Jumat, 07 Januari 2011

Ribuan Bangkai Kepiting Mati Ditemukan Di Pantai Inggris

kepiting-mati
Entah apa yang sebenarnya terjadi, semuanya masih menjadi misteri yang terus disediki oleh para peneliti. Dalam kurun waktu selama tiga tahun berturut-turut, ribuan kepiting ditemukan mati di Inggris. Bangkai kepiting renang beludru ini membanjiri garis pesisir pantai Kent, Inggris.

Menurut perkiraan, tahun ini terdapat 40 ribu kepiting yang mati terdampar di pantai inggris tersebut. Seperti dikutip HuffingtonpostdariLiveScience, ahli yakin cuaca dingin merupakan penyebab kematian massal kepiting-kepiting ini. Penelitian yang dilakukan beberapa tahun terakhir tak membuahkan hasil. Hal ini membuat kejadian ini tetap menjadi misteri. Matinya ribuan kepiting ini serupa dengan kematian massal burung dan ikan di dunia pekan lalu.

Ribuan burung juga ditemukan mati dan terjatuh dari langit Beebe, Arkansas saat malam tahun baru. Menurut ahli, hal itu disebabkan kembang api. Kemudian, 500 burung mati di Lousiana. Di Swedia, 50 burung mati di jalanan dan ratusan burung mati di Kentucky pekan lalu.

Kematian massal ikan juga terjadi di dunia akhir-akhir ini. Sebanyak dua juta ikan ditemukan mati mengambang di Chesapeake Bay Maryland. Kejadian serupa juga terjadi di Selandia Baru dan Brasil. Ahli menduga hal tersebut disebabkan karena perubahan cuaca yang tidak terkendali dan susah diprediksi.

Spesies Fauna Baru, Katak Bertaring Dari Vietman

katak-vampir
Dunia Flora dan Fauna memang selalu menyimpan berbagai hal yang baru yang menunggu ditemukan dan diungkap oleh manusia. Termsuk penemuan katak jenis baru ini. Ilmuwan Australia berhasil menemukan spesies katak tak biasa di selatan Vietnam. Katak ini mirip kelelawar vampir dan bisa terbang dari satu pohon ke lainnya.

Katak ini terbang menggunakan selaput di jari-jarinya untuk meluncur antar pucuk pohon. Seperti dikutip ABC News, nama katak ‘vampir’ diberikan karena kecebong katak ini memiliki taring berwarna hitam.
Ilmuwan Australian Dr. Jodi Rowley menemukan katak ini dan mengataka bahwa temuan ini merupakan temuan pertama kali di mana kecebong memiliki taring.

“Kami tak tahu secara pasti, butuh banyak waktu menelitinya. Kemungkinan, taring itu berhubungan dengan makanan katak tersebut,” ujar Dr. Rowley. Katak jenis ini berkembang biak di genangan air kecil yang ditemukan pada batang pohon. “Mungkin saja katak-katak ini memakan sesuatu yang khusus di sana,” jelas Dr. Rowley. Penemuan tersebut merupakan sebuah kemajuan besar yang ada dalam dunia fauna.