Tampilkan postingan dengan label waktu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label waktu. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Juli 2010

Rahasia Sukses Orang Jepang



Nama Jepang pasti sudah sangat familira dengan telinga kita. Negeri Bunga Sakura atau Negeri Matahari terbit ini telah sukses menjadi salah satu bangsa dan negara termaju di dunia. Siapa pula yang gak kenal merek - merek Honda, Suzuki, Yamaha, Kawasaki, Sharp, Aquos, Akira dan masih banyak lagi yang lahir dari negeri para samurai itu?

Pertanyaannya kemudian adalah Mengapa Jepang bisa demikian sukses dan mencengangkan dunia dengan teknologi, inovasi, dan penemuan - penemuannya? Apa rahasia dibalik segala kesuksesan itu? Apakah kita bisa melakukan hal yang sama seperti Jepang?

Jepang secara geografis adalah negara yang sangat minim sumber daya alam. Namun hal ini tidak menyurutkan mental dan tekad bangsa tersebut untuk maju dan bersaing dengan negara lain di dunia. Bahkan hal ini semakin memotivasi Jepang untuk membuktikan bahwa negaranya layak dan pantas jadi pemenang dan unggul.

Kharakteristik bangsa Jepang yang utama yang juga menjadi pelajaran bagi bangsa - bangsa di dunia adalah sikap dan mentalitas pekerja keras. Bagi mereka hidup adalah bekerja. Tiada hari tanpa belajar dan bekerja. Orang - orang Jepang sangat disiplin dan menaruh penghargaan yang sangat tinggi terhadap waktu. Orang Jepang sudah biasa bekerja 14 - 18 jam sehari, 94 - 126 jam seminggu. Bagi mereka tiada waktu selain bekerja dan belajar.

Banyak hal dan kebiasaan positif yang bisa kita pelajari dan teladani dari negeri matahari terbit ini. Beberapa diantaranya:

1. Orang Jepang itu Book - minded

Bukan pemandangan aneh jika kita melihat disepanjang jalan dan sudut kota di Jepang setiap orang sibuk dan asyik tenggelam dengan bacaannya. Hal ini sangat kontras dengan Indonesia. Orang Indonesia lebih senang menghabiskan waktunya untuk bersantai, bermain, bersenda gurau, dan bersenang-senang ketimbang membaca atau melakukan kegiatan - kegiatan positif lainnya.

2. Orang Jepang sangat suka belajar hal - hal baru

Mereka sangat haus akan hal - hal baru yang baru tapi bermanfaat. Tak heran bila banyak kreasi dan inovasi lahir dari negara jepang tersebut. Robot yang bisa membantu pekerjaan rumah tangga. Kacamata yang bisa melacak benda yang hilang. Kereta listrik kecepatan super cepat. Alat penggaruk yang bisa mengetahui letak rasa gatal hingga LCD HDTV semisal Aquos. Ini hanyalah segelintir dari daftar panjang inovasi yang lahir dari negeri asal ikebana dan origami tersebut.

3. Prinsip Hidup itu Bernama Kaizen dan Hansei

Salah satu rahasia sukses terbesar bangsa Jepang selain yang telah disebutkan diatas adalah Kaizen dan Hansei. Apa itu Kaizen dan Hansei? Kaizen adalah "Ongoing and Continous Improvement. Penyempurnaan tiada henti." sedangkan Hansei adalah Never Ending Correction alias Perbaikan Tiada Henti. Mereka tidak pernah berhenti belajar dan bekerja serta berupaya meningkatkan kualitas hidup mereka sedikit demi sedikit setiap hari.

Kedua kunci yang disebutkan terakhir merupakan filosofi hidup bangsa Jepang yang telah mengakar dan mendarahdaging. Inilah juga yang menjadi sokoguru bangkitnya perekonomian bangsa Jepang. Tak heran bila kemudian Jepang tampil menjadi negara maju bahkan termaju di dunia mengalahkan gurunya Jerman. Dan kini Jepang merupakan salah satu kekuatan ekonomi dunia yang sangat dikagumi.

Jika saja orang Indonesia mau meniru etos kerja orang Jepang yang luar biasa ini, mungkin negara kita juga akan semaju negeri Sakura tersebut.

