tersebut dipercayai para ilmuwan yang memeriksanya untuk menolong hewan tersebut dalam kondisi basah dan dingin yang dapat terjadi di kawah gunung. Lokasi penemuan tikus tersebut berada di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut.

Pada penelitian awal dikatakan tikus tersebut tergolong dalam genus Mallomys, yang dihuni oleh spesies besar lainnya. Untuk sementara waktu tikus tersebut dikatakan sebagai tikus berbulu tebal Bosavi, sedangkan nama ilmiahnya belum disepakati

Selanjutnya spesies apalagi ya yang akan di temukan dari daratan papua nugini tersebut.

Minggu, 30 Agustus 2009

Semut Dari Planet Mars



Semut spesies baru yang ditemukan di hutan Amazon ini hidup di bawah tanah dan buta selama hidupnya. Para ilmuwan yang menemukannya yakin semut tersebut masih keturunan langsung semut purba yang pertama kali menghuni Bumi.

Seorang mahasiswa program studi biologi evolusi Universitas Texas, AS, Christian Rabeling, menemukannya pertama kali di hutan hujan Empresa Brasileira de Pasquisa Agropecuaria di Manaus, Brasil, tahun 2003. Ia adalah satu-satunya koloni semut yang hidup di bekas pohon yang membusuk di dalam tanah.

Maka, pantas kalau penemunya memberi nama Martialis heureka yang artinya semut dari Mars saking unik dan anehnya. Semut tersebut tak lagi menggunakan indera penglihatan dan tak membutuhkan pigmen atau pewarna tubuh karena telah beradaptasi dengan lingkungan yang gelap gulita. Sebagai gantinya, ia memiliki tubuh memanjang dan capit yang panjang yang diduga untuk meraba dan menangkap mangsa.

Martialis heureka tidak hanya tercatat sebagai spesies baru, tapi juga membentuk kelompok genus tersendiri, bahkan subfamili baru. Subfamili terakhir ditemukan tahun 1967. Saat ini semut terbagi dalam 21 subfamili.

Sampel DNA yang diambil dari kakinya menunjukkan bahwa semut dari Mars menempati pangkal pohon evolusi semut. Dari sifat genetikanya, semut diperkirakan mulai muncul sejak 120 juta tahun lalu dari nenek moyang yang sama dengan tawon. Para ilmuwan meyakini semut segera tersebar ke dalam habitat yang berbeda-beda, di tanah, dedaunan, dan sebagainya.

“Penemuan ini mendukung pendapat bahwa semut predator yang buta dan hidup di dalam tanah muncul di awal evolusi,” ujar Rabeling. Meski demikian, hal tersebut bukan berarti nenek moyang semut buta dan hidup di tanah. Namun, saat mulai berevolusi, semut telah beradaptasi dengan lingkungan tanah hutan tropis.

Rabeling mengatakan, Martialis heureka memberi petunjuk bahwa rahasia evolusi semut mungkin masih tersembunyi di balik hutan hujan tropis. Penemuan yang dilaporkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini juga memberikan informasi baru untuk mempelajari lebih mendalam keragaman hayati serangga, khususnya semut.

Senin, 24 Agustus 2009

Di Temukan Fosil Bunga Raksasa Berusia 300 Juta Tahun di Cina


Ternyata bunga juga bisa menjadi fosil seperti tulang binatang di jaman purba.
Bunga batu raksasa yang ada di Negara Cina menarik perhatian banyak orang. Kenapa bisa ya?

Para penduduk di desa Meilan, desa yang berbukit-bukit dan berhutan, di kota Jinfeng seperti mendapat tontonan menarik ketika sebuah bunga batu raksasa di hutan tiba-tiba muncul setelah terjadi hujan lebat yang mengakibatkan longsor di daerah mereka.

Meski para ahli sudah memastikan kalau bunga itu hanyalah sebuah fosil, toh orang-orang tetap berdatangan untuk melihatnya.
” Bunga itu hadiah dari alam,” ujar Ran Zaizhong, kepada desa setempat pada


Adapun bunga itu ditemukan oleh penduduk desa yang sudah tua ketika dirinya datang ke hutan untuk mencari kayu bakar sebulan yang lalu.

Dan karena penemuan itu para penduduk desa membangun sebuah jalan menuju ke bunga batu raksasa itu.

Menurut Ran, tempat itu dulunya tertutup tanah dan hutan sampai hujan deras mengakibatkan sebuah bukit longsor dan membuat bunga batu raksasa itu muncul.

Namun, ahli geologi, Dr Meng Youyan, mengatakan kalau ternyata bunga raksasa itu adalah bongkol certa yang berumur 300 juta tahun. Bagaimana dengan anda, apakah percaya bahwa yang menjadi fosil itu adalah sebuah bunga raksasa.