Tampilkan postingan dengan label gudang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gudang. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Januari 2010

Kontainer Unik Yang Bisa Di Lipat



Bagi anda yang bergerak di bidang jasa pengiriman barang melalui laut (kapal), pasti tahu bahwa sebagian kontainer yang dikirim balik dari negara tujuan pasti dalam keadaan kosong dan itu berarti pemborosan.

CagoShell Collapsible Shipping Container adalah sebuah kontainer jenis baru yang memang sejauh ini masih dalam tahap pengembangan tetapi sangat menjanjikan bila ini bisa terealisasi.


Kontainer yang satu ini bisa dilipat pada saat tidak digunakan sehingga masalah pengiriman kontainer dalam keadaan kosong bisa dikurangi biayanya.

Pada saat dilipat, ukuran Cargoshell hanya 1/4 dibandingkan kontainer sejenis yang berarti anda bisa menyimpan 4 buah cargoshell dimana sebelumnya hanya satu untuk luas ruangan yang sama. Belum lagi bila harus disimpan di gudang, Cargoshell juga memberikan keuntungan sehingga gudang anda tidak terlalu sempit.

Selain kontainer ini bisa dilipat, sistim pintunya juga menggunakan sistim pintu gulung dimana berarti ini akan menghemat tempat pada saat penempatan beberapa kontainer sekaligus.

Dari segi berat, CargoShell juga 25% lebih ringan serta penggunaan bahan yang bukan dari besi melainkan bahan campuran membuat kontainer ini bisa ditaruh GPS tanpa kuatir sinyal akan lemah.

Seperti kita tahu teknologi GPS sudah banyak digunakan di pengiriman barang agar si pemilik bisa melacak secara real-time tentang keberadaan paket mereka.

Saat ini, CargoShell sudah dibuat dalam ukuran 40 dan 45 feet dan ukuran 20 feet masih dalam proses pembuatan. Yang jadi masalah adalah harganya yang mencapai 3 kali lipat dibandingkan kontainer biasa.

Minggu, 30 Agustus 2009

Liu Jianguo Raja Kucing Dari Tiongkok

http://erabaru.net/images/stories/1-kucing-big.jpg


“Raja Kucing” Liu Jianguo beserta “pasukan bodyguard kucing”.



Tidak salah jika orang ini diberi gelar sebagai raja kucing. Seorang pria yang bekerja di perusahaan beras di Liaoning, Tiongkok, telah melatih 85 ekor kucing untuk membantu menjaga gudang beras, dan berhasil membuat para kawanan tikus lari terbirit-birit. Sejak saat itu gudang bahan pangan itu jarang disatroni tikus lagi.

Menurut berita harian Liao Ning, Liu Jianguo yang memiliki julukan Mao Wang (raja kucing) tahun ini genap 47, ia bekerja pada unit kerja PT Industri Beras, Pan Jin Ting Xiang – Liaoning, memiliki sebuah “pasukan garda kucing” berskala besar, total jenderal sebanyak 85 ekor.

Selama 2 tahun belakangan ini, di bawah pelatihan Liu, para kucing yang lucu tersebut telah dilatih menjadi kucing pelacak, kucing penyergap dan kucing peronda, semuanya sesuai tugas masing-masing dan penuh tanggung jawab sehingga para tikus itu lari terbirit-birit, minimal tak berani bergerak.

Menurut laporan, beras yang disimpan di dalam gudang beras perusahaan itu adalah beras organik, oleh karena racun tikus sintesa kimiawi bisa berpengaruh pada kualitas beras, maka pihak perusahaan mulai melakukan penelitian tentang cara pemusnahan tikus dengan ilmu fisika dan biologi, metode tersebut termasuk penggunaan perangkap tikus, di sekitar simpul penyimpanan mempertahankan rerumputan guna memelihara ular, memelihara burung hantu dan landak serta pengembang-biakan pasukan kucing, tindakan pemusnahan tikus tersebut menunjukkan hasil bagus terutama menggunakan kucing rumahan menumpas tikus adalah yang paling efektif.

Selanjutnya diberitakan, pada 2007 gudang pangan industri beras itu pindah alamat baru, bertetangga dengan sawah pertanian yang sangat luas. Gudang beras baru tersebut menyimpan 50.000 ton lebih gabah, jauh lebih luas daripada gudang lama. Jika menambah jumlah kucing yang nantinya bisa berkeliaran ke-4 penjuru, sangat dimungkinkan menimbulkan pengaruh buat produksi.

Penanggung jawab bahan pangan tiba-tiba mempunyai ide lateral: “Bisakah melatih kucing yang penurutnya seperti anjing?” Tugas berat ini langsung jatuh pada Liu Jianguo kepala divisi kendaraan yang memang penyayang kucing.

Selanjutnya diberitakan, oleh karena kucing memiliki sifat kemandirian yang kuat dan tidak mau diatur-atur; selain itu pada dasarnya kucing bersifat waspada, mudah takut akan cahaya kuat dan kerumunan orang banyak. Hendak melatih kucing dewasa yang eksis saat itu dari dalam gudang dengan karyawan yang cukup banyak, kendaraan tak hentinya berlalu lalang serta perangkat mesin dengan suara hiruk pikuk tentu bukan pekerjaan mudah.

Liu memulai program pelatihan dengan anak kucing, seharian ia tinggal dan bermain dengan kucing itu, bahkan meladeni makan siang bagi para kucing. Waktu berlalu dan muncul keterikatan emosional, ketergantungan generasi kucing yang baru terhadap Liu Jianguo semakin lama semakin kuat, juga semakin penurut, bahkan begitu mendengar Liu bersiul mereka lantas menghampirinya dengan manja.

Berdasarkan keistimewaan masing-masing kucing Liu melakukan pelatihan dengan melakukan pembagian kelompok. Melalui jerih payah selama 1 tahun lebih akhirnya para kucing dapat dilatih menjadi kucing peronda, kucing pelacak dan kucing penyergap.

Di dalam pasukan garda penjaga gudang pangan generasi baru itu, setiap kucing memiliki gerak yang gesit. Reporter menyaksikan di lapangan, seekor kucing penyergap di dalam semak, tiba-tiba melakukan sergapan terhadap seekor burung Gereja yang seringkali bercuap, terlihat ia melompat, si burung pun sudah tertangkap.

Gerak kucing pelacak lebih cepat, sekali berkelebat bisa melompat ke atas pohon setinggi 3 meter. Sedangkan seekor tikus yang menyelundup masuk melalui kendaraan suplai pangan, ketika sedang mendeteksi keadaan di dalam halaman, terlacak oleh seekor kucing peronda dengan mata tajam. Kucing peronda dari jarak 20 meter tiba-tiba mempercepat langkah dan dengan secepat kilat memburu tikus itu, sang tikus pun panik dan berupaya lolos, namun hasilnya sia-sia. (The Epoch Times/whs)erabaru.or.id