Tampilkan postingan dengan label nabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nabi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Juli 2010

Latar Belakang Genetis Bangsa Yahudi Terungkap



Siapa yang tiadak kenal dengan bangsa yang satu ini, dialah bangsa Yahudi atau yang sering juga disebut Zionis yang sekarang mendiami negara yang kita sebut Israel.

Studi paling komprehensif melacak nenek moyang Yahudi mendapati Yahudi tidak hanya tersebar dalam tradisi maupun hukum, tapi juga memiliki latar belakang genetis umum.

Dalam studi yang diikuti 200 Yahudi di beberapa kota di 3 negara yang berbeda, peneliti menemukan bahwa mereka semua berasal dari komunitas awal yang hidup pada 2500 tahun lalu.
Hary Ostrer dari New Tork University bersama tim melakukan studi ini menyamakan populasi Yahudi modern dalam satu bagian genetis yang menyebar di seluruh dunia. Alasan utama bahwa Yahudi terus melanjutkan kelompok genetis yang berbeda di seluruh dunia ialah eksklusivitas agama Yahudi yang membatasi pernikahan dari luar kepercayaan Yahudi.

Kolega Ostrer, Gil Atzmon dari Albert Einstein College of Medicine, Yeshica University, New York mengatakan bahwa tradisi agama dan pertukaran hukum yang dipahami Yahudi di seluruh dunia serta isolasi dari tetangga non-Yahudi membuat para Yahudi bertukar unsur genetis lebih banyak dengan satu sama lain daripada dengan orang non Yahudi.

Hukum Yahudi membuat non Yahudi sulit untuk mengkonversi. Masyarakat yang melakukan konversi mengharapkan dapat menghabiskan beberapa tahun mempelajari hukum tradisi dan Yudaisme.

Namun, kebanyakan orang Yahudi yang taat pasti menikahi Yahudi lainnya sehingga membatasi pencampuran genetik dengan populasi lainnya, meskipun di abad lalu sebagian masyarakat telah lebih menerima perkawinan di luar kepercayaan.

Atzmon dan rekan-rekannya mempelajari DNA dari 237 orang Yahudi dari New York, Seattle, Athena dan Roma yang mewakili Ashkenazi, Turki, Yunani, Italia, Suriah, kelompok Iran dan Irak. Mereka mencari kesamaan genetik di antara populasi kemudian membandingkannya dengan DNA dari 418 nonYahudi.

Dengan menggunakan analisis DNA, para penulis menelusuri nenek moyang semua orang Yahudi ke Persia dan Babel, wilayah yang kini merupakan bagian dari Iran dan Irak.

Pohon genetik menunjukkan bahwa antara 100 dan 150 generasi lalu - setara dengan 2500 tahun - penduduk awal terbelah dua, dengan setengah orang Yahudi tersebar ke Eropa dan Afrika Utara, setengah lainnya yang tersisa di Timur Tengah.

Hal ini terkait dengan laporan tentang pengusiran orang Yahudi ke pengasingan pada tahun 587 SM oleh raja Babylonia, Nebukadnezar.

Analisis genetik menunjukkan bahwa di antara orang-orang Yahudi modern, populasi yang paling serupa secara genetis adalah mereka yang berasal dari Irak dan Iran. Yang lainnya menunjukkan lebih banyak DNA mereka berkaitan dengan kaum non-Yahudi Eropa dan Afrika Utara, yang mungkin menjelaskan mengapa banyak orang Yahudi yang memiliki nenek moyang di Eropa atau Suriah, berambut pirang atau mata biru.

Tim menemukan jejak genetik dari periode konversi yang kuat pada Yudaisme saat masa Kekaisaran Romawi, di mana lebih dari 10% warga adalah Yahudi. Di antara orang Eropa nonYahudi modern, negara Italia, Sardinians dan Prancis merupakan wilayah di mana memiliki penduduk yang memiliki kemiripan paling besar dengan Yahudi modern, jelas penemuan ini seperti diberitakan dari NewScienctist.

Sedangkan menurut studi sejarah yang didasarkan penggalian arkeologi dan lembaran-lembaran kitab suci, awal bangsa Yahudi erat hubungannya dengan kisah nabi Ibrahim AS.
Tafsir Al-Qur'an menunjukkan bahwa Ibrahim (Abraham) AS, diperkirakan tinggal di daerah Palestina yang dikenal saat ini sebagai Al-Khalil (Hebron), tinggal di sana bersama Nabi Luth (Lot) (QS, 21:69-71). Putra nabi Ibrahim adalah nabi Ismail dan nabi Ishak kemudian putra nabi Ishak adalah nabi Jakub. 12 putra nabi Yakub ini yang kemudian dikenal sebagai 12 suku Israel.

Putra bungsu nabi Yakub AS adalah nabi Yusuf AS, yang dikenal dari sejarah, setelah ditinggalkan di padang pasir oleh kakak-kakaknya, berhasil menjadi kepala bendahara di Mesir. Karena itu ayahnya, nabi Yakub, serta kakak-kakaknya menyusul nabi Yusuf AS ke Mesir dan hidup damai di sana sampai suatu hari Firaun yang berkuasa memperbudak keturunan mereka yang dikenal dengan bani Israel.

