Tampilkan postingan dengan label luka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label luka. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Agustus 2010

Zat Pada Ludah Manusia Percepat Penyembuhan Luka


Ternyata manusia juga dilengkapi banyak zat yang sangat berguna bagi penyembuhan dirinya sendiri termasuk zat yang terkadung dalam ludah. Para peneliti Belanda telah mengidentifikasi satu zat di dalam air ludah manusia yang mempercepat penyembuhan luka, demikian laporan mereka yang disiarkan Rabu di The Journal of Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB).

Tim peneliti tersebut mendapati bahwa "histatin", protein kecil di dalam air ludah yang sebelumnya hanya dipercaya membunuh bakteri bertanggung-jawab atas penyembuhan luka.

Penelitian itu mungkin menawarkan harapan kepada orang yang menderita luka kronis yang berhubungan dengan diabetes dan gangguan lain, serta luka traumatis dan luka bakar. Selain itu, karena zat tersebut dapat diproduksi secara massal, zat tersebut memiliki potensi untuk menjadi sama umumnya dengan krim antibiotik dan alkohol gosok.

"Kami berharap temuan kami pada akhirnya bermanfaat buat orang yang menderita luka yang tak kunjung sembuh, seperti borok di kaki dan luka akibat diabetes, serta bagi perawatan luka mengakibatkan trauma seperti luka bakar," kata Menno Oudhoff, penulis pertama laporan tersebut, seperti dukutip Xinhua.

"Studi ini bukan hanya menjawab pertanyaan biologi mengenai mengapa hewan menjilati luka mereka," kata Gerald Weissmann, Pemimpin Redaksi FASEB Journal.

"Itu juga menjelaskan mengapa luka di mulut, seperti luka setelah pencabutan gigi, sembuh jauh lebih cepat dibandingkan dengan luka pada kulit dan tulang. Itu juga mengarahkan kita untuk mulai memandang air ludah sebagai satu sumber bagi obat baru."

Semoga saja temuan ini dapat segera dikembangkan sehingga dunia medis punya sebuah obat yang ampuh untuk mengobati luka yang bersumber dari diri manusia sendiri.

Jumat, 04 Desember 2009

Bocah yang Tidak Boleh Terluka Sedikitpun




Max Braybrook bocah berusia 16 bulan dijaga bak kristal yang tak boleh sedikitpun luka atau tergores oleh orangtuanya. Memar, lecet atau benjol sedikit saja nyawa bocah penderita Wiskott Aldrich Syndrome bisa melayang.

Max Braybrook menderita suatu penyakit yang jarang ditemukan. Dirinya tidak boleh terjatuh atau terbentur sesuatu, karena benjolan sedikit saja bisa membunuhnya. Selain itu, penyakit ini bisa memicu Max mengalami stroke, kanker atau pendarahan akibat benjolan tersebut.

"Ini sangat menakutkan, padahal saat ini Max sedang belajar berjalan. Jika ia terjatuh, maka itu bisa menjadi hal yang sangat mengerikan karena benjolan kecil bisa menyebabkan pendarahan yang parah di bawah kulitnya," ujar Jaqui (29 tahun) ibunda dari Max, seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (5/12/2009).

"Kami sudah mulai merasa bahwa ada masalah serius pada diri Max tak lama setelah dia lahir. Tapi kondisi yang sangat menakutkan ini baru diberitahu oleh dokter Maret 2009 lalu," ujar sang ibu.

Memar yang terjadi pada Max ini berhubungan dengan rendahnya kadar trombosit dalam darah. Sang ibu awalnya tidak mengira Max mengalami penyakit tersebut, karena sindrom ini sangat langka terjadi. Tapi saat dirujuk ke Addenbrooke's Hospital di Cambridge, ternyata didapatkan jumlah trombositnya hanya 4 keping tiap ml darahnya.

Padahal pada orang normal rata-rata jumlah trombositnya antara 150.000 sampai 450.000 per ml darah. Trombosit yang dimiliki oleh Max sangat rendah, sehingga sangat berisiko menderita pendarahan di otak yang berbahaya. Sejak itu, Max mendapat perawatan di Great Ormond Street Hospital, London.

Satu-satunya harapan untuk sembuh adalah melakukan transplantasi sumsum tulang belakang dari donor yang cocok dengan tubuhnya. Idealnya transplantasi ini dilakukan sebelum Max berusia 5 tahun. Ketiga saudara perempuan Max telah melakukan tes untuk melihat adanya kecocokan atau tidak, tapi sayangnya tidak ada satupun yang cocok dengan tubuh Max.

"Kini kami harus menjaga Max lebih ketat agar tidak terjatuh, terbentur atau melakukan hal-hal yang bisa memicu timbulnya memar atau benjolan di tubuhnya untuk mengurangi risiko terkena infeksi, stroke, leukimia atau pendarahan parah lainnya," ujar Jaqui.

Seperti dikutip dari Emedicine, Wiskott-Aldrich syndrome (WAS) umumnya terjadi karena kekurangan immunoglobulin M (IgM). Anak yang menderita WAS menyebabkan produksi trombositnya rendah, rentan terhadap penyakit autoimun dan penyakit berbahaya yang berhuungan dengan darah.

WAS adalah penyakit yang terkait dengan kondisi resesif kromosom X, karena itu penyakit ini lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki meskipun pernah juga ditemukan pada anak perempuan. Gejala dari penyakit ini adalah sistem kekebalan tubuh menurun sehingga mudah terkena infeksi, jumlah trombosit yang rendah serta kelainan pada kulit seperti eksim. Benar-benar mengerikan sekali penyakit ini.