Tampilkan postingan dengan label legenda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label legenda. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Oktober 2010

Naga, Hewan Legenda Di Cina Yang Misterius


Naga adalah hewan yang sangat legendaris, meskipun keberadaannya dalam dunia nyata selalu menjadi perdebatan yang tidak kunjung usai, tapi sebagian orang memiliki kepercayaan bahwa hewan yang bernama naga tersebut benar-benar ada dalam dunia nyata. Banyak negara yang sangat mengagungkan dan memuja naga, salah satunya adalah negara cina. Begitu besarnya penghormatan bangsa Cina kepada makhluk ini sehingga kaisar-kaisar yang gagah perkasa dengan bangga mengenakan gambar naga sebagai simbol mereka.

Bagi bangsa Cina, naga adalah salah satu dari empat makhluk spiritual yang mendapat penghormatan tertinggi. Tiga makhluk lainnya adalah Phoenix, Qilin (Kirin) dan Kura-kura. Namun diantara semuanya, naga adalah yang paling perkasa.

Di dalam mitologi Cina, naga memiliki kaitan yang sangat erat dengan angka "9". Misalnya, Naga Cina sesungguhnya memiliki 9 karakteristik yang merupakan kombinasi dari makhluk-makhluk lainnya.

1. Ia memiliki kepala seperti unta
2. Sisiknya seperti ikan
3. Tanduknya seperti rusa
4. Matanya seperti siluman
5. Telinganya seperti lembu
6. Lehernya seperti ular.
7. Perutnya seperti tiram
8. Telapak kakinya seperti harimau
9. Dan Cakarnya seperti rajawali.

Selain 9 karakteristik itu, naga di dalam mitologi Cina disebut memiliki 9 orang anak yang juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

Ia juga memiliki 117 sisik. 81 diantaranya memiliki karakter Yang (Positif) dan 36 lainnya memiliki karakter Yin (Negatif).

Pada umumnya, naga Cina memiliki tiga atau empat cakar di masing-masing kaki. Namun kerajaan Cina menggunakan lambang naga dengan lima cakar untuk menunjukkan kalau sang Kaisar bukan naga biasa. Lambang ini kemudian menjadi lambang ekslusif yang hanya boleh digunakan oleh sang kaisar. Siapapun yang berani menggunakan lambang naga dengan 5 cakar akan segera dihukum mati.


Dalam literatur Cina, paling tidak ditemukan lebih dari 100 nama naga yang berbeda-beda. Namun, untuk mudahnya, Naga Cina biasanya hanya digolongkan ke dalam empat jenis, yaitu:
  1. Tien Lung atau Naga Langit yang bertugas menjaga istana para dewa.
  2. Shen Lung atau Naga Spiritual yang berkuasa atas angin dan hujan
  3. Ti Lung atau Naga Bumi yang berkuasa atas air di permukaan bumi
  4. Fucang Lung atau Naga dunia bawah bumi yang bertugas menjaga harta karun yang ada di dalamnya.
Empat jenis naga tersebut mungkin berbau spiritual, tetapi seperti yang saya katakan di atas, masih ada sekitar 100 nama naga lainnya.

Dari sekitar 100 nama ini, terlihat kalau Naga Cina sebenarnya tidak selalu berhubungan dengan makhluk spiritual. Bisa jadi, naga tersebut adalah hewan yang memiliki fisik yang nyata.

Karena itu, kita harus memisahkan antara Naga Spiritual dengan Naga sebagai hewan yang nyata.


Sejarah negara Cina telah dimulai sejak ribuan tahun sebelum masehi. Dalam kurun waktu tersebut, para cendikiawan mendokumentasikan setiap peristiwa dalam catatan-catatan yang rapi, termasuk peristiwa terlihatnya naga di berbagai tempat di Cina.

Namun, peristiwa yang dituangkan ke dalamnya mungkin telah diinterpretasikan berdasarkan pemahaman dan kebudayaan bangsa Cina masa lampau sehingga sebagian kisah itu terdengar cukup mistis. Namun, kisah lainnya memiliki kemiripan dengan kasus perjumpaan dengan makhluk Cryptid.

Salah satu contoh peristiwa penampakan naga tercatat dalam buku Recording for the Jiaxing Regional Government yang menceritakan kalau pada bulan September 1588, seekor naga berwarna putih terlihat terbang di atas permukaan danau Ping di wilayah Pinghu, propinsi Zhejiang. Cahaya yang keluar dari naga putih tersebut begitu terangnya sehingga menerangi sebagian langit dengan warna merah yang terang benderang.

