Tampilkan postingan dengan label laptop. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label laptop. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Juli 2010

Laptop Buatan India Klaim Termurah Di Pasaran

laptop_India
Kabar gembira buat anda yang maniac laptop tapi memiliki budget yang minim. Sekarang tim dari Indian Institute of Technology and the Indian Institute of Science, India, mengembangkan laptop yang diklaim akan menjadi laptop paling murah di dunia.

Bagaimana tidak, laptop nantinya akan dibanderol seharga USD35 atau sekitar Rp 350 ribu saja (USD1 sama dengan Rp10.000). Kabarnya, laptop tersebut menggunakan teknologi layar sentuh. Menteri bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia India, Kapil Sibal, pekan ini memperkenalkan perangkat tersebut.

Harga yang murah sangat masuk akal mengingat laptop ini menyasar segmen siswa sekolah dan memang dirancang khusus untuk membantu kepentingan pendidikan. Selain itu, mereka juga akan memulai produksi laptop tersebut secara massal. Demikian diiberitakan Reuters. Dikatakan Sibal, kementerian yang dipimpinnya tengah intens mendekati produsen komputer global untuk memulai produksi massal.

Namun Sibal enggan menyebutkan nama produsen komputer tersebut.

"Kami telah menyelesaikan tahap pengembangan, baik motherboard, chip, konektivitas dan keseluruhan komponen yang tergabung menjadi perangkat ini dibanderol dengan harga US$ 35. Itu sudah termasuk memori, display, semuanya," kata Sibal. Sambil memamerkan laptop tersebut, Sibal menyebutkan gadget dengan kemampuan layar sentuh ini dijual satu paket dengan browser internet, PDF reader dan fasilitas video conference.

Kelemahannya, hardware laptop tidak fleksibel sehingga pengguna tidak bisa menambah komponen baru yang mereka inginkan. Sibal mengungkapkan, laptop tersebut berjalan dengan menggunakan sistem operasi Linux. Nantinya pada tahun 2011, harga gadget tersebut diharapkan dapat turun menjadi sekira USD20 dan USD10.

Untuk anda yang memiliki dana rendah laptop yang satu ini mungkin bisa menjadi alternatif pilihan yang tepat.

Kamis, 08 Juli 2010

Sinyal Wi-Fi Beri Dampak Negatif Terhadap Tubuh Kita



Dunia sudah semakin maju dan perkembangan teknologi juga semakin pesat, termasuk perkembangan yang terjadi dalam dunia maya. Siapa sekarang yang tidak lagi kenal dengan fasilitas internet berupa Wi-fi (wireless fidelity) yang lebih dikenal sebagai jaringan lokal nirkabel semakin populer terutama di negara-negara maju dan berkembang. Dengan wi-fi orang bisa masuk ke jaringan internet tanpa harus repot menyambungkan kabel dari komputer ke line telepon.

Memang enak ya kalau kita berada di lingkungan yang ada wi-fi nya(seperti sekolah saya). Tapi selidik punya selidik siyal wi-fi berpengaruh juga terhadap tubuh kita. Mau tahu?

Di balik kemudahan yang ditawarkan wi-fi, ada beberapa keyakinan publik yang menganggap wi-fi berdampak negatif terhadap kesehatan. Mereka yang tidak setuju dengan kehadiran wi-fi beralasan radiasi elektro magnetik dari wi-fi bisa menyebabkan nyeri di kepala, gangguan tidur dan mual-mual, terutama bagi mereka yang electrosensitive. Tapi benarkah wi-fi berbahaya bagi kesehatan?

Ketakutan akan dampak buruk wi-fi terhadap kesehatan ini dimentahkan ilmuwan Inggris. Seperti yang diungkapkan Sir William Stewart, ketua Health Protection Agency, mengatakan pada BBC Programme Panorama, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan teknologi wi-fi. Tak ada bukti pasti yang menyebutkan, perangkat seperti ponsel dan wi-fi menyebabkan kesehatan terganggu.

