Tampilkan postingan dengan label bahagia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahagia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 November 2014

5 Hal Yang Dihindari Oleh Orang Yang Selalu Bahagia


bintangkarang.blogspot.com
Orang yang bahagia seolah tidak pernah memiliki beban dalam hidupnya. Mereka seolah selalu tersenyum karena merasa bahagia. Ternyata orang yang selalu berbahagia punya beberapa hal yang selalu mereka hindari untuk dilakukan, Berikut adalah 5 hal tersebut :

1. Memiliki fikiran Pesimis
Orang bahagia tidak pernah berpikir pesimis dalam menjalani hidupnya. Mereka selalu berpikiran optimis dan dan postif saat menjalani masalah yang ada dalam kehidupannya. Tidak seperti orang yang suka mengeluh yang selalu galau untuk menghadapi masalah dalam hidupnya. Orang bahagia akan selalu menganggap semua masalah dalam hidupnya  bukan beban pikiran sehingga mereka selalu bahagia dalam menjalani kehidupan.

2. Terlalu mementingkan pendapat dari orang lain
Orang-orang yang bahagia tidak pernah terlalu mementingkan pendapat orang lain soal dirinya. Ia selalu mendengarkan pendapat orang-orang yang sayang dengannya sehingga biarpun banyak orang berpendapat negatif tentang dirinya, orang tersebut tidak akan pernah memikirkannya bahkan menjadi pr yang harus ia kerjakan.

3. Ikut campur dalam urusan orang lain
Tipe orang yang bahagia itu tidak akan pernah ikut campur urusan orang lain. Ia  lebih mementingkan urusan dirinya sendiri, dibandingkan dengan urusan oranglain sehingga hidupnya tidak akan mendapatkan masalah, karena ikut campur dalam urusan orang lain merupakan  hal yang akan membuat kamu mendapatkan masalah.

4. Menggantungkan kebahagiaan pada orang lain
Menggantungkan kebahagiaan padaa orang lain itu, tipe orang yang tidak akan bahagia dengan hidupnya. Biasanya ada orang yang selalu membutuhkan orang lain untuk merasa bahagia, seperti memiliki pacar barulah akan merasa bahagia. Padahal hal ini tidak perlu dilakukan, kebahagian itu timbul dari diri sendiri bukan dari orang lain, jadi kamu tidak perlu menunggu orang lain yang membuat kamu bahagia.

5. Menyimpan rasa dendam
Orang yang suka menyimpan dendam merupakan orang yang menghalang-halangi dirinya untuk bahagia. Orang yang seperti ini akan tidak mudah merasa bahagia, karena hidupnya penuh dengan rasa dendam pada orang-orang yang pernah menyakiti hatinya.

Itulah beberpa hal yang selalu dihindari oleh orang yang selalu berbahagia dalam hidupnya. Mereka lebih sibuk menikmati hidupnya dari pada memikirkan hal-hal tersebut diatas. sekarang anda bisa memilih untuk menjadi orang yang selalu bahagia atau tidak, karena bahgia juga suatu pilihan.

Rabu, 21 Juli 2010

Arti Dari Kebahagiaan

pada suatu jaman di negeri antah berantah, tersebutlah seorang raja yang kaya raya. Kekayaannya sangat melimpah. Emas, permata, berlian, dan semua batu berharga telah menjadi miliknya. Tanah kekuasaannya, meluas hingga sejauh mata memandang. Puluhan istana, dan ratusan pelayan siap menjadi hambanya.

Karena ia memerintah dengan tangan besi, apapun yang diinginkannya hampir selalu diraihnya. Namun, semua itu tak membuatnya merasa cukup. Ia selalu merasa kekurangan. Tidurnya tak nyenyak, hatinya selalu merasa tak bahagia. Hidupnya, dirasa sangatlah menyedihkan.