Dalam buku lainnya, Recording for the Songjiang Regional Government, disebutkan kalau 20 tahun setelah penampakan naga putih di danau Ping itu, seekor naga putih serupa juga terlihat terbang di atas sungai Huangpu di Songjiang, Shanghai. Naga itu terlihat pada bulan Juli 1608. Seorang saksi mata mengaku melihat seorang dewa sedang berdiri di kepala naga itu.

Kesaksian mengenai adanya dewa yang mengendarai naga tersebut adalah contoh kesaksian perjumpaan dengan naga sebagai makhluk spiritual. Di samping itu, ada kesaksian-kesaksian lainnya yang sama sekali tidak menyebutkan adanya dewa atau naga yang terbang. Kesaksian-kesaksian ini terdengar sangat mirip dengan kisah-kisah penampakan makhluk cryptid pada umumnya. Di bawah ini beberapa contohnya:

Pada tahun ke-24 masa pemerintahan Kaisar Jian'an dari dinasti Dong Han (219 Masehi), seekor naga berwarna kuning muncul di sungai Chishui di kota Wuyang dan berdiam disitu hingga sembilan hari lamanya sebelum akhirnya pergi. Setelah itu, para penduduk desa membangun sebuah kuil disitu dan sebuah prasasti dibuat sebagai penghormatan kepada naga tersebut.

Pada bulan April tahun 345 Masehi, tahun pertama pemerintahan kaisar Yonghe, dua ekor naga, satu berwarna putih dan yang lainnya berwarna hitam, muncul di gunung Long. Peristiwa munculnya naga ini membuat kaisar Murong dari kerajaan Yan memimpin sejumlah pejabatnya menuju gunung itu untuk melihat naga-naga tersebut. Ketika sampai disana, mereka mengadakan upacara keagamaan pada jarak 200 yard dari kedua naga tersebut.

Ratusan tahun kemudian, di gunung yang sama, seekor naga kembali muncul. Peristiwa ini dicatat dalam buku History of the Yuan Dinasty:
"Pada bulan Juli, tahun ke-27 masa pemerintahan kaisar Zhiyuan (1290 Masehi), seekor naga muncul di dekat gunung Long di wilayah Linxong, propinsi Shandong. Naga itu mampu membuat sebuah batu besar melayang di udara."
Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai bagaimana cara naga tersebut membuat batu besar itu melayang.

Tahun 1162, seekor naga mati disebut ditemukan di danau Taibai. Naga ini memiliki sungut yang panjang dengan sisik yang besar. Punggungnya berwarna hitam sedangkan perutnya berwarna putih. Di punggungnya ada sebuah sirip, sedangkan di kepalanya ada dua tanduk besar. Karena makhluk itu mengeluarkan bau yang tidak sedap, para penduduk kemudian menutupinya dengan matras. Otoritas setempat pun segera memerintahkan pengadaan upacara sembahyang di lokasi itu. Satu hari setelah penemuan itu, bangkai naga itu hilang entah kemana.

Kesaksian lainnya dicatat oleh buku Recording for the Lin'an Regional Government yang menceritakan kalau pada tahun 1631, tahun ke-4 masa pemerintahan kaisar Chongzhen, seekor naga besar terlihat di sebuah danau di propinsi Yunan. Karena kemunculan ini, danau tersebut kemudian diberi nama Yilong yang berarti danau naga misterius. Nama ini masih digunakan hingga sekarang.

Buku lainnya, Amanded Recording of the Tang Dinasty, mencatat peristiwa penemuan seekor naga mati berwarna hitam di teritori Tongcheng. Peristiwa ini terjadi pada tahun terakhir pemerintahan kaisar Xiantong. Menariknya, buku ini memberikan deskripsi yang cukup detail mengenai naga tersebut. Disebutkan kalau panjang naga itu adalah sekitar 30 meter dimana setengahnya adalah ekornya. Ujung ekor naga tersebut pipih, sisiknya seperti ikan dan di kepalanya tumbuh dua tanduk. Sungut di samping mulutnya memiliki panjang 6 meter. Kakinya yang tumbuh di perutnya memiliki lapisan berwarna merah. Deskripsi ini sangat mirip dengan gambaran naga Cina klasik.

