Tampilkan postingan dengan label polisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label polisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Januari 2011

Burung Merpati Pos Ditangkap Saat Kelelahan Selundupkan Ganja Kedalam Penjara di Kolumbia

burung_merpati_bawa_ganja
Peredaran ganja ternyata tidak hanya terjadi di luar penjara, tapi di dalam penjara ganja juga beredar dengan berbagai cara, salah satunya dengan menggunakan burung merpati sebagai alat peredarannya seperti yang terjadi di Kolumbia ini. Pantas saja bila seekor merpati pos di Kolombia terengah-engah. Merpati yang seharusnya ditakdirkan membawa surat, tapi justru disuruh menjalankan tugas yang penuh berisiko dan teramat berat, yaitu membawa paket ganja dan kokain ke penjara di kota Bucaramanga.

Menurut stasiun berita Fox News, sipir penjara dengan mudah menangkap burung merpati yang sudah kelelahan itu di luar tembok. Di punggungnya burung tersebut terdapat kantung berisi ganja dan kokain seberat 45 gram.

Menurut komandan polisi Bucaramanga, Jose Angel Mendoza, ini adalah modus baru bagi para napi untuk mendapatkan narkoba. Mendoza mengatakan bahwa merpati pos itu tidak mampu membawanya terbang sehingga tidak dapat melalui tembok penjara.

Dua orang sipir penjara dapat menangkap merpati itu tanpa kendala yang berarti. “Kami menemukan burung merpati itu beberapa meter dari tembok mencoba terbang dengan paket tersebut. Namun karena kelebihan beban, burung itu tidak berhasil melancarkan misinya,” ujar Mendoza.

Mendoza mengatakan kemungkinan merpati pos itu dilatih oleh narapidana atau temannya di luar penjara. Saat ini, tengah diselidiki siapa yang mengirimkan dan akan menerima paket itu.

Ini bukan kali pertama kepolisian Kolombia menghadapi kasus dimana binatang digunakan sebagai sarana kejahatan. Sebelumnya pada September tahun lalu, dilansir dari stasiun berita Sky News, polisi berhasil mengamankan seekor kakaktua yang digunakan oleh anggota geng pengedar narkoba sebagai pengawas.

Kakaktua telah dilatih untuk memberikan sinyal jika pada lokasi geng tersebut bertransaksi terlihat polisi mendekat. Menurut laporan kepolisian, terdapat 1000 ekor burung kakaktua yang dilatih untuk menjadi pengawas polisi di Kolombia.

“Kami mendapatkan kakaktua yang ketika melihat polisi akan berteriak “lari! Lari!”,” ujar komandan polisi kota Barranquilla, Fredy Veloza.

Ternyata sekarang modus peredaran ganja dan obat-obatan terlarang sekarang memakai cara yang sangat unik untuk bisa mengelabuhi polisi.

Rabu, 14 Juli 2010

POLISI KOLUMBIA UNGKAP REPLIKA PIALA DUNIA DARI KOKAIN

Piala Dunia

Ternyata aksi perdagangan narkoba di Kolumbia tidak pernah bisa berhenti dengan mudah. Sebuah replika Piala Dunia yang dibuat dari kokain telah disita oleh polisi anti narkoba Kolombia.

Menurut keterangan polisi, piala setinggi 36 centimeter itu ditemukan dalam sebuah kotak pengiriman di bandara Bogota.

Kotak itu berada di sebuah gudang pos untuk dikirim ke sebuah alamat di Spanyol, demikian keterangan kepala anti narkoba bandara Jose Peidrahita.

Hasil uji di laboratorium menunjukkan bahwa replika Piala Dunia ini dibuat dari bahan kokain sebanyak 11 kilogram yang dicampur dengan bensin guna memudahkannya untuk dibentuk menjadi piala.

Menurut pihak berwenang, piala tersebut ditemukan dalam pemeriksaan rutin di bandara hari Jumat.

Dalam perkembangan lainnya, sebuah kapal selam yang mungkin akan digunakan untuk menyeludupkan bahan-bahan narkoba juga ditemukan oleh petugas.

Menurut pejabat Badan Anti Narkoba Amerika Serikat, kapal selam asal Ekuador ini bisa membawa beberapa ton kokain, ditemukan di sebuah sungai dekat dengan perbatasan Kolombia.

Rabu, 07 Juli 2010

genk narkoba terbesar di dunia ternyata di ketuai seorang model cantik



Siapa yang akan pernah mengira, bahwa dibalik dunia mafia narkoba di ketuai seorang model yang cantik.
Di balik paras menawan dan keseksiannya, Angie Sanselmente Valencia, model pakaian dalam, sukses menyembunyikan peran sentralnya sebagai dedengkot geng narkoba terbesar di dunia. Kini wanita 30 tahun tersebut menjadi buron interpol. Daftar cekal internasional telah diterbitkan untuk mengejar wanita yang lihai berpose syur ini.
Valencia disinyalir merekrut wanita-wanita cantik untuk dimanfaatkan sebagai kurir narkoba ke Eropa dan Amerika Utara. Sebagian dari mereka diyakini berprofesi sebagai model pakaian dalam dan model kelas atas yang pernah menjadi peserta kontes ratu kecantikan. Valencia menyebut kurir-kurir itu sebagai “para malaikat cantik yang tidak pernah dicurigai”. Para kurir cantik itu dibayar GBP 1.300 (Rp18,6 juta) untuk membawa tas berisi kokain dari Kolombia ke Cancun, Meksiko, setiap hari.
Berbekal pesona lahiriah dan beberapa di antaranya dikenal sebagai publik figur, dengan mudah mereka lolos dari pemeriksaan di bandara. Saat ini peredaran jaringan narkoba Valencia telah mencapai Eropa. polisi menduga Valencia bersembunyi di suatu tempat di Meksiko atau Argentina. Sindikat narkobanya baru terungkap tahun lalu setelah orang suruhannya tertangkap dan bernyanyi kepada polisi karena ketahuan membawa 55 kilogram kokain di Bandara Buenos Aires. Kurir 21 tahun itu baru mengaku setelah diinterogasi selama 12 jam.
Dari keterangan wanita muda tersebut, polisi kemudian menangkap tiga kurir lain yang juga direkrut Valencia. Polisi saat ini menyelidiki keterlibatan oknum petugas bandara dalam jaringan narkoba Valencia. Setelah penangkapan itu, Valencia dilaporkan menghilang dari sebuah kamar hotel bintang empat di Buenos Aires. Tapi dia tetap diyakini berada di wilayah Amerika Selatan.
Polisi meyakini pemenang kontes kecantikan itu berhenti dari dunia model dan menanggalkan kewarganegaraan Kolombia dan beralih menjadi warga Argentina demi membangun jaringan narkobanya tahun lalu. Polisi mencoba mengikuti jejaknya melalui anjing Pomeranian miliknya. Namun, jejak tersebut hanya menuju ke sebuah gudang kosong yang sudah ditinggal penghuninya. Valencia pernah dianugerahi mahkota sebagai Putri Kopi Kolombia pada 2000. Dia diketahui pecah kongsi dengan bos geng narkoba Meksiko yang biasa dikenal dengan sebutan The Monster. Kini geng lamanya itu menjadi rival jaringan narkoba pimpinan Valencia.