Karena kekejaman Firaun yang tak terkira terhadap bani Israel, Allah SWT telah mengirim nabi Musa (Moses) AS masa itu, dan memerintahkannya untuk membawa bani Israel keluar dari Mesir.

Musa AS dan kaumnya meninggalkan Mesir, dengan pertolongan mukjizat Allah, sekitar tahun 1250 SM. Mereka tinggal di Semenanjung Sinai dan timur Kanaan. Dalam Al-Qur'an, Musa memerintahkan Bani Israel untuk memasuki Kanaan, (Qur'an, 5:21).

Setelah Musa AS, bangsa Israel tetap berdiam di Kanaan (Palestina). Menurut ahli sejarah, Daud (David) menjadi raja Israel dan membangun sebuah kerajaan berpengaruh. Selama pemerintahan putranya Sulaiman (Solomon), batas-batas Israel diperluas dari Sungai Nil di Selatan hingga sungai Eufrat di negara Siria sekarang di utara.

Ini adalah sebuah masa gemilang bagi kerajaan Israel dalam banyak bidang, terutama arsitektur. Di Yerusalem, Sulaiman membangun sebuah istana dan biara yang luar biasa. Setelah wafatnya, Allah mengutus banyak lagi nabi kepada Bani Israel meskipun dalam banyak hal mereka tidak mendengarkan mereka dan mengkhianati Allah.

Setelah kematin Sulaiman, kerajaan yahudi terbelah di utara Israel dengan ibukota Samarria dan Di Selatan Juda dengan ibukota Yerrusalem. Dengan berlalunya waktu Suku yahudi jatuh di bawah Assyurriea dan Babilon atau pergi ke Mesir sebagai pelarian. Ketika raja Perrsia Kyros 539 SM mengizinkan orang Yahudi kembali dari pelarian mereka, banyak orang Yahudi yang tidak kembali, di sinilah mulainya Diaspora.

Kamis, 10 September 2009

Di Buatnya Alkitab Kaum Homoseksual

Kelihatanya bahwa ungkapan dunia sudah tua dan semakin gila saja ada benarnya, pasalnya eperti yang satu ini. Seorang pembuat film independent saat ini mengumumkan sebuah proyek independent pembuatan Alkitab yang sedang dibuatnya berjudul "The Princess Diana Bible" yang didalam "Tuhan" yang menakdirkan bahwa homoseksual adalah sebuah gaya hidup yang lebih baik.




"Saat ini ada banyak versi Alkitab; Tidak ada salahnya kami memiliki sebuah versi sendiri bukan," tulis Mac Mitchell dalam statemennya di website.

"Alkitab Homoseksual " ini diproduksi olah Revision Studio, yang mengajarkan bahwa "Tuhan" menganggap lebih baik menjadi homoseksual.

Selain itu Michell juga meluncurkan sebuah film yang mengangkat tentang "homoseksual" yang berjudul "Horror in the Wind." Film ini adalah olok-olok yang ditujukan kepada Pat Robertson dan James Dobson, yang pelayanannya sangat berpengaruh di Amerika bahkan seluruh dunia.

"Alkitab" ini diberi nama "The Princess Diana Bible" dengan alasan putri Diana "melakukan banyak perbuatan baik."

Lucunya pada kitab Kejadian di Alkitab Homoseksual ini, diceritakan Tuhan menciptakan Aida dan Eve (Hawa), dan kedua-duanya adalah perempuan.

Sebuah websiter pro-homosexsual, apa yang dilakukan Mitchell digambarkan sebagai sebuah pekerjaan yang sangat inspirasional.

"Yesus adalah seorang gay. Di Alkitab, homoseksual adalah sesuatu yang biasa," demikian tulis website tersebut.

Namun website Belieftnet mengatakan hal yang sebaliknya. "Tidak setiap karya seni yang dibuat lalu bisa disebut sebagai sebuah kebenaran, saya ingin kita menggarisbawahi hal ini."

"Buku ini (The Princess Diana Bible - Red) di inspirasi oleh agenda politik dan keinginan manusia yang mencerminkan cara pandangnya sendiri. Jadi, jika orang ini menjadikan dirinya sendiri sebagai penulis "Alkitab" ini, maka ini hanyalah sebuah buku, bukan Alkitab." Demikian tulis komentator.

Dalam 2 Timotius 3:16 dikatakan bahwa "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran." Alkitab bukanlah rekayasa manusia. Tuhan yang mengilhamkan semua itu, dan apa yang dituliskan tidak untuk menguntungkan atau mendukung suatu pendapat atau cara pandang dari seseorang. Alkitab hanya mendukung pendapat dari satu pribadi, yaitu Allah sendiri.



Untuk itu, mari perhatikan setiap pengajaran yang ada pada akhir zaman ini. Bukan berarti ketika sudah berbicara tentang Alkitab dan Tuhan lalu hal itu sesuatu yang benar. Namun mari kita perhatikan peringatan yang di tuliskan di 2 Petrus 2:1, "Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka."
Ada-ada saja ulah para kaum homo tersebut agar keberadaan mereka dapat diakui dan di benarkan.