Buku Seven Books and Scriptures tulisan Long Ying juga mencatat peristiwa penemuan naga yang terjadi pada tahun terakhir pemerintahan kaisar Chenghua dari dinasti Ming. Naga itu ditemukan di pantai Xinhui, propinsi Guangdong. Nelayan yang melihatnya memukul makhluk itu hingga mati. Panjang naga tersebut kurang lebih 10 meter dan terlihat mirip dengan naga dalam lukisan-lukisan klasik. Kisah ini cukup aneh karena seorang nelayan yang melihat naga umumnya tidak akan memukulnya sampai mati, mengingat bangsa Cina sangat menghormati makhluk ini. Mungkin makhluk itu mengganggu sang nelayan, namun kita tidak bisa memastikannya.

Buku History for the Yongping Regional Government mencatat kalau pada musim semi tahun ke-19 masa pemerintahan kaisar Daoguang (1839), seekor naga ditemukan di pinggir sungai Luanhe di wilayah Laoting. Bangkai naga itu terlihat dikerubungi oleh lalat dan belatung. Penduduk lokal kemudian membangun sebuah tempat perlindungan untuk melindunginya dari sinar matahari langsung. Mereka juga menyiram air dingin ke tubuhnya. Legenda menyebutkan kalau tiga hari kemudian, Naga itu kembali hidup dan pergi begitu saja.

Peristiwa termodern yang menyangkut penemuan naga adalah yang terjadi pada Agustus 1944. Seekor naga hitam diberitakan jatuh ke tanah di desa Weizi di halaman rumah keluarga Chen, sekitar 9,4 mil barat laut wilayah Zhaoyuan, di sebelah selatan sungai Mudan di propinsi Heilongjiang. Naga hitam itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Para saksi mata mengatakan bahwa makhluk ini memiliki tanduk di atas kepalanya dan sisik yang menutupi seluruh tubuhnya. Makhluk itu memiliki bau seperti ikan yang menarik lalat untuk mengerumuninya.

Benar atau tidak bahwa hewan tersebut adalah seekor naga sampai sekarang masih menjadi misteri yang belum bisa dipecahkan
. Sehingga keberadaan naga masih menjadi misteri yang selalu menarik untuk dibahas.

Senin, 23 Agustus 2010

Ular Legenda Dalam Mitos Jepang Tsuchinoko

Mungkin anda sering mendengar nama Tsuchinoko dalam berbagai cerita mitos dari negara jepang. Tsuchinoko adalah hewan yang dilaporkan ada di Jepang tapi belum pernah bisa dibuktikan (cryptid). Bentuknya seperti ular namun berperut gendut mirip botol atau pin bowling dengan ekor yang kecil mirip ekor tikus. Hewan ini dilaporkan pernah dilihat saksi mata di berbagai tempat di Jepang, kecuali di Hokkaido dan Kepulauan Ryukyu. Hingga kini, tsuchinoko belum pernah berhasil ditangkap orang karena saksi mata menjadi takut, atau hewan ini lebih dulu melarikan diri.

Nama "Tsuchinoko" berasal dari nama lokal untuk "hewan" ini menurut penduduk daerah Kansai (Kyoto, Mie, Nara, dan Shikoku). Di daerah Kanto, penduduk menyebutnya sebagai bachihebi. Beberapa pemerintah daerah di Jepang menawarkan hadiah uang dalam jumlah besar bagi orang yang berhasil menangkap tsuchinoko. Hadiah uang sebesar 100 juta yen pernah ditawarkan kota Itoigawa, Niigata.

Ciri-Ciri Tsuchinoko

1. Dibandingkan dengan ular biasa, bagian perut sedikit agak gendut
2. Kuat meloncat hingga sekitar 1 meter
3. Suka minum sake
4. Bisa berbunyi "chii"
5. Bergerak dengan sangat cepat
6. Cara bergerak seperti ulat atau menggulung diri sambil menggigit bagian ekor dan berputar bagaikan roda
7. Dari mulut menyemburkan api.

Sejarah Tsuchinoko

Alat-alat dari batu berbentuk ular yang mirip tsuchinoko ditemukan dari situs arkeologi zaman Jomon di Hida, Prefektur Gifu. Gambar yang mirip tsuchinoko juga ditemukan pada bagian luar tembikar berbentuk guci yang berasal dari situs arkeologi di Prefektur Nagano.
  • Tsuchinoko dijelaskan sebagai dewa padang rumput dalam literatur klasik Kojiki yang ditulis pada abad ke-8.
  • Dalam ensiklopedia Wakan Sansai Zue asal zaman Edo, tsuchinoko ditulis dalam artikel berjudul Nozuchihebi ( ular palu ladang).
Hewan Ini Adalah Tersangka Tsuchinoko


Sebetulnya kadal ini hidup di Australia, namun ketika tahun 1970-an kadal ini dikenal dekat karena telah menjadi mode hewan piaraan di Jepang. Sehingga jika kadal ini lepas ditempat yang minim cahaya ataupun tempat yang sukar dilihat, Tiliqua akan tampak seperti Tsuchinoko dalam legenda tersebut. Nah, untuk sejarahnya yang sampai Zaman Edo saya tidak begitu tahu. Benar atau tidak hewan ini adalah tsuchinoko dalam legenda jepang masih merupakan sebuah misteri yang sampai sekarang belum bisa terpecahkan.

