Tampilkan postingan dengan label ahli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ahli. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Agustus 2010

Perempuan Dengan Alergi Terbanyak


Entah apa yang terjadi dengan perempuan yang satu ini. Dia tercatat sebagai perempuan yang memiliki alergi paling banyak terhadap berbagi hal. Yvonne Simon merupakan perempuan yang berasal dari Inggris. Begitu banyak alergi yang dia miliki hingga bahkan dia tidak tahan dengan hujan yang jatuh di atas kepalanya.

Yvonne Simon tidak mampu makan hampir semua jenis makanan. Apabila ia menyentuh uang, kelenjar kulitnya akan membengkak dan timbul bintik-bintik merah.

Yvonne yang berusia 22 tahun juga alergi terhadap mineral yang berkilau di atas botol air. Dia bertahan hidup dengan pola makan yang ketat di mana air harus disaring terlebih dahulu, memakan beras merah, wortel, apel dan pisang.

Yvonne juga harus membawa payung setiap saat untuk mencegahnya terkena air hujan dan memakai sarung tangan katun setiap menyentuh uang, surat kabar ataupun buku. Para dokter mengatakan mereka belum pernah melihat begitu banyak alergi di tubuh satu orang seperti yang terjadi pada diri Yvonne Simon.

Yvonne yang memiliki satu anak perempuan usia tujuh tahun bernama Cherish, mulai merasa alergi saat berumur delapan tahun. Semakin tua, reaksi tubuhnya semakin buruk.

Yvonne asal Essex mengatakan, “Saya benci menjalani hidup seperti ini dan sangat mendapatkan kehidupan normal. Saya berharap ada ahli yang akan membantu saya.”

Alergi Yvonne berkaitan dengan deodoran, parfum, lukisan, minuman, cokelat, bawang, kacang, ikan, teh, kopi, jeruk, tomat, bahan lateks, kertas berwarna, koin, uang kertas, pasta, minyak bunga matahari, produk susu, gandum, produk roti, beras putih, bubur, gula putih, permen, asap rokok, nikel, emas, perak, pewarna makanan, sulfat, kalsium klorida dan air hujan.

Mungkin perempuan ini sangat merasa menderita sekali dengan semua alergi yang dia miliki, karena hampir semua hal dapat membuatnya terserang alergi.

Kamis, 06 Agustus 2009

Pecahnya Teka teki Manuskrip Kuno Voynich

Manuskrip Voynich mungkin masih terdengar asing bagi kita. Manuskrip Voynich merupakan nama dari sebuah manuskrip tua yang misterius. Sejak ditemukan oleh seorang kolektor barang antik, Wilfrid M Voynic pada tahun 1912, hingga kini tak ada seorang pun yang dapat memecahkan teka-teki manukrip setebal 240 halaman yang diperkirakan berasal dari abad pertengahan tersebut.

Manuskrip Voynich ditulis dengan bahasa dan huruf yang tidak pernah dimengerti hingga saat ini. Siapa penulisnya pun tidak diketahui. Padahal telah banyak studi yang dilakukan oleh para ahli kriptografi untuk memecahkannya, namun hasilnya nihil.

Selain didominasi oleh beberapa tulisan dengan huruf dan bahasa yang tak dimengerti, didalamnya juga terdapat beberapa gambar ilustrasi yang tak kalah misteriusnya. Di beberapa halamannya tergambar dengan jelas beberapa jenis tumbuhan yang tidak dikenal. Beberapa gambaran lainnya memperlihatkan gambaran yang sepintas terlihat seperti peta gugusan obyek antariksa seperti planet dan galaksi. Serta terdapat gambaran lainnya, termasuk beberapa ilustrasi sekumpulan wanita telanjang yang sedang berendam di suatu kolam pemandian.

Melihat isi keseluruhan dari manuskrip, banyak ahli beranggapan bahwa ini merupakan buku resep obat-obatan yang sangat rahasia, sehingga dituliskan dengan huruf dan bahasa yang mungkin hanya dimengerti oleh orang-orang tertentu saja pada saat itu.

Tak ada seorangpun yang mengetahui darimana sebenarnya Manukrip Voynich berasal. Namun beberapa ahli menyebutkan manuskrip mungkin berasal dari wilayah Eropa dan ditulis diantara abad 15 -17 Masehi

Karena tak kunjung terpecahkan, beberapa orang beranggapan manuskrip ini merupakan suatu kebohongan / tipuan semata. Ia mungkin ditulis oleh seseorang yang “iseng” atau ditulis dengan bahasa dan huruf ciptaan sendiri, sehingga hanya penciptanya saja yang mengerti.

Namun bagi Dr. Gordon Rugg – seorang ahli dari Keele University -, ia tidak percaya pendapat spekulatif seperti diatas sebelum benar-benar membuktikannya sendiri. Dengan beberapa teknik sederhana, ahli ilmu komputer itu mengklaim dapat mengetahui apakah naskah kuno ini benar-benar mengandung suatu arti atau hanya sekedar tipuan.

Dengan menggunakan metode Cardan Grille, yaitu cara menulis kode rahasia dengan memanfaatkan kotak-kotak kecil pada kertas, Rugg mencoba menuliskan huruf demi huruf yang membentuk sebuah kalimat pada suatu bagian Manuskrip Voynich. Setiap hurufnya ia letakkan secara berurutan di setiap kotak-kotak kecil yang telah ia bentuk pada kertas. Lalu dengan memanfaatkan potongan kertas yang telah dilubangi membentuk pola garis diagonal, Rugg meletakkannya secara berurutan diatas kertas yang telah dibentuk pola kotak-kotak kecil tadi. Kemudian ia mencatat huruf-huruf yang terbentuk pada lubang-lubang di potongan kertas.


Dengan teknik ini, Rugg mengatakan dapat mengetahui koherensi dari setiap huruf dan pola-pola yang terbentuk. Dari eksperimen simple namun efektif yang ia lakukan, Rugg berkesimpulan bahwa Manuskirp Voynich memang merupakan suatu kebohongan / tipuan. Namun Rugg sendiri mengatakan bisa saja pendapatnya itu salah jika suatu saat nanti teka-teki manuskrip Voynich benar-benar dapat terpecahkan dengan metoda kriptografi yang lebih canggih lagi. Bagaimana menurut anda, apakah ini tipuan atau sungguhan?