Suatu hari, dipanggillah salah seorang prajurit tebaiknya. Sang Raja lalu berkata, “Aku telah punya banyak harta. Namun, aku tak pernah merasa bahagia. Karena itu”, ujar sang raja, “aku akan memerintahkanmu untuk memenuhi keinginanku.” Pergilah kau ke seluruh penjuru negeri, dari pelosok ke pelosok, dan temukan orang yang paling berbahagia di negeri ini. Lalu, bawakan pakaiannya kepadaku.”

“Carilah hingga ujung-ujung cakrawala dan buana. Jika aku bisa mendapatkan pakaian itu, tentu, aku akan dapat merasa bahagia setiap hari. Aku tentu akan dapat membahagiakan diriku dengan pakaian itu. Temukan sampai dapat! ” perintah sang Raja kepada prajuritnya. “Dan aku tidak mau kau kembali tanpa pakaian itu. Atau, kepalamu akan kupenggal !!”

Mendengar titah sang Raja, prajurit itu pun segera beranjak. Disiapkannya ratusan pasukan untuk menunaikan tugas. Berangkatlah mereka mencari benda itu. Mereka pergi selama berbulan-bulan, menyusuri setiap penjuru negeri. Seluas cakrawala, hingga ke ujung-ujung buana, seperti perintah Raja. Di telitinya setiap kampung dan desa, untuk mencari orang yang paling berbahagia, dan mengambil pakaiannya.

Sang Raja pun mulai tak sabar menunggu. Dia terus menunggu, dan menunggu hingga jemu. Akhirnya, setelah berbulan-bulan pencarian, prajurit itu kembali. Ah, dia berjalan tertunduk, merangkak dengan tangan dan kaki di lantai, tampak seperti sedang memohon ampun pada Raja. Amarah Sang Raja mulai muncul, saat prajurit itu datang dengan tangan hampa.

“Kemari cepat!!. “Kau punya waktu 10 hitungan sebelum kepalamu di penggal. Jelaskan padaku mengapa kau melanggar perintahku. Mana pakaian kebahagiaan itu!” gurat-gurat kemarahan sang Raja tampak memuncak. Dengan airmata berlinang, dan badan bergetar, perlahan prajurit itu mulai angkat bicara. “Duli tuanku, aku telah memenuhi perintahmu. Aku telah menyusuri penjuru negeri, seluas cakrawala, hingga ke ujung-ujung buana, untuk mencari orang yang paling berbahagia. Akupun telah berhasil menemukannya.”

Kemudian, sang Raja kembali bertanya, “Lalu, mengapa tak kau bawa pakaian kebahagiaan yang dimilikinya?”

Prajurit itu menjawab, “Ampun beribu ampun, duli tuanku, orang yang paling berbahagia itu, TIDAK mempunyai pakaian yang bernama kebahagiaan.”

Teman,,, bisa jadi, memang tak ada pakaian yang bernama kebahagiaan. Sebab, kebahagiaan, seringkali memang tak membutuhkan apapun, kecuali perasaan itu sendiri. Rasa itu hadir, dalam bentuk-bentuk yang sederhana, dan dalam wujud-wujud yang bersahaja.

Seringkali memang, kebahagiaan tak di temukan dalam gemerlap harta dan permata. Seringkali memang, kebahagiaan, tak hadir dalam indahnya istana-istana megah. Dan ya, kebahagiaan, seringkali memang tak selalu ada pada besarnya penghasilan kita, mewahnya rumah kita, gemerlap lampu kristal yang kita miliki, dan indahnya jalinan sutra yang kita sandang.

Seringkali malah, kebahagiaan hadir pada kesederhanaan, pada kebersahajaan. Seringkali rasa itu muncul pada rumah-rumah kecil yang orang-orang di dalamnya mau mensyukuri keberadaan rumah itu. Seringkali, kebahagiaan itu hadir, pada jalin-jemalin syukur yang tak henti terpanjatkan pada Ilahi.Sebab, kebahagiaan itu memang adanya di hati