Hal senada juga diungkapkan Professor Lawrie Challis, dari Nottingham University. Dalam pernyataannya pada BBC, Senin (21/05), Prof Challis, yang menjabat sebagai ketua Mobile Telecommunications and Health Research (MTHR) menyebutkan: "Radiasi elektro magnetik dari Wi-fi sangat kecil, pemancarnya juga berkekuatan rendah, selain itu masih ada jarak dengan tubuh.

"Bisa jadi radiasi elektro magnetik sangat dekat dengan tubuh, ketika kita memangku laptop, namun dalam pengamaatan saya setiap orang tua akan meminta anak mereka untuk tidak terlalu sering menggunakan ponsel mereka dan selalu meminta mereka untuk menaruhlaptop di atas meja, bukan di pangkuan, jika mereka berinternet terlalu lama."

Untuk mendukung pernyataan ini, tim Panorama BBC mengunjungi sebuah sekolah di Norwich, yang memiliki seribu siswa, dan mencoba membandingkan tingkat radiasi dari ponsel dan penggunaan wi-fi di dalam kelas. Hasilnya menunjukkan radiasi wi-fi di ruang kelas tiga kali lebih besar dibanding pancaran yang dikeluarkan ponsel.

Namun ahli kesehatan psikis Professor Malcolm Sperrin mengatakan sinyal wi-fi yang lebih besar tiga kali lipat dibanding radiasi ponsel di suatu sekolah masih belum relevan, karena belum ditemukan pengaruhnya terhadap kesehatan.

"Wi-fi adalah teknologi yang menggunakan gelombang radio elektro magnetik rendah, yang sebanding dengan oven microwave, bahkan 100 ribu kali lebih rendah dari microwave."

Tipe radiasi yang dipancarkan gelombang radio (wi-fi), microwaves, dan ponsel telah menunjukkan kenaikan level temperatur jaringan yang sangat tinggi, yang biasa disebut thermal interaction, namun masih belum ada bukti level tersebut menyebabkan kerusakan.

Health Protection Agency menyebutkan duduk di ruangan yang memiliki hotspot selama setahun sebanding dengan gelombang radio yang dipancarkan saat bercakap-cakap dengan ponsel selama dua puluh menit.

"Gelombang radio sudah menjadi bagian dari kehidupan kita selama hampir seabad atau lebih, namun jika ada gangguan yang signifikan terhadap kesehatan, pasti ada kajian yang akan mencatatnya, dan selama ini berbagai studi masih belum menemukan bukti transmisi wi-fi bagi kesehatan.

Hal senada juga didukung Professor Will J Stewart, rekan dari Royal Academy of Engineering, yang mengatakan: "Ilmu pengetahunan telah mempelajari pengaruh ponsel bagi kesehatan selama bertahun-tahun dan kekhawatiran akan dampak radiasi ponsel masih sangat kecil.

"Begitu juga dengan wi-fi, jika digunakan dalam batas yang wajar tak akan ada pengaruhnya bagi kesehatan dalam waktu yang lama. Namun bukan berarti semua radiasi elektro magnetik tak berbahaya, misalnya sinar matahari yang terbukti menyebabkan kanker kulit, jadi jika Anda menggunakanlaptop saat berjemur di pantai, ada baiknya mencari tempat yang teduh," tambah Sperrin yang mengatakan sampai saat masih belum ada banyak bukti yang cukup berarrti akan dampak negatif wi-fi.

Namun yang lebih dikhawatirkan Sperrin bukan pada gelombang wi-fi, namun pada perilaku dalam penggunaan laptop, dan panas yang dihasilkan laptop pada beberapa bagian sensitif pada tubuh, yang berdampak pada kesehatan.

Jadi kita harus bijak dalam memanfaatkan sesuatu dan tidak berlebihan dalam penggunaan nya, sehingga akan tetap aman bagi kesehatan tubuh kita.