Tampilkan postingan dengan label minum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label minum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Desember 2016

Islam Melarang Kita Minum Sambil Berdiri Ternyata Inilah Salah Satu Alasanya



Dalam agama islam terdapat sebuah larangan mengenai tata cara minum dan makan. Bagi anda yang seorang muslim pasti tahu bahwa islam melarang kita untuk minum sambil berdiri. Ternyata larangan tersebut bukan hanya sebuah larangan yang tidak berdasar. Karena minum sambil berdiri dapat memberikan efek buruk bagi kesehatan kita.

Pada suatu kajian tentang kesehatan yang diadakan oleh salah satu ahli akunpuntur dijelaskan bahwa minum sambil berdiri memang memiliki pengaruh buruk dari kesehatan. Saat seseorang minum air sambil duduk maka air yang masuk kedalam tubuh akan disaring oleh sfringer.

Sedangkan saat kita minum sambil berdiri maka air yang kita minum akan langsung menuju ke kandung kemih tanpa disaring terlebih dahulu. Karena tanpa disaring maka akhirnya akan terjadi pengendapan pada saluran ureter. Banyaknya pengendapan pada saluran ureter inilah yang akan menyebabkan penyakit batu ginjal. Jadi mulai sekarang mari kita biasakan minum sambil duduk untuk menjaga kesehatan kita.

Sabtu, 17 Juli 2010

Pria Ini Tidak Makan dan Minum Selama 70 Tahun

Percayakah anda bahwa pria diatas tidak pernah makan dan minum selama sekitar 70 tahun. Ilmuwan militer India sekarang ini sedang mempelajari pria tersebut.

Prahlad Jani, pria tua itu, kini ditempatkan di ruang isolasi di sebuah rumah sakit di Ahmedabad, Gurjarat. Telegraph, melaporkan, di situ dia diawasi secara ketat oleh organisasi riset pertahanan India, yang percaya bahwa sang pria mungkin memiliki kualitas istimewa yang dapat membantunya bertahan hidup.

Dia telah menghabiskan waktu enam hari tanpa makanan atau air di bawah pengamatan ketat dan para dokter mengatakan, tubuhnya belum menunjukkan adanya efek yang merugikan akibat kelaparan atau dehidrasi.

Jani, yang mengaku telah meninggalkan rumah pada usia tujuh tahun dan hidup sebagai pengelana sadhu atau orang suci di Rajasthan, dianggap sebagai breatharian yang bisa hidup dengan melakukan “tapa spiritual”. Dia percaya, dirinya ditopang seorang dewa yang menuangkan suatu “obat mujarab” melalui sebuah lubang di langit-langit mulutnya. Pengakuannya itu telah didukung seorang dokter India yang ahli dalam studi tentang orang yang mengaku punya kemampuan supranatural, tetapi ia juga tak diakui sejumlah orang lain yang hanya memandangnya sebagai seorang “penipu dari desa”. Percaya atau tidak bahwa pria ini tidak pernah makan selam 70 tahun adalah keputusan anda.

Jumat, 21 Agustus 2009

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh

Puasa ternyata punya banyak manfaat yang berguna bagi kesehatan tubuh kita. Beberapa hari pertama bulan puasa, biasanya Anda akan mengalami lemas, pusing, dan mengantuk. Jangan khawatir, kondisi itu normal, kok, karena tubuh Anda sedang melewati proses adaptasi terhadap pola makan yang baru. Aktivitas menahan rasa lapar, dahaga dan emosi ini sangat baik bagi kesehatan. Menurut, ahli gizi dr. Samuel Oetoro MS, selama berpuasa (tidak makan dan minum selama kurang lebih 14 jam), sel-sel dan organ-organ tubuh yang berhubungan dengan sistem saluran cerna, juga ikut beristirahat.

Saat itu, selain sel tubuh terhindar dari kelelahan, tubuh juga melakukan proses detoksifikasi atau membersihkan diri dari zat-zat beracun yang masuk ke dalam tubuh, baik lewat makanan maupun lewat udara yang dihirup. Ketika organ pencernaan beristirahat, tubuh memiliki energi untuk mengerjakan hal lain, yaitu membuang racun
atau toksin yang menumpuk,” kata Samuel.

Ketika berpuasa, racun, sel mati, jaringan rusak, dan kelebihan lemak yang menumpuk dalam tubuh, akan dibakar dan ‘dipaksa’ keluar dari tubuh. Ketika ’sampah-sampah’ itu keluar, secara otomatis sel-sel tubuh diberi kesempatan memperbarui (rejuvenate) diri setelah sekian lama bekerja keras.

Meski begitu, sel-sel tubuh ini tetap memerlukan makanan. Inilah yang perlu diatur dengan benar, agar sel yang tidak makan selama 14 jam ini tidak sampai kekurangan sumber energi. Jadi, dr. Samuel menegaskan, saat menjalani puasa di bulan Ramadan, jangan sampai Anda melewatkan makan sahur. Seberapa pun rasa kantuk yang menyerang, Anda sebaiknya menyempatkan diri untuk sahur.

Cara makan sahur juga tidak boleh sembarangan. Tak lama setelah bangun tidur, segeralah menyantap makanan, tentunya yang mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Selanjutnya, kira-kira setengah jam menjelang imsak, Anda perlu makan lagi. Konsumsilah makanan yang lebih ringan, tapi mengandung karbohidrat kompleks yang tinggi (misalnya, kentang), dan bukan karbohidrat simpleks (misalnya, gula).

Selain itu, jenis makanan saat berbuka puasa juga perlu diperhatikan. Dokter Samuel tidak menyarankan Anda untuk langsung menyantap berbagai jenis makanan manis tersebut, karena tidak sehat. Yang sebaiknya pertama kali disantap adalah jus buah tanpa gula (sari buah, dan bukan buah yang dihaluskan).

Hal ini perlu dilakukan agar gula darah segera naik, tetapi hormon insulinnya tidak ikut dirangsang. Dalam proses pencernaannya, gula dari buah-buahan tidak memerlukan hormon insulin, sehingga tidak merangsang kerja pankreas. Bagaimana, ternyata menjalankan puasa tidak ada ruginya kan?