Rabu, 14 Juli 2010

Berbagai Hal Yang Tidak Bisa Dibeli Oleh Uang

Banyak orang beranggapan bahwa uang adalah segalanya, dan mampu membeli apa saja yang ada di dunia ini, tapi pada kenyataanya ada beberapa hal yang tidak dapat di gantikan dan di beli dengan uang, diantaranya:

Kehilangan waktu
Uang tak akan mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, waktu 24 jam tersebut akan hilang dan tak akan pernah kembali. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menyatakan perhatian dan kasih sayang Anda pada orang tercinta, sebelum waktu itu berlalu.

Kebahagiaan
Memang kedengarannya klise, uang tak bisa membeli kebahagiaan. Tapi inilah kenyataannya. Uang memang bisa membuat Anda merasa senang karena bisa membiayai liburan, membeli elektronik terkini, atau mobil paling cepat. Tapi setumpuk uang tak kan pernah bisa menghadirkan kebahagiaan yang nyata yang berasal dari dalam hati kita. Kebahagiaan jenis ini hanya datang dari hubungan yang membahagiakan serta dukungan dan cinta dari keluarga.

Kebahagiaan Anak
Untuk memberikan sandang dan pangan yang layak kepada buah hati memang dibutuhkan uang. Tapi uang tak bisa memberikan rasa aman, tanggung jawab, sikap yang baik, serta kepandaian, pada anak-anak. Hal itu merupakan buah dari waktu dan perhatian yang Anda curahkan untuk mereka dan hal-hal baik yang Anda ajarkan. Uang memang membantu kita memenuhi beberapa aspek pengasuhan, tapi waktu telah membuktikan bahwa kebutuhan dasar tiap anak adalah berapa banyak waktu yang diberikan orangtuanya, bukan uangnya.

Cinta
Ini satu hal klise lainnya, cinta tak bisa dibeli dengan uang, tapi akuilah hal itu benar. Dengan uang kita bisa membuat orang tertarik, tapi cinta berasal dari rasa saling menghargai, perhatian, berbagi pengalaman, dan kesempatan untuk berkembang bersama. Itu sebabnya banyak pasangan yang menikah karena uang, tak bertahan lama.


Penerimaan
Untuk diterima oleh lingkungan pergaulan, Anda tak butuh uang. Bila Anda ingin diterima, fokuskan energi Anda untuk membuat diri Anda berharga bagi lingkungan sekitar dengan menjadi teman dalam suka dan duka.

Kesehatan
Kita butuh uang untuk mengongkosi biaya perawatan dan membeli obat, tapi uang tak bisa menggantikan kesehatan yang hilang. Itu sebabnya pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati sebaiknya kita terapkan. Mulailah berolahraga, berhenti merokok, dan banyak hal lain yang pasti sudah Anda tahu.

Kesuksesan
Beberapa orang memang ada yang mencapai kesuksesan dengan menyuap, tapi ini adalah pengecualian. Kesuksesan hanya berasal dari kerja keras, kemauan, dan sedikit kemujuran. Ada aspek kecil dari usaha menuju sukses yang bisa didapatkan dengan uang, misalnya mengikuti pelatihan atau membeli peralatan, tapi sukses lebih banyak berasal dari usaha yang Anda lakukan sendiri.

Bakat
Kita dilahirkan dengan bakat tertentu. Dengan uang, yang bisa kita lakukan adalah mengasah bakat tersebut, misalnya belajar musik. Namun para ahli mengatakan, untuk menjadi ahli di bidangnya, kita membutuhkan bakat.

Sikap yang baik
Banyak orang yang kaya raya tapi sikapnya kasar dan ucapannya sinis. Tak sedikit orang sederhana yang tutur katanya sopan dan menunjukkan rasa hormat pada orang lain. Jadi, jumlah uang yang dimiliki bukan penentu sikap atau manner seseorang.

Kedamaian
Bila uang bisa membeli kedamaian, barangkali kita tak lagi mendengar tentang perang. Justru yang sering terjadi sebaliknya, uang lah yang menjadi sumber pertikaian dan permusuhan.

Jadi masihkah anda beranggapan bahwa uang adalah segalanya?