Rabu, 09 September 2009

Rusa Bertanduk Satu Seperti Unicorn Lahir di Italia

Inilah keanehan yang terjdi pada se ekor hewan berupa rusa. Pada Juni 2008, Seekor rusa muda berjuluk "Unicorn" telah menarik perhatian ratusan pengunjung yang ingin tahu ke sebuah konservasi alam di Tuscany, Italia.


Gilberto Tozzi, direktur Center of Natural Sciences di Prato, barat laut Florence berkata,"Rusa berumur satu tahun itu dilahirkan di dalam penangkaran dengan cacat genetik bawaan yang memberinya hanya satu tanduk persis di tengah kepalanya seperti se ekor unicorn." Rusa itu memiliki seekor saudara kembar yang normal dengan dua tanduk di kepalanya.

Masyarakat segera membanjiri pusat konservasi tersebut untuk melihat rusa unicorn yang langka itu. Dalam beberapa hari tercatat lebih dari 200 pengunjung yang mendatangi area seluas 1 hektar tersebut hanya untuk menyaksikan se ekor hewan rusa yang mirip dengan unicorn.

"Kami menerima begitu banyak telepon dari masyarakat dan banyak yang datang untuk melihat langsung rusa itu. Kadang rusa itu dengan berani mendekati pagar pengunjung walaupun sebenarnya ia adalah rusa yang pemalu" Kata Tozzi.

Rusa bertanduk satu atau rusa unicorn adalah hewan yang dikategorikan langka walaupun bukan berarti tidak ada sebelumnya. namun para ahli mengatakan bahwa rusa dengan satu tanduk persis di tengah kepala adalah sesuatu yang tidak pernah terlihat sebelumnya. Tozzi mengatakan bahwa anomali ini mungkin telah memicu munculnya legenda Unicorn di masa lampau.

Unicorn adalah makhluk legenda dalam mitos yunani kuno serupa kuda dengan satu tanduk di tengah kepala dengan kekuatan penyembuh yang muncul di cerita legenda seluruh dunia, dari teks-teks kuno hingga cerita fiksi Harry Potter terdapat legenda unicorn.

Catatan-catatan kuno yang pernah menyebut Unicorn diantaranya adalah Alkitab bahasa Inggris versi King James yang diterjemahkan pada abad ke-17 yang menyebut kata "Unicorn" sebanyak 8 kali. lalu Leonardo Da Vinci pernah menyinggung tentang sifat Unicorn dalam catatan hariannya. Dan mungkin catatan kuno yang paling terkenal mengenai Unicorn adalah sebuah stempel bergambar Unicorn yang digunakan oleh peradaban lembah Indus di India.
Tapi yang nyata sekarang bukanlah kuda unicorn tapi se ekor rusa unicorn dari italia.

Selasa, 08 September 2009

10 Orang Dengan Hidung Yang Melegenda

Hidung adalah salah satu indera terpenting untuk kita. Ternyata sepanjang sejarah manusia, ada beberapa hidung yang menjadi pusat perhatian lebih. Dibawah ini adalah 10 orang terkenal yang memiliki hidung yang unik dan mendapat perhatian lebih:

Quote:
1. RUDOLF I OF HAPSBURG (Raja Jerman dan Kaisar Roma, 1218-1291)
Menurut salah satu ahli anatomi sejarah, Rudolf I memiliki “hidung yang sedemikian besarnya, sehingga tidak ada artis yang bisa menggambarkannya dengan ukuran yang pas dan sebenarnya” Oleh karena itu fotonya kita dapat dari patungnya…
Quote:
2.MICHELANGELO (Seniman Itali, 1475-1564)
Hidungnya begitu parahnya sampai menempel di wajahnya, sampai salah satu ahli sejarah mengatakan bahwa,” dahinya bahkan hampir lebih maju daripada hidungnya.” Di masa mudanya, Michaelangelo menggoda pelukis Pietro Torrigiano pada saat Pietro sedang belajar seni di salah satu gereja. Pietro marah dan akhirnya menghadapi Michaelangelo dan dalam kata Pietro digambarkan bahwa “memukul hidung Michaelangelo sehingga saya merasa bahwa hidung dan tulang lunaknya remuk dibawah kepalan saya seperti remuknya wafer kering. Jadi seumur hidup dia akan mendapat tanda dari saya.”
Quote:
3. MATTHEW PARKER (Pendeta dari Inggris, 1504-1575)
Namanya tercatat sebagai “Nosey” Parker, orang yang suka mengendus mengenai kehidupan orang lain. Parker adalah Uskup di Canterbury pada saat Ratu Elizabeth I memerintah. Walaupun ia tampak pemalu dan sederhana, ia sangat ribeut jika berurusan dengan masalah gereja, dan musuhnya menjulukinya “Nosey” parker..
Quote:
3. MATTHEW PARKER (Pendeta dari Inggris, 1504-1575)
Namanya tercatat sebagai “Nosey” Parker, orang yang suka mengendus mengenai kehidupan orang lain. Parker adalah Uskup di Canterbury pada saat Ratu Elizabeth I memerintah. Walaupun ia tampak pemalu dan sederhana, ia sangat ribeut jika berurusan dengan masalah gereja, dan musuhnya menjulukinya “Nosey” parker..
Quote:
4. TYCHO BRAHE (Ahli Astronomi Denmark, 1546-1601)
Pada saat ia berkelahi dengan pedang, ujung hidungnya terpotong, dan ia menggantikannya dengan emas
Quote:
5. CYRANO DE BERGERAC (Novelis dan Penulis Puisi Prancis, 1619-1655)
Ia orang yang benar-benar hidup, bukan sekedar tokoh rekaan dalam dunia sandiwara atau teater. Diberitakan ia telah melalui lebih dair 1.000 duel hanya karena orang menghina hidungnya yang luar biasa ukurannya.
Quote:
6. THOMAS WEDDERS (Salah Satu dari sekian Freak Show di Inggris, 1700-an)
Ia memiliki hidung terpanjang yang pernah dikenal dalam sejarah. Panjangnya sampai 7,5 inci (sekitar 12 cm). Ia ikut dalam pertunjukkan di sekeliling Inggris, dan ia dikenal memiliki keterbelakangan mental. Foto ini adalah patung lilin yang dibuat untuk mengenangnya.
Quote:
7. JOSEF MYSLIVECEK (Komposer dari Chech, 1737-1781)
Dijuluki “Sang Bohemian”, opera buatannya yang terkenal antara lain adalah Armida dan Il Bellerofonte, dan juga terkenal karena tidak memliki hidung. Pada 1777, ia menderita penyakit dan datang ke dokter murahan yang mengatakan bahwa satu-satunya cara agar penyakitnya bisa sembuh adalah dengan membuangnya. Jadi ia mengikutinya. Di foto tampak hidungnya masih terpasang sih…
Quote:
8. KATE ELDER, alias FISHER (Pemilik Rumah Bordil di Amerika, 1870-an)
Di Wild West, ia terkenal sebagai “Big Nose” Kate, Kate “Hidung Besar.” Hidungnya adalah varietas yang bundar dan besar. Ia menjalankan rumah bordil dengan reputasi buruk di Dodge City, Kansas.
Quote:
9. JIMMY “SCHNOZZOLA” DURANTE (Pelawak Serba Bisa dari American, 1893- )
Ia menggunakan ukuran “barang”nya yang luar biasa untuk menjadi perhatian di semua bisnis pertunjukan baik di panggung, layar lebar maupun televisi. Benar-benar orang yang mampu memanfaatkan kelebihannya…
Quote:

10. ALBERT WEBER (Analis organoleptik dari Amerika, 1905- )
Satu2nya yang fotonya tidak berhasil saya temukan. Omong-omong, organoleptik itu apa? Organoleptik adalah cara mengidentifikasi barang dari baunya, jadi hidungnya adalah sumber penghasilannya, mirip seperti Jimmy Durante. Albert bekerja bagi FDA (Badan POM Amerika) dan sudah 30 tahun berada di posisinya, bahkan ia memiliki 12 murid yang belajar dibawahnya untuk mengidentifikasi barang busuk hanya dengan membaunya.

bagaimana dengan hidung anda, apakah juga akan menjadi legenda seperti milik mereka.